<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Kejanggalan, Kebakaran yang Tewaskan 1 Keluarga Diduga Berlatar Belakang Utang Piutang</title><description>Ada kejanggalan di balik kebakaran yang terjadi di Jalan Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar yang menewaskan 1 keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/08/340/1933440/ada-kejanggalan-kebakaran-yang-tewaskan-1-keluarga-diduga-berlatar-belakang-utang-piutang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/08/08/340/1933440/ada-kejanggalan-kebakaran-yang-tewaskan-1-keluarga-diduga-berlatar-belakang-utang-piutang"/><item><title>Ada Kejanggalan, Kebakaran yang Tewaskan 1 Keluarga Diduga Berlatar Belakang Utang Piutang</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/08/340/1933440/ada-kejanggalan-kebakaran-yang-tewaskan-1-keluarga-diduga-berlatar-belakang-utang-piutang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/08/08/340/1933440/ada-kejanggalan-kebakaran-yang-tewaskan-1-keluarga-diduga-berlatar-belakang-utang-piutang</guid><pubDate>Rabu 08 Agustus 2018 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/08/340/1933440/ada-kejanggalan-kebakaran-yang-tewaskan-1-keluarga-diduga-berlatar-belakang-utang-piutang-0MPPMQxBXe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kebakaran (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/08/340/1933440/ada-kejanggalan-kebakaran-yang-tewaskan-1-keluarga-diduga-berlatar-belakang-utang-piutang-0MPPMQxBXe.jpg</image><title>Ilustrasi Kebakaran (foto: Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Ada kejanggalan di balik kebakaran yang terjadi di Jalan Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar yang menewaskan satu keluarga. Pihak kerabat, tetangga, serta warga yang mengetahui informasi kebakaran tersebut pun mendatangi rumah korban.

Pasalnya saat kebakaran api mengepung satu rumah warga bernama H Sanusi. Di rumah panggung inilah 6 orang korban yang masih satu keluarga tewas.

Keluarga korban curiga jika kejadian kebakaran ini ada kaitannya dengan pergaulan Fahri, salah satu dari mereka  yang baru saja menginap di rumah itu. Ia sebelumnya tinggal tak jauh dari rumah yang terbakar itu.
&amp;nbsp;
Fahri diketahui sebagai pemuda yang memiliki banyak pergaulan khususnya pada geng motor. Dipergaulannya ini Fahri diduga mendapat persoalan utang piutang senilai Rp10 juta dari hitungan narkotika.

Dari sini terkuak dugaan keluarga korban &amp;lrm;jika salah satu pemicu kebakaran ini berlatar belakang hutang piutang. Paman korban bernama Azis menjelaskan, dua hari sebelumnya Fahri dikeroyok oleh rekannya sendiri yang merupakan geng motor.

&amp;lrm;&quot;Saya hanya menduga kebakaran ini bermotif hutang piutang, karena keponakan saya Fahri sebelumnya dikeroyok oleh orang dikenalnya berjumlah puluhan orang. Hanya saja pengeroyokan itu tidak dilapor korban ke pihak kepolisian,&quot; ujar Azis

Lebih lanjut, Azis menaruh curiga bahwa pada Senin 6 Agustus 2018 dini hari sekira pukul 02.00 Wita. Fahri kembali didatangi puluhan orang membawa senjata tajam berupa penabur (papporo) dan panah (busur).

Namun, para pelaku tak berhasil menemukan Fahri
karena menginap di rumah neneknya yang jaraknya hanya seratus meter (100 meter)&amp;lrm;.

&quot;Mungkin pelaku mencari tahu keberadaan Fahri. Dari pencarian Fahri oleh sekelompok orang itu tak berselang lama kira-kira 2 jam kemudian terjadilah kebakaran dirumah neneknya,&quot; kata Azis.

Di rumah itu ada 6 orang terhitung dengan Fahri yang bersembunyi di rumah neneknya. &quot;Ketika pelaku datang juga sempat bertemu dengan orangtua Fahri, saat itu orangtuanya hendak membayar hutang Fahri ke pemuda itu. Namun pemuda itu mendesak untuk mempertemukannya dan menyuruh Fahri keluar,&quot; urai Azis.

Ada pun kesaksian warga saat upaya korban menyalamatkan dirinya dari kepungan api, sepintas warga &amp;lrm;melihat seseorang melompat dari sebuah jendela. Warga menduga jika orang yang melompat itu adalah Fahri.

Belakangan diketahui jika ternyata Fahri turut tewas mengenaskan ia ditemukan pada lantai dasar dalam kodisi terjepit dan tertimpa runtuhan bangunan.

Anehnya, Fahri yang ditemukan warga dalam kodisi terlilit dengan tali. Tali itu diputus dengan menggunakan alat berupa tang.

