<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNN: Jabar Peringkat Lima Rawan Narkotika</title><description>Jalur selatan Jabar dan Pantai utara (Pantura) dianggap sebagai salah satu pintu masuk narkotika untuk di sebarkan di wilayah Jabar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/02/525/1944840/bnn-jabar-peringkat-lima-rawan-narkotika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/09/02/525/1944840/bnn-jabar-peringkat-lima-rawan-narkotika"/><item><title>BNN: Jabar Peringkat Lima Rawan Narkotika</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/02/525/1944840/bnn-jabar-peringkat-lima-rawan-narkotika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/09/02/525/1944840/bnn-jabar-peringkat-lima-rawan-narkotika</guid><pubDate>Minggu 02 September 2018 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/02/525/1944840/bnn-jabar-peringkat-lima-rawan-narkotika-FSxNdiVlhG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/02/525/1944840/bnn-jabar-peringkat-lima-rawan-narkotika-FSxNdiVlhG.jpg</image><title>Ilustrasi Foto/Okezone</title></images><description>
BANDUNG - Di jalur selatan Jabar dan Pantai utara (Pantura) dianggap sebagai salah satu pintu masuk narkotika untuk di sebarkan di wilayah Jabar. Hal itu diungkapkan Kepala BNN Provinsi Jabar, Brigjen Pol Sufyan Syarif.
&quot;&amp;lrm;Pemetaan itu jabar dan kota-kota pinggiran cukup rawan juga. Jadi mulai dari pintu-pintu masuk pantai utara, pantai selatan rawan yang perlu kita antisipasi dan kita perhatikan,&quot;katanya, Minggu (2/9/2018).
Untuk menutupi itu, dirinya mengatakan, peran aparat dan pemerintah di tingkat polsek baik kelurahan harus turut andil. Dengan aktifnya para aparat di desa-desa, hal itu diyakini akan menekan peredaran narkotika.
&quot;&amp;lrm;Desa, Kelurahan itu sebagai ujung tombak. Kalau desa ini sudah kuat di situ ada babinsa babinkamtibmas ada kepala desa puskesmas untuk menyembuhkan, tentunya secara serentak masif ini sangat strategis untuk upaya pencegahan dan juga pemberantasan narkoba,&quot; jelasnya.
Wilayah Jawa Barat sendiri, merupakan sasaran untuk peredaran narkotika. Selain karena jumlah penduduknya yang cukup banyak, dari data yang BNN miliki, pengguna narkotika di Jabar juga cukup tinggi.
&quot;Saat ini Jabar berada di rangking ke lima (rawan narkotika) setelah Medan, Jakarta&amp;lrm;, Kaltim, Jabar ini ada di peringkat kelima. Hal itu diindikasi dari itngkat peredaran juga pengunaan,&quot; jelasnya.

Untuk di Kota Bandung sendiri, peredaran narkotika cukup memprihatinkan. Diketahui, belum lama ini, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, musnahkan barang bukti hasil pengungkapan periode sejak awal tahun, terhitung bulan Januari hingga dengan Agustus 2018.  Dari pengungkapan tersebut, barang bukti yang di musnahkan bernilai 30 miliyar.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan diantaranya, 12.913 gram sabu-sabu, 1.737 keytamin, 1.620 butir pil ekstasi, satu kilogram ganja, 24 kilogram katinon, tiga gram gorila, dan 11.007 butir pil daftar G.
Dengan adanya pemusnahan dengan jumlah yang besar ini, peredaraan narkoba di Bandung, memang harus diwaspadai. Atas itu, Kapolrestabes Bandung Irman Sugema mengatakan, jajaranya akan terus meningkatkan upaya antisipasi, pencegahan dan penindakan untuk menekan peredaraan narkotika di Kota Bandung.
&quot;&amp;lrm;Kita akan terus bekerja sama dengan instasi terkait lainnya, untuk upayakan pencegahan dan penindakankan,&quot; ungkap dia.
Penekanan terhadap pemberantasan narkoba di Bandung khususnya pun langsung dilakukan jajaran kepolisian. Jajarannya melakukan razia terhadap titik-titik peredaran narkotika, belum lama ini. Salah satu sasarannya yakni merazia tempat hiburan malam. Di pimpin langsung Kasat Narkoba AKBP Irfan Numansyah, razia yang digelar pada Sabtu 1 September 2018, &amp;lrm;amankan sedikitnya enam pengunjung terindikasi positif narkoba.
&quot;Ditemukan enam orang yang terindikasi positif sabu dan inex,&quot; ujar Irfan.
