<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suami Eni Saragih Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1</title><description>Suami Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulana Saragih, yakni Muhammad Al Khadziq &amp;lrm;masuk dalam jadwal pemeriksaan KPK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/25/337/1927005/suami-eni-saragih-dipanggil-kpk-terkait-kasus-suap-pltu-riau-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/07/25/337/1927005/suami-eni-saragih-dipanggil-kpk-terkait-kasus-suap-pltu-riau-1"/><item><title>Suami Eni Saragih Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/25/337/1927005/suami-eni-saragih-dipanggil-kpk-terkait-kasus-suap-pltu-riau-1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/07/25/337/1927005/suami-eni-saragih-dipanggil-kpk-terkait-kasus-suap-pltu-riau-1</guid><pubDate>Rabu 25 Juli 2018 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/25/337/1927005/suami-eni-saragih-dipanggil-kpk-terkait-kasus-suap-pltu-riau-1-rlzK8IcyOp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi KPK (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/25/337/1927005/suami-eni-saragih-dipanggil-kpk-terkait-kasus-suap-pltu-riau-1-rlzK8IcyOp.jpg</image><title>Ilustrasi KPK (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Suami Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulana Saragih, yakni Muhammad Al Khadziq &amp;lrm;masuk dalam jadwal pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (25/7/2018).

Bupati Temanggung terpilih tersebut sedianya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, yang menyeret istrinya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/24/52017/262472_medium.jpg&quot; alt=&quot;Eni Maulani Saragih Tebar Senyum Usai Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;lrm;&quot;M. Al Khadziq, Bupati Temanggung terpilih diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka JBK (Johanes Budisutrisno Kotjo),&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (25/7/2018).

Al Khadziq sendiri sempat diamankan tim penindakan KPK saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) &amp;lrm;terhadap Eni Saragih. Namun, Al Khadziq dilepas kembali setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh KPK.

Tak hanya Al&amp;lrm; Khadziq, penyidik juga memanggil tiga saksi lainnya. Ketiganya yakni, Direktur Pengadaan Startegis 2 PT PLN (Persero), Supangkat Iwan Santoso; Tenaga Ahli DPR RI, Tahta Maharaya; serta Karyawan swasta, Audrey Ratna Justianty Alias Tine.

&quot;Ketiganya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JBK,&quot; ujarnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1.

Eni diduga telah menerima uang sebe&amp;lrm;sar Rp500 juta yang merupakan bagian dari komitmen fee 2,5 persen dari nilai proyek terkait kontrak kerjasama Pembangunan PLTU Riau-1. Uang tersebut diberikan oleh Johannes Kotjo melalui keluarga serta staf Eni Saragih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8yMC8yMi8xMTQ2NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Uang Rp500 juta itu merupakan pemberian keempat dari Johannes Kotjo. Sebelumnya, Johannes Kotjo telah memberikan uang suap sebesar Rp2 miliar pada Desember 2017; Rp2 miliar pada Maret 2018; dan Rp300 juta pada Juni 2018.

Uang suap tersebut diduga untuk memuluskan proses penanda&amp;lrm;tangan kerjasama terkait pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Eni Maulana Saragih bersama sejumlah pihak telah menerima uang suap sekira Rp4,8 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Suami Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulana Saragih, yakni Muhammad Al Khadziq &amp;lrm;masuk dalam jadwal pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (25/7/2018).

Bupati Temanggung terpilih tersebut sedianya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, yang menyeret istrinya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/24/52017/262472_medium.jpg&quot; alt=&quot;Eni Maulani Saragih Tebar Senyum Usai Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;lrm;&quot;M. Al Khadziq, Bupati Temanggung terpilih diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka JBK (Johanes Budisutrisno Kotjo),&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (25/7/2018).

Al Khadziq sendiri sempat diamankan tim penindakan KPK saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) &amp;lrm;terhadap Eni Saragih. Namun, Al Khadziq dilepas kembali setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh KPK.

Tak hanya Al&amp;lrm; Khadziq, penyidik juga memanggil tiga saksi lainnya. Ketiganya yakni, Direktur Pengadaan Startegis 2 PT PLN (Persero), Supangkat Iwan Santoso; Tenaga Ahli DPR RI, Tahta Maharaya; serta Karyawan swasta, Audrey Ratna Justianty Alias Tine.

&quot;Ketiganya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JBK,&quot; ujarnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1.

Eni diduga telah menerima uang sebe&amp;lrm;sar Rp500 juta yang merupakan bagian dari komitmen fee 2,5 persen dari nilai proyek terkait kontrak kerjasama Pembangunan PLTU Riau-1. Uang tersebut diberikan oleh Johannes Kotjo melalui keluarga serta staf Eni Saragih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8yMC8yMi8xMTQ2NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Uang Rp500 juta itu merupakan pemberian keempat dari Johannes Kotjo. Sebelumnya, Johannes Kotjo telah memberikan uang suap sebesar Rp2 miliar pada Desember 2017; Rp2 miliar pada Maret 2018; dan Rp300 juta pada Juni 2018.

Uang suap tersebut diduga untuk memuluskan proses penanda&amp;lrm;tangan kerjasama terkait pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Eni Maulana Saragih bersama sejumlah pihak telah menerima uang suap sekira Rp4,8 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
