<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB, Akankah Wakili Suara Negara Muslim?</title><description>DK PBB adalah badan utama PBB yang memiliki peran dan tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908681/indonesia-jadi-anggota-dewan-keamanan-pbb-akankah-wakili-suara-negara-muslim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908681/indonesia-jadi-anggota-dewan-keamanan-pbb-akankah-wakili-suara-negara-muslim"/><item><title>Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB, Akankah Wakili Suara Negara Muslim?</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908681/indonesia-jadi-anggota-dewan-keamanan-pbb-akankah-wakili-suara-negara-muslim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/06/09/18/1908681/indonesia-jadi-anggota-dewan-keamanan-pbb-akankah-wakili-suara-negara-muslim</guid><pubDate>Sabtu 09 Juni 2018 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/09/18/1908681/indonesia-jadi-anggota-dewan-keamanan-pbb-akankah-wakili-suara-negara-muslim-27HUfiMUcw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno L Marsudi gembira saat Indonesia terpilih jadi anggota Dewan Keamanan tidak tetap PBB. (Foto: Voa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/09/18/1908681/indonesia-jadi-anggota-dewan-keamanan-pbb-akankah-wakili-suara-negara-muslim-27HUfiMUcw.jpg</image><title>Menlu Retno L Marsudi gembira saat Indonesia terpilih jadi anggota Dewan Keamanan tidak tetap PBB. (Foto: Voa)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 oleh Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, Jumat (8/6/2018).
&quot;Ini merupakan kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia dan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para diplomat Indonesia,&quot; dikatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti tertulis dalam sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri.
DK PBB adalah badan utama PBB yang memiliki peran dan tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Untuk masuk menjadi anggota DK PBB Indonesia sudah melakukan kampanye sejak 2016, yang dinyatakan Kementerian Luar Negeri &quot;sejalan dengan prioritas politik luar negeri Indonesia untuk meningkatkan peran Indonesia di tingkat kawasan dan global di bawah Pemerintahan Jokowi.&quot;
Apa pentingnya Indonesia masuk ke DK PBB?
Menurut Wirya Adiwena, Kepala divisi Hubungan Internasional The Habibie Center, dengan menjadi anggota tidak tetap DK PBB, menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia sejauh ini berhasil.
&quot;Di DK PBB ada negara-negara, 144 negara, yang percaya bahwa kita bisa (membangun jembatan perdamaian dan memajukan perdamaian dunia melalui cara-cara yang diplomatis)&quot;, terang Wirya kepada wartawan BBC News Indonesia.
Pendapat serupa diutarakan Pengamat Hubungan Internaisonal dari Universitas Bina Nusantara, Tirta Mursitama. Menurutnya, terpilihnya Indonesia dapat dilihat sebagai bentuk kepercayaan negara anggota PBB terhadap Indonesia sebagai wakil Asia Pasifik.


&quot;Hal ini berdampak kepada meningkatnya kepercayaan diri dan kebanggaan Indonesia di dunia internasional,&quot; kata Tirta.
Wirya Adiwena juga menambahkan bahwa dengan berada di forum startegis itu Indonesia bisa melakukan diplomasi dengan lebih praktis, lebih efektif.
&quot;Karena kita ikut memutuskan.&quot;
Isu-isu apa yang akan diusung Indonesia?
Indonesia akan mengusung isu terorisme, radikalisme dan eksterimisme dalam pertemuan-pertemuan DK PBB mendatang.

(Baca Juga : Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB)

&quot;Isu terorisme yang menjadi perhatian penting, tidak hanya untuk dunia tapi juga negara kita sendiri,&quot; ucap Wirya.
Selain itu, Indonesia juga akan memanfaatkan keanggotaannya untuk mendorong isu pembangunan.

(Baca Juga : Jadi Anggota DK PBB, Indonesia Bisa Lebih Optimal Bantu Wujudkan Perdamaian Dunia)

&quot;Global partnership yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030,&quot; kata Menlu Retno.


