<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kim Jong-Un: Bukan 'Putra Mahkota' Tapi Akhirnya Menjadi Pemimpin Korea Utara</title><description>Perjalanan Kim Jong-un menuju kekuasaan di Korea Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/05/18/1906647/kim-jong-un-bukan-putra-mahkota-tapi-akhirnya-menjadi-pemimpin-korea-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/06/05/18/1906647/kim-jong-un-bukan-putra-mahkota-tapi-akhirnya-menjadi-pemimpin-korea-utara"/><item><title>Kim Jong-Un: Bukan 'Putra Mahkota' Tapi Akhirnya Menjadi Pemimpin Korea Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/05/18/1906647/kim-jong-un-bukan-putra-mahkota-tapi-akhirnya-menjadi-pemimpin-korea-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/06/05/18/1906647/kim-jong-un-bukan-putra-mahkota-tapi-akhirnya-menjadi-pemimpin-korea-utara</guid><pubDate>Selasa 05 Juni 2018 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/05/18/1906647/kim-jong-un-bukan-putra-mahkota-tapi-akhirnya-menjadi-pemimpin-korea-utara-YxeiTxZEdt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kim Jong-un dan Kim Jong-il. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/05/18/1906647/kim-jong-un-bukan-putra-mahkota-tapi-akhirnya-menjadi-pemimpin-korea-utara-YxeiTxZEdt.jpg</image><title>Kim Jong-un dan Kim Jong-il. (Foto: Reuters)</title></images><description>CUACA sungguh sangat dingin di Pyongyang pada 28 Desember 2011.
Salju turun dengan lebat saat mobil Lincoln Continental warna hitam bergerak perlahan melalui jalan-jalan kota.
Di atapnya diletakkan peti jenazah berhiaskan karangan bunga krisantemum putih. Di dalamnya terdapat jasad Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-il.
Kerumunan orang berpakaian gelap berdiri di sepanjang jalan. Para tentara tampak harus menenangkan orang-orang yang menangis histeris seraya memukul dada dan berteriak &quot;Bapak, Bapak&quot;.
Di samping mobil, berjalan anak laki-laki dan penerus diktator yang meninggal, Kim Jong-un. Umurnya baru 27 tahun, dia terlihat terbawa suasana. Beberapa kali dia menangis saat upacara pemakaman berlangsung.
BACA JUGA: Kim Jong-un Gunakan Paspor Brasil untuk Ajukan Visa ke Negara Barat
Tepat di belakangnya, berjalan berapa laki-laki tua yang dikenal sebagai para petinggi pemerintah, para pemegang kekuasaan di Pyongyang. Setidaknya itulah anggapan orang-orang.
Di tahun 1950-an, kakek Kim Jong-un, Kim Il-sung memulai keunikan di dunia komunis: kepemimpinan berdasarkan garis keturunan laki-laki di Korea Utara.
Selama hampir 20 tahun, Kim mempersiapkan anak laki-laki tertuanya, Kim Jong-il, untuk menjadi penggantinya. Ke mana dia pergi, putra mahkotanya ada di sampingnya.
Pada tahun 1994, ketika tokoh tua tersebut meninggal dunia, Kim Jong-il langsung berkuasa. Tetapi ketika dia tiba-tiba meninggal tahun 2011, tak ada yang siap menggantikannya karena proses magang untuk menjadi Pemimpin Tertinggi Korea Utara bahkan belum dimulai.
Bisa dipahami banyak pengamat memperkirakan dinasti ini akan segera runtuh, analisis yang terbukti keliru.
Beberapa bulan setelah pemakaman Kim Jong-il, Kepala Staf Umum Ri Yong-ho dan Menteri Pertahanan Kim Yong-chun dipecat. Sampai sekarang tidak seorang pun tahu di mana Ri.
Lalu pada Desember 2013, Kim Jong-un mengambil langkah dramatis. Pamannya sendiri, Chang Song-thaek, diciduk dari rapat partai atas tuduhan makar dan kemudkian dieksekusi.
Sejumlah laporan yang belum bisa dikukuhkan bahkan menyebutkan senjata antipesawat tempur digunakan untuk membunuh Chang Song-thaek.
Dari 2012 sampai 2016, Kim melakukan aksi pembersihan besar-besaran di Korea Utara, yang terbesar sejak zaman kakeknya. Institut Strategi Keamanan Nasional Korea Selatan mengatakan 140 perwira senior di tubuh militer dan pejabat pemerintah dieksekusi. Sekitar 200 orang lainnya dipecat atau dijebloskan ke penjara.
Kim Jong-un melenyapkan siapa pun yang menghalanginya, menggantikan mereka dengan kader-kader muda yang setia mendukungnya. Anak-anak muda ini dipimpin langsung oleh kakak perempuannya sendiri, Kim Yo-jong, yang pada 2017 diangkat menjadi anggota Politbiro pada usia 30 tahun.Sekarang, tak seorang pun meragukan lagi siapa yang memegang kuasa di  Pyongyang: Kim Jong-un adalah Pemimpin Tertinggi Korea Utara.
Minum teh di jembatan
Sore yang hangat pada April 2018. Kim Jong-un duduk di jembatan kayu  di wilayah zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan  Korea Selatan.
Enam tahun berlalu sudah, sejak hari yang sangat dingin di Pyongyang.
Kim menghirup teh dan mendengarkan dengan serius apa yang disampaikan  Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Pertemuan disiarkan langsung ke  seluruh dunia, namun tidak ada yang tahu apa persisnya yang dibicarakan  Kim Jong-un dan Moon Jae-in.
Selama kurang lebih setengah jam, banyak orang di dunia terpana  menonton 'pembicaraan bisu' tersebut, berusaha menerjemahkan bahasa  tubuh mereka.

Ini adalah perkembangan dramatis. Hanya beberapa bulan sebelumnya,  Kim melakukan uji penembakan peluru kendali ke arah Jepang dan mengancam  akan menyerang Seoul dan Amerika Serikat.
Sekarang dia duduk, tersenyum, perhatiannya tersita dalam perbincangan dengan musuh terbesarnya.
Bagaimana Anda bisa memahami pertemuan yang diikuti oleh laki-laki yang siap membunuh pamannya sendiri?
Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in menyisakan banyak pertanyaan.  Apa yang Kim inginkan? Apakah ini sekedar gertak sambal, sebelum ia  melancarkan serangan? Atau apakah Kim sekarang memang akan mengambil  arah yang berbeda dengan sang kakek dan sang ayah?
Jenderal kecil
Saat itu tahun 1992 dan di sebuah villa di Pyongyang sedang  berlangsung pesta ulang tahun khusus untuk seorang anak laki-laki  berumur delapan tahun. Dari sekian banyak hadiah untuknya, ada satu hal  yang tampak mencolok.
Seragam jenderal. Bukan mainan, tetapi pakaian yang sebenarnya.  Memang ukurannya lebih kecil tetapi tetap barang asli seragam jenderal  Angkatan Bersenjata Rakyat Korea.
Orang-orang lain, jenderal-jenderal lain yang jauh lebih tua tiba di  pesta dan membungkuk di depan anak laki-laki itu. Bocah itu bernama Kim  Jong-un.
Cerita tentang bagaimana anak delapan tahun ini menjadi &quot;Jenderal  Kim&quot; disampaikan kembali kepada Washington Post lewat sebuah wawancara  dengan tante Kim, Ko Yong-suk, di tahun 2016.
Hampir dua puluh tahun sebelumnya Ko Yong-suk dan suaminya membelot ke Barat. Mereka sekarang tinggal di luar New York.
Dalam wawancara, Ko mengatakan pesta ulang tahun tersebut membuatnya   yakin Kim Jong-un telah dipilih menjadi pengganti ayahnya Kim Jong-il.
&quot;Adalah tidak mungkin baginya untuk tumbuh sebagai manusia biasa   karena orang-orang di sekitar memperlakukannya seperti itu,&quot; kata Ko.
Beberapa tahun kemudian, Ko Yong-suk ditugaskan untuk mendampingi Kim   Jong-un ketika ayahnya memasukkannya ke sekolah swasta di Swiss.
Ko Yong-suk menggambarkan Kim sebagai seorang remaja yang mudah marah dan sombong.
&quot;Dia bukan orang yang suka bikin masalah, tetapi dia mudah marah dan   tidak toleran. Ketika ibunya marah karena ia terlalu banyak bermain dan   kurang belajar, dia tidak menjawab, tetapi dia akan protes dengan   melakukan mogok makan.&quot;
Lewat peristiwa-peristiwa kecil seperti inilah kita mengetahui masa   kecil Kim Jong-un. Memang tidak terlalu banyak untuk bisa mengetahui   gambaran tentang dirinya dan mengapa dia dipilih menggantikan ayahnya,   bukannya kakak laki-lakinya Kim Jong-chol dan kakak tirinya Kim   Jong-nam.

Orang pertama yang meramalkan bahwa Kim Jong-un kelak akan menjadi   pemimpin Korea Utara adalah chef atau juru masak sushi Jepang yang   dikenal dengan nama samaran Kenji Fujimoto.
Pada 1990-an, tiba-tiba saja Fujimoto masuk ke lingkaran dalam Kim.   Dia mendapat tugas memasak makanan Jepang untuk Kim Jong-il. Fujimoto   menggambarkan Kim Jong-un kecil sebagai 'teman bermainnya'.
Tahun 2001, Fujimoto kembali ke Jepang dan menerbitkan kisahnya     berada di keluarga penguasa Korea Utara. Di dalam buku itu dia     menceritakan pertemuan pertama dengan Kim Jong-un dan kakak     laki-lakinya, Kim Jong-chol.
&quot;Pertama kali saya bertemu kedua pangeran muda, mereka mengenakan     seragam militer. Mereka berjabat tangan dengan para staf. Tetapi ketika     menyalami tangan saya, Pangeran Kim Jong-un menatap dingin.  Sepertinya    dia mengatakan, 'Kami benci orang Jepang seperti kamu'.  Saya tidak  akan   pernah melupakan tatapan tajamnya. Saat itu, dia  berumur tujuh  tahun.&quot;
Di buku keduanya, yang terbit pada 2003, Fujimoto menulis:
&quot;(Orang-orang mengatakan) Kim Jong-chol besar kemungkinan akan     menjadi pengganti (Kim Jong-il). Tetapi saya sangat meragukan pandangan     itu. Kim Jong-il sering mengatakan, 'Jong-chol tidak bagus, dia   seperti   anak perempuan'. Jong-un, pangeran kedua, adalah anak   kesayangan Kim   Jong-il. Jong-un sangat mirip ayahnya. Badannya mirip   bapaknya.&quot;
Fujimoto juga menulis, meski semua isyarat menunjukkan Kim Jong-un     disiapkan menjadi pemimpin masa depan, sang ayah tak pernah mengirim     sinyal ini secara terbuka ke rakyat Korea Utara.
Ini adalah sebuah ramalan yang menakjubkan. Saat itu Kim Jong-un     belum diperkenalkan ke rakyat Korea Utara, apalagi ke dunia. Sebagian     besar kehidupan masa kecilnya masih dirahasiakan.Pertarungan dalam dinasti
Ketika Choi Min-jun berumur 14 tahun, dia terpilih untuk bergabung ke    unit paling elite di tubuh militer Korea Utara, Komando Pengawal    Tertinggi. Sekarang dia tinggal di di Korea Selatan dengan nama palsu    setelah memutuskan untuk membelot dan meninggalkan Korea Utara.
Baru-baru ini ada kesempatan untuk melihat lebih dekat unit rahasia    yang bertugas melindungi dinasti kerajaan Korea Utara. Ketika Kim    Jong-un tiba di KTT dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada bulan    April, sekelompok pengawal jangkung berseragam terekam berlari di    samping limosin Mercedes-nya.
