<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Tahun Digusur dan Asa Warga Kampung Akuarium kepada Anies Baswedan</title><description>Anies berjanji akan mengembalikan hunian warga kampung akuarium.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/14/338/1886738/dua-tahun-digusur-dan-asa-warga-kampung-akuarium-kepada-anies-baswedan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/14/338/1886738/dua-tahun-digusur-dan-asa-warga-kampung-akuarium-kepada-anies-baswedan"/><item><title>Dua Tahun Digusur dan Asa Warga Kampung Akuarium kepada Anies Baswedan</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/14/338/1886738/dua-tahun-digusur-dan-asa-warga-kampung-akuarium-kepada-anies-baswedan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/14/338/1886738/dua-tahun-digusur-dan-asa-warga-kampung-akuarium-kepada-anies-baswedan</guid><pubDate>Sabtu 14 April 2018 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ulung Tranggana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/14/338/1886738/dua-tahun-digusur-dan-asa-warga-kampung-akuarium-kepada-anies-baswedan-sYWGUorD9E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan saat menggendong bocah bernama Muhamad Anies Sandi (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/14/338/1886738/dua-tahun-digusur-dan-asa-warga-kampung-akuarium-kepada-anies-baswedan-sYWGUorD9E.jpg</image><title>Anies Baswedan saat menggendong bocah bernama Muhamad Anies Sandi (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</title></images><description>Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, hari ini (Sabtu (14/6/2018), memperingati dua tahun penggusuran oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Para warga memperingatinya dengan menggelar syukuran dengan mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di lokasi itu, warga Kampung Akuarium berkumpul dan siap menggelar syukuran dua tahun pasca pergusuran. Mereka dengan suka cita menunggu kedatangan orang nomor satu di Jakarta itu.

Salah satu warga, Nimah mengatakan, acara dua tahun Kampung Akuarium ini, sebagai rasa syukur dengan terciptanya kembali Kampung Akuarium yang dulu sempat dihancurkan Pemprov DKI pada kemimpimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
&quot;Kampung Akuarium ini, benar-benar seperti tercipta kembali, setelah sempat di gusur pak Ahok,&quot; ujar Nikah kepada Okezone di lokasi, Sabtu (14/4/2018).
&amp;nbsp;
Dalam peringatan penggusuran itu, warga kampung akuarium juga memberikan maket rumah kepada Anies Baswedan dilokasi tersebut.
&quot;Kampung ini dua tahun lalu hancur lebur, akibat penggusuran, tapi sekarang kampung ini mulai kembali. Maka kita (warga Akuarium), memberikan maket rumah itu, agar nantinya Pemprov bisa membuat rumah di sini seperti itu,&quot; kata salah satu warga kampung akuarium, Yani dilokasi, Sabtu (14/4/2018).
(Baca: Datangi Kampung Akuarium, Gubernur DKI Gendong Bocah Bernama Anies Sandi)
Harapan warga Kampung Akuarium amat terasa besar kepada Anies Baswedan. Keingininan mereka hanya mendapatkan hunian seperti sebelum dihancurkan pada 14 apil 2016 lalu di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang menghadiri peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (14/4/2018). Kedatangan Anies pun disambut senang haru oleh seluruh warga di lokasi tersebut. Saat kampanye Pilgub DKI 2016 lalau Anies berkomitmen akan mengembalikan hunia milik warga Kampung Akuarium.
Anies mengatakan, peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium ini, merupakan bukti bahwa keberpihakan kepada warga dan keberpihakan kontitusi itu bukan diwujudkan dengan kata-kata. Namun diwujudkan dengan perbuatan.

&quot;Tempat ini, menjadi contoh, agar tidak terulang kembali di Tanah Air kita. Karena kalau kita lihat dua tahun ke belakang dengan peristiwa yang terjadi, tidak ada hati manusia yang tidak menangis, menyaksikan peristiwa itu,&quot; kata Anies dalam sambutannya di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.


