<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rentetan Derita Pengguna Transportasi Laut</title><description>KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar menambah panjang kasus kecelakaan transportasi laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/03/340/1917265/rentetan-derita-pengguna-transportasi-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/07/03/340/1917265/rentetan-derita-pengguna-transportasi-laut"/><item><title>Rentetan Derita Pengguna Transportasi Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/03/340/1917265/rentetan-derita-pengguna-transportasi-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/07/03/340/1917265/rentetan-derita-pengguna-transportasi-laut</guid><pubDate>Selasa 03 Juli 2018 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/03/340/1917265/rentetan-derita-pengguna-transportasi-laut-9cNfQZwCCK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Tenggelam (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/03/340/1917265/rentetan-derita-pengguna-transportasi-laut-9cNfQZwCCK.jpg</image><title>Kapal Tenggelam (foto: Shutterstock)</title></images><description>KARAMNYA Kapal Motor (KM) Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar menambah panjang kasus kecelakaan transportasi laut. Pada Juni 2018 setidaknya sudah ada dua kejadian kapal tenggelam, yakni KM Arista di perairan Pulau Khayangan (Selat Makassar) dan KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Rentetan kejadian kapal tenggelam tentu menambah derita para pengguna transportasi laut tersebut. Bagaimana tidak dari tiga kejadian tersebut setidaknya ada penumpang yang menjadi korban tewas. Berikut ulasan Okezone, Selasa (3/7/2018) mengenai rentetan tenggelemnya kapal sepanjang Juni hingga Juli :

1. KM Arista
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/06/16/50886/257982_medium.jpg&quot; alt=&quot;Hari ke-4 Pencarian, Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Kapal Motor Arista&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Pencarian KM Arista (foto: Antara)
Kapal penumpang tujuan Pulau Barrang Lompo yang tenggelam di Selat Makassar, Sulawesi Selatan diduga akibat kelebihan muatan. Menurut keterangan penumpang yang selamat, bernama Sukri, peristiwa tenggelamnya kapal tersebut terjadi pada Rabu 13 Juni 2018 sekira pukul 14.00 Wita.

&amp;ldquo;Kapal isinya orang yang mau mudik dan yang baru habis belanja barang-barang untuk Lebaran di Makassar. Kalau jumlah penumpangnya belum tahu pasti, karena tidak pakai tiket. Tapi yang pasti penuh tadi kapalnya,&amp;rdquo; tutur Sukri.

Informasi yang dihimpun, Kapal Motor (KM) Arista jenis jolloro&amp;rsquo; (kapal tradisional) itu mengangkut sedikitnya 35 orang dari Pelabuhan Paotere&amp;rsquo; Kota Makassar menuju Pulau Barrang Lompo. Di tengah laut, kapal yang dikemudikan Kila, itu terbalik setelah dihantam ombak.

Raudah, istri Kila mengatakan, mereka baru saja meninggalkan Pelabuhan Paotere&amp;rsquo; saat peristiwa itu terjadi. Sekitar lima mil, mendadak kapal dihantam angin dan ombak besar. &amp;ldquo;Kapal langsung terbalik hingga tenggelam,&amp;rdquo; katanya.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar mengatakan, jumlah total penumpang sekitar 35 orang. Sedangkan, penyebab kecelakaan masih didalami. Dalam peristiwa ini setidaknya ada 16 orang penumpang meninggal dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNi8xNi8xLzExMzM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Humas Basarnas Makassar, Hamsidar mengatakan, pihaknya telah melakukan audit data terakhir korban jiwa tragedi kapal maut yang menenggelamkan puluhan penumpang tujuan pulau Barrang Lompo tersebut. Namun, dirinya sendiri belum bisa memastikan akan penyebab lebih jelasnya korban yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS).

&quot;Ada penambahan korban. Dari total keseluruhan menjadi 16 orang yang telah meninggal dunia,&quot;kata Hamsidar melalui pernyataan tertulisnya kepada Okezone.

Berdasarkan data faktual korban tercatat sedikitnya 73 orang yang penumpangi kapal tersebut. Padahal diawal diinformasikan hanya 35 orang penumpang.

Adapun yang berhasil dievakuasi tim SAR Gabungan berjumlah 71 orang yang terdiri dari 16 orang meninggal dunia dan 55 orang selamat. Sehingga 2 orang masih dalam pencarian.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/06/16/50886/257983_medium.jpg&quot; alt=&quot;Hari ke-4 Pencarian, Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Kapal Motor Arista&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Pencarian KM Arista (foto: Antara)
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani menjelaskan, dugaan sementara penyebab tenggelamnya kapal akibat ombak dan angin kencang. Dia menambahkan, banyaknya korban tewas akibat karamnya kapal tersebut lantaran penumpang tak menggunakan jaket keselamatan saat bertolak ke Pulau Barrang Lompo.

