<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Andi Arief: Jenderal Kardus Itu Jenderal yang Enggak Mau Mikir</title><description>Politik dibutuhkan sebuah perhitungan yang matang, bukan hanya sebuah persoalan logistik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/09/605/1933823/andi-arief-jenderal-kardus-itu-jenderal-yang-enggak-mau-mikir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/08/09/605/1933823/andi-arief-jenderal-kardus-itu-jenderal-yang-enggak-mau-mikir"/><item><title>Andi Arief: Jenderal Kardus Itu Jenderal yang Enggak Mau Mikir</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/09/605/1933823/andi-arief-jenderal-kardus-itu-jenderal-yang-enggak-mau-mikir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/08/09/605/1933823/andi-arief-jenderal-kardus-itu-jenderal-yang-enggak-mau-mikir</guid><pubDate>Kamis 09 Agustus 2018 02:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/09/605/1933823/andi-arief-jenderal-kardus-itu-jenderal-yang-enggak-mau-mikir-H9XHpq916k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Foto: Okezone/Fadel Prayoga</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/09/605/1933823/andi-arief-jenderal-kardus-itu-jenderal-yang-enggak-mau-mikir-H9XHpq916k.jpg</image><title>Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Foto: Okezone/Fadel Prayoga</title></images><description>

JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menjelaskan soal cuitannya yang menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan sebutan jenderal kardus.

Kata dia, penyebutan itu terucap lantaran dirinya menilai eks Danjen Kopassus itu seperti orang yang tak berpikir panjang hanya karena tergoda buaian materi yang disodorkan.

&quot;Jenderal kardus itu, jenderal yang enggak mau mikir. Artinya, uang adalah segalanya,&quot; kata Andi saat ditemui di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018).

Andi mengatakan, pihaknya amat terkejut ketika mendengar adanya politik transaksional yang dilakukan oleh kubu Gerindra. Padahal, kata Andi, untuk memenangkan kontestasi politik dibutuhkan sebuah perhitungan yang matang, bukan hanya sebuah persoalan logistik.

&quot;Ada politik transaksional yang berada di dalam ketidaktahuan kami yang sangat mengejutkan. Padahal untuk menang bukan berdasarkan politik transaksional tapi dilihat siapa calon yang harus menang,&quot; tegasnya.

Ketika disinggung apakah kabar Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Salahudin Uno akan membayar PKS dan PAN senilai Rp 500 miliar bisa dipastikan kebenarannya, dengan lantang ia menyatakan kalau dirinya tak pernah melakukan kebohongan selama berkarir di dunia politik.

&quot;Bener, saya dengar dan bisa dicek dalam karir politik saya bahwa saya tdk pernah bohong dan data saya selalu akurat,&quot; tegasnya.

Lebih lanjut ia menghargai niat baik orang nomor satu di partai berlambang burung garuda itu untuk menemui SBY di rumahnya pada hari ini. Pihaknya memang membatalkan pertemuan dengan Prabowo kemarin lantaran sikap beliau tak mencerminkan seorang jenderal.

&quot;Terus terang kami menolak untuk menerima Pak Prabowo. Karena sikapnya tidak menggambarkan seorang jenderal,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menjelaskan soal cuitannya yang menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan sebutan jenderal kardus.

Kata dia, penyebutan itu terucap lantaran dirinya menilai eks Danjen Kopassus itu seperti orang yang tak berpikir panjang hanya karena tergoda buaian materi yang disodorkan.

&quot;Jenderal kardus itu, jenderal yang enggak mau mikir. Artinya, uang adalah segalanya,&quot; kata Andi saat ditemui di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018).

Andi mengatakan, pihaknya amat terkejut ketika mendengar adanya politik transaksional yang dilakukan oleh kubu Gerindra. Padahal, kata Andi, untuk memenangkan kontestasi politik dibutuhkan sebuah perhitungan yang matang, bukan hanya sebuah persoalan logistik.

&quot;Ada politik transaksional yang berada di dalam ketidaktahuan kami yang sangat mengejutkan. Padahal untuk menang bukan berdasarkan politik transaksional tapi dilihat siapa calon yang harus menang,&quot; tegasnya.

Ketika disinggung apakah kabar Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Salahudin Uno akan membayar PKS dan PAN senilai Rp 500 miliar bisa dipastikan kebenarannya, dengan lantang ia menyatakan kalau dirinya tak pernah melakukan kebohongan selama berkarir di dunia politik.

&quot;Bener, saya dengar dan bisa dicek dalam karir politik saya bahwa saya tdk pernah bohong dan data saya selalu akurat,&quot; tegasnya.

Lebih lanjut ia menghargai niat baik orang nomor satu di partai berlambang burung garuda itu untuk menemui SBY di rumahnya pada hari ini. Pihaknya memang membatalkan pertemuan dengan Prabowo kemarin lantaran sikap beliau tak mencerminkan seorang jenderal.

&quot;Terus terang kami menolak untuk menerima Pak Prabowo. Karena sikapnya tidak menggambarkan seorang jenderal,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
