<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemacetan Panjang di Jalur Padang-Bukittinggi Jadi Momok Menakutkan bagi Pemudik</title><description>Bagi pemudik jalur Padang-Bukittinggi adalah momok menakutkan karena rute berjarak 100 Km itu akan ditempuh selam 8 jam saat mudik Lebaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/10/340/1908846/kemacetan-panjang-di-jalur-padang-bukittinggi-jadi-momok-menakutkan-bagi-pemudik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/06/10/340/1908846/kemacetan-panjang-di-jalur-padang-bukittinggi-jadi-momok-menakutkan-bagi-pemudik"/><item><title>Kemacetan Panjang di Jalur Padang-Bukittinggi Jadi Momok Menakutkan bagi Pemudik</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/10/340/1908846/kemacetan-panjang-di-jalur-padang-bukittinggi-jadi-momok-menakutkan-bagi-pemudik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/06/10/340/1908846/kemacetan-panjang-di-jalur-padang-bukittinggi-jadi-momok-menakutkan-bagi-pemudik</guid><pubDate>Minggu 10 Juni 2018 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/10/340/1908846/kemacetan-panjang-di-jalur-padang-bukittinggi-jadi-momok-menakutkan-bagi-pemudik-c2xJtPKDL4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bukittinggi (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/10/340/1908846/kemacetan-panjang-di-jalur-padang-bukittinggi-jadi-momok-menakutkan-bagi-pemudik-c2xJtPKDL4.jpg</image><title>Bukittinggi (foto: Antara)</title></images><description>PADANG - Para pemudik yang melintasi Sumatera Barat tentu akan menempuh jalur Padang-Bukittinggi. Nah, bagi pemudik jalur tersebut adalah momok yang menakutkan karena rute berjarak sekira 100 kilometer tersebut akan ditempuh selam 8 jam saat mudik Lebaran.

Padalah jika dalam kondisi normal jalur Padang Bukittinggi hanya ditempuh sekira 2,5 jam saja. Sebagai salah satu jalur utama di Ranah Minang, sebenarnya sudah ada sejumlah jalan alternatif menuju kota yang dikenal dengan ikon Jam Gadang tersebut.
&amp;nbsp;
Salah satunya adalah jalur Sicincin-Malalak, atau bisa juga ditempuh dari Padang melewati Sitinjau Laut, terus ke Solok via Ombilin tembus ke Kabupaten Tanah Datar kemudian menuju Baso.

Namun, kuatnya daya tarik jalur Padang-Bukittinggi membuat para pengendara rela bermacet-macetan. Selain pemandangan yang elok, beragam kelezatan kuliner khas Minang hadir di sepanjang jalur yang sayang untuk dilewatkan.

Saat memasuki Lembah Anai yang merupakan kawasan cagar alam, pengendara akan dimanja oleh kesejukan pepohonan yang masih hijau hingga terdapat satu objek wisata yang cukup dikenal, yaitu air terjun Lembah Anai yang posisinya tepat berada di pinggir jalan.

Selepas dari Padang Panjang tepatnya di Koto Baru pemandangan Gunung Marapi dan Singgalang yang tepat berada di sisi kanan dan kiri jalan. Tak hanya itu, perjalanan ke Bukittinggi juga mengasyikkan karena kontur jalan yang lumayan menantang sarat akan tanjakan dan turunan hingga tikungan tajam.

Belum lagi, beragam kuliner yang tersaji di sepanjang jalan, seperti perkedel jagung di Lembah Anai, satai di Padang Panjang, beberapa rumah makan khas Minang, bika di Koto baru, hingga beragam camilan khas nan nikmat. Hadirnya beragam kuliner yang nikmat serta pemandangan yang rancak menjadi daya tarik jalur Padang-Bukittinggi di kalangan pemudik.

Apalagi, pada saat mudik ratusan ribu kendaraan para perantau dari luar Sumbar juga lalu-lalang sehingga jalanan kian sesak dan padat. Tidak hanya itu, Bukittinggi sebagai kota wisata juga menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menghabiskan liburan Lebaran sehingga perjalanan ke kota itu makin ramai.

Popularitas Jam Gadang, Ngarai Sianok, hingga kuliner khas, seperti nasi kapau, itiak lado hijau telah menjadikan Bukittinggi sebagai pusat kunjungan.
Jam Gadang (foto: wego)
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan Polda Sumatera Barat terdapat empat sumber kemacetan pada jalur utama Padang menuju Bukittinggi yang selama ini selalu menjadi persoalan saat arus mudik Lebaran. Setidaknya ada 4 titik kemacetan di sana, yaitu Pasar Lubuk Alung, Kawasan Lembah Anai, Pasar Koto Baru, dan Pasar Padang Luar.Menurut Dirlantas Polda Sumbar Kombes Singgamata, pihaknya telah  menyiapkan skenario untuk meminimalkan kemacetan pada jalur  Padang-Bukittinggi, terutama pada lokasi yang menjadi sumber kemacetan.

