<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengguna Taksi Online Keluhkan Kenaikan Harga di Hari Pertama Lebaran</title><description>Sejumlah pengguna taksi online mengeluhkan kenaikan tarif layanan di hari pertama Lebaran 2018/Idul Fitri 1439 H terutama pada pagi hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/16/338/1910756/pengguna-taksi-online-keluhkan-kenaikan-harga-di-hari-pertama-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/06/16/338/1910756/pengguna-taksi-online-keluhkan-kenaikan-harga-di-hari-pertama-lebaran"/><item><title>Pengguna Taksi Online Keluhkan Kenaikan Harga di Hari Pertama Lebaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/06/16/338/1910756/pengguna-taksi-online-keluhkan-kenaikan-harga-di-hari-pertama-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/06/16/338/1910756/pengguna-taksi-online-keluhkan-kenaikan-harga-di-hari-pertama-lebaran</guid><pubDate>Sabtu 16 Juni 2018 04:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/15/338/1910756/pengguna-taksi-online-keluhkan-kenaikan-harga-di-hari-pertama-lebaran-hJ1Ua28Yqn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">llustrasi Transportasi Online (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/15/338/1910756/pengguna-taksi-online-keluhkan-kenaikan-harga-di-hari-pertama-lebaran-hJ1Ua28Yqn.jpg</image><title>llustrasi Transportasi Online (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah pengguna taksi online mengeluhkan kenaikan tarif layanan di hari pertama Lebaran 2018/Idul Fitri 1439 Hijriah terutama pada pagi hari.

Budiman, salah seorang pengguna di Jakarta, Jumat (15/6/2018), mengatakan tarif taksi online ke Bandara Soekarno Hatta naik signifikan saat ia memesannya pada Jumat dini hari.

&quot;Biasanya dari rumah di Kramat Jati sekitar Rp100 ribu tapi tadi kena Rp150 ribu,&quot; katanya.

Ia berangkat ke bandara untuk mudik ke kampung halaman di Raha, Sulawesi Tenggara, setelah mendapatkan tiket untuk penerbangan pagi.

&quot;Tadi saya pesan sekitar jam 2 pagi tapi baru bisa dapat sekitar jam 3 pagi. Lumayan lama memang,&quot; ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Chandry (29) yang memesan jasa taksi online Jumat pagi. Menurut dia, tarif yang tercantum dalam aplikasi meroket meski jarak yang ditempuh tidak jauh.

&quot;Saya pesan yang satu tarifnya hampir Rp90 ribu, akhirnya coba aplikasi pesaingnya dapat Rp23 ribu. Itu untuk jarak dekat kurang dari 10 km,&quot; tuturnya.

Chandry memesan taksi online untuk bersilaturahmi ke rumah kerabat dan merayakan Lebaran. Tarif yang melonjak diyakini dia karena minimnya pengemudi taksi online yang beroperasi selepas solat Ied.

&quot;Sudah pesan jam 10 tapi di-'cancel' (ditolak) lima kali, akhirnya coba agak siang sekitar jam 1 sudah bisa dapat,&quot; katanya.

Baik Budiman maupun Chandry memaklumi lamanya mendapatkan layanan dan tarif yang melonjak sebagai kompensasi dari minimnya mitra pengemudi yang beroperasi.

Namun, mereka berharap kenaikan tarif bisa dikenakan sewajarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah pengguna taksi online mengeluhkan kenaikan tarif layanan di hari pertama Lebaran 2018/Idul Fitri 1439 Hijriah terutama pada pagi hari.

Budiman, salah seorang pengguna di Jakarta, Jumat (15/6/2018), mengatakan tarif taksi online ke Bandara Soekarno Hatta naik signifikan saat ia memesannya pada Jumat dini hari.

&quot;Biasanya dari rumah di Kramat Jati sekitar Rp100 ribu tapi tadi kena Rp150 ribu,&quot; katanya.

Ia berangkat ke bandara untuk mudik ke kampung halaman di Raha, Sulawesi Tenggara, setelah mendapatkan tiket untuk penerbangan pagi.

&quot;Tadi saya pesan sekitar jam 2 pagi tapi baru bisa dapat sekitar jam 3 pagi. Lumayan lama memang,&quot; ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Chandry (29) yang memesan jasa taksi online Jumat pagi. Menurut dia, tarif yang tercantum dalam aplikasi meroket meski jarak yang ditempuh tidak jauh.

&quot;Saya pesan yang satu tarifnya hampir Rp90 ribu, akhirnya coba aplikasi pesaingnya dapat Rp23 ribu. Itu untuk jarak dekat kurang dari 10 km,&quot; tuturnya.

Chandry memesan taksi online untuk bersilaturahmi ke rumah kerabat dan merayakan Lebaran. Tarif yang melonjak diyakini dia karena minimnya pengemudi taksi online yang beroperasi selepas solat Ied.

&quot;Sudah pesan jam 10 tapi di-'cancel' (ditolak) lima kali, akhirnya coba agak siang sekitar jam 1 sudah bisa dapat,&quot; katanya.

Baik Budiman maupun Chandry memaklumi lamanya mendapatkan layanan dan tarif yang melonjak sebagai kompensasi dari minimnya mitra pengemudi yang beroperasi.

Namun, mereka berharap kenaikan tarif bisa dikenakan sewajarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
