<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>145 Negara Mendukung Perbaikan Pasukan Perdamaian PBB</title><description>Sebanyak 145 negara mendukung adanya perbaikan terhadap pasukan perdamaian PBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/27/18/1956127/145-negara-mendukung-perbaikan-pasukan-perdamaian-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/09/27/18/1956127/145-negara-mendukung-perbaikan-pasukan-perdamaian-pbb"/><item><title>145 Negara Mendukung Perbaikan Pasukan Perdamaian PBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/09/27/18/1956127/145-negara-mendukung-perbaikan-pasukan-perdamaian-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/09/27/18/1956127/145-negara-mendukung-perbaikan-pasukan-perdamaian-pbb</guid><pubDate>Kamis 27 September 2018 02:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/27/18/1956127/145-negara-mendukung-perbaikan-pasukan-perdamaian-pbb-PdFarrgmT0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/27/18/1956127/145-negara-mendukung-perbaikan-pasukan-perdamaian-pbb-PdFarrgmT0.jpg</image><title>Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEBANYAK 145 negara pada Selasa 25 September 2018 menyetujui rencana kerja untuk memperkuat dan membantu 100 ribu pasukan pemelihara perdamaian PBB dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terus berubah serta menantang.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan, dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai pasukan pemelihara perdamaian, mereka dihadapkan pada konflik yang bertambah kompleks dengan berbagai situasi buruk, proses politik yang macet, terorisme, serta kejahatan terorganisasi.

Namun, kata Guterres, ia juga memahami pasukan itu menghadapi perubahan yang semakin fundamental, tegasnya jurang antara aspirasi, dan realitas.
Sejak pertama kali ditugaskan di Timur Tengah pada 1948 untuk memantau gencatan senjata antara Israel dan negara-negara Arab, pasukan ini sudah dikerahkan untuk melakukan 70 misi di seluruh dunia.</description><content:encoded>SEBANYAK 145 negara pada Selasa 25 September 2018 menyetujui rencana kerja untuk memperkuat dan membantu 100 ribu pasukan pemelihara perdamaian PBB dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terus berubah serta menantang.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan, dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai pasukan pemelihara perdamaian, mereka dihadapkan pada konflik yang bertambah kompleks dengan berbagai situasi buruk, proses politik yang macet, terorisme, serta kejahatan terorganisasi.

Namun, kata Guterres, ia juga memahami pasukan itu menghadapi perubahan yang semakin fundamental, tegasnya jurang antara aspirasi, dan realitas.
Sejak pertama kali ditugaskan di Timur Tengah pada 1948 untuk memantau gencatan senjata antara Israel dan negara-negara Arab, pasukan ini sudah dikerahkan untuk melakukan 70 misi di seluruh dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
