<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Berpisah, SBY Ngaku Intensif Bertemu dengan Jokowi</title><description>Ketua Umum Partai Demokrat, SBY menceritakan sulitnya membangun koalisi bersama Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/25/605/1927405/sebelum-berpisah-sby-ngaku-intensif-bertemu-dengan-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/07/25/605/1927405/sebelum-berpisah-sby-ngaku-intensif-bertemu-dengan-jokowi"/><item><title>Sebelum Berpisah, SBY Ngaku Intensif Bertemu dengan Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/07/25/605/1927405/sebelum-berpisah-sby-ngaku-intensif-bertemu-dengan-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/07/25/605/1927405/sebelum-berpisah-sby-ngaku-intensif-bertemu-dengan-jokowi</guid><pubDate>Rabu 25 Juli 2018 22:58 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/25/605/1927405/sebelum-berpisah-sby-ngaku-intensif-bertemu-dengan-jokowi-IKeUeK0xGo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum Gerindra, Prabowo saat bertemu dengan Ketum Demokrat, SBY di Kuningan (foto: Heru Haryono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/25/605/1927405/sebelum-berpisah-sby-ngaku-intensif-bertemu-dengan-jokowi-IKeUeK0xGo.jpg</image><title>Ketum Gerindra, Prabowo saat bertemu dengan Ketum Demokrat, SBY di Kuningan (foto: Heru Haryono/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan sulitnya membangun koalisi bersama Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Presiden ke-enam RI ini pun mengaku sudah menjalin hubungan dengan presiden Joko Widodo sejak tahun 2014 pasca terpilih. SBY mengaku diajak Jokowi untuk berkoalisi didalam pemerintahnnya.

&amp;ldquo;Waktu itu saya jawab kepada beliau, barangkali tidak tepat bapak dalam pilpres Demokrat tidak mengusung pak Jokowi-JK,&amp;rdquo; ujar SBY di kediamannya Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018).

Hingga akhirnya hubungan baik itu berlanjut di tahun 2015 hingga hingga tahun 2018. Tepat di bulan Mei 2018, pertemuan terakhirnya dengan Jokowi dan tetap mengajak partai Demokrat untuk berkoalisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Setiap kami ketemu Jokowi kami selalu bertanya, pak Jokowi apakah kalau Demokrat dalam koalisi partai-partai koalisi itu bisa menerima kehadiran kami? Dan beliau (Jokowi) menjawab &amp;lsquo;ya bisa karena presidennya saya&amp;rsquo;,&amp;rdquo; terang SBY.

Bahkan, secara terang-terangan SBY mengaku Demokrat ditawari kursi menteri bilamana bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Tetapi kemudian dalam dua sampai tiga minggu ini terdapat sebuah perubahan.

&amp;ldquo;Mengapa kemudian dua-tiga minggu terakhir ini seperti ada perubahan. Benar ada perubahan, tapi satu hal ketika saya komunikasi dengan Jokowi berdasarkan niat baik,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan sulitnya membangun koalisi bersama Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Presiden ke-enam RI ini pun mengaku sudah menjalin hubungan dengan presiden Joko Widodo sejak tahun 2014 pasca terpilih. SBY mengaku diajak Jokowi untuk berkoalisi didalam pemerintahnnya.

&amp;ldquo;Waktu itu saya jawab kepada beliau, barangkali tidak tepat bapak dalam pilpres Demokrat tidak mengusung pak Jokowi-JK,&amp;rdquo; ujar SBY di kediamannya Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018).

Hingga akhirnya hubungan baik itu berlanjut di tahun 2015 hingga hingga tahun 2018. Tepat di bulan Mei 2018, pertemuan terakhirnya dengan Jokowi dan tetap mengajak partai Demokrat untuk berkoalisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Setiap kami ketemu Jokowi kami selalu bertanya, pak Jokowi apakah kalau Demokrat dalam koalisi partai-partai koalisi itu bisa menerima kehadiran kami? Dan beliau (Jokowi) menjawab &amp;lsquo;ya bisa karena presidennya saya&amp;rsquo;,&amp;rdquo; terang SBY.

Bahkan, secara terang-terangan SBY mengaku Demokrat ditawari kursi menteri bilamana bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Tetapi kemudian dalam dua sampai tiga minggu ini terdapat sebuah perubahan.

&amp;ldquo;Mengapa kemudian dua-tiga minggu terakhir ini seperti ada perubahan. Benar ada perubahan, tapi satu hal ketika saya komunikasi dengan Jokowi berdasarkan niat baik,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