Caranya, menurut Wirya adalah dengan &quot;berusaha memajukan  perspektif-perspektif negara berkembang, tidak hanya negara-negara  maju.&quot;
Apakah Indonesia akan mewakili suara negara-negara Muslim?
Politik luar negeri Indonesia selama ini sudah aktif berdiplomasi  mewakili suara Muslim, seperti membela etnis Islam Rohingya di Myanmar  yang mayoritas Buddha dan menolak pemindahan ibu kota Israel ke  Yerusalem sebagai bentuk solidaritas ke negara mayoritas Islam,  Palestina.
Namun bagi Wirya Adiwena, keanggotaan Indonesia &quot;bukan mewakili suara  negara Muslim, tapi dipercaya oleh negara-negara Muslim bahwa Indonesia  mampu membawa yang terbaik ke forum global.&quot;
&quot;Indonesia tidak memiliki keberpihakan khusus kepada negara-negara  tertentu. Yang kita miliki keberpihakannya adalah untuk memperkuat tata  kelola pemerintahan global, sebisa mungkin memperbaiki sistem PBB,  memajukan perdamaian dunia. Hal-hal itulah yang dibawa Indonesia,&quot; papar  Wirya.
Dia memberi contoh, &quot;di OKI (Organisasi Kerjasama Islama) ada  kontestasi antara Saudi Arabia dan Iran. Yang Indonesia berusaha selalu  lakukan adalah membangun jembatan, (bahwa) kontestasi geopolitik tidak  akan menghalangi diplomasinya dalam usaha membangun perdamaian.&quot;
Sedang menurut Tirta Mursitama posisi Indonesia di DK PBB akan  merepresentasikan dunia Islam moderat dan negara-negara Asia Tenggara.
&quot;Saya yakin negara-negara Islam banyak menaruh harapan kepada  Indonesia. Bagi Indonesia bila mampu memperjuangkan isu-isu terkait  dunia Islam khususnya yang noderat maka akan jadi keuntungan luar biasa  bagi Indonesia secara domestik, regional dan global,&quot; ujar Tirta.
Yang pasti, Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa isu Palestina  akan menjadi perhatian Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap  Dewan Keamanan PBB.
Ini adalah keempat kalinya Indonesia berada di kursi DK PBB.  Sebelumnya Indonesia menjadi anggota Tidak Tetap DK PBB pada periode  1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.
Dalam proses pemilihan tertutup, Indonesia memperoleh 144 suara dari  jumlah keseluruhan 190 anggota PBB yang hadir. Indonesia mengalahkan  Maladewa yang memperoleh 46 suara, untuk mewakili kawasan Asia dan  Pasifik di DK-PBB, menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya  berakhir pada Desember 2018.

(Baca Juga : Jadi Anggota DK PBB, Momentum Indonesia Jaga Keamanan Dunia)

Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga terpilih menjadi  anggota DK PBB periode 2019-2020 adalah: Jerman dan Belgia (mewakili  kelompok Eropa Barat); Republik Dominika (Amerika Latin dan Karibia);  dan Afrika Selatan (Afrika).
Kelimanya akan bergabung dengan 5 negara anggota tetap DK PBB  (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Cina dan Rusia) serta 5 negara  anggota tidak tetap lainnya (Pantai Gading, Guinea Ekuatorial, Kuwait,  Peru dan Polandia).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 oleh Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, Jumat (8/6/2018).
&quot;Ini merupakan kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia dan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para diplomat Indonesia,&quot; dikatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti tertulis dalam sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri.
DK PBB adalah badan utama PBB yang memiliki peran dan tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Untuk masuk menjadi anggota DK PBB Indonesia sudah melakukan kampanye sejak 2016, yang dinyatakan Kementerian Luar Negeri &quot;sejalan dengan prioritas politik luar negeri Indonesia untuk meningkatkan peran Indonesia di tingkat kawasan dan global di bawah Pemerintahan Jokowi.&quot;
Apa pentingnya Indonesia masuk ke DK PBB?
Menurut Wirya Adiwena, Kepala divisi Hubungan Internasional The Habibie Center, dengan menjadi anggota tidak tetap DK PBB, menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia sejauh ini berhasil.
&quot;Di DK PBB ada negara-negara, 144 negara, yang percaya bahwa kita bisa (membangun jembatan perdamaian dan memajukan perdamaian dunia melalui cara-cara yang diplomatis)&quot;, terang Wirya kepada wartawan BBC News Indonesia.
Pendapat serupa diutarakan Pengamat Hubungan Internaisonal dari Universitas Bina Nusantara, Tirta Mursitama. Menurutnya, terpilihnya Indonesia dapat dilihat sebagai bentuk kepercayaan negara anggota PBB terhadap Indonesia sebagai wakil Asia Pasifik.