&quot;Korban banyak meninggal dunia enggak pakai life jacket,&quot; tegas Dicky.2. KM Sinar Bangun

KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir,  menuju Tigaras, Simalungun, Senin 18 Juni 2018 sore. Peristiwa  tenggelamnya kapal ini sempat menhebohkan publik karena terjadi saat  Libur Lebaran dengan jumlah penumpang hingga ratusan orang.

Saat tenggelam, KM Sinar Bangun diperkirakan membawa sekitar 200  penumpang dan puluhan sepeda motor. Sesuai data dari Basarnas, 24 orang  yang ikut dalam kapal telah ditemukan. Sebanyak 21 orang dinyatakan  selamat, sedangkan 3 penumpang ditemukan meninggal dunia. Sementara 164  orang lainnya masih hilang.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/06/29/51252/259482_medium.jpg&quot; alt=&quot;Robot Bawah Air Deteksi Jasad pada Kedalaman 450 M, Diduga Korban KM Sinar Bangun&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Pencarian KM Sinar Bangun di Danau Toba (foto: Antara)
Menurut keterangan dari saksi yang selamat yakni Hernando (24),  Rahman (22) dan Santika (20). Selain dipadati penumpang, kapal itu juga  mengangkut kendaraan roda dua.

&quot;Saksi menyebut bahwa saat kejadian angin dan ombak sangat kencang.  Kondisi kapal, jumlah penumpang dan kendaraan roda dua sangat padat.  Diperkirakan oleh saksi-saksi, jumlah penumpang lebih dari seratus  orang,&quot; terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

KM Sinar Bangun tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Simanindo  menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sesaat sebelum kapal tenggelam,  kapal nahas itu sempat oleng.  Hingga kini pihak Basarnas dan Kepolisian  masih mencari korban yang tenggelam di Danau Toba.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan, pihaknya saat ini masih  mencari cara untuk mengangkat bangkai kapal yang berada di kedalaman  450 meter itu. Namun posisi bangkai kapal berada di dekat jurang yang  memiliki kedalaman 600 meter.

&quot;Biasanya jika target sudah ditemukan akan dilakukan evakuasi. Namun,  lagi-lagi kedalaman Danau Toba menjadi persoalan. Kita harus pikir  matang-matang soal keselamatan bagaimana kita bisa menolong objek ini  bisa terangkat,&quot; ungkap Budiawan, Jumat 29 Juni 2018.

Basarnas, kata Budiawan, kini memunculkan dua opsi atas kondisi  tersebut. Opsi pertama adalah tetap dilakukan evakuasi meski tentunya  akan memakan waktu yang cukup lama dan tingkat risiko yang tinggi.

Opsi kedua adalah membiarkan kapal dan korban yang ada di dalamnya  tetap berada di dalam air dan melakukan tabur bunga di atas lokasi  tenggelamnya kapal.

&quot;Tapi dua opsi itu masih rencana. Itu yang menjadi rapat kami hari  ini. Kita akan berunding dengan Pemkab, dan keluarga korban,&quot; sebutnya.

Namun, pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun resmi dihentikan,  Selasa 3 Juli 2018. Sebab, alat untuk mengangkat bangkai kapal yang ada  di kedalaman 400 meter sulit dilakukan.

&quot;Kita kemarin sudah ada musyawarah antara Tim SAR Gabungan, keluarga  korban, yang dimotori Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, bahwa  korban sejumlah 164 orang itu akan diikhlaskan,&quot; kata Budiawan, Senin  (2/7/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/03/51361/259961_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Belum Ditemukan, Keluarga Korban KM Sinar Bangun Tabur Bunga di Danau Toba&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Tabur Bungan kepada Korban KM Sinar Bangun (foto: Antata)
Usai dihentikan, lanjut Budiawan, keluarga korban penumpang KM Sinar  Bangun beserta Basarnas, pemerintah setempat akan melakukan tabur bunga  di lokasi tenggelamnya kapal di perairan Danau Toba.

&quot;Jadi sudah ada kesepakatan pembuatan monumen tenggelamnya KM Sinar  Bangun di Pelabuhan Tigaras dan juga pembuatan tanda di lokasi  tenggelamnya kapal,&quot;terangnya.

