<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imam Besar Istiqlal: Jihad Sesungguhnya Bukan untuk Mematikan tapi Menghidupkan Orang </title><description>Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menjelaskan perbuatan jihad bukan untuk mematikan melainkan untuk menghidupkan orang lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/17/337/1899468/imam-besar-istiqlal-jihad-sesungguhnya-bukan-untuk-mematikan-tapi-menghidupkan-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/05/17/337/1899468/imam-besar-istiqlal-jihad-sesungguhnya-bukan-untuk-mematikan-tapi-menghidupkan-orang"/><item><title>Imam Besar Istiqlal: Jihad Sesungguhnya Bukan untuk Mematikan tapi Menghidupkan Orang </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/17/337/1899468/imam-besar-istiqlal-jihad-sesungguhnya-bukan-untuk-mematikan-tapi-menghidupkan-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/05/17/337/1899468/imam-besar-istiqlal-jihad-sesungguhnya-bukan-untuk-mematikan-tapi-menghidupkan-orang</guid><pubDate>Kamis 17 Mei 2018 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/17/337/1899468/imam-besar-istiqlal-jihad-sesungguhnya-bukan-untuk-mematikan-tapi-menghidupkan-orang-Yt1H4ytftf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasrudin Umar (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/17/337/1899468/imam-besar-istiqlal-jihad-sesungguhnya-bukan-untuk-mematikan-tapi-menghidupkan-orang-Yt1H4ytftf.jpg</image><title>Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasrudin Umar (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal  KH Nasaruddin Umar menjelaskan, jihad berasal dari kata &quot;jahada&quot; yang memiliki arti &quot;bersungguh-sungguh&quot;. Sebab itu, seharusnya perbuatan jihad bukan untuk mematikan melainkan untuk menghidupkan orang lain.

&quot;Jadi jihad itu sesungguhnya bukan untuk mematikan orang tapi jihad untuk menghidupkan orang. Ya menghidupkan jiwa-jiwa yang kering, menghidupkan perekonomian yang lemah,&quot; kata Nasaruddin, Kamis (17/5/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/16/49949/253914_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polisi Evakuasi 2 Jenazah Pelaku Penyerangan Mapolda Riau yang Ditembak Mati&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp; Polisi Evakuasi 2 Jenazah Pelaku Penyerangan Mapolda Riau (foto: Antara)
(Baca Juga: Langkah Presiden Hidupkan Koopssusgab Dinilai Tepat dan Sesuai Undang-Undang)
Menurut dia, perbuatan jihad seperti menghidupkan para fakir miskin supaya bersemangat dalam menyongsong kehidupan. Jihad, lanjut dia, merupakan perbuatan atau tindakan yang mampu menghidupkan optimisme masyarakat.

&quot;Jadi bukan menciptakan kengerian, ketakutan, kecemasan. Itu bertolak belakang dengan jihad itu sendiri,&quot; jelasnya.

Nasaruddin berharap, bulan Ramadan 1439 Hijriah mampu membangkitkan kembali semangat jihad sesuai dalam pengertiannya untuk memberikan penghidupan. Sebab, Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan.

&quot;Jadi Ramadhan ini semoga membangkitkan semangat jihad dalam pengertian ibadah individu, ibadah keluarga, ibadah sosial bahkan sampai ibadah kosmopolitan. Semua bisa menikmati dampak positifnya Ramadan. Bukan saja umat Islam tapi semuanya,&quot; tandasnya.
(Baca juga: Meski Aman, Polisi Tetap Antisipasi Bangkitnya Sel-Sel Kelompok JAD di Sulsel)
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8xNy8xLzExMjI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal  KH Nasaruddin Umar menjelaskan, jihad berasal dari kata &quot;jahada&quot; yang memiliki arti &quot;bersungguh-sungguh&quot;. Sebab itu, seharusnya perbuatan jihad bukan untuk mematikan melainkan untuk menghidupkan orang lain.

&quot;Jadi jihad itu sesungguhnya bukan untuk mematikan orang tapi jihad untuk menghidupkan orang. Ya menghidupkan jiwa-jiwa yang kering, menghidupkan perekonomian yang lemah,&quot; kata Nasaruddin, Kamis (17/5/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/16/49949/253914_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polisi Evakuasi 2 Jenazah Pelaku Penyerangan Mapolda Riau yang Ditembak Mati&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp; Polisi Evakuasi 2 Jenazah Pelaku Penyerangan Mapolda Riau (foto: Antara)
(Baca Juga: Langkah Presiden Hidupkan Koopssusgab Dinilai Tepat dan Sesuai Undang-Undang)
Menurut dia, perbuatan jihad seperti menghidupkan para fakir miskin supaya bersemangat dalam menyongsong kehidupan. Jihad, lanjut dia, merupakan perbuatan atau tindakan yang mampu menghidupkan optimisme masyarakat.

&quot;Jadi bukan menciptakan kengerian, ketakutan, kecemasan. Itu bertolak belakang dengan jihad itu sendiri,&quot; jelasnya.

Nasaruddin berharap, bulan Ramadan 1439 Hijriah mampu membangkitkan kembali semangat jihad sesuai dalam pengertiannya untuk memberikan penghidupan. Sebab, Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan.

&quot;Jadi Ramadhan ini semoga membangkitkan semangat jihad dalam pengertian ibadah individu, ibadah keluarga, ibadah sosial bahkan sampai ibadah kosmopolitan. Semua bisa menikmati dampak positifnya Ramadan. Bukan saja umat Islam tapi semuanya,&quot; tandasnya.
(Baca juga: Meski Aman, Polisi Tetap Antisipasi Bangkitnya Sel-Sel Kelompok JAD di Sulsel)
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8xNy8xLzExMjI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