Mereka ini adalah bagian dari kelompok inti Komando Pengawal    Tertinggi, unit paling elite dari kelompok-kelompok yang ada di puncak    kekuasaan.
Choi Min-jun gagal menjadi anggota unit karena postur badannya tidak    cukup tinggi. Alasan yang lebih kuat sebenarnya bukan soal tinggi   badan,  dia tidak berasal dari kelas elite.
&quot;Saya tidak dilahirkan di kelompok teratas masyarakat,&quot; kata Choi    kepada saya, &quot; jadi, saya tidak akan bertugas menjadi pengawal pribadi    Pemimpin Tertinggi. Saya ditugaskan di unit petempur.&quot;
Meskipun menyatakan diri sebagai negara sosialis, Korea Utara    memiliki sistem kasta yang rumit dan kaku, yang mengelompokkan setiap    orang berdasarkan keturunannya. Ini biasa disebut Songbun.
Situs NKNews mengartikan Songbun sebagai membagi penduduk ke dalam    beberapa kelompok, berdasarkan tindakan dan status keluarga ayah saat    zaman penjajahan Jepang dan Perang Korea. Songbun menentukan apakah    seseorang diizinkan tinggal di ibu kota, pekerjaan yang diberikan dan    jenis pendidikan yang dapat diterima.
Yang lebih penting lagi, status Songbun tidak bisa diubah. Jika kakek    Anda berperang melawan Jepang saat pendudukan Korea, maka Anda    dipandang 'setia'. Jika Anda bekerja untuk penjajah Jepang, Anda adalah    seorang 'musuh' dan status Anda ini akan berlaku selamanya.
Keluarga Choi sendiri adalah petani. Mereka tidak pernah bekerja      untuk Jepang, tetapi juga tidak menentang mereka. Dan karena itulah Choi      ditempatkan di unit petempur. Dengan status ini, ia masih dianggap      'setia'.
&quot;Di Korea Utara, Anda dicuci otak sejak kecil,&quot; katanya. &quot;Saya diajarkan bahwa keluarga Kim adalah dewa. Dan saya meyakininya.
&quot;Ketika Kim Il-sung menyampaikan pidato tahun barunya dan mengatakan      tahun ini kita harus menambang lebih banyak batu bara, saya    mengatakan,   'Saya akan ke pertambangan!' Saya sebegitu naif dan setia    kepada   keluarga Kim.&quot;
Choi kemudian mengetahui keberadaan Komando Pengawal Tertinggi yang      sejatinya dibentuk untuk melindungi keluarga Kim dari rakyatnya    sendiri,   bukan dari musuh asing.
&quot;Bagi keluarga Kim, semua orang berpotensi menjadi musuh,&quot;  katanya     kepada saya. Militer Korea Utara, Kementerian Staf Umum,  Kementerian     Angkatan Bersenjata, mereka semua bisa menjadi musuh.&quot;
Choi dilatih untuk tidak mempercayai siapa pun, bahkan orang tuanya sendiri.
Kecurigaan yang tak berdasar di keluarga Kim makin besar dan ini      diikuti dengan penambahan jumlah personel pasukan keamanan pribadinya.
&quot;Ketika keluarga Kim menyaksikan runtuhnya blok Timur dan Uni Soviet,      mereka kaget,&quot; katanya. &quot;Mereka menambah jumlah anggota Komando      Pengawal Tertinggi. Sekarang anggotanya hampir 120.000 tentara.&quot;Seperti keluarga kerajaan abad pertengahan, rezim Kim iri terhadap kekuasaan musuh-musuhnya di dunia.
Dan seperti banyak keluarga kerajaan lainnya, mereka kadang-kadang membunuh untuk melindungi posisi mereka.
Saudara laki-lakinya
Pada tanggal 12 Februari 2017, sekelompok orang berkumpul di sebuah     rumah makan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Mereka datang untuk     merayakan ulang tahun ke-25 perempuan Indonesia, Siti Aisyah. Video  yang    direkam dengan telepon genggam milik salah seorang temannya     memperlihatkan Siti sedang tertawa, meniup lilin dan bernyanyi.

Dalam kesempatan ini, Siti Aisyah menyampaikan kabar gembira kepada     teman-temannya bahwa ia mendapatkan pekerjaan pada sebuah acara  realita    TV. Akhirnya dia dapat keluar dari tempat permandian nista  Kuala   Lumpur.  Teman-temannya bersulang, &quot;Kamu akan menjadi bintang!&quot;
Pagi berikutnya di bandara Kuala Lumpur, Siti Aisyah melihat     sasarannya, seorang pria botak, memakai kaos biru dan jaket sport. Saat     dia mendekati bagian check-in Siti mendekat dan menyiram mukanya.
&quot;Apa yang kau lakukan?&quot; katanya dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah.
&quot;Maaf,&quot; kata Siti yang segera melarikan diri.
Berdasarkan penuturannya - yang membuatnya didakwa melakukan     pembunuhan oleh pemerintah Malaysia - ini semua hanyalah olok-olok atau     lucu-lucuan untuk acara TV.
Di sebuah kafe, hanya berjarak beberapa meter, duduk sekelompok agen     Korea Utara. Mereka sepertinya puas karena misi mereka telah rampung.     Rekaman CCTV memperlihatkan mereka berjalan ke gerbang keberangkatan   dan   menaiki penerbangan ke Dubai.
Pria gemuk tersebut mulai merasa tidak enak. Wajahnya gatal dan sulit     bernafas. Dalam beberapa menit kemudian dia pingsan di kursi. Staf     bandara memanggil ambulans.
Sementara kendaraan itu dikemudikan dengan cepat menembus Kuala Lumpur, paru-parunya dipenuhi larutan dan dia meninggal dunia.
Paspor pria ini menyebutkannya sebagai diplomat Korea Utara bernama     Kim Chul. Pria yang meninggal itu sebenarnya adalah Kim Jong-nam,  kakak    tiri Kim Jong-un.
Kim Jong-nam meninggal karena VX, racun syaraf yang sangat kuat.     Sebutir pasir saja dari racun ini sudah cukup untuk membunuh seseorang.
Yang dialaminya adalah pembunuhan yang kurang ajar - meskipun Korea     Utara menyangkal terlibat - semua bukti sepertinya mengarah kepada  adik    tirinya di Pyongyang. Tetapi apa motifnya?
Ayah mereka, Kim Jong-il, memiliki kehidupan percintaan yang rumit.     Dia memiliki dua istri resmi dan paling tidak tiga simpanan. Kim   Jong-il   menjadi ayah lima anak. Kim Jong-nam adalah anak dari selir   pertama   Song Hye-rim.
Kim Jong-un adalah anak laki-laki termuda dari selir kedua Ko     Yong-hui, mantan aktris kelahiran Jepang. Kim Jong-il merahasiakan semua     selir dan anak-anak mereka. Mereka hidup di villa rahasia, terpisah     dari masing-masing. Meskipun memiliki ayah yang sama, Kim Jong-nam  dan    Kim Jong-un tidak pernah bertemu.
Sebagai anak laki-laki tertua, Kim Jong-nam sejak lama dipandang     sebagai orang yang berpeluang besar menjadi pengganti Kim Jong-il.     Tetapi pada tahun 2001, dia ditangkap karena berusaha memasuki Jepang     dengan menggunakan paspor palsu. Dia berencana mengunjungi Disneyland     Tokyo.
'Putra mahkota' Korea Utara itu terekam dalam video, digiring ke     pesawat dan dideportasi. Bagi ayahnya, ini adalah sebuah penghinaan yang     tidak bisa dimaafkan. Kim Jong-nam dicabut dari daftar penerus dan     diasingkan ke Cina. Tapi, benarkah seperti ini alur ceritanya?
Pertanyaan ini layak diajukan karena episode ini bukan menggambarkan keseluruhan cerita.
Wartawan Jepang Yoji Gomi adalah satu dari segelintir orang yang     mengenal dekat Kim Jong-nam. Ia beberapa kali bertemu dengan Kim     Jong-nam di Beijing dan Makao. Dari penuturan Gomi kita tahu kehidupan     Kim Jong-nam, meski tidak secara utuh.
&quot;Kim Jong-nam dikeluarkan dari daftar suksesi sebelum peristiwa Disneyland Tokyo,&quot; kata Gomi kepada saya.
Gomi mengatakan keretakan hubungan dimulai setelah Kim Jong-nam     kembali dari sekolah asrama di Swiss pada akhir tahun 1980-an.     Pengalaman hidup di Eropa selama sembilan tahun sangat mempengaruhinya.
Di tahun 1990-an, Korea Utara mengalami kelaparan parah yang     dinamakan &quot;mars kesulitan&quot;. Keruntuhan dukungan ekonomi setelah     berakhirnya Uni Soviet, dan sejumlah banjir parah, membuat negara itu     tak memiliki persediaan pangan yang mencukupi. Dalam empat tahun,     sekitar satu sampai empat juta orang meninggal karena penyakit dan     kekurangan gizi.
Menurut Gomi, Kim Jong-nam menginginkan ayahnya mengubah sistem      ekonomi Korea Utara. Dia menghendaki reformasi ala Cina, yang      memungkinkan terjadinya sejumlah reformasi pasar dan properti pribadi.
&quot;Kim Jong-il sangat marah kepadanya,&quot; kata Gomi. &quot;Dia mengatakan Kim      Jong-nam harus mengubah pemikirannya atau dia harus pergi keluar      Pyongyang.&quot;
Wartawan Bradley K Martin setuju dengan pandangan Gomi. Dia menulis      biografi penting tentang dinasti Kim, melalui karya besar berjudul    Under   the Loving Care of the Fatherly Leader.
&quot;Kim Jong-nam ditolak bukan karena dia pergi ke Disneyland,&quot; katanya.      Kasus itu mungkin hanya dalih. &quot;Saya pikir ayahnya tidak malu   (akibat    kasus Disneyland Tokyo). Saya pikir Kim Jong-nam membicarakan    berbagai   hal terkait kebijakan dan perlunya perubahan, dan ayahnya    tidak suka.&quot;
Kim Jong-nam diasingkan ke Beijing.
Pewaris berikutnya seharusnya adalah anak laki-laki tengah Kim      Jong-il, Kim Jong-chol. Tetapai sepertinya dia tidak pernah      dipertimbangkan secara serius. Dia malahan memilih anak laki-laki      terkecilnya, Kim Jong-un.
&quot;Dia dipilih ayahnya karena dia adalah yang paling kejam dan jahat di antara anak laki-lakinya,&quot; kata Martin.

Dengan kata lain Kim Jong-un memiliki kemungkinan yang lebih besar      untuk meneruskan kelangsungan hidup dinasti dan mempertahankan bisnis      keluarga.
Dan dia memang memperlihatkan kekejamannya. Begitu Kim Jong-il      meninggal dan Kim Jong-un mengambil alih, saudara tirinya mulai gelisah,      kata Gomi.
&quot;Setelah Kim Jong-il meninggal, Kim Jong-nam tiba-tiba merasa tidak      aman. Terakhir kali kami berhubungan adalah pada bulan Januari 2012.      Saat itu Kim Jong-nam mengatakan kepada saya, 'Saudara laki-lakiku  dan     dinasti Kim akan melakukan suatu hal yang membahayakan diriku.&quot;
Martin percaya Kim Jong-un berada di balik pembunuhan kakaknya.