Sementara itu, di hari ke-15 pencarian, Menteri Koordinator Bidang  Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan juga mengunjungi wilayah perairan  Danau Toba untuk turut melakukan tabur bunga.

Tim SAR memulai berkemas-kemas untuk meninggalkan kawasan Tigaras,  Kabupaten Simalungun, pascapenetapan berakhirnya pencarian KM Sinar  Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wMi8yMi8xMTM4NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di Simalungun, sejak Selasa (3/7/2018) pagi, terlihat personel Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mulai mengangkut  perahu karetnya dari perairan Danau Toba dan dinaikkan ke truk.

Namun di Pelabuhan Tigasras yang menjadi posko utama pencarian belum  terlalu menonjol aksi berkemasnya karena masih menggelar doa bersama,  tabur bunga, dan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar  Bangun.3. KM Lestari Maju

Hari ini, Selasa 3 Juli 2018 kabar mengenai kapal karam kembali   terjadi. Adalah KM Lestari Maju dengan rute Pelabuhan Bira menuju   Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sesaat Sebelum KM Lestari Maju Karam (foto: Ist)
Kronologi kejadian bermula sekira pukul 10.00 Wita, saat KMP Lestari   Maju berangkat dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bukukumba dengan tujuan   Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar.

&quot;Kapal sedang berlayar dari Bira Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata,&quot; ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Saat berlayar, sekira pukul 13.40 Wita, kapal mengalami masalah, di   mana air masuk ke dek lantai bawah. Karena tengah beradai di lautan, KMP   Lestari Maju merapat ke pantai Pabbadilan Desa Bungayya, Kecamatan   Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Informasi yang dihimpun, penumpang dievakuasi sementara ke Pantai   Pa'baddilan, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomate'ne Kabupaten Kepulauan   selayar.

Kapal mengangkut lebih dari 130 penumpang dan dikabarkan, kapal jenis   Ferry ini memuat sejumlah kendaraan seperti mobil, motor dan truk.   Kendaraan tampak berhamburan dan di laut dan sejumlah penumpang dengan   mengenakan pelampung.

Atas peristiwa ini dilaporkan, korban jiwa sementara 6 orang di mana salah satunya seorang bayi.

&quot;Korban 6 orang termasuk bayi. Saat ini fokus evakuasi,&quot; tegas Dicky.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wMy8xLzExMzk2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KM Lestari Maju membawa 139 orang saat karam di perairan Selayar,   mengakibatkan 6 orang tewas termasuk bayi, kata otoritas setempat. Kapal   diduga karam karena salah satu lambung kapal yang bocor.

&amp;ldquo;Sehingga air masuk ke dalam kapal,&amp;rdquo; ujar Dicky.</description><content:encoded>KARAMNYA Kapal Motor (KM) Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar menambah panjang kasus kecelakaan transportasi laut. Pada Juni 2018 setidaknya sudah ada dua kejadian kapal tenggelam, yakni KM Arista di perairan Pulau Khayangan (Selat Makassar) dan KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Rentetan kejadian kapal tenggelam tentu menambah derita para pengguna transportasi laut tersebut. Bagaimana tidak dari tiga kejadian tersebut setidaknya ada penumpang yang menjadi korban tewas. Berikut ulasan Okezone, Selasa (3/7/2018) mengenai rentetan tenggelemnya kapal sepanjang Juni hingga Juli :

1. KM Arista
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/06/16/50886/257982_medium.jpg&quot; alt=&quot;Hari ke-4 Pencarian, Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Kapal Motor Arista&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Pencarian KM Arista (foto: Antara)
Kapal penumpang tujuan Pulau Barrang Lompo yang tenggelam di Selat Makassar, Sulawesi Selatan diduga akibat kelebihan muatan. Menurut keterangan penumpang yang selamat, bernama Sukri, peristiwa tenggelamnya kapal tersebut terjadi pada Rabu 13 Juni 2018 sekira pukul 14.00 Wita.

&amp;ldquo;Kapal isinya orang yang mau mudik dan yang baru habis belanja barang-barang untuk Lebaran di Makassar. Kalau jumlah penumpangnya belum tahu pasti, karena tidak pakai tiket. Tapi yang pasti penuh tadi kapalnya,&amp;rdquo; tutur Sukri.

Informasi yang dihimpun, Kapal Motor (KM) Arista jenis jolloro&amp;rsquo; (kapal tradisional) itu mengangkut sedikitnya 35 orang dari Pelabuhan Paotere&amp;rsquo; Kota Makassar menuju Pulau Barrang Lompo. Di tengah laut, kapal yang dikemudikan Kila, itu terbalik setelah dihantam ombak.

