<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harapan Tukang Gorengan, Pedagang Pasar hingga Mahasiswa pada Pilpres 2019</title><description>Semoga pembangunan yang diinginkan presiden berjalan dengan lurus bisa tercapai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/14/605/1936317/harapan-tukang-gorengan-pedagang-pasar-hingga-mahasiswa-pada-pilpres-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/08/14/605/1936317/harapan-tukang-gorengan-pedagang-pasar-hingga-mahasiswa-pada-pilpres-2019"/><item><title>Harapan Tukang Gorengan, Pedagang Pasar hingga Mahasiswa pada Pilpres 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/14/605/1936317/harapan-tukang-gorengan-pedagang-pasar-hingga-mahasiswa-pada-pilpres-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/08/14/605/1936317/harapan-tukang-gorengan-pedagang-pasar-hingga-mahasiswa-pada-pilpres-2019</guid><pubDate>Selasa 14 Agustus 2018 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/14/605/1936317/harapan-tukang-gorengan-pedagang-pasar-hingga-mahasiswa-pada-pilpres-2019-zyLZiH9nhI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Rizky/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/14/605/1936317/harapan-tukang-gorengan-pedagang-pasar-hingga-mahasiswa-pada-pilpres-2019-zyLZiH9nhI.jpg</image><title>(Foto: Rizky/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebentar lagi, pesta demokrasi untuk menentukan siapa yang akan memimpin Indonesia akan digelar. Dua pasang nama tercatat sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden adalah Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Kepada kedua pasangan itu, harapan seluruh rakyat Indonesia diletakkan pada Pilpres 2019 mendatang.

Bagas, salah seorang penjual gorengan keliling pun berharap, agar bangsa Indonesia ke depan tetap terjaga dengan baik siapapun presiden yang terpilih nantinya.

&quot;Harapan saya sih Indonesia tetep solid, tetep NKRI terus, yang jelas kalau buat rakyat, sembako murah kedua aman itu saja,&quot; kata Bagas saat ditemui Okezone di kawasan Pasar Minggu, Selasa, (14/8/2018).

Sementara itu, Junaedi salah satu petugas kebersihan salah satu universitas swasta di Jakarta, pun mendoakan agar masa kepemimpinan presiden nantinya dapat berjalan lancar. Sehingga apapun yang nantinya direncanakan akan tercapai demi kemajuan rakyat Indonesia.

&quot;Supaya lebih waspada, semoga pembangunan yang diinginkan presiden berjalan dengan lurus bisa tercapai. Alhamdulilah ekonomi semakin stabil semakin baik,&quot; ungkapnya.



Selain itu, Junaedi juga berharap dari sisi keamanan dapat meningkat. Ia mengatakan di Jakarta marak aksi premanisme untuk itu Ia meminta agar hal itu dapat segera teratasi. &quot;Sukses premanisme enggak ada, ada tapi enggak begitu banyak lah,&quot; paparnya.

Sejurus dengan itu, salah satu pengemudi ojek daring, Doni mengaku kesejahteraan masyarakat harus betul-betul menjadi prioritas. Menghadirkan lapangan kerja juga dinilainya suatu hal yang wajib dilakukan presiden yang terpilih.

&quot;Bagi saya yang cuma sebagai tukang ojek, coba tolong di pikirkan nasib kita ini. Enggak usah lah jauh-jauh kita-kita ini di Jakarta pun masih sulit. Lapangan kerja juga susah, jadi enggak ada pilihan makanya jadi ini (jadi tukang ojek -red),&quot; ucapnya.

Sementara Heny, salah seorang pedagang pasar Pasar Minggu berharap, agar pemerintah memastikan harga kebutuhan tetap stabil, menurutnya dengan begitu rakyat bisa hidup dengan layak.

&quot;Ya saya minta harga stabil saja sih, soalnya yang beli kan orang-orang nih jadi mereka kan ngeluh juga kalau harga-harga naik atau gimana gitu yaa macam itulah,&quot; tukasnya.
Beranjak ke suara seorang mahasiswa bernama Rahmat Fathan. Pria yang juga menjabat sebagai Presiden BEM salah satu kampus di Jakarta itu melihat lebih jauh. Menurutnya masalah utama yang dihadapi bangsa hari ini adalah 'perang' di media sosial.

Ujaran kebencian yang tumbuh dimana-mana saling hujat dan menjatuhkan menurutnya suatu masalah yang sangat memerihatinkan sehingga perlu diatasi dengan serius sebab hal itu mengancam kerukunan bangsa.