&quot;Ini sama dengan pembunuhan (pamannya) Chang Song-thaek,&quot; katanya.      &quot;Chang dituduh merencanakan kudeta. Kita (media Barat) tidak      memperhatikannya. Kemudian Kim Jong-un menyasar saudara laki-lakinya.      Kami memiliki sejumlah laporan yang menyebutkan Chang pergi ke Cina  dan     mengatakan, 'Mari habisi Kim Jong-un dan menggantinya dengan Kim      Jong-nam'. Kim memandang, 'Paman dan kakak laki-laki saya berencana      menentang saya dan bersekongkol dengan Cina.' Ini alasan yang  kuat.&quot;
Itu hanyalah sebuah teori, tetapi kesimpulan selanjutnya sulit dibantah.
&quot;Sekarang tidak ada lagi ancaman terhadap kekuasaan Kim Jong-un. Penentang dari dalam sudah hilang.&quot;
Kim Jong-un sekarang menjadi penguasa tertinggi. Tetapi apa yang sebenarnya diinginkannya dari negaranya yang kecil dan miskin?
Perjalanan
Pada musim panas tahun 1998, Kim Jong-un kembali ke Korea Utara,      karena sekolahnya di Swiss libur. Dia sedang di rumah keluarga besar di      pantai dekat Wonsan.
Dia berada di kereta untuk kembali ke ibu kota Pyongyang. Duduk      bersamanya, sambil mengamati desa dan sawah, adalah juru masak asal      Jepang Kenji Fujimoto.
Dalam buku yang terbit pada 2003, Fujimoto menulis bahwa Kim Jong-un      mengatakan kepadanya, &quot;Fujimoto, negara kita terbelakang di bidang      teknologi industri, bahkan dibandingkan negara-negara Asia lainnya.   Kita    masih mengalami mati listrik.&quot;
Dia mengatakan Kim kemudian membandingkan keadaan Korea Utara dengan China.
&quot;Saya dengar China telah berhasil dalam banyak hal. Jumlah penduduk      kita 23 juta orang. Rakyat China jumlahnya lebih satu miliar. Bagaimana      mereka dapat memasok listrik? Pastinya sulit menghasilkan cukup   pangan    bagi satu miliar orang. Kita perlu mengikuti contoh mereka.&quot;
Jika cerita Fujimoto benar, maka Kim Jong-un telah menyampaikan      pemikiran yang sebenarnya tidak pantas berdasarkan sistem yang berlaku      di Korea Utara.
Sejak 1955, ideologi penuntun Korea Utara adalah Juche. Kata yang        sering kali diterjemahkan sebagai 'kemandirian'. Ini adalah  &quot;sumbangan       terbesar&quot; Kim Il-sung terjadap pemikiran  Marxist-Leninist. Ada  tugu      peringatan besar Juche di bantaran  selatan Sungai Daedong di   Pyongyang.     Orang-orang diminta untuk  tidak meremehkan tugu ini.
Tetapi Juche adalah sebuah mitos. Korea Utara tidak mandiri dan        memang tidak pernah mandiri. Dalam 40 tahun pertama negara ini nyaris        100% bergantung kepada dukungan ekonomi Moskow. Ketika Uni Soviet        runtuh, ekonomi Korea Utara yang dikendalikan pemerintah juga  ambruk  dan      rakyatnya kelaparan.Di tengah kelaparan, rakyat Korea Utara mulai berdagang. Dari       kekacauan dan keruntuhan pada 1990-an, muncul ekonomi baru. Tidak diatur       dan secara resmi tidak diakui, tetapi bisa membantu rakyat Korea     Utara   bertahan hidup.
Pengaruh ekonomi 'tidak resmi' ini jelas terasa saat saya mewawancarai seorang pembelot muda di Seoul pada 2012.
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye baru saja memerintahkan       penutupan Kawasan Industri Kaesong di seberang daerah demiliterisasi       (DMZ) Korea Utara.
&quot;Ketika saya mendengar berita itu, saya menghubungi ayah dan       memintanya untuk pergi ke China dan membeli Choco Pies,&quot; kata pembelot       muda itu kepada saya.
Ini membuat saya bingung.
&quot;Maaf,&quot; kata saya,&quot;Ayah Anda di mana?&quot;
&quot;Di Korea Utara,&quot; katanya.
&quot;Bagaimana Anda menghubunginya?&quot; tanya saya.
Ayahnya ternyata memiliki kartu sim Cina. Ini melanggar hukum dan       berbahaya, tetapi yang melakukannya. Sekali seminggu dia mengunjungi       perbatasan Cina, menghubungkan telepon genggam ke jaringan seluler   Cina     dan anak laki-lakinya bisa meneleponnya.
&quot;Dan apa hubungannya dengan Choco Pies?&quot; saya bertanya.
Perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Kawasan       Industri Kaesong membayar sebagian upah pekerja Korea Utara dalam bentuk       produk Korea Selatan. Salah satu yang paling digemari adalah Choco       Pies.
Produk ini sangat populer sehingga menjadi mata uang pasar gelap di       Utara. Sekarang Kawasan Kaesong ditutup, harga Choco Pies di pasar     gelap   meroket. Jadi dia mengatakan kepada ayahnya untuk pergi ke  Cina    dan   membawa sebanyak mungkin kardus berisi Choco Pies.
Akan sangat menguntungkan jika punya banyak persediaan Choco Pies ini.
Di sebuah gereja di pinggiran Seoul, saya bertemu seorang pembelot       yang sangat berbeda. Tubuhnya pendek dengan bahu lebar dan berotot,    gigi    ompong, dan logat kental sehingga penerjemah Korea Selatan pun    sulit    memahaminya.
&quot;Saya seorang penyelundup,&quot; katanya.
Dia menceritakan bagaimana komplotannya menyuap pengawal perbatasan       Korea Utara agar membiarkan sebagian daerah perbatasan tidak dijaga     pada   malam hari. Mereka kemudian melintas ke Cina membawa kepingan     logam  dan  mineral berharga.
&quot;Apa yang Anda selundupkan balik?&quot; saya bertanya.
&quot;Semua hal, makanan, pakaian, DVD, obat, barang porno,&quot; katanya. &quot;Obat dan pornografi berbahaya.&quot;
&quot;Apa yang paling berbahaya yang diselundupkan ke luar Korea Utara?&quot; saya bertanya.
&quot;Jika Anda mengambil logam dari patung Kim, Anda akan ditembak,&quot; katanya.
Barang impor dan selundupan dari Cina diperdagangkan di pasar-pasar besar yang muncul di beberapa kota.
Ini adalah ekonomi tidak resmi yang berjalan dengan baik. Kelompok       baru wiraswastawan kaya dilaporkan membeli properti di Pyongyang.       Ekonomi Korea Utara sedang tumbuh. Tetapi tidak terjadi pergeseran       ideologi, tidak terdapat isyarat perubahan mendasar dari atas.
Kemudian pada tanggal 20 April 2018, dalam sidang pleno Partai Pekerja, Kim Jong-un menyampaikan pidato berjudul:
&quot;Lanjutan peningkatan pembangunan sosialis diperlukan lewat tahapan baru revolusi pembangunan.&quot;
Di dalamnya Kim menyatakan pembekuan uji senjata nuklir dan peluru       kendali jarak jauh dan 'garis strategis baru' yang dipusatkan pada       pembangunan ekonomi Korea Utara.
Pidato ini dipandang sejumlah pengamat sebagai isyarat Kim Jong-un       siap memenuhi janji yang disampaikannya di kereta, mengikuti contoh       Cina.
Salah satunya adalah John Delury dari Yonsei University di Seoul.
&quot;Strategi baru mendahulukan ekonomi, 100% pada ekonomi,&quot; katanya.       &quot;Kim mengatakan, 'Saya akan benar-benar memperbaiki ekonomi. Anda  tidak      lagi perlu mengetatkan ikat pinggang.'
&quot;Dalam lima atau enam tahun terakhir terjadi sedikit perbaikan tetapi       tidak ada terobosan. Dia malahan memusatkan perhatian pada program       nuklir. Jadi sekarang kita menyaksikan titik balik.&quot;
Yang lainnya, seperti Bradley K Martin, tidak seyakin itu.
&quot;Apakah dia benar-benar berpikir dapat mengubah negara ini? Saya       tidak tahu. Ini tidak sejalan dengan apa yang kita ketahui tentang       dirinya. Dia mempunyai kesempatan bertahun-tahun jika memang       menginginkan hal itu. Dia memperlihatkan pertunjukan yang sama dengan       ayah dan kakeknya. 'Mari kita membangun tugu.' Mereka masing-masing       melakukan hal yang sama.
&quot;Saya tidak melihat bukti bahwa ekonomi sudah berubah kecuali       mengakui adanya ekonomi lain, yang memang diperlukan. Semua orang akan       meninggal jika 'ekonomi lain' itu tidak ada.&quot;
Jika Kim Jong-un sekarang benar-benar akan membangun negaranya, dia       memerlukan pencabutan sanksi. Dia membutuhkan perdagangan dan    penanaman    modal besar-besaran. Untuk meraih itu, Amerika Serikat dan    sekutunya    akan menuntutnya menghentikan 'senjata andalannya',   senjata  nuklirnya.    Apakah itu memang keinginannya sekarang?
Manusia roket perokok berat

Dini hari 4 Juli 2017, satelit mata-mata Amerika Serikat yang terbang        di atas Korea Utara, melihat kegiatan di lapangan udara di   Provinsi      Pyongan Utara. Pengangkut peluncur dengan 16 roda masuk ke   lapangan      udara. Peluru kendali besar diletakkan di atasnya.
Selama satu jam berikutnya, petugas intelijen AS menyaksikan peluru        kendali berdiri dan diisi bahan bakar, siap untuk diluncurkan. Ada     pria    yang sedang menghisap rokok, sangat dekat dengan roket penuh     bahan   bakar  yang mudah terbakar, kemungkinan besar adalah Kim     Jong-un.
Tidak lama setelah dini hari, mesin utama peluru kendali dihidupkan        dan terbang di langit, terbang hampir 3.000 km ke angkasa luar    sebelum     jatuh di Laut Jepang. Kim Jong-un sangat senang. Sejumlah    foto yang     disebarkan kemudian memperlihatkannya tertawa dan memeluk    beberapa     perwira senior militer. Dan di tangannya, terlihat   sebatang  rokok.
Pyongyang menyatakan roket tersebut adalah peluru kendali balistik        antarbenua baru yang dapat mencapai Amerika Serikat dan peluncuran    pada     tanggal 4 Juli itu adalah hadiah untuk Presiden Donald Trump.
Korea Utara terus menjalankan program nuklirnya, meskipun memakan        biaya besar biaya dan mereka menghadapi tekanan dunia agar hal   tersebut      dihentikan.
Setelah berkuasa di tahun 2011, Kim Jong-un dengan dramatis        meningkatkan program nuklir dan peluru kendali, melakukan lebih banyak        tes peluru kendali balistik dalam rentang waktu yang lebih pendek        dibandingkan ayahnya.
Tanggal 29 November tahun lalu menjadi puncaknya lewat peluncuran        peluru kendali baru yang besar, Hwasong 15. Kantor berita resmi Korea        Utara, KCNA, melaporkan peluru kendali baru ini dapat membawa  'hulu       ledak kelas berat' dan bisa dipakai untuk menyerang seluruh   daratan      Amerika Serikat.
KCNA melaporkan Kim Jong-un 'dengan bangga menyatakan sekarang        akhirnya kita telah merealisasikan langkah bersejarah merampungkan        kekuatan nuklir negara'.
Banyak pengamat asing setuju bahwa sekarang Kim dapat mendaratkan serangan di AS.
Ada jeda sekitar sebulan antara pernyataan itu dan pesan Tahun Baru        2018 Kim Jong-un di mana dia menawarkan pengiriman delegasi ke      Olimpiade   Musim Dingin di Korea Selatan.
