<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BIN Minta Takmir Masjid Bentengi Tempat Ibadah dari Paham Radikal dan Politik Praktis</title><description>Kepala BIN berharap takmir masjid bisa membentengi tempat ibadah dari paham radikal dan politik praktis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/28/337/1892489/kepala-bin-minta-takmir-masjid-bentengi-tempat-ibadah-dari-paham-radikal-dan-politik-praktis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/28/337/1892489/kepala-bin-minta-takmir-masjid-bentengi-tempat-ibadah-dari-paham-radikal-dan-politik-praktis"/><item><title>Kepala BIN Minta Takmir Masjid Bentengi Tempat Ibadah dari Paham Radikal dan Politik Praktis</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/28/337/1892489/kepala-bin-minta-takmir-masjid-bentengi-tempat-ibadah-dari-paham-radikal-dan-politik-praktis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/28/337/1892489/kepala-bin-minta-takmir-masjid-bentengi-tempat-ibadah-dari-paham-radikal-dan-politik-praktis</guid><pubDate>Sabtu 28 April 2018 23:21 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/28/337/1892489/kepala-bin-minta-takmir-masjid-bentengi-tempat-ibadah-dari-paham-radikal-dan-politik-praktis-o1BAxJ00Hz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BIN, Budi Gunawan saat salat di Masjid Agung, Jawa Tengah. (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/28/337/1892489/kepala-bin-minta-takmir-masjid-bentengi-tempat-ibadah-dari-paham-radikal-dan-politik-praktis-o1BAxJ00Hz.jpg</image><title>Kepala BIN, Budi Gunawan saat salat di Masjid Agung, Jawa Tengah. (Foto: Ist)</title></images><description>SEMARANG -&amp;nbsp; Kepala BIN Budi Gunawan bersilaturahmi dengan ulama dan takmir masjid se-Jawa Tengah di Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah (MAJT), Sabtu 28 April 2018. Dalam acara tersebut,&amp;nbsp; pria yang akrab disapa BG itu mengapresiasi serta menghargai setinggi-tingginya peran positif yang selalu diberikan oleh para ulama dan takmir masjid dalam merawat prinsip kebhinekaan selama ini.
&quot;Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya untuk para ulama, kiai serta para takmir masjid yang konsisten merawat prinsip kebhinekaan selama ini, &quot; ujar purnawirawan jenderal bintang satu itu. BG menegaskan, dalam perjalanan sejarahnya, masjid telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia, baik fisik maupun fungsi dan perannya.
&quot;Di masa Rasulullah, masjid memang memiliki multifungsi, baik sebagai tempat ibadah juga tempat menimba ilmu sehingga syiar dakwah Islam bisa mencapai titik kejayaan penjuru dunia kala itu, &quot; ujarnya.
(Baca juga: Silaturahmi dengan Takmir Masjid Se-Jateng, Kepala BIN: Masjid Harus Jadi Pilar Ketahanan Umat)
Oleh karena itu, BG berharap dengan tumbuhnya masjid yang kian banyak diharapkan berfungsi seperti yang diajarkan Rasulullah. &quot;Yang saya khawatirkan, masjid disinyalir disalahgunakan oleh oknum menjadi tempat pengajaran dan penyebaran paham radikalisme sebagai bibit terorisme. Apalagi di alam demokrasi seperti sekarang ini, &quot; kata BG. BG menekankan, agar para takmir masjid menjadi garda terdepan membentengi tempat ibadah dari paham radikal maupun politik praktis. &quot;Jangan jadikan masjid sebagai tempat penyebaran ujaran kebencian,&amp;nbsp; apalagi kini sudah memasuki tahun politik.&amp;nbsp; Jangan NKRI apapun konsekuensinya,&amp;nbsp; situasi konflik karena ujaran kebencian yang terjadi di Timur Tengah,&amp;nbsp; jangan pernah terjadi di Indonesia, &quot; tutup BG.</description><content:encoded>SEMARANG -&amp;nbsp; Kepala BIN Budi Gunawan bersilaturahmi dengan ulama dan takmir masjid se-Jawa Tengah di Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah (MAJT), Sabtu 28 April 2018. Dalam acara tersebut,&amp;nbsp; pria yang akrab disapa BG itu mengapresiasi serta menghargai setinggi-tingginya peran positif yang selalu diberikan oleh para ulama dan takmir masjid dalam merawat prinsip kebhinekaan selama ini.
&quot;Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya untuk para ulama, kiai serta para takmir masjid yang konsisten merawat prinsip kebhinekaan selama ini, &quot; ujar purnawirawan jenderal bintang satu itu. BG menegaskan, dalam perjalanan sejarahnya, masjid telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia, baik fisik maupun fungsi dan perannya.
&quot;Di masa Rasulullah, masjid memang memiliki multifungsi, baik sebagai tempat ibadah juga tempat menimba ilmu sehingga syiar dakwah Islam bisa mencapai titik kejayaan penjuru dunia kala itu, &quot; ujarnya.
(Baca juga: Silaturahmi dengan Takmir Masjid Se-Jateng, Kepala BIN: Masjid Harus Jadi Pilar Ketahanan Umat)
Oleh karena itu, BG berharap dengan tumbuhnya masjid yang kian banyak diharapkan berfungsi seperti yang diajarkan Rasulullah. &quot;Yang saya khawatirkan, masjid disinyalir disalahgunakan oleh oknum menjadi tempat pengajaran dan penyebaran paham radikalisme sebagai bibit terorisme. Apalagi di alam demokrasi seperti sekarang ini, &quot; kata BG. BG menekankan, agar para takmir masjid menjadi garda terdepan membentengi tempat ibadah dari paham radikal maupun politik praktis. &quot;Jangan jadikan masjid sebagai tempat penyebaran ujaran kebencian,&amp;nbsp; apalagi kini sudah memasuki tahun politik.&amp;nbsp; Jangan NKRI apapun konsekuensinya,&amp;nbsp; situasi konflik karena ujaran kebencian yang terjadi di Timur Tengah,&amp;nbsp; jangan pernah terjadi di Indonesia, &quot; tutup BG.</content:encoded></item></channel></rss>
