<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar Tak Ambil Pusing Bila PKB Tidak Dukung Jokowi di Pilpres 2019</title><description>Golkar menyerahkan sikap politiknya kepada internal PKB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/18/337/1888017/golkar-tak-ambil-pusing-bila-pkb-tidak-dukung-jokowi-di-pilpres-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/18/337/1888017/golkar-tak-ambil-pusing-bila-pkb-tidak-dukung-jokowi-di-pilpres-2019"/><item><title>Golkar Tak Ambil Pusing Bila PKB Tidak Dukung Jokowi di Pilpres 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/18/337/1888017/golkar-tak-ambil-pusing-bila-pkb-tidak-dukung-jokowi-di-pilpres-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/18/337/1888017/golkar-tak-ambil-pusing-bila-pkb-tidak-dukung-jokowi-di-pilpres-2019</guid><pubDate>Rabu 18 April 2018 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/18/337/1888017/golkar-tak-ambil-pusing-bila-pkb-tidak-dukung-jokowi-di-pilpres-2019-bkzXB3bsy8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPP Golkar Ace Hasan Sadjily (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/18/337/1888017/golkar-tak-ambil-pusing-bila-pkb-tidak-dukung-jokowi-di-pilpres-2019-bkzXB3bsy8.jpg</image><title>Ketua DPP Golkar Ace Hasan Sadjily (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini tergabung dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dipertanyakan komitmennya untuk mendukung Jokowi dalam perhelatan Pilpres 2019. PKB nampaknya enggan bergabung ke dalam koalisi untuk mencalonkan politikus PDI Perjuangan itu dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Beberapa waktu lalu PKB akan mendukung Jokowi dengan paket Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapresnya di Pilpres 2019 mendatang. Di beberapa titik di Indonesia juga mulai didirikan posko dengan sebutan (Join/Jokowi Muhaimin).

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan menyebut pihaknya tak mengambil pusing bila partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu tak juga menentukan sikap untuk mendukung langkah Jokowi dalam Pilpres 2019. Ia mengaku tak bisa mencampuri rumah tangga partai lain, sebab masing-masing parpol memiliki perhitungan politik yang berbeda-beda.

&amp;ldquo;Yaitu terserah PKB untuk menentukan sikap politiknya, apakah mau deklarasi atau tidak deklarasi yaitu terserah sikap PKB. Partai Golkar tidak mau mencampuri urusan partai lain,&amp;rdquo; kata Ace saat dihubungi, Rabu (18/4/2018).

(Jokowi saat bersama Muhaimin Iskandar di Istana Negara akhir Desember 2017 lalu (Foto: Okezone)

Bila pada akhirnya nanti PKB memutuskan untuk tak mendukung Jokowi, lanjut dia, pihaknya tak akan menghalanginya untuk keluar dari koalisi. Menurutnya, segala sikap yang diputuskan PKB nantinya, telah diperhitungkan secara matang oleh seluruh kadernya. Karena dalam berpolitik itu haram hukumnya untuk melakukan pemaksaan dalam menentukan arah politik di sebuah Pemilu.
(baca: Semua Parpol Pendukung Masih Punya Kesempatan Serahkan Nama Cawapres ke Jokowi)
&amp;ldquo;Semua parpol kan punya hitungan sendiri. Punya kalkulasi. Kalau kita satu visi terkait langkah politik ke depan tanpa harus diajak-ajak juga pasti mereka akan satu arah. Jadi kita tidak bisa maksa-maksa juga,&amp;rdquo; imbuhnya.

Meski begitu, kata Ace, pihaknya tetap terbuka kepada seluruh partai yang ingin bergabung dalam pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Sebab, menurutnya, dengan banyaknya partai yang ingin bergabung ke koalisi Jokowi, maka itu dapat dibilang bahwa beliau merupakan sosok pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat.