Pesan tersebut dibaca banyak orang di dunia luar sebagai perubahan dramatis yang dilakukan Kim.
Sejumlah pertanyaan sangat penting tetap ada: Mengapa Kim begitu        berkeinginan mengembangkan senjata jarak jauh yang mampu mencapai AS?        Apakah kegunaan peluru kendali nuklirnya?
Bagaimana Anda menjawab berbagai pertanyaan ini akan menentukan        apakah Anda percaya bahwa Kim menginginkan 'hidup bersama secara damai'        dengan Korea Selatan, dan siap merundingkan diakhirinya program     nuklir    atau tidak.
Pada KTT baru-baru ini dengan Presiden Moon, Kim Jong-un mendesak        'penghapusan nuklir sama sekali di Semenanjung Korea' dan menjanjikan        penghentian tes penembakan rudal dan perlucutan fasilitas  pengujian       nuklir. Tetapi menurut ahli senjata nuklir Duyeon Kim,  dari Forum   Masa     Depan Semenanjung Korea, ini bukan berarti Kim  Jong-un siap   melucuti     secara sepihak, jauh dari itu.
&quot;Dia benar-benar mengatakan Korea Utara adalah sebuah kekuatan        nuklir,&quot; katanya. &quot;Itulah yang dinyatakan kekuatan nuklir canggih yang        bertanggung jawab. Mereka tidak lagi perlu melakukan tes setelah      menguji   enam nuklir. Jadi Kim Jong-un sedang memperbaiki citranya,      ikut serta   dalam KTT, dipandang sebagai pimpinan negara kuat, pada      posisi sejajar   dengan Amerika Serikat.&quot;
Terdapat pandangan umum bahwa kekuatan senjata militer Korea Utara        adalah untuk pertahanan. Dinasti Kim menyaksikan jatuhnya Saddam     Hussein    dan Kolonel Gaddafi dan memutuskan nuklir adalah satu-satunya     cara    untuk menghentikan 'perubahan rezim' yang didesakkan oleh     Amerika    Serikat.
Para pengamat yang berpandangangan seperti ini mengatakan baik Kim        Jong-un, maupun ayahnya, tidak memerlukan rudal balistik antarbenua        untuk melindungi diri. Salah satunya adalah Profesor Brian Myers   dari      Universitas Dongseo di Busan.
Lewat sebuah pidato baru-baru ini di Royal Asiatic Society, dia        mengatakan, &quot;Ketidakmampuan kita menghentikan rezim ini memiliki  senjata       nuklir menunjukkan hal ini tidaklah penting untuk  melindungi. Jika       Korea Utara tanpa nuklir sama rentannya dengan  Libia tanpa itu,  maka      negara itu paling tidak sudah dibom pada  tahun 1998.&quot;
Alasan ini tidak terjadi karena kerapuhan Korea Selatan dalam        melancarkan serangan balik. Ibu kota Seoul, yang hanya berjarak 50 km        dari DMZ, masuk dalam jangkauan artileri Korea Utara.
Jadi jika Anda sepakat bahwa peluru kendali nuklir Kim tidak diperlukan untuk membela diri, lantas apa kegunaannya?
Jawabannya menurut Duyeon Kim adalah untuk meraih apa yang disebut        sebagai pemisahan, mencegah Amerika Serikat memberikan bantuan ke    Korea     Selatan jika Pyongyang memutuskan 'bergabung menjadi satu    negara    Korea'.
&quot;Berdasarkan pernyataan terbuka Korea Utara, tindakan mereka dan        pernyataan pribadi para pejabat mereka, sepertinya senjata nuklir        digunakan untuk mencegah dan sekaligus untuk memaksakan penggabungan        kembali (dua Korea). Ini adalah sesuatu yang mereka sampaikan baik        secara terbuka maupun diam-diam.&quot;
Myers sepakat bahwa senjata nuklir Kim adalah untuk reunifikasi, tetapi tidak harus dengan menggunakan kekerasan.
&quot;Korea Utara memerlukan kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat         dengan menggunakan senjata nuklir, untuk menekan kedua musuh agar         menandatangani kesepakatan damai. Ini adalah satu-satunya hal besar    yang      diinginkan.
&quot;Kesepakatan dengan Washington akan mensyaratkan penarikan pasukan AS         dari Semenanjung Korea. Langkah selanjutnya, seperti yang sering         dijelaskan Pyongyang, adalah sejenis konfederasi Utara-Selatan   yang       telah diusung sejak tahun 1960. Kita akan sangat naif jika   tidak       mengetahui apa yang akan terjadi.&quot;
Pemikiran bahwa Korea Utara yang miskin dan terbelakang akan         melakukan penggabungan dengan Korea Selatan yang modern, kaya dan lebih         maju militernya sepertinya tidak masuk akal, dan kemungkinan   memang       seperti itu adanya.
Tetapi Bradley K Martin mengatakan, betapa pun itu tidak mungkinnya, hal ini tetaplah tujuan Pyongyang.
&quot;Saya selalu meyakini penggabungan kembali adalah tujuan utama         mereka,&quot; katanya. &quot;Banyak orang mengatakan mereka telah meninggalkannya         sejak lama, mereka sadar akan ketidakmampuannya. Mereka  menganggap        rendah kepercayaan diri yang dapat Anda ciptakan jika  diperoleh     dukungan    semua orang. Jika Anda menerapkan sistem  propaganda dalam      kediktatoran   satu orang, Anda dapat meyakinkan  orang bahwa mereka      dapat melakukan  apa  pun.&quot;
Mengejek sang pemimpin
Saya seharusnya sudah menempuh setengah perjalanan menuju Beijing.         Tetapi saya sekarang duduk di sebuah ruangan menjemukan di sebuah     hotel     di Pyongyang. Di dinding terdapat foto Kim Il-sung dan Kim     Jong-il     menatap ke bawah.
Sekarang, ekspresi mereka terlihat jahat.
Saya bingung, kaget. Di seberang meja, seorang pria kurus berwajah         keriput karena bertahun-tahun merokok, menatap dengan wajah    mengancam.
&quot;Ini semua akan segera berakhir dan Anda dapat pulang,&quot; katanya,         memutar-mutar rokok yang belum dihidupkan di tangan kanannya. &quot;Jika    Anda      mengakui kejahatan dan meminta maaf, semua hal ini akan    selesai.   Jika    Anda menolak, situasinya akan makin runyam.
Satu jam sebelumnya, saya berada di bandara Pyongyang bersiap-siap         terbang ke Beijing. Sekarang saya ditanyai selama berjam-jam,         kemungkinan akan berhari-hari.
Kejahatan saya, menurut si penanya, adalah 'menghina pemimpin negara, Kim Jong-un'. Tiba-tiba saja saya menjadi sangat khawatir.
Ini adalah pelanggaran serius. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa         didakwa menghina Kim Jong-un. Tetapi pertanyaan ini menjadi tidak         penting. Saya sudah diputuskan bersalah. Sekarang sang interogator    harus      mendapatkan pengakuan saya.
Menjelang malam ada perubahan tim dan ancaman semakin menakutkan. Interogator baru menatap dengan mata dingin dan kejam.
&quot;Saya yang menyelidiki Kenneth Bae,&quot; katanya. &quot;Anda tahu kan maksud saya?&quot;
Saya paham. Kenneth Bae adalah pastor Amerika asal Korea yang dihukum         15 tahun kerja paksa oleh Korea Utara. Dia menjalaninya selama   735      hari  sebelum dicapai kesepakatan untuk membebaskannya.
Interogasi yang saya alami menakutkan tetapi juga mirip mimpi. Saya         diundang ke Pyongyang untuk meliput kunjungan tiga pemenang Hadiah         Nobel. Kemudian saya ditahan dan diancam hukuman penjara karena    rezim      yang berkuasa tidak menyukai tulisan saya.
Saya 'telah gagal memahami' undangan yang saya terima untuk meliput         ke Korea Utara: tidak mempertanyakan versi kebenaran Korea Utara    yang      mereka sampaikan untuk dunia luar. Saya telah melakukan     pelanggaran,     saya telah menjadi musuh.
Beberapa minggu kemudian di Seoul seorang pembelot senior Korea Utara menjelaskan.
&quot;Kejahatan Anda bukan hanya karena mengkritik Kim Jong-un, tetapi         tempat di mana Anda melakukannya,&quot; katanya. &quot;Yaitu di ibu kotanya         sendiri.&quot;
Dia yakin satu-satunya orang yang dapat memenjarakan dan membebaskan saya adalah Kim Jong-un.
&quot;Anda sangat beruntung bisa keluar,&quot; katanya.
Profesor Paik Hak-soon adalah direktur Center for North Korean         Studies, Sejong Institute, Korea Selatan. Dia juga berpikir saya         beruntung dapat dibebaskan 'hanya' dengan pengusiran.
&quot;Jati diri Kim adalah sebagai seorang raja,&quot; katanya. &quot;Harga dirinya         tidak mengizinkan adanya kritik atau oposisi. Orang atau negara    yang      mempertanyakan atau menentangnya, sudah pasti akan dihukum.&quot;
Korea Utara memiliki sejarah panjang penahanan orang asing karena         pelanggaran kecil. Kim Jong-un terutama terkenal karena hal ini.   Sejak       tahun 2011, 12 warga asing dan empat warga Korea Selatan   ditahan       Pyongyang.
Tiga bulan sebelum penahanan saya, pada tahun 2016 seorang wisatawan         Amerika, Otto Warmbier, dihukum 15 tahun kerja paksa karena   mencuri       poster propaganda dari dinding sebuah hotel. Hukumannya   dipandang    tidak    sebanding dengan dugaann kejahatannya.
Warmbier pada akhirnya dikembalikan ke AS karena mengalami cedera         otak yang parah, dan meninggal beberapa hari kemudian. Banyak   pengamat       memandang kasusnya ini tidak biasa. Tahanan Amerika   jarang disiksa       secara fisik - karena terlalu berharga.

Bagi Pyongyang, tahanan AS adalah pion permainan diplomatik. Mereka         memaksa pemerintah Amerika untuk melakukan perundingan panjang dan         akhirnya mengirim utusan tokoh terkenal untuk memastikan   terjadinya       pembebasan secara fisik. Mantan Presiden AS Jimmy   Carter adalah  salah      satunya. Tahun 2009 mantan Presiden Bill   Clinton mengunjungi   Pyongyang     untuk membawa pulang dua wartawan   Amerika yang ditahan.
David Straub, pensiunan diplomat AS, mendampingi Bill Clinton pada kunjungan tersebut.
&quot;Pihak Korea Utara pada dasarnya mendesak kedatangan Bill Clinton dan         itulah satu-satunya cara untuk mengembalikan kedua wartawan,&quot;       katanya.   &quot;Jelas bahwa Korea Utara hanya menginginkan foto Kim  Jong-il      dengan  Bill  Clinton, sehingga mereka dapat menunjukkan  kepada      rakyatnya dan  dunia,  dan merasa puas karena dapat memaksa  Amerika      untuk mematuhi  kemauannya.&quot;
Tetapi apa yang benar-benar diinginkan Kim Jong-un bukan seorang         mantan presiden. Dia menginginkan pejabat yang sebenarnya, ia         menginginkan presiden Amerika yang masih menjabat.
Pada 9 Mei, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo          tiba di Pyongyang, lawatan keduanya dalam waktu kurang dari satu       bulan.    Dia bertemu Kim Jong-un dan tiga warga AS yang dipenjara    Korea       diserahkan kepadanya.

