<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Insiden Jembatan Babat Roboh Berujung Audit Menyeluruh di Pulau Jawa</title><description>Jembatan Babat yang roboh mendorong audit seluruh jembatan tua di Pulau Jawa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/18/519/1888512/insiden-jembatan-babat-roboh-berujung-audit-menyeluruh-di-pulau-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/18/519/1888512/insiden-jembatan-babat-roboh-berujung-audit-menyeluruh-di-pulau-jawa"/><item><title>Insiden Jembatan Babat Roboh Berujung Audit Menyeluruh di Pulau Jawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/18/519/1888512/insiden-jembatan-babat-roboh-berujung-audit-menyeluruh-di-pulau-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/18/519/1888512/insiden-jembatan-babat-roboh-berujung-audit-menyeluruh-di-pulau-jawa</guid><pubDate>Rabu 18 April 2018 21:49 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/18/519/1888512/insiden-jembatan-babat-roboh-berujung-audit-menyeluruh-di-pulau-jawa-DTcduaBQfe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jembatan Babat roboh. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/18/519/1888512/insiden-jembatan-babat-roboh-berujung-audit-menyeluruh-di-pulau-jawa-DTcduaBQfe.jpg</image><title>Jembatan Babat roboh. (Foto: Antara)</title></images><description>SIANG itu pengendara yang hendak melintasi Jembatan Babat yang memanjang di atas Sungai Bengawan Solo dan menghubungkan Surabaya-Semarang dibuat kaget. Sekira Pukul 11.00 WIB, Selasa 17 April 2018, jembatan yang berusia 35 tahun itu tiba-tiba roboh. Sebuah dump truck, dua truk trailer dan satu unit sepeda motor tercebur ke dalam sungai. Akibatnya, lima orang jadi korban insiden ini, satu orang bernama Mukhlisin tewas.
Jembatan yang berlokasi di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu roboh di sisi barat saat sejumlah kendaraan melintas. Kejadian ini menimbulkan kemacetan panjang, terutama yang menuju arah Tuban dan Semarang dari Lamongan atau Surabaya. Polisi kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari pertigaan Pucuk (Lamongan) ke arah utara Brondong. Satlantas Polres Lamongan memberlakukan sistem contraflow dan buka tutup melalui sisi timur Jembatan Babat yang masih dalam kondisi baik.

Sejumlah fakta terkuak. Jembatan yang berumur cukup tua itu ternyata tak pernah mendapat perbaikan total. Perbaikan selama ini hanya pengerasan baut dan pengaspalan jalan yang retak. Hal itu diakui oleh Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, Tugiman. Meskipun ia menampik jika jembatan tersebut perlu penggantian konstruksi secara keseluruhan.
&amp;ldquo;Kondisi jembatan secara keseluruhan tidak ditemukan adanya konstruksi yang harus diganti,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Jembatan Babat Roboh, Ini Jalur Alternatif dari Surabaya Menuju Semarang)

Namun hal ini bertolak belakang dengan peringatan Wadir Pamobvit Polda Sulsel AKBP Sutrisno yang pernah menjabat Kapolres Tuban. Saat itu, dia sudah mengingatkan soal konstruksi jembatan yang dirasa sudah menghkawatirkan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Tuban Fatkhul Huda saat meninjau lokasi kejadian Selasa sore. &quot;Sudah pernah diingatkan atau disampaikan oleh Kapolres Tuban, jika jembatan sudah waktunya diperbaiki,&quot; ujarnya. Namun kata Huda, tak ada respons dari pihak Kementerian PU maupun BBPJN.

