<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Program Unggulan Koster-Ace di Bidang Pariwisata dan Ketenagakerjaan</title><description>Pasangan Koster-Ace telah menyiapkan sejumlah program unggulan dalam bidang pariwisata dan ketenagakerjaan di Bali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/29/340/1904035/program-unggulan-koster-ace-di-bidang-pariwisata-dan-ketenagakerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/05/29/340/1904035/program-unggulan-koster-ace-di-bidang-pariwisata-dan-ketenagakerjaan"/><item><title>Program Unggulan Koster-Ace di Bidang Pariwisata dan Ketenagakerjaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/29/340/1904035/program-unggulan-koster-ace-di-bidang-pariwisata-dan-ketenagakerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/05/29/340/1904035/program-unggulan-koster-ace-di-bidang-pariwisata-dan-ketenagakerjaan</guid><pubDate>Selasa 29 Mei 2018 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Hikmah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/29/340/1904035/program-unggulan-koster-ace-di-bidang-pariwisata-dan-ketenagakerjaan-kBjSQkf3qr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wayan Koster Mendapat Dukungan SBSI Provinsi Bali (foto: Nurul Hikmah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/29/340/1904035/program-unggulan-koster-ace-di-bidang-pariwisata-dan-ketenagakerjaan-kBjSQkf3qr.jpg</image><title>Wayan Koster Mendapat Dukungan SBSI Provinsi Bali (foto: Nurul Hikmah/Okezone)</title></images><description>KUTA - Pasangan Calon Gubernur  dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), telah menyiapkan sejumlah program unggulan dalam bidang pariwisata dan ketenagakerjaan.

Program unggulan untuk menciptakan pariwisata berkualitas dengan basis budaya, dipaparkan dihadapan para Relawan Pariwisata Bali, yang telah mendeklarasikan mendukung pasangan Koster-Ace. Apa saja programnya?

Koster mepaparkan visi misinya yang dibingkai dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang akan membawa Bali pada era yang lebih baik di segala bidang termasuk pariwisata.

&quot;Kalau bidang pariwisata saya akan berbagi tugas dengan Pak Cok Ace. Saya akan delegasikan kepada beliau,&quot; tegasnya.

Koster memaparkan, program pada bidang pariwisata yang sudah dirancangnya, di antaranya mengembangkan destinasi wisata baru sesuai potensi Kabupaten/Kota seperti: wisata agro, wisata spiritual, wisata alam/kebun raya, wisata pantai, dan wisata minat khusus.
&amp;nbsp;
Selanjutnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan green tourism/ penggunaan material yang renewable (natural dan ramah lingkungan), pengembangan wisata pedesaan/wisata budaya, dan membangun kawasan wisata terpadu: koneksitas antar Kabupaten/Kota se-Bali, pengembangan SDM Pariwisata.

Memberikan pelatihan tentang kepariwisataan kepada Masyarakat, menerapkan standarisasi dan sertifikasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Jasa Pariwisata (Hotel, Restoran, Travel, Pramuwisata, Souvenir, dan Jasa Penunjang Pariwisata lainnya) dengan mengutamakan Local Genius.

Menerapkan sistem rekruitmen baru untuk penyiapan tenaga pramuwisata yang memberi ruang secara optimal bagi Krama Bali, meningkatkan standar kualitas pelayanan kepariwisataan secara konprehensif. Baik dari sisi infrastruktur, jasa transportasi, sarana prasarana perhotelan, restoran, SDM pariwisata, keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan jaminan kecelakaan kerja.

Kemudian, jika terpilih, Koster juga akan memfasilitasi penetapan standarisasi tarif hotel di Kabupaten/Kota se-Bali, mengoptimalkan kerjasama dengan para pihak pelaku pariwisata, meningkatkan promosi pariwisata secara terpadu ke negara-negara lain dan promosi dengan sistem yang memanfaatkan teknologi informasi.

Dia juga akan menghentikan praktek kartel dan sindikat pelaku pariwisata dalam penerapan komisi (fee) yang tidak rasional oleh pelaku jasa transportasi. Menghentikan beroperasinya usaha dan jasa pariwisata ilegal sehingga mengakibatkan kompetisi yang tidak sehat. Selanjutnya, menyelesaikan pembangunan Batur UNESCO Global Geopark di Kabupaten Bangli dan pembangunan taman kunjungan wisata (seperti Disneyland atau Universal Studio) dengan karakter budaya.Sementara itu, pasangan Koster-Ace juga berkesempatan menemui Serikat  Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Bali yang sudah menyatakan  dukungannya kepada pasangan Cagub dan Cawagub Bali nomot urut 1  tersebut.