Di Pasar Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman merupakan pasar tumpah  sehingga perjalanan akan tersendat akibat aktivitas jual beli. Pasar  yang tepat berada di sisi kanan dan kiri jalan tersebut memang cukup  ramai karena menjadi tempat berbelanja warga sekitar serta terdapat  terminal angkutan kota.

Untuk itu, akan dilakukan rekayasa arus lalu lintas apabila kepadatan  sudah cukup tinggi akan pengendara akan diarahkan melalui jalur  alternatif, seperti belok kiri di Simpang Lubuk Alung, Pariaman menuju  Sicincin, kata Singgamata. Di Pasar Lubuk Alung para pedagang yang  berjualan di badan jalan akan ditertibkan dan di sisi kiri dan kanan  jalan dipasang barikade.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/06/05/50547/256490_medium.jpg&quot; alt=&quot;Dilihat dari Udara, Begini Kemacetan Panjang di Jalan Mayjen HM Ryacudu Palembang&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Ilustrasi Kemacetan (foto: Antara)
Selanjutnya, untuk Kawasan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar,  sumber kemacetan berada di dekat lokasi air terjun. Di tempat itu banyak  kendaraan yang parkir di sisi kanan dan kiri jalan menyebatkan antrean  kendaraan hingga 10 kilometer.

Biasanya pengendara yang parkir adalah mereka yang hendak menikmati  objek wisata air terjun Lembah Anai. Akan tetapi, di lokasi itu  kapasitas lahan parkir amat terbatas di sisi kanan dan kiri jalan  sebelum air terjun.

Akhirnya para pengendara memakai badan jalan untuk parkir sehingga  arus lalu lintas tersendat menyebabkan antrean kendaraan yang terjebak  macet di kawasan ini bisa mencapai hingga 10 kilometer panjangnya.

&quot;Pada tahun ini kami melarang pengunjung air terjun untuk parkir di  sisi jalan karena menjadi pemicu kemacetan,&quot; kata Singgamata, Minggu  (10/6/2018).

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kompromi, apalagi saat arus  padat. &quot;Jangan karena sekelompok orang yang ingin parkir, jadi korban  ratusan orang terganggu perjalanannya,&quot; ujarnya.

Berikutnya untuk Pasar Koto Baru di Kabupaten Tanah Datar setelah  dilakukan identifikasi permasalahannya adalah kapasitas bangunan yang  tidak mampu menampung pedagang sehingga transaksi akhirnya dilakukan di  badan jalan.

Kemacetan di Pasar Koto Baru telah terjadi bertahun-tahun dan belum  ada solusi tuntas, terutama pada saat hari pasaran. Di pasar yang  menjual hasil pertanian itu menjadi tempat pertemuan pedagang dan  pembeli hingga memuat barang ke truk yang diparkir di badan jalan.

Dalam kondisi normal tidak ada masalah dengan badan jalan, tetapi  ketika hari pasaran akan tumpah ke jalan, kata Singgamata. Beragam  solusi pun mengemuka untuk memecahkan persoalan kemacetan di Pasar Koto  Baru mulai dari membuat jembatan layang hingga underpass.Namun, menurut Singgamata, solusi jangka panjang adalah memperluas   bangunan pasar dan solusi jangka pendek adalah memindahkan lokasi parkir   mobil dan motor ke lokasi baru yang ada dekat pasar.

Pada pedagang akan diarahkan ke dalam dan di sisi jalan akan dipasang   barikade agar arus lalu lintas tidak tersendat. Bahkan, di Pasar Koto   Baru tersebut dipasang CCTV untuk memantau situasi lalu lintas di   kawasan itu yang terhubung dengan Regional Traffic Management Centre   (RTMC) Dirlantas.

Terakhir di Pasar Padang Luar yang juga merupakan salah satu pasar   tumpah yang cukup ramai akan dipasang barikade di sisi kanan dan kiri   jalan agar arus lalu lintas lebih mengalir dan pengendara bisa tertib.

&quot;Jika sudah sangat padat akan diberlakukan arus satu arah oleh petugas dan yang lain akan dialihkan,&quot; katanya.

