<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjalanan Hidup Idrus Marham, dari Dosen hingga Jadi Tersangka KPK</title><description>Pengunduran diri itu tak terlepas dari status tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/24/337/1940975/perjalanan-hidup-idrus-marham-dari-dosen-hingga-jadi-tersangka-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/08/24/337/1940975/perjalanan-hidup-idrus-marham-dari-dosen-hingga-jadi-tersangka-kpk"/><item><title>Perjalanan Hidup Idrus Marham, dari Dosen hingga Jadi Tersangka KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/24/337/1940975/perjalanan-hidup-idrus-marham-dari-dosen-hingga-jadi-tersangka-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/08/24/337/1940975/perjalanan-hidup-idrus-marham-dari-dosen-hingga-jadi-tersangka-kpk</guid><pubDate>Jum'at 24 Agustus 2018 17:22 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/24/337/1940975/perjalanan-hidup-idrus-marham-dari-dosen-hingga-jadi-tersangka-kpk-RJi9fxnjMq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Idrus Marham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/24/337/1940975/perjalanan-hidup-idrus-marham-dari-dosen-hingga-jadi-tersangka-kpk-RJi9fxnjMq.jpg</image><title>Idrus Marham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Idrus Marham resmi mungundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial (Mensos) dalam Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada Jumat (24/8/2018). Pengunduran diri itu tak terlepas dari status tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.
Idrus pun mengungkapkan dua alasan dalam pengundurannya, yang pertama untuk menjaga kehormatan kepala Negara yang memiliki reputasi baik, dan yang kedua agar tidak menjadi beban bagi Presiden sekaligus mengganggu konsentrasi kepala negara dalam menjalankan tugasnya yang terbilang berat.
Politikus Golkar itu merupakan menteri Jokowi pertama yang tersandung kasus korupsi. Bahkan, ia baru menjabat selama tujuh bulan terhitung dari Januari 2018 sampai 24 Agustus 2018.
&amp;nbsp;
Dalam meniti karirnya hingga terjun ke dunia politik, banyak jalan yang telah ditempuh mantan Sekjen Golkar itu.
Berikut ini perjalanan karir Idrus Marham dari yang beawal dari dosen sampai menjadi seorang menteri Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK:
Idrus yang lahir pada 14 Agustus 1962 merupakan lulusan S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alaudin Makassar di tahun 1979. Pada 1983, ia melanjutkan program S-2 nya di Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo, Semarang.
Pada saat masih menjadi anggota DPR periode 2009-2014, ia masih fokus mengejar pendidikan, dan jenjang S-3 nya pun diraih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
&amp;nbsp;
Perjalanan karirnya terbilang cemerlang. Sebelum mundur dari jabatan Mensos, Idrus pernah memulai karirnya dengan menjadi dosen di sejumlah universitas. Antara lain Universitas Islam Attahiriyah pada 1986-1992, dosen UNTAR di tahun 1985-1993, dosen Universita  17 Agustus&amp;rsquo; 45 Jakarta 1985-1992, Purek III UNIAT Jakarta 1987-1992.
Perjalanan karir Idrus Marham merambah ke dunia politik dimulai pada 1997. Ia menjadi Anggota MPR RI dan Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Pada tahun 2002, karir pria 56 tahun itu terus menanjak dengan menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Kompol LPP DPP Golkar, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI),  dan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).Di tahun 2003, Idrus menjabat sebagai Dewan Penasihat DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Dua tahun berselang, ia kembali dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden World Assembly Of Youth (WAY).
Di Partai Golkar, Idrus termasuk salah satu elite, karena dirinya sempat menjabat sebagai Sekjen selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2018). Waktu berganti, Jokowi-JK pun memimpin roda pemerintahan. Idrus pun diangkat menjadi Mensos.
Idrus beruntung karena posisi yang kala itu diisi Khofifah Indar Parawansa dilepas, lantaran harus maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Sebagai partai pengusung pemerintahan, Idrus pun diangkat Jokowi.
&amp;nbsp;
Perjalanan yang ditempuh Idrus dengan susah payah itu pun berujung petaka. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjeratnya sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.
Bukan KPK yang umumkan status tersangka tersebut. Idrus justru yang mengumumkannya sendiri.