Tak hanya menyatakan dukungan, SBSI Provinsi Bali juga menyampaikan  sejumlah aspirasi kepada kandidat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura,  PAN, PKPI, PKB dan PPP itu. Koordinator Wilayah SBSI Provinsi Bali, I  Wayan Darma meminta Koster memperhatikan nasib mereka.

Darma meminta kepada Koster untuk membuat aturan khusus mengenai  ketenagakerjaan, utamanya sektor pekerja spesifik. &quot;Misalnya aturan,  khususnya tenaga kerja utama buruh harus lebih dispesifikasi, harus ada  regulasi-regulasi lagi. Contoh, peraturan tenaga kerja yang masuk dan  mau bekerja di Bali dibuatkan aturan yang pasti untuk melindungi tenaga  kerja lokal,&quot; katanya.

Sedangkan Sekretaris SBSI Provinsi Bali, Wayan Ganti Artana meminta  kepada Koeter agar kelak terpilih sebagai Gubernur Bali menyiapkan  lembaga untuk meningkatkan kompetensi mereka yang bermuara pada  peningkatan kesejahteraan.
&amp;nbsp;
&quot;Perjuangkanlah kesejahteraan kami selaku buruh di Bali. Kami ingin  ada peningkatan kapasitas dan kompetensi misalnya melalui pembukaan  lembaga diklat seperti les atau model lainnya,&quot; papar dia.

Koster menilai, dalam konteks Bali, tak bisa hanya merumuskan  kebijakan sesaat, tetapi harus jauh ke depan dalam skala lokal, nasional  dan global. Menurut dia, ada hal-hal yang tak dapat dihindari yang  sifatnya tantangan dari luar seperti ACTA dan MEA. Belum lagi persoalan  di internal Bali sendiri dalam konteks persaingan dan kompetensi.

&quot;Jadi harus disikapi oleh pemimpin Bali ke depan. Harus bisa menata  potensi yang dimiliki dan tahu mengarahkan, mendesain, mengembangkan SDM  dan melindungi SDM yang kita punya,&quot; jabar Koster.

Tak hanya mengembangkan kompetensi profesionalnya, namun Koster juga  akan berupaya memberi perlindungan terhadap tenaga kerja itu sendiri.  &quot;Ini ideologi Bung Karno dalam konteks pembangunan semesta berencana  yang mau saya implementasikan di Bali. Ke depan, segala aktivitas  ekonomi harus mengutamakan sumber daya lokal. Soal pekerja kita di Bali  dalam dunia lapangan kerja harus diprioritaskan,&quot; tegas Koster.

Dalam menghadapi arus globalisasi seperti ACTA dan MEA, ada tiga hal  yang menjadi tantwngan dan mrnjadi fokusnya setelah menjadi gubernur  kelak. &quot;Pertama adalah kompetensi profesional, kedua daya saing dan  ketiga proteksi atau perlindungan tenaga krrja lokal. Kita tidak bisa  melarang orang datang dan bekerja di Bali, tapi kita bisa membuat  regulasi untuk lebih selektif dan memberinruang SDM lokal Bali,&quot; papar  kandidat yang berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati itu.</description><content:encoded>KUTA - Pasangan Calon Gubernur  dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), telah menyiapkan sejumlah program unggulan dalam bidang pariwisata dan ketenagakerjaan.

Program unggulan untuk menciptakan pariwisata berkualitas dengan basis budaya, dipaparkan dihadapan para Relawan Pariwisata Bali, yang telah mendeklarasikan mendukung pasangan Koster-Ace. Apa saja programnya?

Koster mepaparkan visi misinya yang dibingkai dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang akan membawa Bali pada era yang lebih baik di segala bidang termasuk pariwisata.

&quot;Kalau bidang pariwisata saya akan berbagi tugas dengan Pak Cok Ace. Saya akan delegasikan kepada beliau,&quot; tegasnya.

Koster memaparkan, program pada bidang pariwisata yang sudah dirancangnya, di antaranya mengembangkan destinasi wisata baru sesuai potensi Kabupaten/Kota seperti: wisata agro, wisata spiritual, wisata alam/kebun raya, wisata pantai, dan wisata minat khusus.
&amp;nbsp;
Selanjutnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan green tourism/ penggunaan material yang renewable (natural dan ramah lingkungan), pengembangan wisata pedesaan/wisata budaya, dan membangun kawasan wisata terpadu: koneksitas antar Kabupaten/Kota se-Bali, pengembangan SDM Pariwisata.

Memberikan pelatihan tentang kepariwisataan kepada Masyarakat, menerapkan standarisasi dan sertifikasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Jasa Pariwisata (Hotel, Restoran, Travel, Pramuwisata, Souvenir, dan Jasa Penunjang Pariwisata lainnya) dengan mengutamakan Local Genius.

