<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Memilih Makanan Buka Puasa yang Bebas Zat Berbahaya</title><description>BPOM membebeberkan tips memilih makanan untuk buka puasa yang bebas dari zat berbahaya. Apa saja kiatnya?</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/12/337/1897450/tips-memilih-makanan-buka-puasa-yang-bebas-zat-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/05/12/337/1897450/tips-memilih-makanan-buka-puasa-yang-bebas-zat-berbahaya"/><item><title>Tips Memilih Makanan Buka Puasa yang Bebas Zat Berbahaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/12/337/1897450/tips-memilih-makanan-buka-puasa-yang-bebas-zat-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/05/12/337/1897450/tips-memilih-makanan-buka-puasa-yang-bebas-zat-berbahaya</guid><pubDate>Sabtu 12 Mei 2018 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/12/337/1897450/tips-memilih-makanan-buka-puasa-yang-bebas-zat-berbahaya-czUjt0XoNW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Suratmono (Harits/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/12/337/1897450/tips-memilih-makanan-buka-puasa-yang-bebas-zat-berbahaya-czUjt0XoNW.jpeg</image><title>Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Suratmono (Harits/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bulan suci Ramadan segera tiba. Berbagai makanan berbuka puasa atau takjil akan bebas dijual di pasaran saat Ramadan nanti. Lalu, bagaimana memilih makanan sehat yang bebas dari kandungan bahan berbahaya seperti boraks, pewarna tekstil bahkan formalin?
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Suratmono membebeberkan tips atau kiatnya.
Dia mencontohkan kolang-kaling, salah satu makanan paling dicari saat Ramadan. Kolang-kaling alami tanpa bahan berbahaya biasanya warnanya tak terlalu cerah.
&quot;Kolang-kaling yang menggunakan pewarna tekstil itu biasanya akan berpendar kayak lampu neon yang sinarnya enggak setajam lampu biasa, ngejreng itulah artinya berpendar,&quot; kata Suratmono kepada Okezone, Jumat kemarin.

Kolang-kaling (Harits/Okezone)
Makanan termasuk kolang-kaling yang mengandung bahan berbahaya seperti perwarna tekstil tidak akan mengalami perubahan seusai dimasak.
(Baca juga: BPOM Intensifkan Pengawasan Terhadap Makanan saat Ramadan)
&quot;Seperti kerupuk, kalau menggunakan pewarna tekstil kalau digoreng akan tetap warnanya sama enggak berubah dan tidak hilang. Tapi sebaliknya kalau pakai murni akan berwarna pucat,&quot; terang Suratmono.
(Baca juga: Mereka Bersiap Menjaja Kuliner Khas Bulan Suci)
Kemudian makanan lembek yang mengandung formalin cendurung berbentuk kaku dan kenyal. &quot;Misalkan formalin digunakan pada tahu, itu kenyal dan setelah digoreng beberapa jam itu tahu akan kaku,&quot; tuturnya.
Suratmono meminta masyarakat selektif memilih makanan. Pedagang jug diminta menaati aturan dan tidak menjual barang atau makanan ilegal.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bulan suci Ramadan segera tiba. Berbagai makanan berbuka puasa atau takjil akan bebas dijual di pasaran saat Ramadan nanti. Lalu, bagaimana memilih makanan sehat yang bebas dari kandungan bahan berbahaya seperti boraks, pewarna tekstil bahkan formalin?
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Suratmono membebeberkan tips atau kiatnya.
Dia mencontohkan kolang-kaling, salah satu makanan paling dicari saat Ramadan. Kolang-kaling alami tanpa bahan berbahaya biasanya warnanya tak terlalu cerah.
&quot;Kolang-kaling yang menggunakan pewarna tekstil itu biasanya akan berpendar kayak lampu neon yang sinarnya enggak setajam lampu biasa, ngejreng itulah artinya berpendar,&quot; kata Suratmono kepada Okezone, Jumat kemarin.

Kolang-kaling (Harits/Okezone)
Makanan termasuk kolang-kaling yang mengandung bahan berbahaya seperti perwarna tekstil tidak akan mengalami perubahan seusai dimasak.
(Baca juga: BPOM Intensifkan Pengawasan Terhadap Makanan saat Ramadan)
&quot;Seperti kerupuk, kalau menggunakan pewarna tekstil kalau digoreng akan tetap warnanya sama enggak berubah dan tidak hilang. Tapi sebaliknya kalau pakai murni akan berwarna pucat,&quot; terang Suratmono.
(Baca juga: Mereka Bersiap Menjaja Kuliner Khas Bulan Suci)
Kemudian makanan lembek yang mengandung formalin cendurung berbentuk kaku dan kenyal. &quot;Misalkan formalin digunakan pada tahu, itu kenyal dan setelah digoreng beberapa jam itu tahu akan kaku,&quot; tuturnya.
Suratmono meminta masyarakat selektif memilih makanan. Pedagang jug diminta menaati aturan dan tidak menjual barang atau makanan ilegal.
</content:encoded></item></channel></rss>