Sejumlah mahasiswa tengah berkunjung ke kantor redaksi Okezone

&quot;Yang jelas pertama yang penting harus bisa menjaga kerukunan dan keberagaman yang ada di Indonesia karena keadaan kita ini enggak terlalu berbeda dengan negara yang ada di Timur tengah yang sedang berkonflik seperti di Suriah,&quot; ungkapnya.

&quot;Cuma bedanya di negara kita perangnya kepentingan, perang di sosial media, perang ujaran kebencian kita sebenernya lagi perang juga. Maka dari itu siapa pun presidennya harus bisa menyejukkan, dan memberikan mindset kita ini satu, walaupun kita berbeda justru itu yang membuat kita kuat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebentar lagi, pesta demokrasi untuk menentukan siapa yang akan memimpin Indonesia akan digelar. Dua pasang nama tercatat sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden adalah Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Kepada kedua pasangan itu, harapan seluruh rakyat Indonesia diletakkan pada Pilpres 2019 mendatang.

Bagas, salah seorang penjual gorengan keliling pun berharap, agar bangsa Indonesia ke depan tetap terjaga dengan baik siapapun presiden yang terpilih nantinya.

&quot;Harapan saya sih Indonesia tetep solid, tetep NKRI terus, yang jelas kalau buat rakyat, sembako murah kedua aman itu saja,&quot; kata Bagas saat ditemui Okezone di kawasan Pasar Minggu, Selasa, (14/8/2018).

Sementara itu, Junaedi salah satu petugas kebersihan salah satu universitas swasta di Jakarta, pun mendoakan agar masa kepemimpinan presiden nantinya dapat berjalan lancar. Sehingga apapun yang nantinya direncanakan akan tercapai demi kemajuan rakyat Indonesia.

&quot;Supaya lebih waspada, semoga pembangunan yang diinginkan presiden berjalan dengan lurus bisa tercapai. Alhamdulilah ekonomi semakin stabil semakin baik,&quot; ungkapnya.



Selain itu, Junaedi juga berharap dari sisi keamanan dapat meningkat. Ia mengatakan di Jakarta marak aksi premanisme untuk itu Ia meminta agar hal itu dapat segera teratasi. &quot;Sukses premanisme enggak ada, ada tapi enggak begitu banyak lah,&quot; paparnya.

Sejurus dengan itu, salah satu pengemudi ojek daring, Doni mengaku kesejahteraan masyarakat harus betul-betul menjadi prioritas. Menghadirkan lapangan kerja juga dinilainya suatu hal yang wajib dilakukan presiden yang terpilih.

&quot;Bagi saya yang cuma sebagai tukang ojek, coba tolong di pikirkan nasib kita ini. Enggak usah lah jauh-jauh kita-kita ini di Jakarta pun masih sulit. Lapangan kerja juga susah, jadi enggak ada pilihan makanya jadi ini (jadi tukang ojek -red),&quot; ucapnya.

Sementara Heny, salah seorang pedagang pasar Pasar Minggu berharap, agar pemerintah memastikan harga kebutuhan tetap stabil, menurutnya dengan begitu rakyat bisa hidup dengan layak.

&quot;Ya saya minta harga stabil saja sih, soalnya yang beli kan orang-orang nih jadi mereka kan ngeluh juga kalau harga-harga naik atau gimana gitu yaa macam itulah,&quot; tukasnya.
Beranjak ke suara seorang mahasiswa bernama Rahmat Fathan. Pria yang juga menjabat sebagai Presiden BEM salah satu kampus di Jakarta itu melihat lebih jauh. Menurutnya masalah utama yang dihadapi bangsa hari ini adalah 'perang' di media sosial.

Ujaran kebencian yang tumbuh dimana-mana saling hujat dan menjatuhkan menurutnya suatu masalah yang sangat memerihatinkan sehingga perlu diatasi dengan serius sebab hal itu mengancam kerukunan bangsa.


Sejumlah mahasiswa tengah berkunjung ke kantor redaksi Okezone

&quot;Yang jelas pertama yang penting harus bisa menjaga kerukunan dan keberagaman yang ada di Indonesia karena keadaan kita ini enggak terlalu berbeda dengan negara yang ada di Timur tengah yang sedang berkonflik seperti di Suriah,&quot; ungkapnya.

&quot;Cuma bedanya di negara kita perangnya kepentingan, perang di sosial media, perang ujaran kebencian kita sebenernya lagi perang juga. Maka dari itu siapa pun presidennya harus bisa menyejukkan, dan memberikan mindset kita ini satu, walaupun kita berbeda justru itu yang membuat kita kuat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
