<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Kampanye Jokowi Sebut #2019GantiPresiden Tidak Mendidik</title><description>Zuhairi menyebut, gerakan #2019gantipresiden memiliki banyak tafsir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949324/tim-kampanye-jokowi-sebut-2019gantipresiden-tidak-mendidik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949324/tim-kampanye-jokowi-sebut-2019gantipresiden-tidak-mendidik"/><item><title>Tim Kampanye Jokowi Sebut #2019GantiPresiden Tidak Mendidik</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949324/tim-kampanye-jokowi-sebut-2019gantipresiden-tidak-mendidik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949324/tim-kampanye-jokowi-sebut-2019gantipresiden-tidak-mendidik</guid><pubDate>Rabu 12 September 2018 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/12/605/1949324/tim-kampanye-jokowi-sebut-2019gantipresiden-tidak-mendidik-Ke1uEkVsiR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Re-Ide Indonesia bertema &quot;Polemik Tagar&quot; di kawasan Cikini, Jakpus, Rabu (12/9/2018). (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/12/605/1949324/tim-kampanye-jokowi-sebut-2019gantipresiden-tidak-mendidik-Ke1uEkVsiR.jpg</image><title>Diskusi Re-Ide Indonesia bertema &quot;Polemik Tagar&quot; di kawasan Cikini, Jakpus, Rabu (12/9/2018). (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan #2019GantiPresiden dinilai tidak mendidik karena menyebabkan polarisasi di tubuh masyarakat. Hal tersebut diungkapkan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Zuhairi Misrawi.

&quot;Tagar #2019GantiPresiden tidak mendidik. Pesta demokrasi 2019 itu tidak mengganti presiden sebagai lembaga kenegaraan, tapi mengganti orangnya,&quot; kata Zuhairi dalam diskusi Re-Ide Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).
Ia menyebutkan, gerakan yang diinisiasi kubu oposisi tersebut wajar mendapat banyak tafsir, mulai dari inkonstitusional hingga makar. Pasalnya, tagar #2019GantiPresiden disebut tidak mendidik.
&quot;Kalau kita lihat dalam realitasnya, perang tagar ganti presiden tidak hanya pada level online, tapi menjadi gerakan riil di masyarakat yang kemudian mengakibatkan konflik di bawah,&quot; jelas Zuhairi.
Zuhairi menuding gerakan #2019GantiPresiden tidak menggunakan bahasa yang baik dalam mengkritik pemerintah. Ia melihat gerakan tersebut hanya menjadi letupan emosi yang menyebabkan pembelahan di masyarakat.



&quot;Ini sangat berbahaya dalam kita berdemokrasi,&quot; imbuhnya.
Lebih lanjut, Zuhairi menilai tagar #2019GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu yang ingin mengganti sistem kenegaraan. Karena itu ia mengajak semua pihak untuk mewaspadai gerakan tersebut.

&quot;Tagar ganti presiden itu ada disorientasi yaitu ada pihak-pihak yang menuggangi gerakan ini di beberapa daerah. Dari ganti presiden menjadi ganti sistem. Semua harus hati-hati dengan perang tagar ini,&quot; ucapnya.

(Baca Juga : Tak Pusingkan &quot;Dua Kaki&quot; Demokrat, Gerindra: Koalisi Jalan Terus!)

Karena itu, Zuhairi bersyukur saat ini ada tagar #2019PrabowoPresiden untuk menandingi tagar #Jokowi2Periode. Menurut dia, tagar yang diinisiasi politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad itu memiliki padanan bahasa yang lebih jelas ketimbang #2019GantiPresiden.

&quot;Kami bersyukur sudah ada tagar baru 2019 Prabowo Presiden. Itu sudah semakin jelas,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : Kader Demokrat Membelot Jadi Topik Pertemuan Prabowo-SBY Malam Ini)


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan #2019GantiPresiden dinilai tidak mendidik karena menyebabkan polarisasi di tubuh masyarakat. Hal tersebut diungkapkan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Zuhairi Misrawi.

&quot;Tagar #2019GantiPresiden tidak mendidik. Pesta demokrasi 2019 itu tidak mengganti presiden sebagai lembaga kenegaraan, tapi mengganti orangnya,&quot; kata Zuhairi dalam diskusi Re-Ide Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).
Ia menyebutkan, gerakan yang diinisiasi kubu oposisi tersebut wajar mendapat banyak tafsir, mulai dari inkonstitusional hingga makar. Pasalnya, tagar #2019GantiPresiden disebut tidak mendidik.
&quot;Kalau kita lihat dalam realitasnya, perang tagar ganti presiden tidak hanya pada level online, tapi menjadi gerakan riil di masyarakat yang kemudian mengakibatkan konflik di bawah,&quot; jelas Zuhairi.
Zuhairi menuding gerakan #2019GantiPresiden tidak menggunakan bahasa yang baik dalam mengkritik pemerintah. Ia melihat gerakan tersebut hanya menjadi letupan emosi yang menyebabkan pembelahan di masyarakat.



&quot;Ini sangat berbahaya dalam kita berdemokrasi,&quot; imbuhnya.
Lebih lanjut, Zuhairi menilai tagar #2019GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu yang ingin mengganti sistem kenegaraan. Karena itu ia mengajak semua pihak untuk mewaspadai gerakan tersebut.

&quot;Tagar ganti presiden itu ada disorientasi yaitu ada pihak-pihak yang menuggangi gerakan ini di beberapa daerah. Dari ganti presiden menjadi ganti sistem. Semua harus hati-hati dengan perang tagar ini,&quot; ucapnya.

(Baca Juga : Tak Pusingkan &quot;Dua Kaki&quot; Demokrat, Gerindra: Koalisi Jalan Terus!)

Karena itu, Zuhairi bersyukur saat ini ada tagar #2019PrabowoPresiden untuk menandingi tagar #Jokowi2Periode. Menurut dia, tagar yang diinisiasi politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad itu memiliki padanan bahasa yang lebih jelas ketimbang #2019GantiPresiden.

&quot;Kami bersyukur sudah ada tagar baru 2019 Prabowo Presiden. Itu sudah semakin jelas,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : Kader Demokrat Membelot Jadi Topik Pertemuan Prabowo-SBY Malam Ini)


</content:encoded></item></channel></rss>