Singgamata merasa optimistis pada mudik tahun ini kemacetan di jalur   Padang Bukittinggi bisa ditekan dan kelancaran arus bisa lebih baik   dibandingkan tahun lalu.
Universitas Andalas (foto: Okezone)
Lima Solusi Pakar Transportasi Publik Universitas Andalas (Unand)   Padang Dr. Yossyafra mengemukakan lima solusi guna mencegah terjadinya   kemacetan saat Lebaran di Sumbar. &quot;Kemacetan saat Lebaran terjadi karena   meningkatnya volume kendaraan mendekati daya tampung jalan. Solusi   pertama, dengan meningkatkan kapasitas jalan,&quot; kata dia.

Menurut dia, tidak ada cara lain untuk meningkatkan kapasitas jalan   dengan melakukan pelebaran di sisi kiri dan kanan. Namun, karena waktu   sudah tidak memungkinkan dan butuh biaya besar ada alternatif, yaitu   melakukan pengerasan bahu jalan.

Langkah kedua, menghilangkan gangguan samping, seperti pemakaian   jalan untuk parkir kendaraan, pasar tumpah, hingga hal-hal lain yang   menyebabkan lalu lintas terhambat.

&quot;Ini dapat dilakukan dengan memberlakukan larangan parkir dan   menertibkan pasar tumpah sehingga tidak ada lagi gangguan samping,&quot;   katanya.

Berikutnya, langkah ketiga dengan melakukan rekayasa arus lalu   lintas, terutama oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan, seperti   penutupan jalur, pemberlakuan jalan satu arah dan hal yang dianggap   perlu untuk mengurai kemacetan.

Sementara itu, penegakan hukum bagi pihak-pihak yang melanggar   aturan, seperti larangan parkir di bahu jalan. Jika sudah ada larangan   parkir, pengendara masih membandel, menurut dia, sebaiknya diderek saja   sehingga memberi efek jera bagi yang lain.

Solusi kelima, menyebarluaskan informasi tentang kondisi lalu lintas   melalui media massa sehingga pengendara dapat mengetahui dan mengambil   alternatif pilihan perjalanan.

Ia memperkirakan jalan yang akan mengalami kemacetan cukup parah saat   Lebaran adalah jalur Padang menuju Bukittinggi hingga ke Payakumbuh   karena untuk menuju sejumlah daerah lain harus melewati rute itu.

Untuk itu, dia menyarankan pemudik mengambil jalur alternatif, yaitu   Padang Solok via Ombilin bagi yang hendak ke Bukittinggi atau   Payakumbuh.

Walaupun ada penambahan jarak, berdasarkan waktu tempuh jauh lebih pendek karena rute utama Padang Bukittinggi amat padat.

Ia juga menyarankan sesama pemudik harus saling mengingatkan saat   berkendara jika ada yang melanggar lalu lintas atau berperilaku yang   akan berpotensi menyebabkan kemacetan. Tidak ada salahnya saling menegur   jika ada yang melanggar demi kebaikan bersama agar dapat menikmati   mudik tanpa macet.</description><content:encoded>PADANG - Para pemudik yang melintasi Sumatera Barat tentu akan menempuh jalur Padang-Bukittinggi. Nah, bagi pemudik jalur tersebut adalah momok yang menakutkan karena rute berjarak sekira 100 kilometer tersebut akan ditempuh selam 8 jam saat mudik Lebaran.

Padalah jika dalam kondisi normal jalur Padang Bukittinggi hanya ditempuh sekira 2,5 jam saja. Sebagai salah satu jalur utama di Ranah Minang, sebenarnya sudah ada sejumlah jalan alternatif menuju kota yang dikenal dengan ikon Jam Gadang tersebut.
&amp;nbsp;
Salah satunya adalah jalur Sicincin-Malalak, atau bisa juga ditempuh dari Padang melewati Sitinjau Laut, terus ke Solok via Ombilin tembus ke Kabupaten Tanah Datar kemudian menuju Baso.

Namun, kuatnya daya tarik jalur Padang-Bukittinggi membuat para pengendara rela bermacet-macetan. Selain pemandangan yang elok, beragam kelezatan kuliner khas Minang hadir di sepanjang jalur yang sayang untuk dilewatkan.

Saat memasuki Lembah Anai yang merupakan kawasan cagar alam, pengendara akan dimanja oleh kesejukan pepohonan yang masih hijau hingga terdapat satu objek wisata yang cukup dikenal, yaitu air terjun Lembah Anai yang posisinya tepat berada di pinggir jalan.

