<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Dosen Fakultas Teknik UGM Dinonaktifkan karena Diduga Berafiliasi dengan HTI</title><description>Diduga berafiliasi dengan HTI, dua dosen Fakultas Teknik UGM Yogyakarta dinonaktifkan dari jabatan strukturalnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/10/510/1908843/2-dosen-fakultas-teknik-ugm-dinonaktifkan-karena-diduga-berafiliasi-dengan-hti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/06/10/510/1908843/2-dosen-fakultas-teknik-ugm-dinonaktifkan-karena-diduga-berafiliasi-dengan-hti"/><item><title>2 Dosen Fakultas Teknik UGM Dinonaktifkan karena Diduga Berafiliasi dengan HTI</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/10/510/1908843/2-dosen-fakultas-teknik-ugm-dinonaktifkan-karena-diduga-berafiliasi-dengan-hti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/06/10/510/1908843/2-dosen-fakultas-teknik-ugm-dinonaktifkan-karena-diduga-berafiliasi-dengan-hti</guid><pubDate>Minggu 10 Juni 2018 09:08 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/10/510/1908843/2-dosen-fakultas-teknik-ugm-dinonaktifkan-karena-diduga-berafiliasi-dengan-hti-x2sR9y3VnS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Universitas Gajah Mada Yogyakarta (foto: Dok UGM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/10/510/1908843/2-dosen-fakultas-teknik-ugm-dinonaktifkan-karena-diduga-berafiliasi-dengan-hti-x2sR9y3VnS.jpg</image><title>Universitas Gajah Mada Yogyakarta (foto: Dok UGM)</title></images><description>YOGYAKARTA - Diduga berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),  dua dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dinonaktifkan dari jabatan strukturalnya. Salah satu dosen yang dinonaktifkan menjabat kepala program studi dan seorang lagi menjabat kepala laboratorium.

UGM menonaktifkan, keduanya dari jabatan struktural setelah sebelumnya dipanggil rektor dan dekan untuk mengetahui cara pandang mereka mengenai Pancasila. Bahkan, keduanya terancam dipecat jika tidak mau kembali ke ideologi Pancasila.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/09/36941/209327_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemerintah Bubarkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Agama HTI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kepala Bagian Humas Dan Protokol UGM Iva Ariani menyatakan, dari hasil pertemuan yang juga diikuti Dewan Guru Besar dan perwakilan Senat Akademik UGM, maka diputuskan jika proses selanjutnya diserahkan ke Dewan Kehormatan Universitas (DKU).

Hasil rekomendasi DKU tersebut nantinya akan menjadi panduan bagi universitas untuk melakukan tindakan selanjutnya. Sambil menunggu rekomendasi itu, kedua dosen dinonaktifkan untuk sementara dari jabatan strukturalnya.

&amp;ldquo;Kemarin hanya dialog, belum sidang atau pemeriksaan, nanti selanjutnya di DKU itu. Hasil pemeriksaan DKU yang menjadi rekomendasi untuk rektor menentukan langkah selanjutnya. Hasilnya secepatnya karena proses terhenti dengan adanya libur panjang. Mungkin diproses setelah Lebaran,&amp;rdquo; kata Iva Ariani.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2016/08/06/27581/170312_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mahasiswa Baru UGM Bentuk Formasi Merah Putih&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, Iva enggan menjelaskan secara rinci nama maupun inisial kedua dosen tersebut. Iva mengatakan, jika dari hasil pemeriksaan DKU nanti menyebutkan keduanya terbukti tidak menerima Pancasila sebagai ideologi negara, maka keduanya bisa dikenakan sanksi.

&amp;ldquo;Saya belum bisa menyampaikan. Kalau sanksi tentu akan mengikuti aturan PNS, bisa berupa sanksi teguran. Menurut aturan kepegawaian sanksi beratnya juga bisa dikeluarkan, tapi kami berharap tidak sampai seperti itu,&amp;rdquo; urai Iva.

Data dua dosen Fakultas Teknik UGM yang diduga anti-Pancasila itu sebelumnya diperoleh UGM dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan informasi dari rekan dosen yang lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8wNy8xLzExMTk0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Diduga berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),  dua dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dinonaktifkan dari jabatan strukturalnya. Salah satu dosen yang dinonaktifkan menjabat kepala program studi dan seorang lagi menjabat kepala laboratorium.

UGM menonaktifkan, keduanya dari jabatan struktural setelah sebelumnya dipanggil rektor dan dekan untuk mengetahui cara pandang mereka mengenai Pancasila. Bahkan, keduanya terancam dipecat jika tidak mau kembali ke ideologi Pancasila.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/09/36941/209327_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemerintah Bubarkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Agama HTI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kepala Bagian Humas Dan Protokol UGM Iva Ariani menyatakan, dari hasil pertemuan yang juga diikuti Dewan Guru Besar dan perwakilan Senat Akademik UGM, maka diputuskan jika proses selanjutnya diserahkan ke Dewan Kehormatan Universitas (DKU).

Hasil rekomendasi DKU tersebut nantinya akan menjadi panduan bagi universitas untuk melakukan tindakan selanjutnya. Sambil menunggu rekomendasi itu, kedua dosen dinonaktifkan untuk sementara dari jabatan strukturalnya.

&amp;ldquo;Kemarin hanya dialog, belum sidang atau pemeriksaan, nanti selanjutnya di DKU itu. Hasil pemeriksaan DKU yang menjadi rekomendasi untuk rektor menentukan langkah selanjutnya. Hasilnya secepatnya karena proses terhenti dengan adanya libur panjang. Mungkin diproses setelah Lebaran,&amp;rdquo; kata Iva Ariani.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2016/08/06/27581/170312_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mahasiswa Baru UGM Bentuk Formasi Merah Putih&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, Iva enggan menjelaskan secara rinci nama maupun inisial kedua dosen tersebut. Iva mengatakan, jika dari hasil pemeriksaan DKU nanti menyebutkan keduanya terbukti tidak menerima Pancasila sebagai ideologi negara, maka keduanya bisa dikenakan sanksi.

&amp;ldquo;Saya belum bisa menyampaikan. Kalau sanksi tentu akan mengikuti aturan PNS, bisa berupa sanksi teguran. Menurut aturan kepegawaian sanksi beratnya juga bisa dikeluarkan, tapi kami berharap tidak sampai seperti itu,&amp;rdquo; urai Iva.

Data dua dosen Fakultas Teknik UGM yang diduga anti-Pancasila itu sebelumnya diperoleh UGM dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan informasi dari rekan dosen yang lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8wNy8xLzExMTk0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