&quot;Hal ini berdampak kepada meningkatnya kepercayaan diri dan kebanggaan Indonesia di dunia internasional,&quot; kata Tirta.
Wirya Adiwena juga menambahkan bahwa dengan berada di forum startegis itu Indonesia bisa melakukan diplomasi dengan lebih praktis, lebih efektif.
&quot;Karena kita ikut memutuskan.&quot;
Isu-isu apa yang akan diusung Indonesia?
Indonesia akan mengusung isu terorisme, radikalisme dan eksterimisme dalam pertemuan-pertemuan DK PBB mendatang.

(Baca Juga : Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB)

&quot;Isu terorisme yang menjadi perhatian penting, tidak hanya untuk dunia tapi juga negara kita sendiri,&quot; ucap Wirya.
Selain itu, Indonesia juga akan memanfaatkan keanggotaannya untuk mendorong isu pembangunan.

(Baca Juga : Jadi Anggota DK PBB, Indonesia Bisa Lebih Optimal Bantu Wujudkan Perdamaian Dunia)

&quot;Global partnership yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030,&quot; kata Menlu Retno.


Caranya, menurut Wirya adalah dengan &quot;berusaha memajukan  perspektif-perspektif negara berkembang, tidak hanya negara-negara  maju.&quot;
Apakah Indonesia akan mewakili suara negara-negara Muslim?
Politik luar negeri Indonesia selama ini sudah aktif berdiplomasi  mewakili suara Muslim, seperti membela etnis Islam Rohingya di Myanmar  yang mayoritas Buddha dan menolak pemindahan ibu kota Israel ke  Yerusalem sebagai bentuk solidaritas ke negara mayoritas Islam,  Palestina.
Namun bagi Wirya Adiwena, keanggotaan Indonesia &quot;bukan mewakili suara  negara Muslim, tapi dipercaya oleh negara-negara Muslim bahwa Indonesia  mampu membawa yang terbaik ke forum global.&quot;
&quot;Indonesia tidak memiliki keberpihakan khusus kepada negara-negara  tertentu. Yang kita miliki keberpihakannya adalah untuk memperkuat tata  kelola pemerintahan global, sebisa mungkin memperbaiki sistem PBB,  memajukan perdamaian dunia. Hal-hal itulah yang dibawa Indonesia,&quot; papar  Wirya.
Dia memberi contoh, &quot;di OKI (Organisasi Kerjasama Islama) ada  kontestasi antara Saudi Arabia dan Iran. Yang Indonesia berusaha selalu  lakukan adalah membangun jembatan, (bahwa) kontestasi geopolitik tidak  akan menghalangi diplomasinya dalam usaha membangun perdamaian.&quot;
Sedang menurut Tirta Mursitama posisi Indonesia di DK PBB akan  merepresentasikan dunia Islam moderat dan negara-negara Asia Tenggara.
&quot;Saya yakin negara-negara Islam banyak menaruh harapan kepada  Indonesia. Bagi Indonesia bila mampu memperjuangkan isu-isu terkait  dunia Islam khususnya yang noderat maka akan jadi keuntungan luar biasa  bagi Indonesia secara domestik, regional dan global,&quot; ujar Tirta.
Yang pasti, Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa isu Palestina  akan menjadi perhatian Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap  Dewan Keamanan PBB.
Ini adalah keempat kalinya Indonesia berada di kursi DK PBB.  Sebelumnya Indonesia menjadi anggota Tidak Tetap DK PBB pada periode  1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.
Dalam proses pemilihan tertutup, Indonesia memperoleh 144 suara dari  jumlah keseluruhan 190 anggota PBB yang hadir. Indonesia mengalahkan  Maladewa yang memperoleh 46 suara, untuk mewakili kawasan Asia dan  Pasifik di DK-PBB, menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya  berakhir pada Desember 2018.

(Baca Juga : Jadi Anggota DK PBB, Momentum Indonesia Jaga Keamanan Dunia)

Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga terpilih menjadi  anggota DK PBB periode 2019-2020 adalah: Jerman dan Belgia (mewakili  kelompok Eropa Barat); Republik Dominika (Amerika Latin dan Karibia);  dan Afrika Selatan (Afrika).
Kelimanya akan bergabung dengan 5 negara anggota tetap DK PBB  (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Cina dan Rusia) serta 5 negara  anggota tidak tetap lainnya (Pantai Gading, Guinea Ekuatorial, Kuwait,  Peru dan Polandia).</content:encoded></item></channel></rss>