Ia menjelaskan, penggusuran ini sebagai pelajaran bagi Republik  Indonesia dan Dunia. Karena apa yang terjadi di Kampung Akuarium itu,  tidak boleh terulang kembali dimanapun di bumi pertiwi ini. Di mana  kebijakan itu harus menyandarkan pada konstitusi.
&quot;Konstitusi kita itu, dirancang dengan spirit. Maka itu kita-kita  yang hari ini menjalankan konstitusi harus paham betul bahwa esensi  dasar konstitusi itu adalah keadilan,&quot; tuturnya.
Sebelum ke kampung akuarium, Mantan Mendikbud Jokowi itu sempat  melihat rekaman peristiwa penggusuran itu. Maka itu kedepannya membangun  kota secara baru, suatu kota yang sepenuhnya dibimbing oleh garis  konstitusi dan garis kepentingan warga.
&quot;Kita ingin kota yang mencapai kemajuan bukan kemajuan yang  mengedepankan kesenjangan sosial. Bukan kemajuan yang menyingkirkan  mereka yang ada dilapis bawah. Sebaliknya kemajuan yang akan menghidupi  kehidupan sosial dan akan membawa warga dalam hidup bahagia. Bahagia  apa? Lahir dan batin,&quot; pungkasnya.
(Baca juga: Peringati 2 Tahun Penggusuran, Warga Kampung Akuarium Berikan Maket Rumah ke Anies Baswedan)
Pernyataan Anies memang bukan hanya janji semata. Pemerintah Provinsi  (Pemprov) DKI Jakarta membangun penampungan sementara atau shelter bagi  warga kampung Akuarium, Jakarta Utara.
Di lokasi kampung Akuarium, per 4 Januari 2018 lalu terdapat papan  yang diisi dengan gambar-gambar secara detail pembuatan shelter itu.  Seperti dari gambar pembentukan bangunan sementara hingga sarana  fasilitas umum MCK secara lengkap. Terlihat juga dalam gambar itu,  adanya 40 shelter atau 160 unit akan dibangun untuk warga kampung  Akuarium yang menjadi korban pergusuran oleh Pemprov DKI waktu itu.

Saat kedatangan itu, Anies Baswedan juga langsung menggendong seorang  bocah berusia 1 tahun 1 bulan. Bocah itubernama Muhammad Anies Sandi  dari seorang ibu bernama Supiyati yang baru lahir pada tahun 2017  kemarin. Anies mengatakan, suatu kehormatan namanya bisa dipakai oleh  seorang bocah yang lahir di kampung Akuarium.
&quot;Ini sebuah kehormatan. Saya yakin anak ini suatu saat bisa seperti  kita semua. Bisa sehat, terutama sekolah itu yang penting. Ibu anak ini  juga mudah-mudahan bisa merawat yang baik ya,&quot; kata Anies di Kampung  Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (14/4/2018).

Anies juga berharap keluarga anak itu agar bisa memiliki rumah lagi.  Dan ia juga mendoakan anak itu menjadi anak yang baik nantinya.&quot;Insya  Allah anak ini jadi tanda bahwa asa panggilan anak itu, lahir di  puing-puing, dan, puing-puing itu, nantinya jadi rumah. Dan bisa bermain  di tempat yang menyenangkan,&quot; tuturnya.
Sementara itu, Supiyati mengatakan, dirinya menamai anaknya Muhamad  Anies Sandi itu, karena mengagumi sosok Anies sejak menjabat sebagai  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. &quot;Inspirasi saya menamai itu, semenjak  Pak Anies jadi menteri. Semoga memakai nama Anies-Sandi, siapa tahu  kampung saya bisa kembali lagi,&quot; ungkapnya.

</description><content:encoded>Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, hari ini (Sabtu (14/6/2018), memperingati dua tahun penggusuran oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Para warga memperingatinya dengan menggelar syukuran dengan mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di lokasi itu, warga Kampung Akuarium berkumpul dan siap menggelar syukuran dua tahun pasca pergusuran. Mereka dengan suka cita menunggu kedatangan orang nomor satu di Jakarta itu.

Salah satu warga, Nimah mengatakan, acara dua tahun Kampung Akuarium ini, sebagai rasa syukur dengan terciptanya kembali Kampung Akuarium yang dulu sempat dihancurkan Pemprov DKI pada kemimpimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
&quot;Kampung Akuarium ini, benar-benar seperti tercipta kembali, setelah sempat di gusur pak Ahok,&quot; ujar Nikah kepada Okezone di lokasi, Sabtu (14/4/2018).
&amp;nbsp;
Dalam peringatan penggusuran itu, warga kampung akuarium juga memberikan maket rumah kepada Anies Baswedan dilokasi tersebut.
&quot;Kampung ini dua tahun lalu hancur lebur, akibat penggusuran, tapi sekarang kampung ini mulai kembali. Maka kita (warga Akuarium), memberikan maket rumah itu, agar nantinya Pemprov bisa membuat rumah di sini seperti itu,&quot; kata salah satu warga kampung akuarium, Yani dilokasi, Sabtu (14/4/2018).
(Baca: Datangi Kampung Akuarium, Gubernur DKI Gendong Bocah Bernama Anies Sandi)
Harapan warga Kampung Akuarium amat terasa besar kepada Anies Baswedan. Keingininan mereka hanya mendapatkan hunian seperti sebelum dihancurkan pada 14 apil 2016 lalu di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang menghadiri peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (14/4/2018). Kedatangan Anies pun disambut senang haru oleh seluruh warga di lokasi tersebut. Saat kampanye Pilgub DKI 2016 lalau Anies berkomitmen akan mengembalikan hunia milik warga Kampung Akuarium.
Anies mengatakan, peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium ini, merupakan bukti bahwa keberpihakan kepada warga dan keberpihakan kontitusi itu bukan diwujudkan dengan kata-kata. Namun diwujudkan dengan perbuatan.

