<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Klaim Miliki Bukti Tak Terbantahkan Ada Rekayasa Serangan Kimia di Douma </title><description>Lavrov mengatakan, rekayasa tersebut dilakukan oleh agen dari negara yang mengampanyekan Russophobia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/13/18/1886365/rusia-klaim-miliki-bukti-tak-terbantahkan-ada-rekayasa-serangan-kimia-di-douma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/13/18/1886365/rusia-klaim-miliki-bukti-tak-terbantahkan-ada-rekayasa-serangan-kimia-di-douma"/><item><title>Rusia Klaim Miliki Bukti Tak Terbantahkan Ada Rekayasa Serangan Kimia di Douma </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/13/18/1886365/rusia-klaim-miliki-bukti-tak-terbantahkan-ada-rekayasa-serangan-kimia-di-douma</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/13/18/1886365/rusia-klaim-miliki-bukti-tak-terbantahkan-ada-rekayasa-serangan-kimia-di-douma</guid><pubDate>Jum'at 13 April 2018 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/13/18/1886365/rusia-klaim-miliki-bukti-tak-terbantahkan-ada-rekayasa-serangan-kimia-di-douma-SwOfUnoERC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/13/18/1886365/rusia-klaim-miliki-bukti-tak-terbantahkan-ada-rekayasa-serangan-kimia-di-douma-SwOfUnoERC.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan bahwa serangan senjata kimia di Douma adalah sebuah rekayasa dari agen intelijen asing untuk mendorong agenda Russophobia. Lavrov bahkan mengatakan bahwa Moskow memiliki bukti tak terbantahkan untuk mendukung klaimnya tersebut.
BACA JUGA: Curiga Ada Rekayasa, Rusia Minta OPCW Selidiki Serangan Senjata Kimia di Douma
&quot;Kami memiliki bukti yang tak terbantahkan bahwa serangan senjata kimia di Douma adalah sebuah rekayasa, dan dinas rahasia dari negara yang berada di garis depan kampanye Russophobia memiliki peran dalam rekayasa tersebut,&amp;rdquo;  kata Lavrov sebagaimana dilansir RT, Jumat (13/4/2018).
Pemerintah Suriah dituduh telah melakukan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di Douma pada Sabtu pekan lalu. Sebagai respons atas penggunaan senjata kimia tersebut, negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis menyatakan akan mengambil tindakan militer terhadap rezim Presiden Bashar al Assad.
Suriah dan sekutu dekatnya, Rusia telah membantah tuduhan tersebut, mengatakan bahwa laporan serangan senjata kimia tersebut adalah sebuah rekayasa. Moskow menyebut tuduhan tersebut sebagai sebuah provokasi yang ditujukan untuk menyebabkan ketidakstabilan di Suriah.
BACA JUGA: Tidak Ada Warga Rusia yang Ingin Melihat Perang Dunia III
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah mengirim tim penyelidik ke Douma untuk memeriksa kebenaran laporan penggunaan senjata kimia tersebut. Mereka akan mulai bekerja pada Sabtu dan diharapkan dapat segera memberikan hasil penyelidikannya.
</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan bahwa serangan senjata kimia di Douma adalah sebuah rekayasa dari agen intelijen asing untuk mendorong agenda Russophobia. Lavrov bahkan mengatakan bahwa Moskow memiliki bukti tak terbantahkan untuk mendukung klaimnya tersebut.
BACA JUGA: Curiga Ada Rekayasa, Rusia Minta OPCW Selidiki Serangan Senjata Kimia di Douma
&quot;Kami memiliki bukti yang tak terbantahkan bahwa serangan senjata kimia di Douma adalah sebuah rekayasa, dan dinas rahasia dari negara yang berada di garis depan kampanye Russophobia memiliki peran dalam rekayasa tersebut,&amp;rdquo;  kata Lavrov sebagaimana dilansir RT, Jumat (13/4/2018).
Pemerintah Suriah dituduh telah melakukan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di Douma pada Sabtu pekan lalu. Sebagai respons atas penggunaan senjata kimia tersebut, negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis menyatakan akan mengambil tindakan militer terhadap rezim Presiden Bashar al Assad.
Suriah dan sekutu dekatnya, Rusia telah membantah tuduhan tersebut, mengatakan bahwa laporan serangan senjata kimia tersebut adalah sebuah rekayasa. Moskow menyebut tuduhan tersebut sebagai sebuah provokasi yang ditujukan untuk menyebabkan ketidakstabilan di Suriah.
BACA JUGA: Tidak Ada Warga Rusia yang Ingin Melihat Perang Dunia III
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah mengirim tim penyelidik ke Douma untuk memeriksa kebenaran laporan penggunaan senjata kimia tersebut. Mereka akan mulai bekerja pada Sabtu dan diharapkan dapat segera memberikan hasil penyelidikannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