Selepas dari Padang Panjang tepatnya di Koto Baru pemandangan Gunung Marapi dan Singgalang yang tepat berada di sisi kanan dan kiri jalan. Tak hanya itu, perjalanan ke Bukittinggi juga mengasyikkan karena kontur jalan yang lumayan menantang sarat akan tanjakan dan turunan hingga tikungan tajam.

Belum lagi, beragam kuliner yang tersaji di sepanjang jalan, seperti perkedel jagung di Lembah Anai, satai di Padang Panjang, beberapa rumah makan khas Minang, bika di Koto baru, hingga beragam camilan khas nan nikmat. Hadirnya beragam kuliner yang nikmat serta pemandangan yang rancak menjadi daya tarik jalur Padang-Bukittinggi di kalangan pemudik.

Apalagi, pada saat mudik ratusan ribu kendaraan para perantau dari luar Sumbar juga lalu-lalang sehingga jalanan kian sesak dan padat. Tidak hanya itu, Bukittinggi sebagai kota wisata juga menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menghabiskan liburan Lebaran sehingga perjalanan ke kota itu makin ramai.

Popularitas Jam Gadang, Ngarai Sianok, hingga kuliner khas, seperti nasi kapau, itiak lado hijau telah menjadikan Bukittinggi sebagai pusat kunjungan.
Jam Gadang (foto: wego)
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan Polda Sumatera Barat terdapat empat sumber kemacetan pada jalur utama Padang menuju Bukittinggi yang selama ini selalu menjadi persoalan saat arus mudik Lebaran. Setidaknya ada 4 titik kemacetan di sana, yaitu Pasar Lubuk Alung, Kawasan Lembah Anai, Pasar Koto Baru, dan Pasar Padang Luar.Menurut Dirlantas Polda Sumbar Kombes Singgamata, pihaknya telah  menyiapkan skenario untuk meminimalkan kemacetan pada jalur  Padang-Bukittinggi, terutama pada lokasi yang menjadi sumber kemacetan.

Di Pasar Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman merupakan pasar tumpah  sehingga perjalanan akan tersendat akibat aktivitas jual beli. Pasar  yang tepat berada di sisi kanan dan kiri jalan tersebut memang cukup  ramai karena menjadi tempat berbelanja warga sekitar serta terdapat  terminal angkutan kota.

Untuk itu, akan dilakukan rekayasa arus lalu lintas apabila kepadatan  sudah cukup tinggi akan pengendara akan diarahkan melalui jalur  alternatif, seperti belok kiri di Simpang Lubuk Alung, Pariaman menuju  Sicincin, kata Singgamata. Di Pasar Lubuk Alung para pedagang yang  berjualan di badan jalan akan ditertibkan dan di sisi kiri dan kanan  jalan dipasang barikade.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/06/05/50547/256490_medium.jpg&quot; alt=&quot;Dilihat dari Udara, Begini Kemacetan Panjang di Jalan Mayjen HM Ryacudu Palembang&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Ilustrasi Kemacetan (foto: Antara)
Selanjutnya, untuk Kawasan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar,  sumber kemacetan berada di dekat lokasi air terjun. Di tempat itu banyak  kendaraan yang parkir di sisi kanan dan kiri jalan menyebatkan antrean  kendaraan hingga 10 kilometer.

Biasanya pengendara yang parkir adalah mereka yang hendak menikmati  objek wisata air terjun Lembah Anai. Akan tetapi, di lokasi itu  kapasitas lahan parkir amat terbatas di sisi kanan dan kiri jalan  sebelum air terjun.

Akhirnya para pengendara memakai badan jalan untuk parkir sehingga  arus lalu lintas tersendat menyebabkan antrean kendaraan yang terjebak  macet di kawasan ini bisa mencapai hingga 10 kilometer panjangnya.

&quot;Pada tahun ini kami melarang pengunjung air terjun untuk parkir di  sisi jalan karena menjadi pemicu kemacetan,&quot; kata Singgamata, Minggu  (10/6/2018).

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kompromi, apalagi saat arus  padat. &quot;Jangan karena sekelompok orang yang ingin parkir, jadi korban  ratusan orang terganggu perjalanannya,&quot; ujarnya.

Berikutnya untuk Pasar Koto Baru di Kabupaten Tanah Datar setelah  dilakukan identifikasi permasalahannya adalah kapasitas bangunan yang  tidak mampu menampung pedagang sehingga transaksi akhirnya dilakukan di  badan jalan.