&quot;Tempat ini, menjadi contoh, agar tidak terulang kembali di Tanah Air kita. Karena kalau kita lihat dua tahun ke belakang dengan peristiwa yang terjadi, tidak ada hati manusia yang tidak menangis, menyaksikan peristiwa itu,&quot; kata Anies dalam sambutannya di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.


Ia menjelaskan, penggusuran ini sebagai pelajaran bagi Republik  Indonesia dan Dunia. Karena apa yang terjadi di Kampung Akuarium itu,  tidak boleh terulang kembali dimanapun di bumi pertiwi ini. Di mana  kebijakan itu harus menyandarkan pada konstitusi.
&quot;Konstitusi kita itu, dirancang dengan spirit. Maka itu kita-kita  yang hari ini menjalankan konstitusi harus paham betul bahwa esensi  dasar konstitusi itu adalah keadilan,&quot; tuturnya.
Sebelum ke kampung akuarium, Mantan Mendikbud Jokowi itu sempat  melihat rekaman peristiwa penggusuran itu. Maka itu kedepannya membangun  kota secara baru, suatu kota yang sepenuhnya dibimbing oleh garis  konstitusi dan garis kepentingan warga.
&quot;Kita ingin kota yang mencapai kemajuan bukan kemajuan yang  mengedepankan kesenjangan sosial. Bukan kemajuan yang menyingkirkan  mereka yang ada dilapis bawah. Sebaliknya kemajuan yang akan menghidupi  kehidupan sosial dan akan membawa warga dalam hidup bahagia. Bahagia  apa? Lahir dan batin,&quot; pungkasnya.
(Baca juga: Peringati 2 Tahun Penggusuran, Warga Kampung Akuarium Berikan Maket Rumah ke Anies Baswedan)
Pernyataan Anies memang bukan hanya janji semata. Pemerintah Provinsi  (Pemprov) DKI Jakarta membangun penampungan sementara atau shelter bagi  warga kampung Akuarium, Jakarta Utara.
Di lokasi kampung Akuarium, per 4 Januari 2018 lalu terdapat papan  yang diisi dengan gambar-gambar secara detail pembuatan shelter itu.  Seperti dari gambar pembentukan bangunan sementara hingga sarana  fasilitas umum MCK secara lengkap. Terlihat juga dalam gambar itu,  adanya 40 shelter atau 160 unit akan dibangun untuk warga kampung  Akuarium yang menjadi korban pergusuran oleh Pemprov DKI waktu itu.

Saat kedatangan itu, Anies Baswedan juga langsung menggendong seorang  bocah berusia 1 tahun 1 bulan. Bocah itubernama Muhammad Anies Sandi  dari seorang ibu bernama Supiyati yang baru lahir pada tahun 2017  kemarin. Anies mengatakan, suatu kehormatan namanya bisa dipakai oleh  seorang bocah yang lahir di kampung Akuarium.
&quot;Ini sebuah kehormatan. Saya yakin anak ini suatu saat bisa seperti  kita semua. Bisa sehat, terutama sekolah itu yang penting. Ibu anak ini  juga mudah-mudahan bisa merawat yang baik ya,&quot; kata Anies di Kampung  Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (14/4/2018).

Anies juga berharap keluarga anak itu agar bisa memiliki rumah lagi.  Dan ia juga mendoakan anak itu menjadi anak yang baik nantinya.&quot;Insya  Allah anak ini jadi tanda bahwa asa panggilan anak itu, lahir di  puing-puing, dan, puing-puing itu, nantinya jadi rumah. Dan bisa bermain  di tempat yang menyenangkan,&quot; tuturnya.
Sementara itu, Supiyati mengatakan, dirinya menamai anaknya Muhamad  Anies Sandi itu, karena mengagumi sosok Anies sejak menjabat sebagai  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. &quot;Inspirasi saya menamai itu, semenjak  Pak Anies jadi menteri. Semoga memakai nama Anies-Sandi, siapa tahu  kampung saya bisa kembali lagi,&quot; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
