<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar: Cawapres Jokowi Harus dari Partai</title><description>Apabila penawarannya tak laku, Golkar akan meminta penjelasan dari Jokowi untuk membicarakan persoalan koalisi di Pilpres 2019 mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/15/605/1922497/golkar-cawapres-jokowi-harus-dari-partai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/07/15/605/1922497/golkar-cawapres-jokowi-harus-dari-partai"/><item><title>Golkar: Cawapres Jokowi Harus dari Partai</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/15/605/1922497/golkar-cawapres-jokowi-harus-dari-partai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/07/15/605/1922497/golkar-cawapres-jokowi-harus-dari-partai</guid><pubDate>Minggu 15 Juli 2018 06:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/15/605/1922497/golkar-cawapres-jokowi-harus-dari-partai-oypEI77Ame.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/15/605/1922497/golkar-cawapres-jokowi-harus-dari-partai-oypEI77Ame.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan berharap cawapres yang akan dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang berasal dari seorang politisi. Kini, pihaknya menjagokan ketua umumnya Airlangga Hartanto untuk menjadi pendamping Jokowi dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ace menjelaskan alasan pihaknya tetap ngotot mengusung Menperin itu dalam perebutan kursi orang nomor dua di Indonesia lantaran dalam menjalankan sebuah roda pemerintahan itu memang dibutuhkan kekuatan politik di parlemen. Sehingga, agar pemerintahan Jokowi kuat, maka harus didampingi seorang politikus dari salah satu parpol.

&amp;ldquo;Kami dorong Pak Airlangga. Seorang politisi itu pasti mendapatkan dukungan yang kuat dari parlemen dan non parlemen,&amp;rdquo; kata Ace saat dihubungi, Minggu (15/7/2018).

Apabila penawaran pihaknya tak laku, maka ia akan meminta penjelasan dari Jokowi untuk membicarakan persoalan koalisi di Pilpres 2019 mendatang. Namun, pihaknya meyakini kalau mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan mempertimbangkan segala aspek demi merengkuh kemenangan di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.



&amp;ldquo;Kami ingin nantinya ada penjelasan lebih lanjut dari Pak Jokowi,&amp;rdquo; jelasnya.

Terkait rencana pembahasan posisi cawapres dengang parpol pendukung Jokowi, ia memperkirakan kalau hal itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab, kini seluruh partai sedang sibuk dalam proses pendaftaran para calon legislative.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengungkapkan salah satu dari lima nama yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden (Cawapres) di Pemilu 2019.

Jokowi mengatakan bahwa nama tersebut adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau karib disapa Cak Imin.

&quot;Saya harus ngomong apa adanya. Salah satu nama itu Pak Muhaimin Iskandar,&quot; kata Jokowi saat meninjau venue di kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, kemarin.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan berharap cawapres yang akan dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang berasal dari seorang politisi. Kini, pihaknya menjagokan ketua umumnya Airlangga Hartanto untuk menjadi pendamping Jokowi dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ace menjelaskan alasan pihaknya tetap ngotot mengusung Menperin itu dalam perebutan kursi orang nomor dua di Indonesia lantaran dalam menjalankan sebuah roda pemerintahan itu memang dibutuhkan kekuatan politik di parlemen. Sehingga, agar pemerintahan Jokowi kuat, maka harus didampingi seorang politikus dari salah satu parpol.

&amp;ldquo;Kami dorong Pak Airlangga. Seorang politisi itu pasti mendapatkan dukungan yang kuat dari parlemen dan non parlemen,&amp;rdquo; kata Ace saat dihubungi, Minggu (15/7/2018).

Apabila penawaran pihaknya tak laku, maka ia akan meminta penjelasan dari Jokowi untuk membicarakan persoalan koalisi di Pilpres 2019 mendatang. Namun, pihaknya meyakini kalau mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan mempertimbangkan segala aspek demi merengkuh kemenangan di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.



&amp;ldquo;Kami ingin nantinya ada penjelasan lebih lanjut dari Pak Jokowi,&amp;rdquo; jelasnya.

Terkait rencana pembahasan posisi cawapres dengang parpol pendukung Jokowi, ia memperkirakan kalau hal itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab, kini seluruh partai sedang sibuk dalam proses pendaftaran para calon legislative.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengungkapkan salah satu dari lima nama yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden (Cawapres) di Pemilu 2019.

Jokowi mengatakan bahwa nama tersebut adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau karib disapa Cak Imin.

&quot;Saya harus ngomong apa adanya. Salah satu nama itu Pak Muhaimin Iskandar,&quot; kata Jokowi saat meninjau venue di kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, kemarin.
</content:encoded></item></channel></rss>