Kondisi itu juga dikuatkan dari pantauan saat beberapa kali melintasi jembatan tersebut, seolah berbunyi 'kriyek-kriyek' dan bergetar. Getaran ini kian terasa bila ada truk dengan tonase besar melintas.
&quot;Sering lewat sini. Saya kalau ke Pasar Babat lebih memilih lewat jembatan ini. Memang kerasa bergoyang hebat bersamaan dengan truk atau bus. Jembatan juga sering bunyi kriyek-kriyek,&quot; ujar Suparman, salah seorang pengendara sekaligus pedagang di Pasar Babat.
(Baca juga: 8 Fakta Jembatan Babat yang Roboh, Salah Satunya Sering Bunyi &quot;Kriyek-Kriyek&quot;)

Usut punya usut, ternyata BBPJN Wilayah VIII baru merapatkan perbaikan jembatan sehari sebelum kejadia, Senin 16 April 2018.&amp;nbsp; &quot;Kita sedang rapat pembahasan perbaikan Jembatan Widang. Lha kok malah ambruk duluan,&amp;rdquo; kata Tugiman.
Bahkan menurutnya, 4 April 2018 lalu telah dilakukan  penandatanganan  kontrak pelaksanaan perbaikan jalan antara BBPJN Wilayah  VIII dengan  kontraktor.



Audit Semua Jembatan di Jawa
Akibat insiden ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto   meminta pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaudit   jembatan lainnya di Pulau Jawa. Menurutnya, audit itu sangat penting   karena banyak jembatan lama yang dilalui oleh kendaraan bermuatan berat   atau melebihi kapasitas jembatan saat dibangun. Oleh karena itu,   pemerintah melalui Kemenhub perlu mengaudit jembatan-jembatan lainnya   agar tidak lagi terjadi peristiwa serupa.&quot;Karena ada jembatan yang lama, dan beban yang melewati jembatan itu  semakin hari semakin padat, selayaknya ada audit menyeluruh agar lebih safety lagi,&quot; ujar Setyo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 18 April 2018.
Tidak hanya itu, Setyo juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) segera mengambil langkah entah itu  memperbaiki atau membuat jembatan alternatif sementara. Mengingat,  sebentar lagi akan menghadapi momen mudik Ramadan.
Hal serupa diungkapkan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Yoseph Umarhadi,  menurutnya Kemen PUPR harus memperketat pengawasan terhadap jembatan di  Indonesia. Politikus PDIP itu mengimbau kepada lembaga pimpinan Basuki  Hadimuljono tak hanya melakukan pengontrolan terhadap infrastruktur yang  sedang dibangun saja, tapi juga melakukan perawatan aset-aset yang  dibangun melalui kas negara.

&amp;ldquo;Dengan adanya banyak kecelakaan konstruksi itu, kita tugaskan kepada  kementrian agar lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan, tidak  hanya yang masih berlangsung, tapi juga aset-aset yang sudah ada,&amp;rdquo; kata  Yoseph saat dihubungi, Rabu (18/4).
(Baca juga: Jembatan Babat Roboh, Bamsoet Minta Komisi V DPR Panggil Kemen PUPR)
Dia menambahkan, dengan melihat perkembangan ekonomi yang kian begitu  pesat, maka harus diperhatikan akses jalur transportasi darat  dipastikan jalurnya aman ketika dilintasi kendaraan berat. Sebab, ke  depannya ia melihat banyak perusahaan yang memilih jalur darat untuk  mengirim barang produksinya.
Menhub Budi Karya Sumadi mengaku perihatin atas robohnya Jembatan  Babat. Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan identifikasi atas insiden  ini. Sementara itu, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk  jalur alternatif masyarakat di sana.

Sementara, Direktur Pembangunan Jalan Kemenhub, Gani Ghazaly  menambahkan, robohnya jembatan tersebut diduga karena sudah termakan  usia. Selama 30 tahun jembatan tersebut belum diganti dan diperkuat.
&quot;Nanti kami akan melihat dulu apa yang terjadi dan cara memperbaikinya,&quot; katanya.Insiden Jembatan Roboh Lainnya
Insiden robohnya Jembatan Babat bukanlah yang pertama kali. Beberapa   yang menghebohkan adalah putusnya jembatan gantung penghubung Kelurahan   Keagungan dan Kelurahan Kota Baru, Kota Serang, Provinsi Banten pada   Selasa 21 Januari 2014. Jembatan tersebut putus akibat kelebihan muatan.   Saat itu, 40 anak-anak sedang berada di atas jembatan untuk menonton   latihan arung jeram di Sungai Cibanten. Kejadian ini menewaskan dua orang   korban.

