<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Hal Penting Terkait Pertemuan Jokowi dengan PA 212, Salah Satunya soal Kriminalisasi Ulama</title><description>Berikut lima hal penting terkait pertemuan tertutup antara Jokowi dengan PA 212.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/26/337/1891559/5-hal-penting-terkait-pertemuan-jokowi-dengan-pa-212-salah-satunya-soal-kriminalisasi-ulama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/26/337/1891559/5-hal-penting-terkait-pertemuan-jokowi-dengan-pa-212-salah-satunya-soal-kriminalisasi-ulama"/><item><title>5 Hal Penting Terkait Pertemuan Jokowi dengan PA 212, Salah Satunya soal Kriminalisasi Ulama</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/26/337/1891559/5-hal-penting-terkait-pertemuan-jokowi-dengan-pa-212-salah-satunya-soal-kriminalisasi-ulama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/26/337/1891559/5-hal-penting-terkait-pertemuan-jokowi-dengan-pa-212-salah-satunya-soal-kriminalisasi-ulama</guid><pubDate>Kamis 26 April 2018 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/26/337/1891559/5-hal-penting-terkait-pertemuan-jokowi-dengan-pa-212-salah-satunya-soal-kriminalisasi-ulama-yXtOnUEcsR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/26/337/1891559/5-hal-penting-terkait-pertemuan-jokowi-dengan-pa-212-salah-satunya-soal-kriminalisasi-ulama-yXtOnUEcsR.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Persatuan Alumni 212 lahir dari aksi 2 Desember 2016 yang dianggap sebagai kelompok berseberangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mengingat, aksi yang membuat Monas dan Jalan Thamrin jadi lautan manusia itu berakar dari tuntutan agar Jokowi, kala itu tak mengintervensi kasus pidana yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Tapi tensi itu rupanya telah turun. Jokowi dan PA 212 melakukan pertemuan tertutup di salah satu masjid di Bogor, Jawa Barat, Minggu 22 April 2018. Jokowi mengatakan pertemuan tersebut sebagai jalan menjalin tali silaturahim antara ulama dan amaroh (pemimpin). Sedangkan pihak PA 212 mengatakan pertemuan itu dijadikan ruang menyampaikan soal kriminalisasi ulama yang terjadi selama ini.Lalu apa saja hal yang harus diketahui terkait pertemuan Jokowi dengan PA 212 tersebut? Berikut rangkumannya:1. Hampir Setiap Hari Bertemu UlamaJokowi mengaku bertemu dengan para ulama hampir setiap hari. Bahkan, kata dia, pemerintah sering mengundang pemuka agama untuk bersilaturahmi di Istana. Pertemuan itu, kata Jokowi, baik lewat kunjungan ke pondok pesantren maupun langsung mengundang ulama datang ke Istana.
&quot;Hampir setiap hari hampir setiap Minggu,&quot; kata Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu 25 April 2018.
(Baca juga: Jokowi Bertemu PA 212 Ancam Rebut Dukungan, Gerindra: Enggak Lah!)
Kepala Negara mengatakan, pertemuan dengan para pentolan PA 212 itu dilakukan hanya untuk bersilaturahmi guna menjaga keutuhan dan persatuan antara ulama dan umaroh (pemerintah). Sebab, bila ulama dan umaroh bergandengan tangan, maka negara akan kuat.2. Bocornya Foto Pertemuan TertutupKetua Tim 11 Ulama Alumni 212 Misbahul Anam mengatakan, pihaknya menyesalkan bocornya foto pertemuan tertutup antara pihaknya dengan Jokowi. Kebocoran informasi itu ditengarai disengaja untuk mengadu domba Presiden dan ulama serta umat Islam.
PA 212, kata dia, meminta pihak Istana untuk mengusut tuntas bocornya foto dan berita pertemuan itu.3. Curhat soal Kriminalisasi UlamaHal utama yang disampaikan oleh Tim 11 tersebut kepada Jokowi adalah soal kriminalisasi ulama. Misbahul mengatakan, pertemuan itu bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait dengan kasus-kasus kriminalisasi tersebut.Sekaligus, PA 212 juga meminta agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 serta mengembalikan hak-hak para ulama.
(Baca juga: 7 Poin Pernyataan Ulama Alumni 212 Terkait Pertemuan dengan Jokowi, Apa Saja?)
&quot;Kita hadir untuk menyampaikan berbagai harapan terkait masalah kriminalisasi ulama dan aktivis 212, secara lugas dan apa adanya, kepada presiden, bahkan termasuk dalam kategori yang disebut dalam hadits Nabi SAW,&quot; jelasnya.4. Arahan Habib RizieqDewan Penasehat Ikatan PA 212, Eggi Sudjana mengatakan pertemuan tersebut merupakan arahan dari Habib Rizieq Sihab.Rizieq,  kata Eggi menagih janji Presiden agar tidak mengkriminalisasi ulama  termasuk menghentikan semua perkara yang menyangkut ulama.
