<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu Cek Kebenaran Penangkapan 3 WNI Terduga Teroris di Malaysia</title><description>Kemenlu hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dari KBRI Kuala Lumpur terkait penangkapan teroris yang diduga berstatus WNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/19/18/1924772/menlu-cek-kebenaran-penangkapan-3-wni-terduga-teroris-di-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/07/19/18/1924772/menlu-cek-kebenaran-penangkapan-3-wni-terduga-teroris-di-malaysia"/><item><title>Menlu Cek Kebenaran Penangkapan 3 WNI Terduga Teroris di Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/19/18/1924772/menlu-cek-kebenaran-penangkapan-3-wni-terduga-teroris-di-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/07/19/18/1924772/menlu-cek-kebenaran-penangkapan-3-wni-terduga-teroris-di-malaysia</guid><pubDate>Kamis 19 Juli 2018 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/19/18/1924772/menlu-cek-kebenaran-penangkapan-3-wni-terduga-teroris-di-malaysia-eosIP0Pljy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno Marsudi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/19/18/1924772/menlu-cek-kebenaran-penangkapan-3-wni-terduga-teroris-di-malaysia-eosIP0Pljy.jpg</image><title>Menlu Retno Marsudi (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi akan mengecek kebenaran tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pihak Malaysia lantaran diduga terlibat dalam jaringan terorisme ISIS.

Retno memaparkan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dari KBRI Kuala Lumpur terkait penangkapan  kelompok teroris yang diduga berstatus WNI tersebut. Informasi ini baru diketahui dari pernyataan Polis Diraja Malaysia (PDRM) kepada media.

&quot;&amp;lrm;Kita sampai sekarang belum mendapatkan notif dan sampai siang hari ini dari KBRI Kuala Lumpur meminta akses kekonsuleran,&quot; ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).


Ia menerangkan, biasanya bila terjadi sesuatu kepada WNI di luar negeri, hal pertama dilakukan KBRI yaitu meminta akses kekonsuleran dengan tujuan untuk memastikan status kewarganegaraannya.


&quot;Ini memastikan, apakah betul yang bersangkutan adalah WNI karena kalimatnya kan diduga WNI. Oleh karena itu, harus kita pastikan,&quot; terangnya.




Setelah data-data sudah terverifikas&amp;lrm;i, kata Retno, pihak KBRI akan mencocokkan data yang bersangkutan. &quot;Akses kekonsuleran tersebut sedang dicoba untuk diperoleh,&quot; ucap Retno.


Sebelumnya  pihak kepolisian Malaysia menangkap tujuh orang atas dugaan terorisme, dimana dari tujuh terdapat tiga pria yang berpaspor WNI&amp;lrm;. Mereka ditangkap antara 12-17 Juli 2018.

(Baca Juga : Tiga WNI Anggota ISIS Ditangkap di Malaysia)

Salah satu orang Indonesia yang ditangkap diduga telah berjanji setia dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia.


Seorang tersangka lain asal Indonesia diduga terkait dengan seorang anggota Jama'ah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat dalam pembunuhan 10 Mei terhadap perwira polisi Indonesia di Jawa Barat.

</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi akan mengecek kebenaran tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pihak Malaysia lantaran diduga terlibat dalam jaringan terorisme ISIS.

Retno memaparkan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dari KBRI Kuala Lumpur terkait penangkapan  kelompok teroris yang diduga berstatus WNI tersebut. Informasi ini baru diketahui dari pernyataan Polis Diraja Malaysia (PDRM) kepada media.

&quot;&amp;lrm;Kita sampai sekarang belum mendapatkan notif dan sampai siang hari ini dari KBRI Kuala Lumpur meminta akses kekonsuleran,&quot; ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).


Ia menerangkan, biasanya bila terjadi sesuatu kepada WNI di luar negeri, hal pertama dilakukan KBRI yaitu meminta akses kekonsuleran dengan tujuan untuk memastikan status kewarganegaraannya.


&quot;Ini memastikan, apakah betul yang bersangkutan adalah WNI karena kalimatnya kan diduga WNI. Oleh karena itu, harus kita pastikan,&quot; terangnya.




Setelah data-data sudah terverifikas&amp;lrm;i, kata Retno, pihak KBRI akan mencocokkan data yang bersangkutan. &quot;Akses kekonsuleran tersebut sedang dicoba untuk diperoleh,&quot; ucap Retno.


Sebelumnya  pihak kepolisian Malaysia menangkap tujuh orang atas dugaan terorisme, dimana dari tujuh terdapat tiga pria yang berpaspor WNI&amp;lrm;. Mereka ditangkap antara 12-17 Juli 2018.

(Baca Juga : Tiga WNI Anggota ISIS Ditangkap di Malaysia)

Salah satu orang Indonesia yang ditangkap diduga telah berjanji setia dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia.


Seorang tersangka lain asal Indonesia diduga terkait dengan seorang anggota Jama'ah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat dalam pembunuhan 10 Mei terhadap perwira polisi Indonesia di Jawa Barat.

</content:encoded></item></channel></rss>