&amp;ldquo;Keinginan kita tentu semakin banyak dukungan kepada pak Jokowi tentu semakin bagus. Tetapi kita mengembalikan kepada partai politik itu sendiri untuk menentukan sikap politiknya,&amp;rdquo; pungkasnya.
(Baca juga: Dewan Pakar Golkar Sodorkan Airlangga Hartarto Dampingi Jokowi di Pilpres 2019)
Seperti diketahui, hingga kini, PKB belum juga menentukan arah politiknya apakah mendukung Jokowi atau tidak di Pilpres 2019. Mereka memberikan persyaratan, bila ingin didukung PKB, maka partai koalisi lainnya harus merelakan Jokowi untuk menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai cawapres.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8xMS8xLzEwOTk5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini tergabung dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dipertanyakan komitmennya untuk mendukung Jokowi dalam perhelatan Pilpres 2019. PKB nampaknya enggan bergabung ke dalam koalisi untuk mencalonkan politikus PDI Perjuangan itu dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Beberapa waktu lalu PKB akan mendukung Jokowi dengan paket Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapresnya di Pilpres 2019 mendatang. Di beberapa titik di Indonesia juga mulai didirikan posko dengan sebutan (Join/Jokowi Muhaimin).

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan menyebut pihaknya tak mengambil pusing bila partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu tak juga menentukan sikap untuk mendukung langkah Jokowi dalam Pilpres 2019. Ia mengaku tak bisa mencampuri rumah tangga partai lain, sebab masing-masing parpol memiliki perhitungan politik yang berbeda-beda.

&amp;ldquo;Yaitu terserah PKB untuk menentukan sikap politiknya, apakah mau deklarasi atau tidak deklarasi yaitu terserah sikap PKB. Partai Golkar tidak mau mencampuri urusan partai lain,&amp;rdquo; kata Ace saat dihubungi, Rabu (18/4/2018).

(Jokowi saat bersama Muhaimin Iskandar di Istana Negara akhir Desember 2017 lalu (Foto: Okezone)

Bila pada akhirnya nanti PKB memutuskan untuk tak mendukung Jokowi, lanjut dia, pihaknya tak akan menghalanginya untuk keluar dari koalisi. Menurutnya, segala sikap yang diputuskan PKB nantinya, telah diperhitungkan secara matang oleh seluruh kadernya. Karena dalam berpolitik itu haram hukumnya untuk melakukan pemaksaan dalam menentukan arah politik di sebuah Pemilu.
(baca: Semua Parpol Pendukung Masih Punya Kesempatan Serahkan Nama Cawapres ke Jokowi)
&amp;ldquo;Semua parpol kan punya hitungan sendiri. Punya kalkulasi. Kalau kita satu visi terkait langkah politik ke depan tanpa harus diajak-ajak juga pasti mereka akan satu arah. Jadi kita tidak bisa maksa-maksa juga,&amp;rdquo; imbuhnya.

Meski begitu, kata Ace, pihaknya tetap terbuka kepada seluruh partai yang ingin bergabung dalam pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Sebab, menurutnya, dengan banyaknya partai yang ingin bergabung ke koalisi Jokowi, maka itu dapat dibilang bahwa beliau merupakan sosok pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat.

&amp;ldquo;Keinginan kita tentu semakin banyak dukungan kepada pak Jokowi tentu semakin bagus. Tetapi kita mengembalikan kepada partai politik itu sendiri untuk menentukan sikap politiknya,&amp;rdquo; pungkasnya.
(Baca juga: Dewan Pakar Golkar Sodorkan Airlangga Hartarto Dampingi Jokowi di Pilpres 2019)
Seperti diketahui, hingga kini, PKB belum juga menentukan arah politiknya apakah mendukung Jokowi atau tidak di Pilpres 2019. Mereka memberikan persyaratan, bila ingin didukung PKB, maka partai koalisi lainnya harus merelakan Jokowi untuk menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai cawapres.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8xMS8xLzEwOTk5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
