<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kondisi Tak Utuh, Satu Jenazah Korban Bom di Gereja Surabaya Belum Diambil Keluarga</title><description>Hingga saat ini satu jenazah korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela belum diambil pihak keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/17/519/1899377/kondisi-tak-utuh-satu-jenazah-korban-bom-di-gereja-surabaya-belum-diambil-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/05/17/519/1899377/kondisi-tak-utuh-satu-jenazah-korban-bom-di-gereja-surabaya-belum-diambil-keluarga"/><item><title>Kondisi Tak Utuh, Satu Jenazah Korban Bom di Gereja Surabaya Belum Diambil Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/17/519/1899377/kondisi-tak-utuh-satu-jenazah-korban-bom-di-gereja-surabaya-belum-diambil-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/05/17/519/1899377/kondisi-tak-utuh-satu-jenazah-korban-bom-di-gereja-surabaya-belum-diambil-keluarga</guid><pubDate>Kamis 17 Mei 2018 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/17/519/1899377/kondisi-tak-utuh-satu-jenazah-korban-bom-di-gereja-surabaya-belum-diambil-keluarga-pFZcM4BAnX.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/17/519/1899377/kondisi-tak-utuh-satu-jenazah-korban-bom-di-gereja-surabaya-belum-diambil-keluarga-pFZcM4BAnX.jpg</image><title></title></images><description>SURABAYA - Hingga saat ini satu jenazah korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur belum diambil pihak keluarga. Pasalnya tim DVI masih melakukan proses identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.
Namun proses identifikasi tersebut dipastikan rampung siang ini. Informasinya identitas jenazah itu bernama Bayu, satpam yang berjaga di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya.
&quot;Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, dan 12 jenazah telah teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga,&quot; terang Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Kamis (17/5/218).
Menurut Machfud, kemungkinan kuat siang ini sudah selesai tes DNA-nya untuk satu jenazah itu, lalu akan diserahkan pada keluarganya. Diyakini yang bersangkutan adalah saudara Bayu, satpam di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Surabaya.

&quot;Namun mohon maaf, ini barangnya (bagian tubuh) tidak utuh semuanya, mungkin hanya serpihan serpihan, ini anggota satpam yang di Ngagel,&quot; ujar Machfud.
Aksi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya, dilakukan dua anak yang merupakan putra dari Dita Oeprianto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno, Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018.
Dua anak masing-masing bernama Yusuf Fadhil (18) dan Firman Halim (16). Keduanya datang ke Gereja dengan menaiki sepeda motor dan melakukan bom bunuh diri.</description><content:encoded>SURABAYA - Hingga saat ini satu jenazah korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur belum diambil pihak keluarga. Pasalnya tim DVI masih melakukan proses identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.
Namun proses identifikasi tersebut dipastikan rampung siang ini. Informasinya identitas jenazah itu bernama Bayu, satpam yang berjaga di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya.
&quot;Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, dan 12 jenazah telah teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga,&quot; terang Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Kamis (17/5/218).
Menurut Machfud, kemungkinan kuat siang ini sudah selesai tes DNA-nya untuk satu jenazah itu, lalu akan diserahkan pada keluarganya. Diyakini yang bersangkutan adalah saudara Bayu, satpam di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Surabaya.

&quot;Namun mohon maaf, ini barangnya (bagian tubuh) tidak utuh semuanya, mungkin hanya serpihan serpihan, ini anggota satpam yang di Ngagel,&quot; ujar Machfud.
Aksi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya, dilakukan dua anak yang merupakan putra dari Dita Oeprianto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno, Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018.
Dua anak masing-masing bernama Yusuf Fadhil (18) dan Firman Halim (16). Keduanya datang ke Gereja dengan menaiki sepeda motor dan melakukan bom bunuh diri.</content:encoded></item></channel></rss>
