<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketimbang #2019GantiPresiden, Kubu Jokowi-Maruf Bersyukur Ada #2019PrabowoPresiden</title><description>Tagar yang diinisiasi politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad itu memiliki padanan bahasa yang lebih jelas ketimbang #2019GantiPresiden.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949333/ketimbang-2019gantipresiden-kubu-jokowi-maruf-bersyukur-ada-2019prabowopresiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949333/ketimbang-2019gantipresiden-kubu-jokowi-maruf-bersyukur-ada-2019prabowopresiden"/><item><title>Ketimbang #2019GantiPresiden, Kubu Jokowi-Maruf Bersyukur Ada #2019PrabowoPresiden</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949333/ketimbang-2019gantipresiden-kubu-jokowi-maruf-bersyukur-ada-2019prabowopresiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/09/12/605/1949333/ketimbang-2019gantipresiden-kubu-jokowi-maruf-bersyukur-ada-2019prabowopresiden</guid><pubDate>Rabu 12 September 2018 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/12/605/1949333/ketimbang-2019gantipresiden-kubu-jokowi-maruf-bersyukur-ada-2019prabowopresiden-wy9RGTxbP8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Re-Ide di Cikini (Foto: Fahreza/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/12/605/1949333/ketimbang-2019gantipresiden-kubu-jokowi-maruf-bersyukur-ada-2019prabowopresiden-wy9RGTxbP8.jpg</image><title>Diskusi Re-Ide di Cikini (Foto: Fahreza/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Zuhairi Misrawi, bersyukur ada tagar #2019PrabowoPresiden setelah sebelumnya muncul deklarasi #2019GantiPresiden.

Menurut Zuhairi, tagar yang diinisiasi politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad itu memiliki padanan bahasa yang lebih jelas ketimbang #2019GantiPresiden.

&quot;Kami bersyukur sudah ada tagar baru 2019 Prabowo Presiden. Itu sudah semakin jelas,&quot; katanya dalam diskusi Re-Ide Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Namun demikian, Zuhairi menilai gerakan #2019GantiPresiden tidak mendidik karena menyebabkan polarisasi di tubuh masyarakat. Karena itu, wajar bila gerakan tersebut mendapat banyak tafsir, mulai dari inkonstitusional ataupun makar.

&quot;Tagar #2019GantiPresiden tidak mendidik. Pesta demokrasi 2019 itu tidak mengganti presiden sebagai lembaga kenegaraan, tapi mengganti orangnya,&quot; kata Zuhairi.


&amp;nbsp;Deklarasi Prabowo Presiden (Foto: Ist)
Zuhairi menuding gerakan #2019GantiPresiden tidak menggunakan bahasa yang baik dalam mengkritik pemerintah. Ia melihat gerakan tersebut hanya menjadi letupan emosi yang menyebabkan pembelahan di masyarakat.

&quot;Ini sangat berbahaya dalam kita berdemokrasi,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut, Zuhairi menilai tagar #2019GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu yang ingin mengganti sistem kenegaraan. Karena itu ia mengajak semua pihak untuk mewaspadai gerakan tersebut.

&quot;Tagar ganti presiden itu ada disorientasi yaitu ada pihak-pihak yang menuggangi gerakan ini di beberapa daerah. Dari ganti presiden menjadi ganti sistem. Semua harus hati-hati dengan perang tagar ini,&quot; ucap dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Zuhairi Misrawi, bersyukur ada tagar #2019PrabowoPresiden setelah sebelumnya muncul deklarasi #2019GantiPresiden.

Menurut Zuhairi, tagar yang diinisiasi politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad itu memiliki padanan bahasa yang lebih jelas ketimbang #2019GantiPresiden.

&quot;Kami bersyukur sudah ada tagar baru 2019 Prabowo Presiden. Itu sudah semakin jelas,&quot; katanya dalam diskusi Re-Ide Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Namun demikian, Zuhairi menilai gerakan #2019GantiPresiden tidak mendidik karena menyebabkan polarisasi di tubuh masyarakat. Karena itu, wajar bila gerakan tersebut mendapat banyak tafsir, mulai dari inkonstitusional ataupun makar.

&quot;Tagar #2019GantiPresiden tidak mendidik. Pesta demokrasi 2019 itu tidak mengganti presiden sebagai lembaga kenegaraan, tapi mengganti orangnya,&quot; kata Zuhairi.


&amp;nbsp;Deklarasi Prabowo Presiden (Foto: Ist)
Zuhairi menuding gerakan #2019GantiPresiden tidak menggunakan bahasa yang baik dalam mengkritik pemerintah. Ia melihat gerakan tersebut hanya menjadi letupan emosi yang menyebabkan pembelahan di masyarakat.

&quot;Ini sangat berbahaya dalam kita berdemokrasi,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut, Zuhairi menilai tagar #2019GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu yang ingin mengganti sistem kenegaraan. Karena itu ia mengajak semua pihak untuk mewaspadai gerakan tersebut.

&quot;Tagar ganti presiden itu ada disorientasi yaitu ada pihak-pihak yang menuggangi gerakan ini di beberapa daerah. Dari ganti presiden menjadi ganti sistem. Semua harus hati-hati dengan perang tagar ini,&quot; ucap dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
