<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Jepara Tolak Rencana Kedatangan Ustaz Abdul Somad</title><description>Mereka menilai, kedatangan pendakwah tenar itu ditunggangi simpatisan ormas terlarang yang telah dibubarkan pemerintah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/29/512/1943283/masyarakat-jepara-tolak-rencana-kedatangan-ustaz-abdul-somad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/08/29/512/1943283/masyarakat-jepara-tolak-rencana-kedatangan-ustaz-abdul-somad"/><item><title>Masyarakat Jepara Tolak Rencana Kedatangan Ustaz Abdul Somad</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/08/29/512/1943283/masyarakat-jepara-tolak-rencana-kedatangan-ustaz-abdul-somad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/08/29/512/1943283/masyarakat-jepara-tolak-rencana-kedatangan-ustaz-abdul-somad</guid><pubDate>Rabu 29 Agustus 2018 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/29/512/1943283/masyarakat-jepara-tolak-rencana-kedatangan-ustaz-abdul-somad-7TpSF1hEmL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ustaz Abdul Somad (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/29/512/1943283/masyarakat-jepara-tolak-rencana-kedatangan-ustaz-abdul-somad-7TpSF1hEmL.jpeg</image><title>Ustaz Abdul Somad (Foto: Ist)</title></images><description>JEPARA &amp;ndash; Kelompok masyarakat di Jepara, Jawa Tengah menolak rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) pada 1 September 2018. Mereka menilai, kedatangan pendakwah tenar itu ditunggangi simpatisan organisasi masyarakat (ormas) terlarang yang telah dibubarkan pemerintah.
Gerakan penolakan muncul dari masyarakat se-Kecamatan Mayong yang mengatasnamakan &amp;ldquo;Aliansi Masyarakat Mayong Cinta NKRI&amp;rdquo;.  Dalam pernyataan sikapnya, Abdi Munif, selaku koordinator menyatakan penolakan atas segala bentuk radikalisme dan gerakan yang bertentangan dengan NKRI.
Pernyataan itu, akunya, dipicu beredarnya atribut khas ormas terlarang HTI jelang kehadiran UAS yang diundang Ustaz Mudhofar ke pesantrennya, Alhusna, Mayong, Jepara.
&amp;ldquo;UAS belum datang saja, timnya dengan simbol-simbol HTI sudah masuk ke Mayong,&amp;rdquo; ujar Munif, di Desa Gleget, Mayong, Jepara, Rabu (29/8/2018).

Munif menyayangkan pihak keamanan yang dianggapnya kecolongan. Gara-gara simbol bendera HTI masuk ke Mayong, Munif menganggap desanya tercemari oleh ajaran khilafah yang bertentangan dengan NKRI. Padahal, Mayong adalah tempat kelahiran pahlawan nasional, RA Kartini.
&amp;ldquo;RA Kartini yang mengajari munculnya Sumpah Pemuda, itu di sini. Ratu Kalinyamat yang memperjuangkan penjajahan dari Portugis, juga dari sini. Kami tidak rela,&amp;rdquo; ungkap Munif soal beredarnya atribut HTI.</description><content:encoded>JEPARA &amp;ndash; Kelompok masyarakat di Jepara, Jawa Tengah menolak rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) pada 1 September 2018. Mereka menilai, kedatangan pendakwah tenar itu ditunggangi simpatisan organisasi masyarakat (ormas) terlarang yang telah dibubarkan pemerintah.
Gerakan penolakan muncul dari masyarakat se-Kecamatan Mayong yang mengatasnamakan &amp;ldquo;Aliansi Masyarakat Mayong Cinta NKRI&amp;rdquo;.  Dalam pernyataan sikapnya, Abdi Munif, selaku koordinator menyatakan penolakan atas segala bentuk radikalisme dan gerakan yang bertentangan dengan NKRI.
Pernyataan itu, akunya, dipicu beredarnya atribut khas ormas terlarang HTI jelang kehadiran UAS yang diundang Ustaz Mudhofar ke pesantrennya, Alhusna, Mayong, Jepara.
&amp;ldquo;UAS belum datang saja, timnya dengan simbol-simbol HTI sudah masuk ke Mayong,&amp;rdquo; ujar Munif, di Desa Gleget, Mayong, Jepara, Rabu (29/8/2018).

Munif menyayangkan pihak keamanan yang dianggapnya kecolongan. Gara-gara simbol bendera HTI masuk ke Mayong, Munif menganggap desanya tercemari oleh ajaran khilafah yang bertentangan dengan NKRI. Padahal, Mayong adalah tempat kelahiran pahlawan nasional, RA Kartini.
&amp;ldquo;RA Kartini yang mengajari munculnya Sumpah Pemuda, itu di sini. Ratu Kalinyamat yang memperjuangkan penjajahan dari Portugis, juga dari sini. Kami tidak rela,&amp;rdquo; ungkap Munif soal beredarnya atribut HTI.</content:encoded></item></channel></rss>