Orang yang paling lama ditahan adalah Kim Dong-chul, pengusaha          Amerika keturunan Korea berusia 65 tahun yang dipenjara selama 952  hari         di Korea Utara. Presiden Trump meminta ketiganya dibebaskan    sebagai       persyaratan KTT dengan Kim Jong-un.
Sementara dia menyalami tahanan yang dibebaskan di Lapangan Angkatan          Udara Andrews, presiden AS mengatakan, &quot;Kami ingin mengucapkan      terima     kasih kepada Kim Jong-un, yang telah memperlakukan tiga   orang    ini   dengan   sangat baik.&quot;
Hiperbol seperti ini menunjukkan besarnya keinginan Presiden Trump          untuk mengadakan KTT pertama dengan pemimpin Korea Utara. Kim    Jong-un       hampir meraih tujuannya.
</description><content:encoded>CUACA sungguh sangat dingin di Pyongyang pada 28 Desember 2011.
Salju turun dengan lebat saat mobil Lincoln Continental warna hitam bergerak perlahan melalui jalan-jalan kota.
Di atapnya diletakkan peti jenazah berhiaskan karangan bunga krisantemum putih. Di dalamnya terdapat jasad Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-il.
Kerumunan orang berpakaian gelap berdiri di sepanjang jalan. Para tentara tampak harus menenangkan orang-orang yang menangis histeris seraya memukul dada dan berteriak &quot;Bapak, Bapak&quot;.
Di samping mobil, berjalan anak laki-laki dan penerus diktator yang meninggal, Kim Jong-un. Umurnya baru 27 tahun, dia terlihat terbawa suasana. Beberapa kali dia menangis saat upacara pemakaman berlangsung.
BACA JUGA: Kim Jong-un Gunakan Paspor Brasil untuk Ajukan Visa ke Negara Barat
Tepat di belakangnya, berjalan berapa laki-laki tua yang dikenal sebagai para petinggi pemerintah, para pemegang kekuasaan di Pyongyang. Setidaknya itulah anggapan orang-orang.
Di tahun 1950-an, kakek Kim Jong-un, Kim Il-sung memulai keunikan di dunia komunis: kepemimpinan berdasarkan garis keturunan laki-laki di Korea Utara.
Selama hampir 20 tahun, Kim mempersiapkan anak laki-laki tertuanya, Kim Jong-il, untuk menjadi penggantinya. Ke mana dia pergi, putra mahkotanya ada di sampingnya.
Pada tahun 1994, ketika tokoh tua tersebut meninggal dunia, Kim Jong-il langsung berkuasa. Tetapi ketika dia tiba-tiba meninggal tahun 2011, tak ada yang siap menggantikannya karena proses magang untuk menjadi Pemimpin Tertinggi Korea Utara bahkan belum dimulai.
Bisa dipahami banyak pengamat memperkirakan dinasti ini akan segera runtuh, analisis yang terbukti keliru.
Beberapa bulan setelah pemakaman Kim Jong-il, Kepala Staf Umum Ri Yong-ho dan Menteri Pertahanan Kim Yong-chun dipecat. Sampai sekarang tidak seorang pun tahu di mana Ri.
Lalu pada Desember 2013, Kim Jong-un mengambil langkah dramatis. Pamannya sendiri, Chang Song-thaek, diciduk dari rapat partai atas tuduhan makar dan kemudkian dieksekusi.
Sejumlah laporan yang belum bisa dikukuhkan bahkan menyebutkan senjata antipesawat tempur digunakan untuk membunuh Chang Song-thaek.
Dari 2012 sampai 2016, Kim melakukan aksi pembersihan besar-besaran di Korea Utara, yang terbesar sejak zaman kakeknya. Institut Strategi Keamanan Nasional Korea Selatan mengatakan 140 perwira senior di tubuh militer dan pejabat pemerintah dieksekusi. Sekitar 200 orang lainnya dipecat atau dijebloskan ke penjara.
Kim Jong-un melenyapkan siapa pun yang menghalanginya, menggantikan mereka dengan kader-kader muda yang setia mendukungnya. Anak-anak muda ini dipimpin langsung oleh kakak perempuannya sendiri, Kim Yo-jong, yang pada 2017 diangkat menjadi anggota Politbiro pada usia 30 tahun.Sekarang, tak seorang pun meragukan lagi siapa yang memegang kuasa di  Pyongyang: Kim Jong-un adalah Pemimpin Tertinggi Korea Utara.
Minum teh di jembatan
Sore yang hangat pada April 2018. Kim Jong-un duduk di jembatan kayu  di wilayah zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan  Korea Selatan.
Enam tahun berlalu sudah, sejak hari yang sangat dingin di Pyongyang.
Kim menghirup teh dan mendengarkan dengan serius apa yang disampaikan  Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Pertemuan disiarkan langsung ke  seluruh dunia, namun tidak ada yang tahu apa persisnya yang dibicarakan  Kim Jong-un dan Moon Jae-in.
Selama kurang lebih setengah jam, banyak orang di dunia terpana  menonton 'pembicaraan bisu' tersebut, berusaha menerjemahkan bahasa  tubuh mereka.

Ini adalah perkembangan dramatis. Hanya beberapa bulan sebelumnya,  Kim melakukan uji penembakan peluru kendali ke arah Jepang dan mengancam  akan menyerang Seoul dan Amerika Serikat.
Sekarang dia duduk, tersenyum, perhatiannya tersita dalam perbincangan dengan musuh terbesarnya.
Bagaimana Anda bisa memahami pertemuan yang diikuti oleh laki-laki yang siap membunuh pamannya sendiri?
Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in menyisakan banyak pertanyaan.  Apa yang Kim inginkan? Apakah ini sekedar gertak sambal, sebelum ia  melancarkan serangan? Atau apakah Kim sekarang memang akan mengambil  arah yang berbeda dengan sang kakek dan sang ayah?
Jenderal kecil
Saat itu tahun 1992 dan di sebuah villa di Pyongyang sedang  berlangsung pesta ulang tahun khusus untuk seorang anak laki-laki  berumur delapan tahun. Dari sekian banyak hadiah untuknya, ada satu hal  yang tampak mencolok.
Seragam jenderal. Bukan mainan, tetapi pakaian yang sebenarnya.  Memang ukurannya lebih kecil tetapi tetap barang asli seragam jenderal  Angkatan Bersenjata Rakyat Korea.
Orang-orang lain, jenderal-jenderal lain yang jauh lebih tua tiba di  pesta dan membungkuk di depan anak laki-laki itu. Bocah itu bernama Kim  Jong-un.
Cerita tentang bagaimana anak delapan tahun ini menjadi &quot;Jenderal  Kim&quot; disampaikan kembali kepada Washington Post lewat sebuah wawancara  dengan tante Kim, Ko Yong-suk, di tahun 2016.
Hampir dua puluh tahun sebelumnya Ko Yong-suk dan suaminya membelot ke Barat. Mereka sekarang tinggal di luar New York.
Dalam wawancara, Ko mengatakan pesta ulang tahun tersebut membuatnya   yakin Kim Jong-un telah dipilih menjadi pengganti ayahnya Kim Jong-il.
&quot;Adalah tidak mungkin baginya untuk tumbuh sebagai manusia biasa   karena orang-orang di sekitar memperlakukannya seperti itu,&quot; kata Ko.
Beberapa tahun kemudian, Ko Yong-suk ditugaskan untuk mendampingi Kim   Jong-un ketika ayahnya memasukkannya ke sekolah swasta di Swiss.
Ko Yong-suk menggambarkan Kim sebagai seorang remaja yang mudah marah dan sombong.
&quot;Dia bukan orang yang suka bikin masalah, tetapi dia mudah marah dan   tidak toleran. Ketika ibunya marah karena ia terlalu banyak bermain dan   kurang belajar, dia tidak menjawab, tetapi dia akan protes dengan   melakukan mogok makan.&quot;
Lewat peristiwa-peristiwa kecil seperti inilah kita mengetahui masa   kecil Kim Jong-un. Memang tidak terlalu banyak untuk bisa mengetahui   gambaran tentang dirinya dan mengapa dia dipilih menggantikan ayahnya,   bukannya kakak laki-lakinya Kim Jong-chol dan kakak tirinya Kim   Jong-nam.

Orang pertama yang meramalkan bahwa Kim Jong-un kelak akan menjadi   pemimpin Korea Utara adalah chef atau juru masak sushi Jepang yang   dikenal dengan nama samaran Kenji Fujimoto.
Pada 1990-an, tiba-tiba saja Fujimoto masuk ke lingkaran dalam Kim.   Dia mendapat tugas memasak makanan Jepang untuk Kim Jong-il. Fujimoto   menggambarkan Kim Jong-un kecil sebagai 'teman bermainnya'.
Tahun 2001, Fujimoto kembali ke Jepang dan menerbitkan kisahnya     berada di keluarga penguasa Korea Utara. Di dalam buku itu dia     menceritakan pertemuan pertama dengan Kim Jong-un dan kakak     laki-lakinya, Kim Jong-chol.
&quot;Pertama kali saya bertemu kedua pangeran muda, mereka mengenakan     seragam militer. Mereka berjabat tangan dengan para staf. Tetapi ketika     menyalami tangan saya, Pangeran Kim Jong-un menatap dingin.  Sepertinya    dia mengatakan, 'Kami benci orang Jepang seperti kamu'.  Saya tidak  akan   pernah melupakan tatapan tajamnya. Saat itu, dia  berumur tujuh  tahun.&quot;
Di buku keduanya, yang terbit pada 2003, Fujimoto menulis:
&quot;(Orang-orang mengatakan) Kim Jong-chol besar kemungkinan akan     menjadi pengganti (Kim Jong-il). Tetapi saya sangat meragukan pandangan     itu. Kim Jong-il sering mengatakan, 'Jong-chol tidak bagus, dia   seperti   anak perempuan'. Jong-un, pangeran kedua, adalah anak   kesayangan Kim   Jong-il. Jong-un sangat mirip ayahnya. Badannya mirip   bapaknya.&quot;
Fujimoto juga menulis, meski semua isyarat menunjukkan Kim Jong-un     disiapkan menjadi pemimpin masa depan, sang ayah tak pernah mengirim     sinyal ini secara terbuka ke rakyat Korea Utara.
Ini adalah sebuah ramalan yang menakjubkan. Saat itu Kim Jong-un     belum diperkenalkan ke rakyat Korea Utara, apalagi ke dunia. Sebagian     besar kehidupan masa kecilnya masih dirahasiakan.Pertarungan dalam dinasti
Ketika Choi Min-jun berumur 14 tahun, dia terpilih untuk bergabung ke    unit paling elite di tubuh militer Korea Utara, Komando Pengawal    Tertinggi. Sekarang dia tinggal di di Korea Selatan dengan nama palsu    setelah memutuskan untuk membelot dan meninggalkan Korea Utara.
Baru-baru ini ada kesempatan untuk melihat lebih dekat unit rahasia    yang bertugas melindungi dinasti kerajaan Korea Utara. Ketika Kim    Jong-un tiba di KTT dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada bulan    April, sekelompok pengawal jangkung berseragam terekam berlari di    samping limosin Mercedes-nya.
Mereka ini adalah bagian dari kelompok inti Komando Pengawal    Tertinggi, unit paling elite dari kelompok-kelompok yang ada di puncak    kekuasaan.
Choi Min-jun gagal menjadi anggota unit karena postur badannya tidak    cukup tinggi. Alasan yang lebih kuat sebenarnya bukan soal tinggi   badan,  dia tidak berasal dari kelas elite.