Dalam razia itupun, petugas juga mendapati adanya pengunjung yang kedapatan membawa obat-obatan terlarang, kategori benzodiazepine atau obat penenang. Mereka selanjutnya dibawa ke Satresnarkoba Polrestabes Bandung untuk pemeriksaan lanjutan. &quot;Untuk pengembangan, nanti kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,&quot; kata Irfan.
Dia menambahkan, pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala di Kota Bandung. Diharapkan, langkah ini menjadi bentuk perlawanan terhadap peredaran narkoba.
&quot;Untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung,&quot; katanya.
</description><content:encoded>
BANDUNG - Di jalur selatan Jabar dan Pantai utara (Pantura) dianggap sebagai salah satu pintu masuk narkotika untuk di sebarkan di wilayah Jabar. Hal itu diungkapkan Kepala BNN Provinsi Jabar, Brigjen Pol Sufyan Syarif.
&quot;&amp;lrm;Pemetaan itu jabar dan kota-kota pinggiran cukup rawan juga. Jadi mulai dari pintu-pintu masuk pantai utara, pantai selatan rawan yang perlu kita antisipasi dan kita perhatikan,&quot;katanya, Minggu (2/9/2018).
Untuk menutupi itu, dirinya mengatakan, peran aparat dan pemerintah di tingkat polsek baik kelurahan harus turut andil. Dengan aktifnya para aparat di desa-desa, hal itu diyakini akan menekan peredaran narkotika.
&quot;&amp;lrm;Desa, Kelurahan itu sebagai ujung tombak. Kalau desa ini sudah kuat di situ ada babinsa babinkamtibmas ada kepala desa puskesmas untuk menyembuhkan, tentunya secara serentak masif ini sangat strategis untuk upaya pencegahan dan juga pemberantasan narkoba,&quot; jelasnya.
Wilayah Jawa Barat sendiri, merupakan sasaran untuk peredaran narkotika. Selain karena jumlah penduduknya yang cukup banyak, dari data yang BNN miliki, pengguna narkotika di Jabar juga cukup tinggi.
&quot;Saat ini Jabar berada di rangking ke lima (rawan narkotika) setelah Medan, Jakarta&amp;lrm;, Kaltim, Jabar ini ada di peringkat kelima. Hal itu diindikasi dari itngkat peredaran juga pengunaan,&quot; jelasnya.

Untuk di Kota Bandung sendiri, peredaran narkotika cukup memprihatinkan. Diketahui, belum lama ini, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, musnahkan barang bukti hasil pengungkapan periode sejak awal tahun, terhitung bulan Januari hingga dengan Agustus 2018.  Dari pengungkapan tersebut, barang bukti yang di musnahkan bernilai 30 miliyar.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan diantaranya, 12.913 gram sabu-sabu, 1.737 keytamin, 1.620 butir pil ekstasi, satu kilogram ganja, 24 kilogram katinon, tiga gram gorila, dan 11.007 butir pil daftar G.
Dengan adanya pemusnahan dengan jumlah yang besar ini, peredaraan narkoba di Bandung, memang harus diwaspadai. Atas itu, Kapolrestabes Bandung Irman Sugema mengatakan, jajaranya akan terus meningkatkan upaya antisipasi, pencegahan dan penindakan untuk menekan peredaraan narkotika di Kota Bandung.
&quot;&amp;lrm;Kita akan terus bekerja sama dengan instasi terkait lainnya, untuk upayakan pencegahan dan penindakankan,&quot; ungkap dia.
Penekanan terhadap pemberantasan narkoba di Bandung khususnya pun langsung dilakukan jajaran kepolisian. Jajarannya melakukan razia terhadap titik-titik peredaran narkotika, belum lama ini. Salah satu sasarannya yakni merazia tempat hiburan malam. Di pimpin langsung Kasat Narkoba AKBP Irfan Numansyah, razia yang digelar pada Sabtu 1 September 2018, &amp;lrm;amankan sedikitnya enam pengunjung terindikasi positif narkoba.
&quot;Ditemukan enam orang yang terindikasi positif sabu dan inex,&quot; ujar Irfan.
Dalam razia itupun, petugas juga mendapati adanya pengunjung yang kedapatan membawa obat-obatan terlarang, kategori benzodiazepine atau obat penenang. Mereka selanjutnya dibawa ke Satresnarkoba Polrestabes Bandung untuk pemeriksaan lanjutan. &quot;Untuk pengembangan, nanti kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,&quot; kata Irfan.
Dia menambahkan, pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala di Kota Bandung. Diharapkan, langkah ini menjadi bentuk perlawanan terhadap peredaran narkoba.
&quot;Untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
