<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayaran Kurang, Pria Gay Ini Gorok Leher Pelanggannya   </title><description>Satuan Reskrim Polsek Sukajadi Pekanbaru, Provinsi Riau menangkap seorang pemuda berinisial H alias Hardi (26).</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/11/340/1884859/bayaran-kurang-pria-gay-ini-gorok-leher-pelanggannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/11/340/1884859/bayaran-kurang-pria-gay-ini-gorok-leher-pelanggannya"/><item><title>Bayaran Kurang, Pria Gay Ini Gorok Leher Pelanggannya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/11/340/1884859/bayaran-kurang-pria-gay-ini-gorok-leher-pelanggannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/11/340/1884859/bayaran-kurang-pria-gay-ini-gorok-leher-pelanggannya</guid><pubDate>Rabu 11 April 2018 00:20 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/10/340/1884859/bayaran-kurang-pria-gay-ini-gorok-leher-pelanggannya-Lt0WhfwoSr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/10/340/1884859/bayaran-kurang-pria-gay-ini-gorok-leher-pelanggannya-Lt0WhfwoSr.jpg</image><title>foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
PEKANBARU - Satuan Reskrim Polsek Sukajadi Pekanbaru, Provinsi Riau menangkap seorang pemuda berinisial H alias Hardi (26). Pria yang berprofesi sebagai pemijat di kalangan gay di Pekanbaru ini ditangkap polisi karena menggorok leher pelanggannya, berinisial FR (29).

H berhasil ditangkap di Painan, Provinsi Sumatera Barat. Kepada polisi H mengaku menggorok leher korban karena sakit hati.

&quot;H mengaku menggorok leher karena tarif yang dibayarkan korban tidak sesuai dengan kesepakatan awal,&quot; ucap Kapolsek Sukajadi AKP Zulfa kepada wartawan, Selasa (10/4/2018).

Dia mengatakan, bahwa kejadian itu terjadi pada Selasa, 20 Maret 2018. Saat itu korban RF mendatangi kediaman H di Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Saat itu RF yang sudah mengetahui kalau H buka praktek pijat gay plus plus langsung masuk ke rumah.

Setelah sepakat, akhirnya kedua masuk kamar untuk pijat gay plus plus. Setelah perbuatan menyimpang itu usai, H meminta uang tarif kepada RF. Kemudian RF menyerahkan uang Rp80 ribu. H pun marah marah karena pelayanannya tidak sesuai.

&quot;Sebelumnya kesepakatan awalnya RF akan memberikan uang Rp150 ribu namun baru dibayar hanya Rp80 ribu,&quot; ucapnya.

Karena kesal, H pun mengambil sebilah pisau di dapur. Saat itu dia melihat RF sedang rebahan di kursi. H pun langsung menggorok leher korban. Setelah itu tersangka langsung mengambil harta benda RF. Sementara RF berhasil diselamatkan warga walau mengalami luka parah di bagian leher.
</description><content:encoded>
PEKANBARU - Satuan Reskrim Polsek Sukajadi Pekanbaru, Provinsi Riau menangkap seorang pemuda berinisial H alias Hardi (26). Pria yang berprofesi sebagai pemijat di kalangan gay di Pekanbaru ini ditangkap polisi karena menggorok leher pelanggannya, berinisial FR (29).

H berhasil ditangkap di Painan, Provinsi Sumatera Barat. Kepada polisi H mengaku menggorok leher korban karena sakit hati.

&quot;H mengaku menggorok leher karena tarif yang dibayarkan korban tidak sesuai dengan kesepakatan awal,&quot; ucap Kapolsek Sukajadi AKP Zulfa kepada wartawan, Selasa (10/4/2018).

Dia mengatakan, bahwa kejadian itu terjadi pada Selasa, 20 Maret 2018. Saat itu korban RF mendatangi kediaman H di Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Saat itu RF yang sudah mengetahui kalau H buka praktek pijat gay plus plus langsung masuk ke rumah.

Setelah sepakat, akhirnya kedua masuk kamar untuk pijat gay plus plus. Setelah perbuatan menyimpang itu usai, H meminta uang tarif kepada RF. Kemudian RF menyerahkan uang Rp80 ribu. H pun marah marah karena pelayanannya tidak sesuai.

&quot;Sebelumnya kesepakatan awalnya RF akan memberikan uang Rp150 ribu namun baru dibayar hanya Rp80 ribu,&quot; ucapnya.

Karena kesal, H pun mengambil sebilah pisau di dapur. Saat itu dia melihat RF sedang rebahan di kursi. H pun langsung menggorok leher korban. Setelah itu tersangka langsung mengambil harta benda RF. Sementara RF berhasil diselamatkan warga walau mengalami luka parah di bagian leher.
</content:encoded></item></channel></rss>