&quot;Saya tidak dilahirkan di kelompok teratas masyarakat,&quot; kata Choi    kepada saya, &quot; jadi, saya tidak akan bertugas menjadi pengawal pribadi    Pemimpin Tertinggi. Saya ditugaskan di unit petempur.&quot;
Meskipun menyatakan diri sebagai negara sosialis, Korea Utara    memiliki sistem kasta yang rumit dan kaku, yang mengelompokkan setiap    orang berdasarkan keturunannya. Ini biasa disebut Songbun.
Situs NKNews mengartikan Songbun sebagai membagi penduduk ke dalam    beberapa kelompok, berdasarkan tindakan dan status keluarga ayah saat    zaman penjajahan Jepang dan Perang Korea. Songbun menentukan apakah    seseorang diizinkan tinggal di ibu kota, pekerjaan yang diberikan dan    jenis pendidikan yang dapat diterima.
Yang lebih penting lagi, status Songbun tidak bisa diubah. Jika kakek    Anda berperang melawan Jepang saat pendudukan Korea, maka Anda    dipandang 'setia'. Jika Anda bekerja untuk penjajah Jepang, Anda adalah    seorang 'musuh' dan status Anda ini akan berlaku selamanya.
Keluarga Choi sendiri adalah petani. Mereka tidak pernah bekerja      untuk Jepang, tetapi juga tidak menentang mereka. Dan karena itulah Choi      ditempatkan di unit petempur. Dengan status ini, ia masih dianggap      'setia'.
&quot;Di Korea Utara, Anda dicuci otak sejak kecil,&quot; katanya. &quot;Saya diajarkan bahwa keluarga Kim adalah dewa. Dan saya meyakininya.
&quot;Ketika Kim Il-sung menyampaikan pidato tahun barunya dan mengatakan      tahun ini kita harus menambang lebih banyak batu bara, saya    mengatakan,   'Saya akan ke pertambangan!' Saya sebegitu naif dan setia    kepada   keluarga Kim.&quot;
Choi kemudian mengetahui keberadaan Komando Pengawal Tertinggi yang      sejatinya dibentuk untuk melindungi keluarga Kim dari rakyatnya    sendiri,   bukan dari musuh asing.
&quot;Bagi keluarga Kim, semua orang berpotensi menjadi musuh,&quot;  katanya     kepada saya. Militer Korea Utara, Kementerian Staf Umum,  Kementerian     Angkatan Bersenjata, mereka semua bisa menjadi musuh.&quot;
Choi dilatih untuk tidak mempercayai siapa pun, bahkan orang tuanya sendiri.
Kecurigaan yang tak berdasar di keluarga Kim makin besar dan ini      diikuti dengan penambahan jumlah personel pasukan keamanan pribadinya.
&quot;Ketika keluarga Kim menyaksikan runtuhnya blok Timur dan Uni Soviet,      mereka kaget,&quot; katanya. &quot;Mereka menambah jumlah anggota Komando      Pengawal Tertinggi. Sekarang anggotanya hampir 120.000 tentara.&quot;Seperti keluarga kerajaan abad pertengahan, rezim Kim iri terhadap kekuasaan musuh-musuhnya di dunia.
Dan seperti banyak keluarga kerajaan lainnya, mereka kadang-kadang membunuh untuk melindungi posisi mereka.
Saudara laki-lakinya
Pada tanggal 12 Februari 2017, sekelompok orang berkumpul di sebuah     rumah makan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Mereka datang untuk     merayakan ulang tahun ke-25 perempuan Indonesia, Siti Aisyah. Video  yang    direkam dengan telepon genggam milik salah seorang temannya     memperlihatkan Siti sedang tertawa, meniup lilin dan bernyanyi.

Dalam kesempatan ini, Siti Aisyah menyampaikan kabar gembira kepada     teman-temannya bahwa ia mendapatkan pekerjaan pada sebuah acara  realita    TV. Akhirnya dia dapat keluar dari tempat permandian nista  Kuala   Lumpur.  Teman-temannya bersulang, &quot;Kamu akan menjadi bintang!&quot;
Pagi berikutnya di bandara Kuala Lumpur, Siti Aisyah melihat     sasarannya, seorang pria botak, memakai kaos biru dan jaket sport. Saat     dia mendekati bagian check-in Siti mendekat dan menyiram mukanya.
&quot;Apa yang kau lakukan?&quot; katanya dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah.
&quot;Maaf,&quot; kata Siti yang segera melarikan diri.
Berdasarkan penuturannya - yang membuatnya didakwa melakukan     pembunuhan oleh pemerintah Malaysia - ini semua hanyalah olok-olok atau     lucu-lucuan untuk acara TV.
Di sebuah kafe, hanya berjarak beberapa meter, duduk sekelompok agen     Korea Utara. Mereka sepertinya puas karena misi mereka telah rampung.     Rekaman CCTV memperlihatkan mereka berjalan ke gerbang keberangkatan   dan   menaiki penerbangan ke Dubai.
Pria gemuk tersebut mulai merasa tidak enak. Wajahnya gatal dan sulit     bernafas. Dalam beberapa menit kemudian dia pingsan di kursi. Staf     bandara memanggil ambulans.
Sementara kendaraan itu dikemudikan dengan cepat menembus Kuala Lumpur, paru-parunya dipenuhi larutan dan dia meninggal dunia.
Paspor pria ini menyebutkannya sebagai diplomat Korea Utara bernama     Kim Chul. Pria yang meninggal itu sebenarnya adalah Kim Jong-nam,  kakak    tiri Kim Jong-un.
Kim Jong-nam meninggal karena VX, racun syaraf yang sangat kuat.     Sebutir pasir saja dari racun ini sudah cukup untuk membunuh seseorang.
Yang dialaminya adalah pembunuhan yang kurang ajar - meskipun Korea     Utara menyangkal terlibat - semua bukti sepertinya mengarah kepada  adik    tirinya di Pyongyang. Tetapi apa motifnya?
Ayah mereka, Kim Jong-il, memiliki kehidupan percintaan yang rumit.     Dia memiliki dua istri resmi dan paling tidak tiga simpanan. Kim   Jong-il   menjadi ayah lima anak. Kim Jong-nam adalah anak dari selir   pertama   Song Hye-rim.
Kim Jong-un adalah anak laki-laki termuda dari selir kedua Ko     Yong-hui, mantan aktris kelahiran Jepang. Kim Jong-il merahasiakan semua     selir dan anak-anak mereka. Mereka hidup di villa rahasia, terpisah     dari masing-masing. Meskipun memiliki ayah yang sama, Kim Jong-nam  dan    Kim Jong-un tidak pernah bertemu.
Sebagai anak laki-laki tertua, Kim Jong-nam sejak lama dipandang     sebagai orang yang berpeluang besar menjadi pengganti Kim Jong-il.     Tetapi pada tahun 2001, dia ditangkap karena berusaha memasuki Jepang     dengan menggunakan paspor palsu. Dia berencana mengunjungi Disneyland     Tokyo.
'Putra mahkota' Korea Utara itu terekam dalam video, digiring ke     pesawat dan dideportasi. Bagi ayahnya, ini adalah sebuah penghinaan yang     tidak bisa dimaafkan. Kim Jong-nam dicabut dari daftar penerus dan     diasingkan ke Cina. Tapi, benarkah seperti ini alur ceritanya?
Pertanyaan ini layak diajukan karena episode ini bukan menggambarkan keseluruhan cerita.
Wartawan Jepang Yoji Gomi adalah satu dari segelintir orang yang     mengenal dekat Kim Jong-nam. Ia beberapa kali bertemu dengan Kim     Jong-nam di Beijing dan Makao. Dari penuturan Gomi kita tahu kehidupan     Kim Jong-nam, meski tidak secara utuh.
&quot;Kim Jong-nam dikeluarkan dari daftar suksesi sebelum peristiwa Disneyland Tokyo,&quot; kata Gomi kepada saya.
Gomi mengatakan keretakan hubungan dimulai setelah Kim Jong-nam     kembali dari sekolah asrama di Swiss pada akhir tahun 1980-an.     Pengalaman hidup di Eropa selama sembilan tahun sangat mempengaruhinya.
Di tahun 1990-an, Korea Utara mengalami kelaparan parah yang     dinamakan &quot;mars kesulitan&quot;. Keruntuhan dukungan ekonomi setelah     berakhirnya Uni Soviet, dan sejumlah banjir parah, membuat negara itu     tak memiliki persediaan pangan yang mencukupi. Dalam empat tahun,     sekitar satu sampai empat juta orang meninggal karena penyakit dan     kekurangan gizi.
Menurut Gomi, Kim Jong-nam menginginkan ayahnya mengubah sistem      ekonomi Korea Utara. Dia menghendaki reformasi ala Cina, yang      memungkinkan terjadinya sejumlah reformasi pasar dan properti pribadi.
&quot;Kim Jong-il sangat marah kepadanya,&quot; kata Gomi. &quot;Dia mengatakan Kim      Jong-nam harus mengubah pemikirannya atau dia harus pergi keluar      Pyongyang.&quot;
Wartawan Bradley K Martin setuju dengan pandangan Gomi. Dia menulis      biografi penting tentang dinasti Kim, melalui karya besar berjudul    Under   the Loving Care of the Fatherly Leader.
&quot;Kim Jong-nam ditolak bukan karena dia pergi ke Disneyland,&quot; katanya.      Kasus itu mungkin hanya dalih. &quot;Saya pikir ayahnya tidak malu   (akibat    kasus Disneyland Tokyo). Saya pikir Kim Jong-nam membicarakan    berbagai   hal terkait kebijakan dan perlunya perubahan, dan ayahnya    tidak suka.&quot;
Kim Jong-nam diasingkan ke Beijing.
Pewaris berikutnya seharusnya adalah anak laki-laki tengah Kim      Jong-il, Kim Jong-chol. Tetapai sepertinya dia tidak pernah      dipertimbangkan secara serius. Dia malahan memilih anak laki-laki      terkecilnya, Kim Jong-un.
&quot;Dia dipilih ayahnya karena dia adalah yang paling kejam dan jahat di antara anak laki-lakinya,&quot; kata Martin.

Dengan kata lain Kim Jong-un memiliki kemungkinan yang lebih besar      untuk meneruskan kelangsungan hidup dinasti dan mempertahankan bisnis      keluarga.
Dan dia memang memperlihatkan kekejamannya. Begitu Kim Jong-il      meninggal dan Kim Jong-un mengambil alih, saudara tirinya mulai gelisah,      kata Gomi.
&quot;Setelah Kim Jong-il meninggal, Kim Jong-nam tiba-tiba merasa tidak      aman. Terakhir kali kami berhubungan adalah pada bulan Januari 2012.      Saat itu Kim Jong-nam mengatakan kepada saya, 'Saudara laki-lakiku  dan     dinasti Kim akan melakukan suatu hal yang membahayakan diriku.&quot;
Martin percaya Kim Jong-un berada di balik pembunuhan kakaknya.
&quot;Ini sama dengan pembunuhan (pamannya) Chang Song-thaek,&quot; katanya.      &quot;Chang dituduh merencanakan kudeta. Kita (media Barat) tidak      memperhatikannya. Kemudian Kim Jong-un menyasar saudara laki-lakinya.      Kami memiliki sejumlah laporan yang menyebutkan Chang pergi ke Cina  dan     mengatakan, 'Mari habisi Kim Jong-un dan menggantinya dengan Kim      Jong-nam'. Kim memandang, 'Paman dan kakak laki-laki saya berencana      menentang saya dan bersekongkol dengan Cina.' Ini alasan yang  kuat.&quot;
Itu hanyalah sebuah teori, tetapi kesimpulan selanjutnya sulit dibantah.
&quot;Sekarang tidak ada lagi ancaman terhadap kekuasaan Kim Jong-un. Penentang dari dalam sudah hilang.&quot;
Kim Jong-un sekarang menjadi penguasa tertinggi. Tetapi apa yang sebenarnya diinginkannya dari negaranya yang kecil dan miskin?
