<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei LSI Denny JA: PDIP dan Gerindra Kandidat Terkuat di Pemilu 2019</title><description>LSI Denny JA memaparkan hasil survei terkait Pemilu 2019. PDIP dan Gerindra pun menjadi kandidat partai terkuat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/12/606/1949477/survei-lsi-denny-ja-pdip-dan-gerindra-kandidat-terkuat-di-pemilu-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/09/12/606/1949477/survei-lsi-denny-ja-pdip-dan-gerindra-kandidat-terkuat-di-pemilu-2019"/><item><title>Survei LSI Denny JA: PDIP dan Gerindra Kandidat Terkuat di Pemilu 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/12/606/1949477/survei-lsi-denny-ja-pdip-dan-gerindra-kandidat-terkuat-di-pemilu-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/09/12/606/1949477/survei-lsi-denny-ja-pdip-dan-gerindra-kandidat-terkuat-di-pemilu-2019</guid><pubDate>Rabu 12 September 2018 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/12/606/1949477/survei-lsi-denny-ja-pdip-dan-gerindra-kandidat-terkuat-di-pemilu-2019-bKzyvaa5lw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi PDIP. (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/12/606/1949477/survei-lsi-denny-ja-pdip-dan-gerindra-kandidat-terkuat-di-pemilu-2019-bKzyvaa5lw.jpg</image><title>Ilustrasi PDIP. (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra menjadi kandidat terkuat menjadi pemenang di Pemilihan Umum 2019. Kalau itu terwujud, PDIP pun berpotensi keluar dari &quot;kutukan juara bertahan&quot; sejak Pemilu 1999.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas PDIP sebesar 24,8 persen; disusul Partai Gerindra 13,1 persen; Partai Golkar 11,3 persen; PKB 6,7 persen, Partai Demokrat 5,2 persen; PKS 3,9 persen; dan PPP sebesar 3,2 persen.
Kemudian disusul Partai Nasdem 2,2 persen; Perindo 1,7 persen; PAN 1,4 persen; dan partai lainnya semua di bawah 1 persen. Sementara mereka yang belum memutuskan pilihan atau swing voters yaitu sebesar 25,2 persen.
&quot;PDIP berpeluang menjadi 'Real Madrid', menjadi juara Liga Champions berturut-turut,&quot; kata peneliti dari LSI, Adjie Alfaraby, di Kantor LSI, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ia melanjutkan bahwa Gerindra juga berpotensial menjadi partai pertama yang menjadi runner-up di luar PDIP dan Golkar. Padahal dalam empat kali pemilu sejak era Reformasi, posisi kedua tak pernah diperoleh partai di luar PDIP dan Golkar.
&quot;Sementara PDIP berhasil menjadi runner-up pada Pemilu 2004. Kini elektabilitas Gerindra sebesar 13,1 persen, di atas elektabilitas Partai Golkar, dan elektabilitasnya masih di bawah PDIP,&quot; terangnya.
Adjie menambahkan, Golkar terancam tidak masuk dua besar pemenang pemilu untuk pertama kalinya. Pasalnya saat ini elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu hanya 11,3 persen dan berada di posisi ketiga survei dukungan partai.
&quot;Posisi Partai Golkar saat ini akan menjadi yang terburuk dalam sejarah pemilu Golkar di era Reformasi. Dalam empat kali pemilu sebelumnya, Golkar selalu masuk dua besar pemenang,&quot; terangnya.
Adjie melanjutkan, posisi Golkar saat Pemilu 2019 masih di ambang batas, naik ke partai utama jika perolehan suara di atas 15 persen. Namun apabila tidak ada perubahan besar atau gebrakan luar biasa yang dilakukan partai beringin, maka pemilu mendatang bakal menjadi &quot;kuburan&quot; bagi Golkar sebagai partai besar.
&quot;Golkar bisa turun ke partai papan tengah jika dukungan di bawah 15 persen,&quot; jelasnya.

Survei sendiri dilakukan pada 12&amp;ndash;19 Agustus 2018 melalui face to face dan interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sekira 2,9 persen.
Survei dilaksanakan di 33 provinsi Indonesia (Kalimantan Utara digabung ke dalam Kalimantan Timur). LSI Denny JA melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra menjadi kandidat terkuat menjadi pemenang di Pemilihan Umum 2019. Kalau itu terwujud, PDIP pun berpotensi keluar dari &quot;kutukan juara bertahan&quot; sejak Pemilu 1999.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas PDIP sebesar 24,8 persen; disusul Partai Gerindra 13,1 persen; Partai Golkar 11,3 persen; PKB 6,7 persen, Partai Demokrat 5,2 persen; PKS 3,9 persen; dan PPP sebesar 3,2 persen.
Kemudian disusul Partai Nasdem 2,2 persen; Perindo 1,7 persen; PAN 1,4 persen; dan partai lainnya semua di bawah 1 persen. Sementara mereka yang belum memutuskan pilihan atau swing voters yaitu sebesar 25,2 persen.
&quot;PDIP berpeluang menjadi 'Real Madrid', menjadi juara Liga Champions berturut-turut,&quot; kata peneliti dari LSI, Adjie Alfaraby, di Kantor LSI, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ia melanjutkan bahwa Gerindra juga berpotensial menjadi partai pertama yang menjadi runner-up di luar PDIP dan Golkar. Padahal dalam empat kali pemilu sejak era Reformasi, posisi kedua tak pernah diperoleh partai di luar PDIP dan Golkar.
&quot;Sementara PDIP berhasil menjadi runner-up pada Pemilu 2004. Kini elektabilitas Gerindra sebesar 13,1 persen, di atas elektabilitas Partai Golkar, dan elektabilitasnya masih di bawah PDIP,&quot; terangnya.
Adjie menambahkan, Golkar terancam tidak masuk dua besar pemenang pemilu untuk pertama kalinya. Pasalnya saat ini elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu hanya 11,3 persen dan berada di posisi ketiga survei dukungan partai.
&quot;Posisi Partai Golkar saat ini akan menjadi yang terburuk dalam sejarah pemilu Golkar di era Reformasi. Dalam empat kali pemilu sebelumnya, Golkar selalu masuk dua besar pemenang,&quot; terangnya.
Adjie melanjutkan, posisi Golkar saat Pemilu 2019 masih di ambang batas, naik ke partai utama jika perolehan suara di atas 15 persen. Namun apabila tidak ada perubahan besar atau gebrakan luar biasa yang dilakukan partai beringin, maka pemilu mendatang bakal menjadi &quot;kuburan&quot; bagi Golkar sebagai partai besar.
&quot;Golkar bisa turun ke partai papan tengah jika dukungan di bawah 15 persen,&quot; jelasnya.

Survei sendiri dilakukan pada 12&amp;ndash;19 Agustus 2018 melalui face to face dan interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sekira 2,9 persen.
Survei dilaksanakan di 33 provinsi Indonesia (Kalimantan Utara digabung ke dalam Kalimantan Timur). LSI Denny JA melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview.</content:encoded></item></channel></rss>
