<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Thailand Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump dengan Kim Jong-un </title><description>Tidak diketahui apakah Thailand adalah satu dari lima lokasi yang dipertimbangkan Trump menjadi tuan rumah pertemuannya dengan Kim Jong-un.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/24/18/1890950/thailand-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-trump-dengan-kim-jong-un</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/24/18/1890950/thailand-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-trump-dengan-kim-jong-un"/><item><title>Thailand Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump dengan Kim Jong-un </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/24/18/1890950/thailand-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-trump-dengan-kim-jong-un</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/24/18/1890950/thailand-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-trump-dengan-kim-jong-un</guid><pubDate>Selasa 24 April 2018 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/24/18/1890950/thailand-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-trump-dengan-kim-jong-un-IlrW28rlQ2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Reuters/KCNA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/24/18/1890950/thailand-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-trump-dengan-kim-jong-un-IlrW28rlQ2.jpg</image><title>Pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Reuters/KCNA)</title></images><description>BANGKOK &amp;ndash; Thailand menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak yang banyak diantisipasi antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Spekulasi mengenai lokasi pertemuan tersebut telah mengemuka dalam beberapa waktu terakhir menjelang berlangsungnya KTT antar-Korea yang akan digelar pekan ini.
&quot;Thailand siap memfasilitasi dan menyelenggarakan pembicaraan,&quot; kata Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai kepada reporter seperti dilaporkan AFP, Selasa (24/4/2018).
Pramudwinai menegaskan bahwa Bangkok belum dihubungi oleh pihak mana pun mengenai kemungkinan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Sementara Kedutaan Besar Amerika Serikat menolak berkomentar mengenai pernyataan sang menteri luar negeri.
BACA JUGA: Korsel-Korut Akan Umumkan Berakhirnya Perang di KTT Antar-Korea
Kim Jong-un akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pada KTT antar-Korea yang digelar Jumat, 27 April. Acara besar ini dipandang sebagai sebuah persiapan bagi Kim sebelum bertemu dengan Trump.

Awal bulan ini, Trump mengatakan tengah mempertimbangkan lima lokasi untuk menjadi tuan rumah pertemuannya dengan Kim. Pertemuan yang mungkin akan digelar pada awal Juni itu diharapkan dapat memberikan hasil yang dapat mendorong kesepakatan denuklirisasi dengan Pyongyang.
Trump tidak mengatakan di mana lima lokasi yang dia maksud, membuat banyak orang berspekulasi. Thailand sendiri merupakan sekutu Amerika Serikat yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Korea Utara.
BACA JUGA: Trump Setuju Bertemu dengan Kim Jong-un, Ini Alasannya
Orang kedua di junta militer Thailand, Prawit Wongsuwon saat ini tengah berada di Amerika Serikat dan bertemu dengan Menteri Pertahanan James Mattis serta beberapa pejabat senior Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.
Korea Utara telah mengumumkan penghentian uji coba nuklir dan rudal balistiknya pekan lalu dan menyatakan akan berusaha membangun perekonomian yang kuat dan mencapai perdamaian di Semenanjung Korea. Keputusan ini membuat sebagian pengamat curiga karena Pyongyang tampaknya tidak berminat untuk sepenuhnya menanggalkan senjata nuklir mereka.
</description><content:encoded>BANGKOK &amp;ndash; Thailand menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak yang banyak diantisipasi antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Spekulasi mengenai lokasi pertemuan tersebut telah mengemuka dalam beberapa waktu terakhir menjelang berlangsungnya KTT antar-Korea yang akan digelar pekan ini.
&quot;Thailand siap memfasilitasi dan menyelenggarakan pembicaraan,&quot; kata Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai kepada reporter seperti dilaporkan AFP, Selasa (24/4/2018).
Pramudwinai menegaskan bahwa Bangkok belum dihubungi oleh pihak mana pun mengenai kemungkinan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Sementara Kedutaan Besar Amerika Serikat menolak berkomentar mengenai pernyataan sang menteri luar negeri.
BACA JUGA: Korsel-Korut Akan Umumkan Berakhirnya Perang di KTT Antar-Korea
Kim Jong-un akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pada KTT antar-Korea yang digelar Jumat, 27 April. Acara besar ini dipandang sebagai sebuah persiapan bagi Kim sebelum bertemu dengan Trump.

Awal bulan ini, Trump mengatakan tengah mempertimbangkan lima lokasi untuk menjadi tuan rumah pertemuannya dengan Kim. Pertemuan yang mungkin akan digelar pada awal Juni itu diharapkan dapat memberikan hasil yang dapat mendorong kesepakatan denuklirisasi dengan Pyongyang.
Trump tidak mengatakan di mana lima lokasi yang dia maksud, membuat banyak orang berspekulasi. Thailand sendiri merupakan sekutu Amerika Serikat yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Korea Utara.
BACA JUGA: Trump Setuju Bertemu dengan Kim Jong-un, Ini Alasannya
Orang kedua di junta militer Thailand, Prawit Wongsuwon saat ini tengah berada di Amerika Serikat dan bertemu dengan Menteri Pertahanan James Mattis serta beberapa pejabat senior Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.
Korea Utara telah mengumumkan penghentian uji coba nuklir dan rudal balistiknya pekan lalu dan menyatakan akan berusaha membangun perekonomian yang kuat dan mencapai perdamaian di Semenanjung Korea. Keputusan ini membuat sebagian pengamat curiga karena Pyongyang tampaknya tidak berminat untuk sepenuhnya menanggalkan senjata nuklir mereka.
</content:encoded></item></channel></rss>