Raudah, istri Kila mengatakan, mereka baru saja meninggalkan Pelabuhan Paotere&amp;rsquo; saat peristiwa itu terjadi. Sekitar lima mil, mendadak kapal dihantam angin dan ombak besar. &amp;ldquo;Kapal langsung terbalik hingga tenggelam,&amp;rdquo; katanya.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar mengatakan, jumlah total penumpang sekitar 35 orang. Sedangkan, penyebab kecelakaan masih didalami. Dalam peristiwa ini setidaknya ada 16 orang penumpang meninggal dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNi8xNi8xLzExMzM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Humas Basarnas Makassar, Hamsidar mengatakan, pihaknya telah melakukan audit data terakhir korban jiwa tragedi kapal maut yang menenggelamkan puluhan penumpang tujuan pulau Barrang Lompo tersebut. Namun, dirinya sendiri belum bisa memastikan akan penyebab lebih jelasnya korban yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS).

&quot;Ada penambahan korban. Dari total keseluruhan menjadi 16 orang yang telah meninggal dunia,&quot;kata Hamsidar melalui pernyataan tertulisnya kepada Okezone.

Berdasarkan data faktual korban tercatat sedikitnya 73 orang yang penumpangi kapal tersebut. Padahal diawal diinformasikan hanya 35 orang penumpang.

Adapun yang berhasil dievakuasi tim SAR Gabungan berjumlah 71 orang yang terdiri dari 16 orang meninggal dunia dan 55 orang selamat. Sehingga 2 orang masih dalam pencarian.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/06/16/50886/257983_medium.jpg&quot; alt=&quot;Hari ke-4 Pencarian, Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Kapal Motor Arista&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Pencarian KM Arista (foto: Antara)
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani menjelaskan, dugaan sementara penyebab tenggelamnya kapal akibat ombak dan angin kencang. Dia menambahkan, banyaknya korban tewas akibat karamnya kapal tersebut lantaran penumpang tak menggunakan jaket keselamatan saat bertolak ke Pulau Barrang Lompo.

&quot;Korban banyak meninggal dunia enggak pakai life jacket,&quot; tegas Dicky.2. KM Sinar Bangun

KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir,  menuju Tigaras, Simalungun, Senin 18 Juni 2018 sore. Peristiwa  tenggelamnya kapal ini sempat menhebohkan publik karena terjadi saat  Libur Lebaran dengan jumlah penumpang hingga ratusan orang.

Saat tenggelam, KM Sinar Bangun diperkirakan membawa sekitar 200  penumpang dan puluhan sepeda motor. Sesuai data dari Basarnas, 24 orang  yang ikut dalam kapal telah ditemukan. Sebanyak 21 orang dinyatakan  selamat, sedangkan 3 penumpang ditemukan meninggal dunia. Sementara 164  orang lainnya masih hilang.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/06/29/51252/259482_medium.jpg&quot; alt=&quot;Robot Bawah Air Deteksi Jasad pada Kedalaman 450 M, Diduga Korban KM Sinar Bangun&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Pencarian KM Sinar Bangun di Danau Toba (foto: Antara)
Menurut keterangan dari saksi yang selamat yakni Hernando (24),  Rahman (22) dan Santika (20). Selain dipadati penumpang, kapal itu juga  mengangkut kendaraan roda dua.

&quot;Saksi menyebut bahwa saat kejadian angin dan ombak sangat kencang.  Kondisi kapal, jumlah penumpang dan kendaraan roda dua sangat padat.  Diperkirakan oleh saksi-saksi, jumlah penumpang lebih dari seratus  orang,&quot; terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

KM Sinar Bangun tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Simanindo  menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sesaat sebelum kapal tenggelam,  kapal nahas itu sempat oleng.  Hingga kini pihak Basarnas dan Kepolisian  masih mencari korban yang tenggelam di Danau Toba.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan, pihaknya saat ini masih  mencari cara untuk mengangkat bangkai kapal yang berada di kedalaman  450 meter itu. Namun posisi bangkai kapal berada di dekat jurang yang  memiliki kedalaman 600 meter.

&quot;Biasanya jika target sudah ditemukan akan dilakukan evakuasi. Namun,  lagi-lagi kedalaman Danau Toba menjadi persoalan. Kita harus pikir  matang-matang soal keselamatan bagaimana kita bisa menolong objek ini  bisa terangkat,&quot; ungkap Budiawan, Jumat 29 Juni 2018.

