<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengakuan Korban Bentrok Warga dengan TNI saat Aksi Menolak Pengosongan Rumah</title><description>Ini pengakuan warga yang jadi korban bentrok di Jalan Arteri Pondok Indah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/09/338/1896254/pengakuan-korban-bentrok-warga-dengan-tni-saat-aksi-menolak-pengosongan-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/05/09/338/1896254/pengakuan-korban-bentrok-warga-dengan-tni-saat-aksi-menolak-pengosongan-rumah"/><item><title>Pengakuan Korban Bentrok Warga dengan TNI saat Aksi Menolak Pengosongan Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/09/338/1896254/pengakuan-korban-bentrok-warga-dengan-tni-saat-aksi-menolak-pengosongan-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/05/09/338/1896254/pengakuan-korban-bentrok-warga-dengan-tni-saat-aksi-menolak-pengosongan-rumah</guid><pubDate>Rabu 09 Mei 2018 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/09/338/1896254/pengakuan-korban-bentrok-warga-dengan-tni-saat-aksi-menolak-pengosongan-rumah-s0CmnmhkgD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban aksi protes pengosongan rumah di Tanah Kusir. (Foto: Harits T/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/09/338/1896254/pengakuan-korban-bentrok-warga-dengan-tni-saat-aksi-menolak-pengosongan-rumah-s0CmnmhkgD.jpg</image><title>Korban aksi protes pengosongan rumah di Tanah Kusir. (Foto: Harits T/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Warga penghuni rumah dinas Kompleks Kodim Jaya dengan anggota TNI terlibat bentrok pagi ini. Sejumlah orang mengalami luka-luka akibat aksi dorong-dorongan dan pelemparan batu tersebut.
Gisni, salah satu korban bercerita bahwa dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari anggota TNI saat hendak melakukan penghadangan bersama warga lainnya.
&amp;ldquo;Jadi pas penghadangan tadi pagi saya niatnya ingin menyelamatkan kakek saya yang ditendang oleh anggota TNI,&amp;rdquo; ujar Gisni kepada wartawan, di Komplek Kostrad, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).
Setelah itu, sambung Gisni, saat hendak menyelamatkan kakeknya ia langsung dihajar oleh para anggota TNI secara keroyokan hingga membuatnya terjatuh di jalan raya.
Tak sampai di situ, setelah mendapat perlakuan kasar, ia langsung dibawa ke selokan air oleh anggota TNI dan kembali mendapatkan tindakan kasar.
(Baca juga: 5 Fakta Perebutan Lahan di Tanah Kusir yang Berujung Bentrok)
&amp;ldquo;Saya dibawa ke got dan disitu saya kembali dipukuli, diinjak-injak oleh 20 orang anggota TNI,&amp;rdquo; urainya.
Akhirnya, ia mengaku baru mendapatkan pertolongan dari sang kakek setelah melihatnya berada di dalam selokan dengan keadaan bengap dan bercucuran darah.

&amp;ldquo;Saya akhirnya dibawa ke puskesmas oleh kakek saya untuk mendapatkan perawatan,&amp;rdquo; kata dia.
Konflik antara warga dengan Kodam Jaya berlanjut hari ini, Rabu 9 Mei  2018. Warga bersiap sejak subuh untuk menghadang tentara yang akan  melakukan pengosongan rumah.
Mereka pun kemudian membakar ban di Jalan Iskandar Muda, Pondok Indah  dan Ciputat Raya. Namun upaya tersebut tak berhasil, tentara tentara  tetap berhasil masuk ke kompleks setelah berhasil memadamkan api.Setelah  itu, ia mengatakan sempat terjadi ketegangan antara anggota TNI dengan  warga. Bahkan, dirinya menyebut terdapat korban yang mengalami luka-luka  akibat bentrokan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Warga penghuni rumah dinas Kompleks Kodim Jaya dengan anggota TNI terlibat bentrok pagi ini. Sejumlah orang mengalami luka-luka akibat aksi dorong-dorongan dan pelemparan batu tersebut.
Gisni, salah satu korban bercerita bahwa dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari anggota TNI saat hendak melakukan penghadangan bersama warga lainnya.
&amp;ldquo;Jadi pas penghadangan tadi pagi saya niatnya ingin menyelamatkan kakek saya yang ditendang oleh anggota TNI,&amp;rdquo; ujar Gisni kepada wartawan, di Komplek Kostrad, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).
Setelah itu, sambung Gisni, saat hendak menyelamatkan kakeknya ia langsung dihajar oleh para anggota TNI secara keroyokan hingga membuatnya terjatuh di jalan raya.
Tak sampai di situ, setelah mendapat perlakuan kasar, ia langsung dibawa ke selokan air oleh anggota TNI dan kembali mendapatkan tindakan kasar.
(Baca juga: 5 Fakta Perebutan Lahan di Tanah Kusir yang Berujung Bentrok)
&amp;ldquo;Saya dibawa ke got dan disitu saya kembali dipukuli, diinjak-injak oleh 20 orang anggota TNI,&amp;rdquo; urainya.
Akhirnya, ia mengaku baru mendapatkan pertolongan dari sang kakek setelah melihatnya berada di dalam selokan dengan keadaan bengap dan bercucuran darah.

&amp;ldquo;Saya akhirnya dibawa ke puskesmas oleh kakek saya untuk mendapatkan perawatan,&amp;rdquo; kata dia.
Konflik antara warga dengan Kodam Jaya berlanjut hari ini, Rabu 9 Mei  2018. Warga bersiap sejak subuh untuk menghadang tentara yang akan  melakukan pengosongan rumah.
Mereka pun kemudian membakar ban di Jalan Iskandar Muda, Pondok Indah  dan Ciputat Raya. Namun upaya tersebut tak berhasil, tentara tentara  tetap berhasil masuk ke kompleks setelah berhasil memadamkan api.Setelah  itu, ia mengatakan sempat terjadi ketegangan antara anggota TNI dengan  warga. Bahkan, dirinya menyebut terdapat korban yang mengalami luka-luka  akibat bentrokan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