Selanjutnya jembatan gantung penghubung antara desa dan area   perkebunan di Dusun Langkap, Desa Sukamaju, Kecamatan Air Nipis,   Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu putus, Selasa 13   September 2016. Akibatnya, ratusan warga yang menaiki jembatan tersebut tercebur ke aliran sungai. Pada peristiwa itu empat warga menjadi   korban luka ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa   jembatan putus di atas aliran Sungai Air Nipis tersebut.



Lalu pada Jumat 18 Agustus 2017, Jembatan Tanipah di Kabupaten Barito   Kuala Selatan, Kalimantan Selatan ambruk. Jembatan tersebut ambruk   karena tiang pancang patah. Untunglah, tak ada korban jiwa akibat   kejadian ini.</description><content:encoded>SIANG itu pengendara yang hendak melintasi Jembatan Babat yang memanjang di atas Sungai Bengawan Solo dan menghubungkan Surabaya-Semarang dibuat kaget. Sekira Pukul 11.00 WIB, Selasa 17 April 2018, jembatan yang berusia 35 tahun itu tiba-tiba roboh. Sebuah dump truck, dua truk trailer dan satu unit sepeda motor tercebur ke dalam sungai. Akibatnya, lima orang jadi korban insiden ini, satu orang bernama Mukhlisin tewas.
Jembatan yang berlokasi di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu roboh di sisi barat saat sejumlah kendaraan melintas. Kejadian ini menimbulkan kemacetan panjang, terutama yang menuju arah Tuban dan Semarang dari Lamongan atau Surabaya. Polisi kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari pertigaan Pucuk (Lamongan) ke arah utara Brondong. Satlantas Polres Lamongan memberlakukan sistem contraflow dan buka tutup melalui sisi timur Jembatan Babat yang masih dalam kondisi baik.

Sejumlah fakta terkuak. Jembatan yang berumur cukup tua itu ternyata tak pernah mendapat perbaikan total. Perbaikan selama ini hanya pengerasan baut dan pengaspalan jalan yang retak. Hal itu diakui oleh Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, Tugiman. Meskipun ia menampik jika jembatan tersebut perlu penggantian konstruksi secara keseluruhan.
&amp;ldquo;Kondisi jembatan secara keseluruhan tidak ditemukan adanya konstruksi yang harus diganti,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Jembatan Babat Roboh, Ini Jalur Alternatif dari Surabaya Menuju Semarang)

Namun hal ini bertolak belakang dengan peringatan Wadir Pamobvit Polda Sulsel AKBP Sutrisno yang pernah menjabat Kapolres Tuban. Saat itu, dia sudah mengingatkan soal konstruksi jembatan yang dirasa sudah menghkawatirkan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Tuban Fatkhul Huda saat meninjau lokasi kejadian Selasa sore. &quot;Sudah pernah diingatkan atau disampaikan oleh Kapolres Tuban, jika jembatan sudah waktunya diperbaiki,&quot; ujarnya. Namun kata Huda, tak ada respons dari pihak Kementerian PU maupun BBPJN.

Kondisi itu juga dikuatkan dari pantauan saat beberapa kali melintasi jembatan tersebut, seolah berbunyi 'kriyek-kriyek' dan bergetar. Getaran ini kian terasa bila ada truk dengan tonase besar melintas.
&quot;Sering lewat sini. Saya kalau ke Pasar Babat lebih memilih lewat jembatan ini. Memang kerasa bergoyang hebat bersamaan dengan truk atau bus. Jembatan juga sering bunyi kriyek-kriyek,&quot; ujar Suparman, salah seorang pengendara sekaligus pedagang di Pasar Babat.
(Baca juga: 8 Fakta Jembatan Babat yang Roboh, Salah Satunya Sering Bunyi &quot;Kriyek-Kriyek&quot;)

Usut punya usut, ternyata BBPJN Wilayah VIII baru merapatkan perbaikan jembatan sehari sebelum kejadia, Senin 16 April 2018.&amp;nbsp; &quot;Kita sedang rapat pembahasan perbaikan Jembatan Widang. Lha kok malah ambruk duluan,&amp;rdquo; kata Tugiman.
Bahkan menurutnya, 4 April 2018 lalu telah dilakukan  penandatanganan  kontrak pelaksanaan perbaikan jalan antara BBPJN Wilayah  VIII dengan  kontraktor.



