<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekali Lagi KPK Gelar Ekspose, Akan Ada Tersangka Divestasi Saham Newmont?</title><description>KPK sendiri saat ini masih mengumpulkan data dan bahan-bahan terkait dugaan penyimpangan divestasi saham PT NNT.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/20/337/1953341/sekali-lagi-kpk-gelar-ekspose-akan-ada-tersangka-divestasi-saham-newmont</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/09/20/337/1953341/sekali-lagi-kpk-gelar-ekspose-akan-ada-tersangka-divestasi-saham-newmont"/><item><title>Sekali Lagi KPK Gelar Ekspose, Akan Ada Tersangka Divestasi Saham Newmont?</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/20/337/1953341/sekali-lagi-kpk-gelar-ekspose-akan-ada-tersangka-divestasi-saham-newmont</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/09/20/337/1953341/sekali-lagi-kpk-gelar-ekspose-akan-ada-tersangka-divestasi-saham-newmont</guid><pubDate>Kamis 20 September 2018 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/20/337/1953341/sekali-lagi-kpk-gelar-ekspose-akan-ada-tersangka-divestasi-saham-newmont-wIl71ocYtn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPK Agus Rahardjo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/20/337/1953341/sekali-lagi-kpk-gelar-ekspose-akan-ada-tersangka-divestasi-saham-newmont-wIl71ocYtn.jpg</image><title>Ketua KPK Agus Rahardjo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya tinggal sekali lagi melakukan gelar ekspose&amp;lrm; untuk meningkatkan dugaan penyimpangan saham investasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ke tingkat penyidikan.

&quot;Belum (penyidikan), masih diperlukan ekspose sekali lagi mungkin,&quot; kata Agus di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).

KPK sendiri saat ini masih mengumpulkan data dan bahan-bahan terkait dugaan penyimpangan divestasi saham PT NNT. Tak hanya itu, KPK juga sedang mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi.
&amp;nbsp;
Sejumlah saksi yang pernah dimintai keterangan yakni, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad  Zainul Majdi atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB). Pemeriksaan terhadap TGB dilakukan di daerah NTB pada Mei 2018.

&quot;(TGB) sudah pernah di&amp;lrm;mintakan keterangan,&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, KPK sendiri juga telah memeriksa Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin pada awal Juli 2018, lalu. Sayangnya, Amin enggan membuka terang pemeriksaannya pada saat itu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya tinggal sekali lagi melakukan gelar ekspose&amp;lrm; untuk meningkatkan dugaan penyimpangan saham investasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ke tingkat penyidikan.

&quot;Belum (penyidikan), masih diperlukan ekspose sekali lagi mungkin,&quot; kata Agus di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).

KPK sendiri saat ini masih mengumpulkan data dan bahan-bahan terkait dugaan penyimpangan divestasi saham PT NNT. Tak hanya itu, KPK juga sedang mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi.
&amp;nbsp;
Sejumlah saksi yang pernah dimintai keterangan yakni, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad  Zainul Majdi atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB). Pemeriksaan terhadap TGB dilakukan di daerah NTB pada Mei 2018.

&quot;(TGB) sudah pernah di&amp;lrm;mintakan keterangan,&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, KPK sendiri juga telah memeriksa Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin pada awal Juli 2018, lalu. Sayangnya, Amin enggan membuka terang pemeriksaannya pada saat itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