Perjalanan
Pada musim panas tahun 1998, Kim Jong-un kembali ke Korea Utara,      karena sekolahnya di Swiss libur. Dia sedang di rumah keluarga besar di      pantai dekat Wonsan.
Dia berada di kereta untuk kembali ke ibu kota Pyongyang. Duduk      bersamanya, sambil mengamati desa dan sawah, adalah juru masak asal      Jepang Kenji Fujimoto.
Dalam buku yang terbit pada 2003, Fujimoto menulis bahwa Kim Jong-un      mengatakan kepadanya, &quot;Fujimoto, negara kita terbelakang di bidang      teknologi industri, bahkan dibandingkan negara-negara Asia lainnya.   Kita    masih mengalami mati listrik.&quot;
Dia mengatakan Kim kemudian membandingkan keadaan Korea Utara dengan China.
&quot;Saya dengar China telah berhasil dalam banyak hal. Jumlah penduduk      kita 23 juta orang. Rakyat China jumlahnya lebih satu miliar. Bagaimana      mereka dapat memasok listrik? Pastinya sulit menghasilkan cukup   pangan    bagi satu miliar orang. Kita perlu mengikuti contoh mereka.&quot;
Jika cerita Fujimoto benar, maka Kim Jong-un telah menyampaikan      pemikiran yang sebenarnya tidak pantas berdasarkan sistem yang berlaku      di Korea Utara.
Sejak 1955, ideologi penuntun Korea Utara adalah Juche. Kata yang        sering kali diterjemahkan sebagai 'kemandirian'. Ini adalah  &quot;sumbangan       terbesar&quot; Kim Il-sung terjadap pemikiran  Marxist-Leninist. Ada  tugu      peringatan besar Juche di bantaran  selatan Sungai Daedong di   Pyongyang.     Orang-orang diminta untuk  tidak meremehkan tugu ini.
Tetapi Juche adalah sebuah mitos. Korea Utara tidak mandiri dan        memang tidak pernah mandiri. Dalam 40 tahun pertama negara ini nyaris        100% bergantung kepada dukungan ekonomi Moskow. Ketika Uni Soviet        runtuh, ekonomi Korea Utara yang dikendalikan pemerintah juga  ambruk  dan      rakyatnya kelaparan.Di tengah kelaparan, rakyat Korea Utara mulai berdagang. Dari       kekacauan dan keruntuhan pada 1990-an, muncul ekonomi baru. Tidak diatur       dan secara resmi tidak diakui, tetapi bisa membantu rakyat Korea     Utara   bertahan hidup.
Pengaruh ekonomi 'tidak resmi' ini jelas terasa saat saya mewawancarai seorang pembelot muda di Seoul pada 2012.
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye baru saja memerintahkan       penutupan Kawasan Industri Kaesong di seberang daerah demiliterisasi       (DMZ) Korea Utara.
&quot;Ketika saya mendengar berita itu, saya menghubungi ayah dan       memintanya untuk pergi ke China dan membeli Choco Pies,&quot; kata pembelot       muda itu kepada saya.
Ini membuat saya bingung.
&quot;Maaf,&quot; kata saya,&quot;Ayah Anda di mana?&quot;
&quot;Di Korea Utara,&quot; katanya.
&quot;Bagaimana Anda menghubunginya?&quot; tanya saya.
Ayahnya ternyata memiliki kartu sim Cina. Ini melanggar hukum dan       berbahaya, tetapi yang melakukannya. Sekali seminggu dia mengunjungi       perbatasan Cina, menghubungkan telepon genggam ke jaringan seluler   Cina     dan anak laki-lakinya bisa meneleponnya.
&quot;Dan apa hubungannya dengan Choco Pies?&quot; saya bertanya.
Perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Kawasan       Industri Kaesong membayar sebagian upah pekerja Korea Utara dalam bentuk       produk Korea Selatan. Salah satu yang paling digemari adalah Choco       Pies.
Produk ini sangat populer sehingga menjadi mata uang pasar gelap di       Utara. Sekarang Kawasan Kaesong ditutup, harga Choco Pies di pasar     gelap   meroket. Jadi dia mengatakan kepada ayahnya untuk pergi ke  Cina    dan   membawa sebanyak mungkin kardus berisi Choco Pies.
Akan sangat menguntungkan jika punya banyak persediaan Choco Pies ini.
Di sebuah gereja di pinggiran Seoul, saya bertemu seorang pembelot       yang sangat berbeda. Tubuhnya pendek dengan bahu lebar dan berotot,    gigi    ompong, dan logat kental sehingga penerjemah Korea Selatan pun    sulit    memahaminya.
&quot;Saya seorang penyelundup,&quot; katanya.
Dia menceritakan bagaimana komplotannya menyuap pengawal perbatasan       Korea Utara agar membiarkan sebagian daerah perbatasan tidak dijaga     pada   malam hari. Mereka kemudian melintas ke Cina membawa kepingan     logam  dan  mineral berharga.
&quot;Apa yang Anda selundupkan balik?&quot; saya bertanya.
&quot;Semua hal, makanan, pakaian, DVD, obat, barang porno,&quot; katanya. &quot;Obat dan pornografi berbahaya.&quot;
&quot;Apa yang paling berbahaya yang diselundupkan ke luar Korea Utara?&quot; saya bertanya.
&quot;Jika Anda mengambil logam dari patung Kim, Anda akan ditembak,&quot; katanya.
Barang impor dan selundupan dari Cina diperdagangkan di pasar-pasar besar yang muncul di beberapa kota.
Ini adalah ekonomi tidak resmi yang berjalan dengan baik. Kelompok       baru wiraswastawan kaya dilaporkan membeli properti di Pyongyang.       Ekonomi Korea Utara sedang tumbuh. Tetapi tidak terjadi pergeseran       ideologi, tidak terdapat isyarat perubahan mendasar dari atas.
Kemudian pada tanggal 20 April 2018, dalam sidang pleno Partai Pekerja, Kim Jong-un menyampaikan pidato berjudul:
&quot;Lanjutan peningkatan pembangunan sosialis diperlukan lewat tahapan baru revolusi pembangunan.&quot;
Di dalamnya Kim menyatakan pembekuan uji senjata nuklir dan peluru       kendali jarak jauh dan 'garis strategis baru' yang dipusatkan pada       pembangunan ekonomi Korea Utara.
Pidato ini dipandang sejumlah pengamat sebagai isyarat Kim Jong-un       siap memenuhi janji yang disampaikannya di kereta, mengikuti contoh       Cina.
Salah satunya adalah John Delury dari Yonsei University di Seoul.
&quot;Strategi baru mendahulukan ekonomi, 100% pada ekonomi,&quot; katanya.       &quot;Kim mengatakan, 'Saya akan benar-benar memperbaiki ekonomi. Anda  tidak      lagi perlu mengetatkan ikat pinggang.'
&quot;Dalam lima atau enam tahun terakhir terjadi sedikit perbaikan tetapi       tidak ada terobosan. Dia malahan memusatkan perhatian pada program       nuklir. Jadi sekarang kita menyaksikan titik balik.&quot;
Yang lainnya, seperti Bradley K Martin, tidak seyakin itu.
&quot;Apakah dia benar-benar berpikir dapat mengubah negara ini? Saya       tidak tahu. Ini tidak sejalan dengan apa yang kita ketahui tentang       dirinya. Dia mempunyai kesempatan bertahun-tahun jika memang       menginginkan hal itu. Dia memperlihatkan pertunjukan yang sama dengan       ayah dan kakeknya. 'Mari kita membangun tugu.' Mereka masing-masing       melakukan hal yang sama.
&quot;Saya tidak melihat bukti bahwa ekonomi sudah berubah kecuali       mengakui adanya ekonomi lain, yang memang diperlukan. Semua orang akan       meninggal jika 'ekonomi lain' itu tidak ada.&quot;
Jika Kim Jong-un sekarang benar-benar akan membangun negaranya, dia       memerlukan pencabutan sanksi. Dia membutuhkan perdagangan dan    penanaman    modal besar-besaran. Untuk meraih itu, Amerika Serikat dan    sekutunya    akan menuntutnya menghentikan 'senjata andalannya',   senjata  nuklirnya.    Apakah itu memang keinginannya sekarang?
Manusia roket perokok berat

Dini hari 4 Juli 2017, satelit mata-mata Amerika Serikat yang terbang        di atas Korea Utara, melihat kegiatan di lapangan udara di   Provinsi      Pyongan Utara. Pengangkut peluncur dengan 16 roda masuk ke   lapangan      udara. Peluru kendali besar diletakkan di atasnya.
Selama satu jam berikutnya, petugas intelijen AS menyaksikan peluru        kendali berdiri dan diisi bahan bakar, siap untuk diluncurkan. Ada     pria    yang sedang menghisap rokok, sangat dekat dengan roket penuh     bahan   bakar  yang mudah terbakar, kemungkinan besar adalah Kim     Jong-un.
Tidak lama setelah dini hari, mesin utama peluru kendali dihidupkan        dan terbang di langit, terbang hampir 3.000 km ke angkasa luar    sebelum     jatuh di Laut Jepang. Kim Jong-un sangat senang. Sejumlah    foto yang     disebarkan kemudian memperlihatkannya tertawa dan memeluk    beberapa     perwira senior militer. Dan di tangannya, terlihat   sebatang  rokok.
Pyongyang menyatakan roket tersebut adalah peluru kendali balistik        antarbenua baru yang dapat mencapai Amerika Serikat dan peluncuran    pada     tanggal 4 Juli itu adalah hadiah untuk Presiden Donald Trump.
Korea Utara terus menjalankan program nuklirnya, meskipun memakan        biaya besar biaya dan mereka menghadapi tekanan dunia agar hal   tersebut      dihentikan.
Setelah berkuasa di tahun 2011, Kim Jong-un dengan dramatis        meningkatkan program nuklir dan peluru kendali, melakukan lebih banyak        tes peluru kendali balistik dalam rentang waktu yang lebih pendek        dibandingkan ayahnya.
Tanggal 29 November tahun lalu menjadi puncaknya lewat peluncuran        peluru kendali baru yang besar, Hwasong 15. Kantor berita resmi Korea        Utara, KCNA, melaporkan peluru kendali baru ini dapat membawa  'hulu       ledak kelas berat' dan bisa dipakai untuk menyerang seluruh   daratan      Amerika Serikat.
KCNA melaporkan Kim Jong-un 'dengan bangga menyatakan sekarang        akhirnya kita telah merealisasikan langkah bersejarah merampungkan        kekuatan nuklir negara'.
Banyak pengamat asing setuju bahwa sekarang Kim dapat mendaratkan serangan di AS.
Ada jeda sekitar sebulan antara pernyataan itu dan pesan Tahun Baru        2018 Kim Jong-un di mana dia menawarkan pengiriman delegasi ke      Olimpiade   Musim Dingin di Korea Selatan.
Pesan tersebut dibaca banyak orang di dunia luar sebagai perubahan dramatis yang dilakukan Kim.
Sejumlah pertanyaan sangat penting tetap ada: Mengapa Kim begitu        berkeinginan mengembangkan senjata jarak jauh yang mampu mencapai AS?        Apakah kegunaan peluru kendali nuklirnya?
Bagaimana Anda menjawab berbagai pertanyaan ini akan menentukan        apakah Anda percaya bahwa Kim menginginkan 'hidup bersama secara damai'        dengan Korea Selatan, dan siap merundingkan diakhirinya program     nuklir    atau tidak.