&quot;Sudah (diterima) kemarin sore, kan atas dasar itu saya mengundurkan diri,&quot; ujar Idrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 24 Agustus 2018.
Dalam perkara tersebut, Idrus sudah tiga kali diperiksa KPK terkait korupsi yang menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo ini. Tercatat, Idrus diperiksa lembaga antirasuah pada 19 Juli, 26 Juli, dan 15 Agustus 2018 lalu.
Keterlibatannya mencuat ketika dirinya diduga ikut dalam sejumlah pertemuan antara Eni Saragih, Johanes Kotjo dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. Hal tersebut diakui Idrus usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK pada 15 Agustus lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Idrus Marham resmi mungundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial (Mensos) dalam Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada Jumat (24/8/2018). Pengunduran diri itu tak terlepas dari status tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.
Idrus pun mengungkapkan dua alasan dalam pengundurannya, yang pertama untuk menjaga kehormatan kepala Negara yang memiliki reputasi baik, dan yang kedua agar tidak menjadi beban bagi Presiden sekaligus mengganggu konsentrasi kepala negara dalam menjalankan tugasnya yang terbilang berat.
Politikus Golkar itu merupakan menteri Jokowi pertama yang tersandung kasus korupsi. Bahkan, ia baru menjabat selama tujuh bulan terhitung dari Januari 2018 sampai 24 Agustus 2018.
&amp;nbsp;
Dalam meniti karirnya hingga terjun ke dunia politik, banyak jalan yang telah ditempuh mantan Sekjen Golkar itu.
Berikut ini perjalanan karir Idrus Marham dari yang beawal dari dosen sampai menjadi seorang menteri Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK:
Idrus yang lahir pada 14 Agustus 1962 merupakan lulusan S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alaudin Makassar di tahun 1979. Pada 1983, ia melanjutkan program S-2 nya di Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo, Semarang.
Pada saat masih menjadi anggota DPR periode 2009-2014, ia masih fokus mengejar pendidikan, dan jenjang S-3 nya pun diraih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
&amp;nbsp;
Perjalanan karirnya terbilang cemerlang. Sebelum mundur dari jabatan Mensos, Idrus pernah memulai karirnya dengan menjadi dosen di sejumlah universitas. Antara lain Universitas Islam Attahiriyah pada 1986-1992, dosen UNTAR di tahun 1985-1993, dosen Universita  17 Agustus&amp;rsquo; 45 Jakarta 1985-1992, Purek III UNIAT Jakarta 1987-1992.
Perjalanan karir Idrus Marham merambah ke dunia politik dimulai pada 1997. Ia menjadi Anggota MPR RI dan Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Pada tahun 2002, karir pria 56 tahun itu terus menanjak dengan menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Kompol LPP DPP Golkar, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI),  dan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).Di tahun 2003, Idrus menjabat sebagai Dewan Penasihat DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Dua tahun berselang, ia kembali dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden World Assembly Of Youth (WAY).
Di Partai Golkar, Idrus termasuk salah satu elite, karena dirinya sempat menjabat sebagai Sekjen selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2018). Waktu berganti, Jokowi-JK pun memimpin roda pemerintahan. Idrus pun diangkat menjadi Mensos.
Idrus beruntung karena posisi yang kala itu diisi Khofifah Indar Parawansa dilepas, lantaran harus maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Sebagai partai pengusung pemerintahan, Idrus pun diangkat Jokowi.
&amp;nbsp;
Perjalanan yang ditempuh Idrus dengan susah payah itu pun berujung petaka. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjeratnya sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.
Bukan KPK yang umumkan status tersangka tersebut. Idrus justru yang mengumumkannya sendiri.
&quot;Sudah (diterima) kemarin sore, kan atas dasar itu saya mengundurkan diri,&quot; ujar Idrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 24 Agustus 2018.
Dalam perkara tersebut, Idrus sudah tiga kali diperiksa KPK terkait korupsi yang menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo ini. Tercatat, Idrus diperiksa lembaga antirasuah pada 19 Juli, 26 Juli, dan 15 Agustus 2018 lalu.
Keterlibatannya mencuat ketika dirinya diduga ikut dalam sejumlah pertemuan antara Eni Saragih, Johanes Kotjo dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. Hal tersebut diakui Idrus usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK pada 15 Agustus lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