Audit Semua Jembatan di Jawa
Akibat insiden ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto   meminta pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaudit   jembatan lainnya di Pulau Jawa. Menurutnya, audit itu sangat penting   karena banyak jembatan lama yang dilalui oleh kendaraan bermuatan berat   atau melebihi kapasitas jembatan saat dibangun. Oleh karena itu,   pemerintah melalui Kemenhub perlu mengaudit jembatan-jembatan lainnya   agar tidak lagi terjadi peristiwa serupa.&quot;Karena ada jembatan yang lama, dan beban yang melewati jembatan itu  semakin hari semakin padat, selayaknya ada audit menyeluruh agar lebih safety lagi,&quot; ujar Setyo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 18 April 2018.
Tidak hanya itu, Setyo juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) segera mengambil langkah entah itu  memperbaiki atau membuat jembatan alternatif sementara. Mengingat,  sebentar lagi akan menghadapi momen mudik Ramadan.
Hal serupa diungkapkan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Yoseph Umarhadi,  menurutnya Kemen PUPR harus memperketat pengawasan terhadap jembatan di  Indonesia. Politikus PDIP itu mengimbau kepada lembaga pimpinan Basuki  Hadimuljono tak hanya melakukan pengontrolan terhadap infrastruktur yang  sedang dibangun saja, tapi juga melakukan perawatan aset-aset yang  dibangun melalui kas negara.

&amp;ldquo;Dengan adanya banyak kecelakaan konstruksi itu, kita tugaskan kepada  kementrian agar lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan, tidak  hanya yang masih berlangsung, tapi juga aset-aset yang sudah ada,&amp;rdquo; kata  Yoseph saat dihubungi, Rabu (18/4).
(Baca juga: Jembatan Babat Roboh, Bamsoet Minta Komisi V DPR Panggil Kemen PUPR)
Dia menambahkan, dengan melihat perkembangan ekonomi yang kian begitu  pesat, maka harus diperhatikan akses jalur transportasi darat  dipastikan jalurnya aman ketika dilintasi kendaraan berat. Sebab, ke  depannya ia melihat banyak perusahaan yang memilih jalur darat untuk  mengirim barang produksinya.
Menhub Budi Karya Sumadi mengaku perihatin atas robohnya Jembatan  Babat. Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan identifikasi atas insiden  ini. Sementara itu, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk  jalur alternatif masyarakat di sana.

Sementara, Direktur Pembangunan Jalan Kemenhub, Gani Ghazaly  menambahkan, robohnya jembatan tersebut diduga karena sudah termakan  usia. Selama 30 tahun jembatan tersebut belum diganti dan diperkuat.
&quot;Nanti kami akan melihat dulu apa yang terjadi dan cara memperbaikinya,&quot; katanya.Insiden Jembatan Roboh Lainnya
Insiden robohnya Jembatan Babat bukanlah yang pertama kali. Beberapa   yang menghebohkan adalah putusnya jembatan gantung penghubung Kelurahan   Keagungan dan Kelurahan Kota Baru, Kota Serang, Provinsi Banten pada   Selasa 21 Januari 2014. Jembatan tersebut putus akibat kelebihan muatan.   Saat itu, 40 anak-anak sedang berada di atas jembatan untuk menonton   latihan arung jeram di Sungai Cibanten. Kejadian ini menewaskan dua orang   korban.

Selanjutnya jembatan gantung penghubung antara desa dan area   perkebunan di Dusun Langkap, Desa Sukamaju, Kecamatan Air Nipis,   Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu putus, Selasa 13   September 2016. Akibatnya, ratusan warga yang menaiki jembatan tersebut tercebur ke aliran sungai. Pada peristiwa itu empat warga menjadi   korban luka ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa   jembatan putus di atas aliran Sungai Air Nipis tersebut.



Lalu pada Jumat 18 Agustus 2017, Jembatan Tanipah di Kabupaten Barito   Kuala Selatan, Kalimantan Selatan ambruk. Jembatan tersebut ambruk   karena tiang pancang patah. Untunglah, tak ada korban jiwa akibat   kejadian ini.</content:encoded></item></channel></rss>