&quot;Kalau arahan dari Habib Rizieq yang saya baca pertemuan itu ada  izin Beliau (Habib Rizieq). Dengan pengertian perintah dari Habib Rizieq  tagih janji presiden. Apa janji Presiden? Jangan lagi mengkriminalisasi  ulama, jadi di Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kan semua  kasus yang ada,&quot; tutur Eggi di Gedung DPR, Senayan, Rabu, (25/4).5. Sudah Harmonis dengan JokowiKepala  Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menganggap pertemuan Jokowi  dengan PA 212 sebagai hal yang tak perlu dihebohkan. Menurutnya, selama  ini Jokowi tak pernah meletakkan sebuah kelompok sebagai oposan.  Pertemuan tersebut juga menurutnya berlangsung dengan harmonis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS8xLzExMTU2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Persatuan Alumni 212 lahir dari aksi 2 Desember 2016 yang dianggap sebagai kelompok berseberangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mengingat, aksi yang membuat Monas dan Jalan Thamrin jadi lautan manusia itu berakar dari tuntutan agar Jokowi, kala itu tak mengintervensi kasus pidana yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Tapi tensi itu rupanya telah turun. Jokowi dan PA 212 melakukan pertemuan tertutup di salah satu masjid di Bogor, Jawa Barat, Minggu 22 April 2018. Jokowi mengatakan pertemuan tersebut sebagai jalan menjalin tali silaturahim antara ulama dan amaroh (pemimpin). Sedangkan pihak PA 212 mengatakan pertemuan itu dijadikan ruang menyampaikan soal kriminalisasi ulama yang terjadi selama ini.Lalu apa saja hal yang harus diketahui terkait pertemuan Jokowi dengan PA 212 tersebut? Berikut rangkumannya:1. Hampir Setiap Hari Bertemu UlamaJokowi mengaku bertemu dengan para ulama hampir setiap hari. Bahkan, kata dia, pemerintah sering mengundang pemuka agama untuk bersilaturahmi di Istana. Pertemuan itu, kata Jokowi, baik lewat kunjungan ke pondok pesantren maupun langsung mengundang ulama datang ke Istana.
&quot;Hampir setiap hari hampir setiap Minggu,&quot; kata Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu 25 April 2018.
(Baca juga: Jokowi Bertemu PA 212 Ancam Rebut Dukungan, Gerindra: Enggak Lah!)
Kepala Negara mengatakan, pertemuan dengan para pentolan PA 212 itu dilakukan hanya untuk bersilaturahmi guna menjaga keutuhan dan persatuan antara ulama dan umaroh (pemerintah). Sebab, bila ulama dan umaroh bergandengan tangan, maka negara akan kuat.2. Bocornya Foto Pertemuan TertutupKetua Tim 11 Ulama Alumni 212 Misbahul Anam mengatakan, pihaknya menyesalkan bocornya foto pertemuan tertutup antara pihaknya dengan Jokowi. Kebocoran informasi itu ditengarai disengaja untuk mengadu domba Presiden dan ulama serta umat Islam.
PA 212, kata dia, meminta pihak Istana untuk mengusut tuntas bocornya foto dan berita pertemuan itu.3. Curhat soal Kriminalisasi UlamaHal utama yang disampaikan oleh Tim 11 tersebut kepada Jokowi adalah soal kriminalisasi ulama. Misbahul mengatakan, pertemuan itu bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait dengan kasus-kasus kriminalisasi tersebut.Sekaligus, PA 212 juga meminta agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 serta mengembalikan hak-hak para ulama.
(Baca juga: 7 Poin Pernyataan Ulama Alumni 212 Terkait Pertemuan dengan Jokowi, Apa Saja?)
&quot;Kita hadir untuk menyampaikan berbagai harapan terkait masalah kriminalisasi ulama dan aktivis 212, secara lugas dan apa adanya, kepada presiden, bahkan termasuk dalam kategori yang disebut dalam hadits Nabi SAW,&quot; jelasnya.4. Arahan Habib RizieqDewan Penasehat Ikatan PA 212, Eggi Sudjana mengatakan pertemuan tersebut merupakan arahan dari Habib Rizieq Sihab.Rizieq,  kata Eggi menagih janji Presiden agar tidak mengkriminalisasi ulama  termasuk menghentikan semua perkara yang menyangkut ulama.
&quot;Kalau arahan dari Habib Rizieq yang saya baca pertemuan itu ada  izin Beliau (Habib Rizieq). Dengan pengertian perintah dari Habib Rizieq  tagih janji presiden. Apa janji Presiden? Jangan lagi mengkriminalisasi  ulama, jadi di Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kan semua  kasus yang ada,&quot; tutur Eggi di Gedung DPR, Senayan, Rabu, (25/4).5. Sudah Harmonis dengan JokowiKepala  Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menganggap pertemuan Jokowi  dengan PA 212 sebagai hal yang tak perlu dihebohkan. Menurutnya, selama  ini Jokowi tak pernah meletakkan sebuah kelompok sebagai oposan.  Pertemuan tersebut juga menurutnya berlangsung dengan harmonis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS8xLzExMTU2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