Kemacetan di Pasar Koto Baru telah terjadi bertahun-tahun dan belum  ada solusi tuntas, terutama pada saat hari pasaran. Di pasar yang  menjual hasil pertanian itu menjadi tempat pertemuan pedagang dan  pembeli hingga memuat barang ke truk yang diparkir di badan jalan.

Dalam kondisi normal tidak ada masalah dengan badan jalan, tetapi  ketika hari pasaran akan tumpah ke jalan, kata Singgamata. Beragam  solusi pun mengemuka untuk memecahkan persoalan kemacetan di Pasar Koto  Baru mulai dari membuat jembatan layang hingga underpass.Namun, menurut Singgamata, solusi jangka panjang adalah memperluas   bangunan pasar dan solusi jangka pendek adalah memindahkan lokasi parkir   mobil dan motor ke lokasi baru yang ada dekat pasar.

Pada pedagang akan diarahkan ke dalam dan di sisi jalan akan dipasang   barikade agar arus lalu lintas tidak tersendat. Bahkan, di Pasar Koto   Baru tersebut dipasang CCTV untuk memantau situasi lalu lintas di   kawasan itu yang terhubung dengan Regional Traffic Management Centre   (RTMC) Dirlantas.

Terakhir di Pasar Padang Luar yang juga merupakan salah satu pasar   tumpah yang cukup ramai akan dipasang barikade di sisi kanan dan kiri   jalan agar arus lalu lintas lebih mengalir dan pengendara bisa tertib.

&quot;Jika sudah sangat padat akan diberlakukan arus satu arah oleh petugas dan yang lain akan dialihkan,&quot; katanya.

Singgamata merasa optimistis pada mudik tahun ini kemacetan di jalur   Padang Bukittinggi bisa ditekan dan kelancaran arus bisa lebih baik   dibandingkan tahun lalu.
Universitas Andalas (foto: Okezone)
Lima Solusi Pakar Transportasi Publik Universitas Andalas (Unand)   Padang Dr. Yossyafra mengemukakan lima solusi guna mencegah terjadinya   kemacetan saat Lebaran di Sumbar. &quot;Kemacetan saat Lebaran terjadi karena   meningkatnya volume kendaraan mendekati daya tampung jalan. Solusi   pertama, dengan meningkatkan kapasitas jalan,&quot; kata dia.

Menurut dia, tidak ada cara lain untuk meningkatkan kapasitas jalan   dengan melakukan pelebaran di sisi kiri dan kanan. Namun, karena waktu   sudah tidak memungkinkan dan butuh biaya besar ada alternatif, yaitu   melakukan pengerasan bahu jalan.

Langkah kedua, menghilangkan gangguan samping, seperti pemakaian   jalan untuk parkir kendaraan, pasar tumpah, hingga hal-hal lain yang   menyebabkan lalu lintas terhambat.

&quot;Ini dapat dilakukan dengan memberlakukan larangan parkir dan   menertibkan pasar tumpah sehingga tidak ada lagi gangguan samping,&quot;   katanya.

Berikutnya, langkah ketiga dengan melakukan rekayasa arus lalu   lintas, terutama oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan, seperti   penutupan jalur, pemberlakuan jalan satu arah dan hal yang dianggap   perlu untuk mengurai kemacetan.

Sementara itu, penegakan hukum bagi pihak-pihak yang melanggar   aturan, seperti larangan parkir di bahu jalan. Jika sudah ada larangan   parkir, pengendara masih membandel, menurut dia, sebaiknya diderek saja   sehingga memberi efek jera bagi yang lain.

Solusi kelima, menyebarluaskan informasi tentang kondisi lalu lintas   melalui media massa sehingga pengendara dapat mengetahui dan mengambil   alternatif pilihan perjalanan.

Ia memperkirakan jalan yang akan mengalami kemacetan cukup parah saat   Lebaran adalah jalur Padang menuju Bukittinggi hingga ke Payakumbuh   karena untuk menuju sejumlah daerah lain harus melewati rute itu.

Untuk itu, dia menyarankan pemudik mengambil jalur alternatif, yaitu   Padang Solok via Ombilin bagi yang hendak ke Bukittinggi atau   Payakumbuh.

Walaupun ada penambahan jarak, berdasarkan waktu tempuh jauh lebih pendek karena rute utama Padang Bukittinggi amat padat.

Ia juga menyarankan sesama pemudik harus saling mengingatkan saat   berkendara jika ada yang melanggar lalu lintas atau berperilaku yang   akan berpotensi menyebabkan kemacetan. Tidak ada salahnya saling menegur   jika ada yang melanggar demi kebaikan bersama agar dapat menikmati   mudik tanpa macet.</content:encoded></item></channel></rss>