Pada KTT baru-baru ini dengan Presiden Moon, Kim Jong-un mendesak        'penghapusan nuklir sama sekali di Semenanjung Korea' dan menjanjikan        penghentian tes penembakan rudal dan perlucutan fasilitas  pengujian       nuklir. Tetapi menurut ahli senjata nuklir Duyeon Kim,  dari Forum   Masa     Depan Semenanjung Korea, ini bukan berarti Kim  Jong-un siap   melucuti     secara sepihak, jauh dari itu.
&quot;Dia benar-benar mengatakan Korea Utara adalah sebuah kekuatan        nuklir,&quot; katanya. &quot;Itulah yang dinyatakan kekuatan nuklir canggih yang        bertanggung jawab. Mereka tidak lagi perlu melakukan tes setelah      menguji   enam nuklir. Jadi Kim Jong-un sedang memperbaiki citranya,      ikut serta   dalam KTT, dipandang sebagai pimpinan negara kuat, pada      posisi sejajar   dengan Amerika Serikat.&quot;
Terdapat pandangan umum bahwa kekuatan senjata militer Korea Utara        adalah untuk pertahanan. Dinasti Kim menyaksikan jatuhnya Saddam     Hussein    dan Kolonel Gaddafi dan memutuskan nuklir adalah satu-satunya     cara    untuk menghentikan 'perubahan rezim' yang didesakkan oleh     Amerika    Serikat.
Para pengamat yang berpandangangan seperti ini mengatakan baik Kim        Jong-un, maupun ayahnya, tidak memerlukan rudal balistik antarbenua        untuk melindungi diri. Salah satunya adalah Profesor Brian Myers   dari      Universitas Dongseo di Busan.
Lewat sebuah pidato baru-baru ini di Royal Asiatic Society, dia        mengatakan, &quot;Ketidakmampuan kita menghentikan rezim ini memiliki  senjata       nuklir menunjukkan hal ini tidaklah penting untuk  melindungi. Jika       Korea Utara tanpa nuklir sama rentannya dengan  Libia tanpa itu,  maka      negara itu paling tidak sudah dibom pada  tahun 1998.&quot;
Alasan ini tidak terjadi karena kerapuhan Korea Selatan dalam        melancarkan serangan balik. Ibu kota Seoul, yang hanya berjarak 50 km        dari DMZ, masuk dalam jangkauan artileri Korea Utara.
Jadi jika Anda sepakat bahwa peluru kendali nuklir Kim tidak diperlukan untuk membela diri, lantas apa kegunaannya?
Jawabannya menurut Duyeon Kim adalah untuk meraih apa yang disebut        sebagai pemisahan, mencegah Amerika Serikat memberikan bantuan ke    Korea     Selatan jika Pyongyang memutuskan 'bergabung menjadi satu    negara    Korea'.
&quot;Berdasarkan pernyataan terbuka Korea Utara, tindakan mereka dan        pernyataan pribadi para pejabat mereka, sepertinya senjata nuklir        digunakan untuk mencegah dan sekaligus untuk memaksakan penggabungan        kembali (dua Korea). Ini adalah sesuatu yang mereka sampaikan baik        secara terbuka maupun diam-diam.&quot;
Myers sepakat bahwa senjata nuklir Kim adalah untuk reunifikasi, tetapi tidak harus dengan menggunakan kekerasan.
&quot;Korea Utara memerlukan kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat         dengan menggunakan senjata nuklir, untuk menekan kedua musuh agar         menandatangani kesepakatan damai. Ini adalah satu-satunya hal besar    yang      diinginkan.
&quot;Kesepakatan dengan Washington akan mensyaratkan penarikan pasukan AS         dari Semenanjung Korea. Langkah selanjutnya, seperti yang sering         dijelaskan Pyongyang, adalah sejenis konfederasi Utara-Selatan   yang       telah diusung sejak tahun 1960. Kita akan sangat naif jika   tidak       mengetahui apa yang akan terjadi.&quot;
Pemikiran bahwa Korea Utara yang miskin dan terbelakang akan         melakukan penggabungan dengan Korea Selatan yang modern, kaya dan lebih         maju militernya sepertinya tidak masuk akal, dan kemungkinan   memang       seperti itu adanya.
Tetapi Bradley K Martin mengatakan, betapa pun itu tidak mungkinnya, hal ini tetaplah tujuan Pyongyang.
&quot;Saya selalu meyakini penggabungan kembali adalah tujuan utama         mereka,&quot; katanya. &quot;Banyak orang mengatakan mereka telah meninggalkannya         sejak lama, mereka sadar akan ketidakmampuannya. Mereka  menganggap        rendah kepercayaan diri yang dapat Anda ciptakan jika  diperoleh     dukungan    semua orang. Jika Anda menerapkan sistem  propaganda dalam      kediktatoran   satu orang, Anda dapat meyakinkan  orang bahwa mereka      dapat melakukan  apa  pun.&quot;
Mengejek sang pemimpin
Saya seharusnya sudah menempuh setengah perjalanan menuju Beijing.         Tetapi saya sekarang duduk di sebuah ruangan menjemukan di sebuah     hotel     di Pyongyang. Di dinding terdapat foto Kim Il-sung dan Kim     Jong-il     menatap ke bawah.
Sekarang, ekspresi mereka terlihat jahat.
Saya bingung, kaget. Di seberang meja, seorang pria kurus berwajah         keriput karena bertahun-tahun merokok, menatap dengan wajah    mengancam.
&quot;Ini semua akan segera berakhir dan Anda dapat pulang,&quot; katanya,         memutar-mutar rokok yang belum dihidupkan di tangan kanannya. &quot;Jika    Anda      mengakui kejahatan dan meminta maaf, semua hal ini akan    selesai.   Jika    Anda menolak, situasinya akan makin runyam.
Satu jam sebelumnya, saya berada di bandara Pyongyang bersiap-siap         terbang ke Beijing. Sekarang saya ditanyai selama berjam-jam,         kemungkinan akan berhari-hari.
Kejahatan saya, menurut si penanya, adalah 'menghina pemimpin negara, Kim Jong-un'. Tiba-tiba saja saya menjadi sangat khawatir.
Ini adalah pelanggaran serius. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa         didakwa menghina Kim Jong-un. Tetapi pertanyaan ini menjadi tidak         penting. Saya sudah diputuskan bersalah. Sekarang sang interogator    harus      mendapatkan pengakuan saya.
Menjelang malam ada perubahan tim dan ancaman semakin menakutkan. Interogator baru menatap dengan mata dingin dan kejam.
&quot;Saya yang menyelidiki Kenneth Bae,&quot; katanya. &quot;Anda tahu kan maksud saya?&quot;
Saya paham. Kenneth Bae adalah pastor Amerika asal Korea yang dihukum         15 tahun kerja paksa oleh Korea Utara. Dia menjalaninya selama   735      hari  sebelum dicapai kesepakatan untuk membebaskannya.
Interogasi yang saya alami menakutkan tetapi juga mirip mimpi. Saya         diundang ke Pyongyang untuk meliput kunjungan tiga pemenang Hadiah         Nobel. Kemudian saya ditahan dan diancam hukuman penjara karena    rezim      yang berkuasa tidak menyukai tulisan saya.
Saya 'telah gagal memahami' undangan yang saya terima untuk meliput         ke Korea Utara: tidak mempertanyakan versi kebenaran Korea Utara    yang      mereka sampaikan untuk dunia luar. Saya telah melakukan     pelanggaran,     saya telah menjadi musuh.
Beberapa minggu kemudian di Seoul seorang pembelot senior Korea Utara menjelaskan.
&quot;Kejahatan Anda bukan hanya karena mengkritik Kim Jong-un, tetapi         tempat di mana Anda melakukannya,&quot; katanya. &quot;Yaitu di ibu kotanya         sendiri.&quot;
Dia yakin satu-satunya orang yang dapat memenjarakan dan membebaskan saya adalah Kim Jong-un.
&quot;Anda sangat beruntung bisa keluar,&quot; katanya.
Profesor Paik Hak-soon adalah direktur Center for North Korean         Studies, Sejong Institute, Korea Selatan. Dia juga berpikir saya         beruntung dapat dibebaskan 'hanya' dengan pengusiran.
&quot;Jati diri Kim adalah sebagai seorang raja,&quot; katanya. &quot;Harga dirinya         tidak mengizinkan adanya kritik atau oposisi. Orang atau negara    yang      mempertanyakan atau menentangnya, sudah pasti akan dihukum.&quot;
Korea Utara memiliki sejarah panjang penahanan orang asing karena         pelanggaran kecil. Kim Jong-un terutama terkenal karena hal ini.   Sejak       tahun 2011, 12 warga asing dan empat warga Korea Selatan   ditahan       Pyongyang.
Tiga bulan sebelum penahanan saya, pada tahun 2016 seorang wisatawan         Amerika, Otto Warmbier, dihukum 15 tahun kerja paksa karena   mencuri       poster propaganda dari dinding sebuah hotel. Hukumannya   dipandang    tidak    sebanding dengan dugaann kejahatannya.
Warmbier pada akhirnya dikembalikan ke AS karena mengalami cedera         otak yang parah, dan meninggal beberapa hari kemudian. Banyak   pengamat       memandang kasusnya ini tidak biasa. Tahanan Amerika   jarang disiksa       secara fisik - karena terlalu berharga.

Bagi Pyongyang, tahanan AS adalah pion permainan diplomatik. Mereka         memaksa pemerintah Amerika untuk melakukan perundingan panjang dan         akhirnya mengirim utusan tokoh terkenal untuk memastikan   terjadinya       pembebasan secara fisik. Mantan Presiden AS Jimmy   Carter adalah  salah      satunya. Tahun 2009 mantan Presiden Bill   Clinton mengunjungi   Pyongyang     untuk membawa pulang dua wartawan   Amerika yang ditahan.
David Straub, pensiunan diplomat AS, mendampingi Bill Clinton pada kunjungan tersebut.
&quot;Pihak Korea Utara pada dasarnya mendesak kedatangan Bill Clinton dan         itulah satu-satunya cara untuk mengembalikan kedua wartawan,&quot;       katanya.   &quot;Jelas bahwa Korea Utara hanya menginginkan foto Kim  Jong-il      dengan  Bill  Clinton, sehingga mereka dapat menunjukkan  kepada      rakyatnya dan  dunia,  dan merasa puas karena dapat memaksa  Amerika      untuk mematuhi  kemauannya.&quot;
Tetapi apa yang benar-benar diinginkan Kim Jong-un bukan seorang         mantan presiden. Dia menginginkan pejabat yang sebenarnya, ia         menginginkan presiden Amerika yang masih menjabat.
Pada 9 Mei, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo          tiba di Pyongyang, lawatan keduanya dalam waktu kurang dari satu       bulan.    Dia bertemu Kim Jong-un dan tiga warga AS yang dipenjara    Korea       diserahkan kepadanya.

Orang yang paling lama ditahan adalah Kim Dong-chul, pengusaha          Amerika keturunan Korea berusia 65 tahun yang dipenjara selama 952  hari         di Korea Utara. Presiden Trump meminta ketiganya dibebaskan    sebagai       persyaratan KTT dengan Kim Jong-un.
Sementara dia menyalami tahanan yang dibebaskan di Lapangan Angkatan          Udara Andrews, presiden AS mengatakan, &quot;Kami ingin mengucapkan      terima     kasih kepada Kim Jong-un, yang telah memperlakukan tiga   orang    ini   dengan   sangat baik.&quot;
Hiperbol seperti ini menunjukkan besarnya keinginan Presiden Trump          untuk mengadakan KTT pertama dengan pemimpin Korea Utara. Kim    Jong-un       hampir meraih tujuannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
