<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia, Iran dan Turki Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Putuskan Nasib Idlib</title><description>Pemimpin tiga negara bertemu di Teheran untuk mencapai kesepakatan mengenai serangan ke Idlib.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/07/18/1947550/rusia-iran-dan-turki-gelar-pertemuan-tingkat-tinggi-untuk-putuskan-nasib-idlib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/09/07/18/1947550/rusia-iran-dan-turki-gelar-pertemuan-tingkat-tinggi-untuk-putuskan-nasib-idlib"/><item><title>Rusia, Iran dan Turki Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Putuskan Nasib Idlib</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/07/18/1947550/rusia-iran-dan-turki-gelar-pertemuan-tingkat-tinggi-untuk-putuskan-nasib-idlib</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/09/07/18/1947550/rusia-iran-dan-turki-gelar-pertemuan-tingkat-tinggi-untuk-putuskan-nasib-idlib</guid><pubDate>Jum'at 07 September 2018 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/07/18/1947550/rusia-iran-dan-turki-gelar-pertemuan-tingkat-tinggi-untuk-putuskan-nasib-idlib-cqftrzWctR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/07/18/1947550/rusia-iran-dan-turki-gelar-pertemuan-tingkat-tinggi-untuk-putuskan-nasib-idlib-cqftrzWctR.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>JENEWA &amp;ndash; Presiden Iran, Rusia dan Turki, tiga negara yang terlibat dalam konflik di Suriah, bertemu di Teheran pada Jumat menjelang ofensif ke kubu pasukan pemberontak di Idlib yang mungkin akan menjadi pertempuran besar terakhir dalam konflik tersebut.
Sementara pasukan pemerintah Suriah yang didukung pesawat-pesawat Rusia mempersiapkan ofensif ke Idlib, PBB memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat menyebabkan bencana kemanusiaan.
BACA JUGA: Serangan Udara Rusia dan Suriah Hantam Idlib Tewaskan 13 Orang
Di luar kekhawatiran itu, pemimpin ketiga negara itu akan berusaha melindungi kepentingan mereka sendiri setelah berinvestasi secara militer dan diplomatik di Suriah.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov dalam pernyataan yang dilansir Reuters Jumat (7/9/2018) mengatakan, Moskow menggunakan pertemuan itu untuk menjelaskan situasi militer yang saat ini terjadi di Suriah. Moskow secara tegas menyatakan bahwa pasukan militan harus dipukul keluar dari Idlib.
Seorang pejabat dari aliansi pendukung pemerintah Suriah mengatakan, nasib dari kelompok-kelompok militan pemberontak di Idlib akan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan di Teheran.
Kelompok militan aliansi Tahrir al-Sham saat ini tengah membangun pertahanan di Idlib menunggu serangan dari pasukan Suriah dan pendukungnya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa Turki berusaha mencari solusi permanen dari konflik yang terjadi di negara tetangganya, Suriah melalui diskusi. Ankara mengatakan, serangan ke Idlib akan menjadi sebuah bencana kemanusiaan yang akan mengirim arus besar pengungsi ke perbatasan Turki.
Turki juga telah mendesak Rusia, yang melanjutkan serangan udara di wilayah yang dikuasai pemberontak pekan ini, untuk menahan diri dan mencegah pasukan pemerintah dan sekutu mereka melancarkan serangan darat.
BACA JUGA: Trump Ingatkan Suriah untuk Tidak 'Sembrono' Serang Pemberontak di Idlib
Tahun lalu, Turki, Rusia dan Iran setuju untuk membuat Idlib menjadi &quot;zona de-eskalasi&quot; dari konflik yang berkurang dan mengirimkan unit tentara untuk mendirikan serangkaian pos pengamatan di sepanjang garis depan antara pemberontak dan pasukan pemerintah.
Jika tidak ada kesepakatan politik yang tercapai, serangan ke Idlib berpotensi memicu konflik dengan Turki.
</description><content:encoded>JENEWA &amp;ndash; Presiden Iran, Rusia dan Turki, tiga negara yang terlibat dalam konflik di Suriah, bertemu di Teheran pada Jumat menjelang ofensif ke kubu pasukan pemberontak di Idlib yang mungkin akan menjadi pertempuran besar terakhir dalam konflik tersebut.
Sementara pasukan pemerintah Suriah yang didukung pesawat-pesawat Rusia mempersiapkan ofensif ke Idlib, PBB memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat menyebabkan bencana kemanusiaan.
BACA JUGA: Serangan Udara Rusia dan Suriah Hantam Idlib Tewaskan 13 Orang
Di luar kekhawatiran itu, pemimpin ketiga negara itu akan berusaha melindungi kepentingan mereka sendiri setelah berinvestasi secara militer dan diplomatik di Suriah.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov dalam pernyataan yang dilansir Reuters Jumat (7/9/2018) mengatakan, Moskow menggunakan pertemuan itu untuk menjelaskan situasi militer yang saat ini terjadi di Suriah. Moskow secara tegas menyatakan bahwa pasukan militan harus dipukul keluar dari Idlib.
Seorang pejabat dari aliansi pendukung pemerintah Suriah mengatakan, nasib dari kelompok-kelompok militan pemberontak di Idlib akan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan di Teheran.
Kelompok militan aliansi Tahrir al-Sham saat ini tengah membangun pertahanan di Idlib menunggu serangan dari pasukan Suriah dan pendukungnya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa Turki berusaha mencari solusi permanen dari konflik yang terjadi di negara tetangganya, Suriah melalui diskusi. Ankara mengatakan, serangan ke Idlib akan menjadi sebuah bencana kemanusiaan yang akan mengirim arus besar pengungsi ke perbatasan Turki.
Turki juga telah mendesak Rusia, yang melanjutkan serangan udara di wilayah yang dikuasai pemberontak pekan ini, untuk menahan diri dan mencegah pasukan pemerintah dan sekutu mereka melancarkan serangan darat.
BACA JUGA: Trump Ingatkan Suriah untuk Tidak 'Sembrono' Serang Pemberontak di Idlib
Tahun lalu, Turki, Rusia dan Iran setuju untuk membuat Idlib menjadi &quot;zona de-eskalasi&quot; dari konflik yang berkurang dan mengirimkan unit tentara untuk mendirikan serangkaian pos pengamatan di sepanjang garis depan antara pemberontak dan pasukan pemerintah.
Jika tidak ada kesepakatan politik yang tercapai, serangan ke Idlib berpotensi memicu konflik dengan Turki.
</content:encoded></item></channel></rss>
