<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Tolak Usulan Wali Kota soal Pengangkatan Pegawai Honorer</title><description>Penolakan itu disampaikan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang hadir dalam pertemuan Wali Kota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/23/337/1926134/jokowi-tolak-usulan-wali-kota-soal-pengangkatan-pegawai-honorer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/07/23/337/1926134/jokowi-tolak-usulan-wali-kota-soal-pengangkatan-pegawai-honorer"/><item><title>Jokowi Tolak Usulan Wali Kota soal Pengangkatan Pegawai Honorer</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/23/337/1926134/jokowi-tolak-usulan-wali-kota-soal-pengangkatan-pegawai-honorer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/07/23/337/1926134/jokowi-tolak-usulan-wali-kota-soal-pengangkatan-pegawai-honorer</guid><pubDate>Senin 23 Juli 2018 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/23/337/1926134/jokowi-tolak-usulan-wali-kota-soal-pengangkatan-pegawai-honorer-zsnaRvMEPJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/23/337/1926134/jokowi-tolak-usulan-wali-kota-soal-pengangkatan-pegawai-honorer-zsnaRvMEPJ.jpg</image><title>Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak usulan dari wali kota se-Indonesia yang meminta agar pegawai honorer katagori 2 (K2) di pemerintah kota diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa diseleksi.
Penolakan itu disampaikan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang hadir dalam pertemuan Wali Kota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi.
Airin mengatakan, bahwa Kepala Negara menginginkan harus adanya seleksi bagi para pegawai K2 tersebut. Hal itu juga sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).&amp;nbsp;
&quot;Ada permintaan para wali kota bahwa kan sudah diseleksi berkali-kali tapi tidak lulus ya. Tapi kan mereka sudah mengabdi puluhan tahun dan yang lainnya. Tapi, Presiden tetap sampaikan harus ada seleksi katanya. Tapi mudah-mudahan bisa diselesaikan,&quot; kata Airin di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).

Airin melanjutkan, bahwa Presiden Jokowi menginginkan pengangkatan honorer K2 harus profesional. &quot;Pak Presiden menyampaikan harus profesional,&quot; ucapnya.
Ia melanjutkan, pertemuan antara wali kota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi juga memahas penambahan formasi CPNS yang ada di pemerintahan kota.
&quot;Pak Presiden menitipkan tidak di (jabatan) administrasi tapi teknis. Seperti dokter, perawat, insinyur dan lainnya sesuai perkembangan kota,&quot; imbuhnya.
Airin berharap, pertemuan wali kota se-Indonesia yang digagas Presiden Jokowi ini mampu mendapatkan solusi tentang berbagai permasalahan kota yang ada di Indonesia.
&quot;Terkait penambahan kuota CPNS dan juga persoalan kategori (K2) yang sampai hari ini belum terselesaikan semuanya secara keseluruhan,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak usulan dari wali kota se-Indonesia yang meminta agar pegawai honorer katagori 2 (K2) di pemerintah kota diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa diseleksi.
Penolakan itu disampaikan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang hadir dalam pertemuan Wali Kota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi.
Airin mengatakan, bahwa Kepala Negara menginginkan harus adanya seleksi bagi para pegawai K2 tersebut. Hal itu juga sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).&amp;nbsp;
&quot;Ada permintaan para wali kota bahwa kan sudah diseleksi berkali-kali tapi tidak lulus ya. Tapi kan mereka sudah mengabdi puluhan tahun dan yang lainnya. Tapi, Presiden tetap sampaikan harus ada seleksi katanya. Tapi mudah-mudahan bisa diselesaikan,&quot; kata Airin di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).

Airin melanjutkan, bahwa Presiden Jokowi menginginkan pengangkatan honorer K2 harus profesional. &quot;Pak Presiden menyampaikan harus profesional,&quot; ucapnya.
Ia melanjutkan, pertemuan antara wali kota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi juga memahas penambahan formasi CPNS yang ada di pemerintahan kota.
&quot;Pak Presiden menitipkan tidak di (jabatan) administrasi tapi teknis. Seperti dokter, perawat, insinyur dan lainnya sesuai perkembangan kota,&quot; imbuhnya.
Airin berharap, pertemuan wali kota se-Indonesia yang digagas Presiden Jokowi ini mampu mendapatkan solusi tentang berbagai permasalahan kota yang ada di Indonesia.
&quot;Terkait penambahan kuota CPNS dan juga persoalan kategori (K2) yang sampai hari ini belum terselesaikan semuanya secara keseluruhan,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
