<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jual Informasi Rahasia ke China, Mantan Agen CIA Terancam Penjara Seumur Hidup</title><description>Seorang mantan petugas CIA divonis bersalah karena jadi mata-mata pemerintah China.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908572/jual-informasi-rahasia-ke-china-mantan-agen-cia-terancam-penjara-seumur-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908572/jual-informasi-rahasia-ke-china-mantan-agen-cia-terancam-penjara-seumur-hidup"/><item><title>Jual Informasi Rahasia ke China, Mantan Agen CIA Terancam Penjara Seumur Hidup</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908572/jual-informasi-rahasia-ke-china-mantan-agen-cia-terancam-penjara-seumur-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908572/jual-informasi-rahasia-ke-china-mantan-agen-cia-terancam-penjara-seumur-hidup</guid><pubDate>Sabtu 09 Juni 2018 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/09/18/1908572/jual-informasi-rahasia-ke-china-mantan-agen-cia-terancam-penjara-seumur-hidup-q2F6epKRjJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CIA (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/09/18/1908572/jual-informasi-rahasia-ke-china-mantan-agen-cia-terancam-penjara-seumur-hidup-q2F6epKRjJ.jpg</image><title>CIA (Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Juri di pengadilan federal Amerika menyatakan seorang mantan petugas Dinas Intelijen Pusat Amerika (CIA) bersalah karena menjadi mata-mata bagi pemerintah China.
Kevin Mallory, berusia 61 tahun dituduh menjual informasi &amp;ldquo;sangat rahasia&amp;rdquo; kepada China dengan imbalan mendapat 25.000 dollar. Mallory menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup ketika hakim menjatuhkan vonisnya tanggal 21 September nanti.
Mallory dituduh melanggar Undang-Undang Mata-Mata tahun lalu, setelah kedapatan membawa uang tunai 16.000 dolar ketika ia tiba dari Shanghai dengan pesawat terbang.
Jaksa-jaksa federal mengatakan kejahatan Mallory itu tidak terpisah dari kasus-kasus lain dimana pemerintah China berusaha mengumpulkan informasi rahasia dari Amerika. &amp;ldquo;Pemerintah Republik Rakyat China secara terarah dan canggih berusaha mencuri rahasia-rahasia Amerika,&amp;rdquo; kata Asisten Jaksa Agung AS, John Demers.

&amp;ldquo;Sidang hari ini menunjukkan bahwa kita harus tetap waspada menghadapi ancaman ini dan menghukum barangsiapa yang membahayakan keamanan negara lewat kegiatan mata-mata,&amp;rdquo; katanya lagi.
Seluruhnya, kata jaksa penuntut, Mallory menerima pembayaran 25.000 dollar, tapi sebagai perbandingan, tambahnya, mantan perwira intelijen Amerika Ron Hansen kini sedang menghadapi tuduhan kegiatan mata-mata bagi China, di negara bagian Washington. China dilaporkan membayarnya 800.000 dollar.

</description><content:encoded>WASHINGTON - Juri di pengadilan federal Amerika menyatakan seorang mantan petugas Dinas Intelijen Pusat Amerika (CIA) bersalah karena menjadi mata-mata bagi pemerintah China.
Kevin Mallory, berusia 61 tahun dituduh menjual informasi &amp;ldquo;sangat rahasia&amp;rdquo; kepada China dengan imbalan mendapat 25.000 dollar. Mallory menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup ketika hakim menjatuhkan vonisnya tanggal 21 September nanti.
Mallory dituduh melanggar Undang-Undang Mata-Mata tahun lalu, setelah kedapatan membawa uang tunai 16.000 dolar ketika ia tiba dari Shanghai dengan pesawat terbang.
Jaksa-jaksa federal mengatakan kejahatan Mallory itu tidak terpisah dari kasus-kasus lain dimana pemerintah China berusaha mengumpulkan informasi rahasia dari Amerika. &amp;ldquo;Pemerintah Republik Rakyat China secara terarah dan canggih berusaha mencuri rahasia-rahasia Amerika,&amp;rdquo; kata Asisten Jaksa Agung AS, John Demers.

&amp;ldquo;Sidang hari ini menunjukkan bahwa kita harus tetap waspada menghadapi ancaman ini dan menghukum barangsiapa yang membahayakan keamanan negara lewat kegiatan mata-mata,&amp;rdquo; katanya lagi.
Seluruhnya, kata jaksa penuntut, Mallory menerima pembayaran 25.000 dollar, tapi sebagai perbandingan, tambahnya, mantan perwira intelijen Amerika Ron Hansen kini sedang menghadapi tuduhan kegiatan mata-mata bagi China, di negara bagian Washington. China dilaporkan membayarnya 800.000 dollar.

</content:encoded></item></channel></rss>
