<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Swedia Bagikan Pamflet Persiapan Perang untuk Jutaan Warganya </title><description>Buklet itu merupakan edisi yang diperbaharui dari pamflet masa Perang Dunia II.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/22/18/1901209/swedia-bagikan-pamflet-persiapan-perang-untuk-jutaan-warganya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/05/22/18/1901209/swedia-bagikan-pamflet-persiapan-perang-untuk-jutaan-warganya"/><item><title>Swedia Bagikan Pamflet Persiapan Perang untuk Jutaan Warganya </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/22/18/1901209/swedia-bagikan-pamflet-persiapan-perang-untuk-jutaan-warganya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/05/22/18/1901209/swedia-bagikan-pamflet-persiapan-perang-untuk-jutaan-warganya</guid><pubDate>Selasa 22 Mei 2018 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/22/18/1901209/swedia-bagikan-pamflet-persiapan-perang-untuk-jutaan-warganya-mW8mJp4t6r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/22/18/1901209/swedia-bagikan-pamflet-persiapan-perang-untuk-jutaan-warganya-mW8mJp4t6r.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>STOCKHOLM &amp;ndash; Pemerintah Swedia menerbitkan pamflet yang menjelaskan bagaimana warganya sebaiknya mempersiapkan diri untuk menghadapi krisis termasuk perang skala besar.  Dalam pamflet itu disebutkan, &quot;Swedia lebih aman daripada kebanyakan negara lain tetapi ancaman tetap ada.&quot;
Buklet yang dibuat oleh Badan Kontingensi Sipil Swedia (MSB) itu menyarankan warga Swedia untuk menyimpan makanan kalengan, air botolan dan selimut serta merencanakan pengaturan suplai air, makanan, penghangat dan komunikasi saat layanan publik tidak berjalan dengan normal.
Lebih jauh lagi, buklet itu menjelaskan secara tegas bahwa semua warga Swedia dan penduduk asing yang sehat akan diharapkan untuk menjalankan peran mereka jika krisis terjadi. Disebutkan bahwa semua orang di Swedia memiliki &amp;ldquo;tugas untuk berkontribusi pada pertahanan total&amp;rdquo; yang bergantung pada kesehatan individu berarti wajib militer ke angkatan bersenjata atau badan-badan pemerintah.
BACA JUGA: Antisipasi 100 Ribu Tentara Rusia, Swedia Gelar Latihan Perang Besar-besaran
Dijelaskan bahwa krisis yang dimaksud adalah &quot;semuanya mulai dari kecelakaan serius, cuaca ekstrim dan serangan IT, dan dalam skenario terburuk, perang&quot;. Buklet tersebut juga menyatakan bahwa informasi di dalamnya &amp;ldquo;penting mengingat memburuknya situasi keamanan di seluruh dunia.&quot;
Warga Swedia juga diminta untuk mewaspadai informasi yang keliru dan melihat sumber berita dengan menanyakan apakah informasi itu fakta atau opini dan siapa yang menyebarkannya.

&quot;Kita semua memiliki tanggung jawab untuk keselamatan dan kesiapan negara kita, jadi penting bagi semua orang untuk juga memiliki pengetahuan tentang bagaimana kita dapat berkontribusi jika sesuatu yang serius terjadi,&quot; kata Direktur Jenderal MSB, Dan Eliasson sebagaimana dilansir RT, Selasa (22/5/2018).
BACA JUGA: Menyandang Predikat sebagai Tempat Paling Aman, Nyatanya Swedia Tak Terhindar dari Teror
&quot;Jika Swedia diserang oleh negara lain, kami tidak akan pernah menyerah. Semua informasi yang menyatakan bahwa perlawanan harus dihentikan adalah salah.&quot;
Swedia awalnya menerbitkan dan menyebarkan buklet &amp;ldquo;Jika Perang Tiba&amp;rdquo; pada Perang Dunia II dan akan menerbitkan kembali edisi yang telah diperbaharui pada Pekan Persiapan Keadaan Darurat yang berlangsung dari 28 Mei sampai 3 Juni.
Versi online buklet itu tersedia dalam 13 bahasa dan dapat dilihat di laman yang ditujukan untuk mereka yang ingin &amp;ldquo;mengawasi perkembangan dan perencanaan pertahanan  total Swedia&amp;rdquo;.
</description><content:encoded>STOCKHOLM &amp;ndash; Pemerintah Swedia menerbitkan pamflet yang menjelaskan bagaimana warganya sebaiknya mempersiapkan diri untuk menghadapi krisis termasuk perang skala besar.  Dalam pamflet itu disebutkan, &quot;Swedia lebih aman daripada kebanyakan negara lain tetapi ancaman tetap ada.&quot;
Buklet yang dibuat oleh Badan Kontingensi Sipil Swedia (MSB) itu menyarankan warga Swedia untuk menyimpan makanan kalengan, air botolan dan selimut serta merencanakan pengaturan suplai air, makanan, penghangat dan komunikasi saat layanan publik tidak berjalan dengan normal.
Lebih jauh lagi, buklet itu menjelaskan secara tegas bahwa semua warga Swedia dan penduduk asing yang sehat akan diharapkan untuk menjalankan peran mereka jika krisis terjadi. Disebutkan bahwa semua orang di Swedia memiliki &amp;ldquo;tugas untuk berkontribusi pada pertahanan total&amp;rdquo; yang bergantung pada kesehatan individu berarti wajib militer ke angkatan bersenjata atau badan-badan pemerintah.
BACA JUGA: Antisipasi 100 Ribu Tentara Rusia, Swedia Gelar Latihan Perang Besar-besaran
Dijelaskan bahwa krisis yang dimaksud adalah &quot;semuanya mulai dari kecelakaan serius, cuaca ekstrim dan serangan IT, dan dalam skenario terburuk, perang&quot;. Buklet tersebut juga menyatakan bahwa informasi di dalamnya &amp;ldquo;penting mengingat memburuknya situasi keamanan di seluruh dunia.&quot;
Warga Swedia juga diminta untuk mewaspadai informasi yang keliru dan melihat sumber berita dengan menanyakan apakah informasi itu fakta atau opini dan siapa yang menyebarkannya.

&quot;Kita semua memiliki tanggung jawab untuk keselamatan dan kesiapan negara kita, jadi penting bagi semua orang untuk juga memiliki pengetahuan tentang bagaimana kita dapat berkontribusi jika sesuatu yang serius terjadi,&quot; kata Direktur Jenderal MSB, Dan Eliasson sebagaimana dilansir RT, Selasa (22/5/2018).
BACA JUGA: Menyandang Predikat sebagai Tempat Paling Aman, Nyatanya Swedia Tak Terhindar dari Teror
&quot;Jika Swedia diserang oleh negara lain, kami tidak akan pernah menyerah. Semua informasi yang menyatakan bahwa perlawanan harus dihentikan adalah salah.&quot;
Swedia awalnya menerbitkan dan menyebarkan buklet &amp;ldquo;Jika Perang Tiba&amp;rdquo; pada Perang Dunia II dan akan menerbitkan kembali edisi yang telah diperbaharui pada Pekan Persiapan Keadaan Darurat yang berlangsung dari 28 Mei sampai 3 Juni.
Versi online buklet itu tersedia dalam 13 bahasa dan dapat dilihat di laman yang ditujukan untuk mereka yang ingin &amp;ldquo;mengawasi perkembangan dan perencanaan pertahanan  total Swedia&amp;rdquo;.
</content:encoded></item></channel></rss>