Basarnas, kata Budiawan, kini memunculkan dua opsi atas kondisi  tersebut. Opsi pertama adalah tetap dilakukan evakuasi meski tentunya  akan memakan waktu yang cukup lama dan tingkat risiko yang tinggi.

Opsi kedua adalah membiarkan kapal dan korban yang ada di dalamnya  tetap berada di dalam air dan melakukan tabur bunga di atas lokasi  tenggelamnya kapal.

&quot;Tapi dua opsi itu masih rencana. Itu yang menjadi rapat kami hari  ini. Kita akan berunding dengan Pemkab, dan keluarga korban,&quot; sebutnya.

Namun, pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun resmi dihentikan,  Selasa 3 Juli 2018. Sebab, alat untuk mengangkat bangkai kapal yang ada  di kedalaman 400 meter sulit dilakukan.

&quot;Kita kemarin sudah ada musyawarah antara Tim SAR Gabungan, keluarga  korban, yang dimotori Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, bahwa  korban sejumlah 164 orang itu akan diikhlaskan,&quot; kata Budiawan, Senin  (2/7/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/03/51361/259961_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Belum Ditemukan, Keluarga Korban KM Sinar Bangun Tabur Bunga di Danau Toba&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt; Tabur Bungan kepada Korban KM Sinar Bangun (foto: Antata)
Usai dihentikan, lanjut Budiawan, keluarga korban penumpang KM Sinar  Bangun beserta Basarnas, pemerintah setempat akan melakukan tabur bunga  di lokasi tenggelamnya kapal di perairan Danau Toba.

&quot;Jadi sudah ada kesepakatan pembuatan monumen tenggelamnya KM Sinar  Bangun di Pelabuhan Tigaras dan juga pembuatan tanda di lokasi  tenggelamnya kapal,&quot;terangnya.

Sementara itu, di hari ke-15 pencarian, Menteri Koordinator Bidang  Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan juga mengunjungi wilayah perairan  Danau Toba untuk turut melakukan tabur bunga.

Tim SAR memulai berkemas-kemas untuk meninggalkan kawasan Tigaras,  Kabupaten Simalungun, pascapenetapan berakhirnya pencarian KM Sinar  Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wMi8yMi8xMTM4NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di Simalungun, sejak Selasa (3/7/2018) pagi, terlihat personel Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mulai mengangkut  perahu karetnya dari perairan Danau Toba dan dinaikkan ke truk.

Namun di Pelabuhan Tigasras yang menjadi posko utama pencarian belum  terlalu menonjol aksi berkemasnya karena masih menggelar doa bersama,  tabur bunga, dan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar  Bangun.3. KM Lestari Maju

Hari ini, Selasa 3 Juli 2018 kabar mengenai kapal karam kembali   terjadi. Adalah KM Lestari Maju dengan rute Pelabuhan Bira menuju   Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sesaat Sebelum KM Lestari Maju Karam (foto: Ist)
Kronologi kejadian bermula sekira pukul 10.00 Wita, saat KMP Lestari   Maju berangkat dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bukukumba dengan tujuan   Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar.

&quot;Kapal sedang berlayar dari Bira Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata,&quot; ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Saat berlayar, sekira pukul 13.40 Wita, kapal mengalami masalah, di   mana air masuk ke dek lantai bawah. Karena tengah beradai di lautan, KMP   Lestari Maju merapat ke pantai Pabbadilan Desa Bungayya, Kecamatan   Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Informasi yang dihimpun, penumpang dievakuasi sementara ke Pantai   Pa'baddilan, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomate'ne Kabupaten Kepulauan   selayar.

Kapal mengangkut lebih dari 130 penumpang dan dikabarkan, kapal jenis   Ferry ini memuat sejumlah kendaraan seperti mobil, motor dan truk.   Kendaraan tampak berhamburan dan di laut dan sejumlah penumpang dengan   mengenakan pelampung.

Atas peristiwa ini dilaporkan, korban jiwa sementara 6 orang di mana salah satunya seorang bayi.

&quot;Korban 6 orang termasuk bayi. Saat ini fokus evakuasi,&quot; tegas Dicky.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wMy8xLzExMzk2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KM Lestari Maju membawa 139 orang saat karam di perairan Selayar,   mengakibatkan 6 orang tewas termasuk bayi, kata otoritas setempat. Kapal   diduga karam karena salah satu lambung kapal yang bocor.

&amp;ldquo;Sehingga air masuk ke dalam kapal,&amp;rdquo; ujar Dicky.</content:encoded></item></channel></rss>