Hanya saja pihak keluarga korban enggan berbicara banyak lantaran pihaknya menyerahkan semua ke pihak kepolisian atas insiden kebakaran menimpa keluarganya yang menelan korban jiwa.
&amp;lrm;
&quot;Kami serahkan saja ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan penyebab kebakaran ini,&quot; kata Azis.

Sementara Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT yang dikonfirmasi mengaku jika pihaknya masih mendalami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut.

&quot;Kita masih dalami. Karena tidak hanya korban material saja. Namun kebakaran ini menelan 6 orang korban jiwa,&quot; tutur Amrin

Berikut identitas korban yang tewas dalam musibah kebakaran ini :
 
1. H. Sanusi (70)
2. H. Bondeng (65)
3. Hj. Musdalifa
4. Namira
5. Hijas
6. Fahril alias Fahri</description><content:encoded>MAKASSAR - Ada kejanggalan di balik kebakaran yang terjadi di Jalan Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar yang menewaskan satu keluarga. Pihak kerabat, tetangga, serta warga yang mengetahui informasi kebakaran tersebut pun mendatangi rumah korban.

Pasalnya saat kebakaran api mengepung satu rumah warga bernama H Sanusi. Di rumah panggung inilah 6 orang korban yang masih satu keluarga tewas.

Keluarga korban curiga jika kejadian kebakaran ini ada kaitannya dengan pergaulan Fahri, salah satu dari mereka  yang baru saja menginap di rumah itu. Ia sebelumnya tinggal tak jauh dari rumah yang terbakar itu.
&amp;nbsp;
Fahri diketahui sebagai pemuda yang memiliki banyak pergaulan khususnya pada geng motor. Dipergaulannya ini Fahri diduga mendapat persoalan utang piutang senilai Rp10 juta dari hitungan narkotika.

Dari sini terkuak dugaan keluarga korban &amp;lrm;jika salah satu pemicu kebakaran ini berlatar belakang hutang piutang. Paman korban bernama Azis menjelaskan, dua hari sebelumnya Fahri dikeroyok oleh rekannya sendiri yang merupakan geng motor.

&amp;lrm;&quot;Saya hanya menduga kebakaran ini bermotif hutang piutang, karena keponakan saya Fahri sebelumnya dikeroyok oleh orang dikenalnya berjumlah puluhan orang. Hanya saja pengeroyokan itu tidak dilapor korban ke pihak kepolisian,&quot; ujar Azis

Lebih lanjut, Azis menaruh curiga bahwa pada Senin 6 Agustus 2018 dini hari sekira pukul 02.00 Wita. Fahri kembali didatangi puluhan orang membawa senjata tajam berupa penabur (papporo) dan panah (busur).

Namun, para pelaku tak berhasil menemukan Fahri
karena menginap di rumah neneknya yang jaraknya hanya seratus meter (100 meter)&amp;lrm;.

&quot;Mungkin pelaku mencari tahu keberadaan Fahri. Dari pencarian Fahri oleh sekelompok orang itu tak berselang lama kira-kira 2 jam kemudian terjadilah kebakaran dirumah neneknya,&quot; kata Azis.

Di rumah itu ada 6 orang terhitung dengan Fahri yang bersembunyi di rumah neneknya. &quot;Ketika pelaku datang juga sempat bertemu dengan orangtua Fahri, saat itu orangtuanya hendak membayar hutang Fahri ke pemuda itu. Namun pemuda itu mendesak untuk mempertemukannya dan menyuruh Fahri keluar,&quot; urai Azis.

Ada pun kesaksian warga saat upaya korban menyalamatkan dirinya dari kepungan api, sepintas warga &amp;lrm;melihat seseorang melompat dari sebuah jendela. Warga menduga jika orang yang melompat itu adalah Fahri.

Belakangan diketahui jika ternyata Fahri turut tewas mengenaskan ia ditemukan pada lantai dasar dalam kodisi terjepit dan tertimpa runtuhan bangunan.

Anehnya, Fahri yang ditemukan warga dalam kodisi terlilit dengan tali. Tali itu diputus dengan menggunakan alat berupa tang.

Hanya saja pihak keluarga korban enggan berbicara banyak lantaran pihaknya menyerahkan semua ke pihak kepolisian atas insiden kebakaran menimpa keluarganya yang menelan korban jiwa.
&amp;lrm;
&quot;Kami serahkan saja ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan penyebab kebakaran ini,&quot; kata Azis.

Sementara Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT yang dikonfirmasi mengaku jika pihaknya masih mendalami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut.

&quot;Kita masih dalami. Karena tidak hanya korban material saja. Namun kebakaran ini menelan 6 orang korban jiwa,&quot; tutur Amrin

Berikut identitas korban yang tewas dalam musibah kebakaran ini :
 
1. H. Sanusi (70)
2. H. Bondeng (65)
3. Hj. Musdalifa
4. Namira
5. Hijas
6. Fahril alias Fahri</content:encoded></item></channel></rss>