Menerapkan sistem rekruitmen baru untuk penyiapan tenaga pramuwisata yang memberi ruang secara optimal bagi Krama Bali, meningkatkan standar kualitas pelayanan kepariwisataan secara konprehensif. Baik dari sisi infrastruktur, jasa transportasi, sarana prasarana perhotelan, restoran, SDM pariwisata, keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan jaminan kecelakaan kerja.

Kemudian, jika terpilih, Koster juga akan memfasilitasi penetapan standarisasi tarif hotel di Kabupaten/Kota se-Bali, mengoptimalkan kerjasama dengan para pihak pelaku pariwisata, meningkatkan promosi pariwisata secara terpadu ke negara-negara lain dan promosi dengan sistem yang memanfaatkan teknologi informasi.

Dia juga akan menghentikan praktek kartel dan sindikat pelaku pariwisata dalam penerapan komisi (fee) yang tidak rasional oleh pelaku jasa transportasi. Menghentikan beroperasinya usaha dan jasa pariwisata ilegal sehingga mengakibatkan kompetisi yang tidak sehat. Selanjutnya, menyelesaikan pembangunan Batur UNESCO Global Geopark di Kabupaten Bangli dan pembangunan taman kunjungan wisata (seperti Disneyland atau Universal Studio) dengan karakter budaya.Sementara itu, pasangan Koster-Ace juga berkesempatan menemui Serikat  Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Bali yang sudah menyatakan  dukungannya kepada pasangan Cagub dan Cawagub Bali nomot urut 1  tersebut.

Tak hanya menyatakan dukungan, SBSI Provinsi Bali juga menyampaikan  sejumlah aspirasi kepada kandidat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura,  PAN, PKPI, PKB dan PPP itu. Koordinator Wilayah SBSI Provinsi Bali, I  Wayan Darma meminta Koster memperhatikan nasib mereka.

Darma meminta kepada Koster untuk membuat aturan khusus mengenai  ketenagakerjaan, utamanya sektor pekerja spesifik. &quot;Misalnya aturan,  khususnya tenaga kerja utama buruh harus lebih dispesifikasi, harus ada  regulasi-regulasi lagi. Contoh, peraturan tenaga kerja yang masuk dan  mau bekerja di Bali dibuatkan aturan yang pasti untuk melindungi tenaga  kerja lokal,&quot; katanya.

Sedangkan Sekretaris SBSI Provinsi Bali, Wayan Ganti Artana meminta  kepada Koeter agar kelak terpilih sebagai Gubernur Bali menyiapkan  lembaga untuk meningkatkan kompetensi mereka yang bermuara pada  peningkatan kesejahteraan.
&amp;nbsp;
&quot;Perjuangkanlah kesejahteraan kami selaku buruh di Bali. Kami ingin  ada peningkatan kapasitas dan kompetensi misalnya melalui pembukaan  lembaga diklat seperti les atau model lainnya,&quot; papar dia.

Koster menilai, dalam konteks Bali, tak bisa hanya merumuskan  kebijakan sesaat, tetapi harus jauh ke depan dalam skala lokal, nasional  dan global. Menurut dia, ada hal-hal yang tak dapat dihindari yang  sifatnya tantangan dari luar seperti ACTA dan MEA. Belum lagi persoalan  di internal Bali sendiri dalam konteks persaingan dan kompetensi.

&quot;Jadi harus disikapi oleh pemimpin Bali ke depan. Harus bisa menata  potensi yang dimiliki dan tahu mengarahkan, mendesain, mengembangkan SDM  dan melindungi SDM yang kita punya,&quot; jabar Koster.

Tak hanya mengembangkan kompetensi profesionalnya, namun Koster juga  akan berupaya memberi perlindungan terhadap tenaga kerja itu sendiri.  &quot;Ini ideologi Bung Karno dalam konteks pembangunan semesta berencana  yang mau saya implementasikan di Bali. Ke depan, segala aktivitas  ekonomi harus mengutamakan sumber daya lokal. Soal pekerja kita di Bali  dalam dunia lapangan kerja harus diprioritaskan,&quot; tegas Koster.

Dalam menghadapi arus globalisasi seperti ACTA dan MEA, ada tiga hal  yang menjadi tantwngan dan mrnjadi fokusnya setelah menjadi gubernur  kelak. &quot;Pertama adalah kompetensi profesional, kedua daya saing dan  ketiga proteksi atau perlindungan tenaga krrja lokal. Kita tidak bisa  melarang orang datang dan bekerja di Bali, tapi kita bisa membuat  regulasi untuk lebih selektif dan memberinruang SDM lokal Bali,&quot; papar  kandidat yang berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati itu.</content:encoded></item></channel></rss>
