<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub: Puncak Arus Mudik pada H-2 dan H-3 Lebaran</title><description>Menhub mengatakan puncak arus mudik pada H-2 dan H-3 Lebaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/31/337/1905071/menhub-puncak-arus-mudik-pada-h-2-dan-h-3-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/05/31/337/1905071/menhub-puncak-arus-mudik-pada-h-2-dan-h-3-lebaran"/><item><title>Menhub: Puncak Arus Mudik pada H-2 dan H-3 Lebaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/05/31/337/1905071/menhub-puncak-arus-mudik-pada-h-2-dan-h-3-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/05/31/337/1905071/menhub-puncak-arus-mudik-pada-h-2-dan-h-3-lebaran</guid><pubDate>Kamis 31 Mei 2018 17:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/31/337/1905071/menhub-puncak-arus-mudik-pada-h-2-dan-h-3-lebaran-srT7XVGheH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi di Kemenko PMK. (Foto: Fahreza R/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/31/337/1905071/menhub-puncak-arus-mudik-pada-h-2-dan-h-3-lebaran-srT7XVGheH.jpg</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi di Kemenko PMK. (Foto: Fahreza R/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada 12 dan 13 Juni 2018. Ia menganjurkan masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal agar tidak terjebak macet.
&quot;Prediksi saya, sesuai riset kami, puncak mudik terjadi pada minus dua dan minus tiga. Kami menganjurkan supaya pemudik melakukan mudik lebih awal, kan sudah libur,&quot; ujarnya di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/25/48529/246993_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menhub Budi Karya Ngamen di Sela Peresmian Mudik Gratis Sepeda Motor 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Budi Karya memastikan persiapan angkutan massal di berbagai moda sudah siap, mulai dari kereta api, pesawat hingga kapal laut. Namun demikian, ia memberi penekanan kepada moda transportasi udara untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanannya.
(Baca juga: Antisipasi Kepadatan Mudik di Pelabuhan Merak, Dishub Atur Lalu Lintas Kendaraan Besar)
&quot;Udara berjalan baik dan kita memang minta udara meningkatkan kapasitas dan kualitas,&quot; terangnya.
Peningkatan kapasitas dan kualitas yang dimaksud yakni agar bandara kecil dapat beroperasi hingga pukul 24.00 WIB, dan pesawat berbadan lebar dapat digunakan untuk angkutan tujuan favorit seperti Surabaya, Bali, Ujung Pandang, Medan dan Yogyakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/05/47904/244430_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menhub Budi Karya Kunjungi Redaksi Okezone Bahas Mudik 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Satu lagi kita juga memberikan slot untuk penerbangan tambahan,&quot; jelas Budi Karya.
Ia melanjutkan, berdasarkan data yang dimilikinya, mudik tahun ini akan didominasi oleh kendaraan motor sebesar 33 persen. Sementara itu transportasi udara sembilan persen dan mobil 16 persen.
&quot;Makanya motor itu yang kita harapkan jangan digunakan karena bahaya,&quot; pungkas Budi Karya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8xOC8xLzExMjMwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada 12 dan 13 Juni 2018. Ia menganjurkan masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal agar tidak terjebak macet.
&quot;Prediksi saya, sesuai riset kami, puncak mudik terjadi pada minus dua dan minus tiga. Kami menganjurkan supaya pemudik melakukan mudik lebih awal, kan sudah libur,&quot; ujarnya di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/25/48529/246993_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menhub Budi Karya Ngamen di Sela Peresmian Mudik Gratis Sepeda Motor 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Budi Karya memastikan persiapan angkutan massal di berbagai moda sudah siap, mulai dari kereta api, pesawat hingga kapal laut. Namun demikian, ia memberi penekanan kepada moda transportasi udara untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanannya.
(Baca juga: Antisipasi Kepadatan Mudik di Pelabuhan Merak, Dishub Atur Lalu Lintas Kendaraan Besar)
&quot;Udara berjalan baik dan kita memang minta udara meningkatkan kapasitas dan kualitas,&quot; terangnya.
Peningkatan kapasitas dan kualitas yang dimaksud yakni agar bandara kecil dapat beroperasi hingga pukul 24.00 WIB, dan pesawat berbadan lebar dapat digunakan untuk angkutan tujuan favorit seperti Surabaya, Bali, Ujung Pandang, Medan dan Yogyakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/05/47904/244430_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menhub Budi Karya Kunjungi Redaksi Okezone Bahas Mudik 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Satu lagi kita juga memberikan slot untuk penerbangan tambahan,&quot; jelas Budi Karya.
Ia melanjutkan, berdasarkan data yang dimilikinya, mudik tahun ini akan didominasi oleh kendaraan motor sebesar 33 persen. Sementara itu transportasi udara sembilan persen dan mobil 16 persen.
&quot;Makanya motor itu yang kita harapkan jangan digunakan karena bahaya,&quot; pungkas Budi Karya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8xOC8xLzExMjMwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
