<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Kronologi Kaburnya Napi dari Lapas Palu Akibat Gempa dan Tsunami</title><description>Dirjen PAS Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, kronologis kaburnya para napi dari Lapas Palu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/01/337/1958052/begini-kronologi-kaburnya-napi-dari-lapas-palu-akibat-gempa-dan-tsunami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/01/337/1958052/begini-kronologi-kaburnya-napi-dari-lapas-palu-akibat-gempa-dan-tsunami"/><item><title>Begini Kronologi Kaburnya Napi dari Lapas Palu Akibat Gempa dan Tsunami</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/01/337/1958052/begini-kronologi-kaburnya-napi-dari-lapas-palu-akibat-gempa-dan-tsunami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/01/337/1958052/begini-kronologi-kaburnya-napi-dari-lapas-palu-akibat-gempa-dan-tsunami</guid><pubDate>Senin 01 Oktober 2018 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/01/337/1958052/begini-kronologi-kaburnya-napi-dari-lapas-palu-akibat-gempa-dan-tsunami-foqsYEqQYx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Lapas (foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/01/337/1958052/begini-kronologi-kaburnya-napi-dari-lapas-palu-akibat-gempa-dan-tsunami-foqsYEqQYx.jpg</image><title>Ilustrasi Lapas (foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, kronologis kaburnya para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu, Sulawesi Tengah, akibat gempa dan tsunami, pada Jumat 28 September 2018.

&quot;Awalnya kondusif, para narapidana dikumpulkan di lapangan dan para petugas di tengah lapangan,&quot; kata Utami saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/29/53366/269332_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kondisi Pantai di Kota Palu Pascatsunami&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Dirjen Pemasyarakatan yang baru kembali dari Palu ini menceritakan, para narapidana mulai panik setelah pagar ambruk dan berlanjut dua blok bangunan Lapas runtuh.

&quot;Tak lama, tiba-tiba air keluar dari dalam tanah. Mereka akhirnya kabur melalui blok yang roboh,&quot; kata Utami.

Dia menambahkan, kaburnya para narapidana ini juga akibat mendengar ambruknya bangunan Hotel Roa-Roa yang berjarak sekira 50 meter, ini yang membuat mereka panik takut tertimpa bangunan Lapas.

Utami juga mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dari tahanan dan narapidana akibat bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala ini.

Ia mengungkapkan, sebanyak 1.420 tahanan dan narapidana yang kabur itu di antaranya dari Lapas Palu sebanyak 515 orang (tersisa 66 orang), Rutan Palu sebanyak 410 tahanan (tersisa 53 orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan (LPP) Palu sebanyak 72 narapidana (tersisa sembilan orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Palu 24 orang (tersisa lima warga binaan) dan Lapas Donggala 342 narapidana kabur semua.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8yOS8xLzExNjQ0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, kaburnya para tahanan dan narapidana ini karena secara naluriah butuh keselamatan jiwa dan juga khawatir keadaan keluarga mereka di luar. Saat ini terdapat 15 UPT di wilayah Sulawesi Tengah dan delapan di antaranya terkena dampak gempa.

Total penghuni di Sulawesi Tengah saat ini mencapai 3.220 dan yang berada di luar saat ini sebanyak 1.420, sehingga yang tersisa 1.795 narapidana dan tahanan.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, kronologis kaburnya para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu, Sulawesi Tengah, akibat gempa dan tsunami, pada Jumat 28 September 2018.

&quot;Awalnya kondusif, para narapidana dikumpulkan di lapangan dan para petugas di tengah lapangan,&quot; kata Utami saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/29/53366/269332_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kondisi Pantai di Kota Palu Pascatsunami&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Dirjen Pemasyarakatan yang baru kembali dari Palu ini menceritakan, para narapidana mulai panik setelah pagar ambruk dan berlanjut dua blok bangunan Lapas runtuh.

&quot;Tak lama, tiba-tiba air keluar dari dalam tanah. Mereka akhirnya kabur melalui blok yang roboh,&quot; kata Utami.

Dia menambahkan, kaburnya para narapidana ini juga akibat mendengar ambruknya bangunan Hotel Roa-Roa yang berjarak sekira 50 meter, ini yang membuat mereka panik takut tertimpa bangunan Lapas.

Utami juga mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dari tahanan dan narapidana akibat bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala ini.

Ia mengungkapkan, sebanyak 1.420 tahanan dan narapidana yang kabur itu di antaranya dari Lapas Palu sebanyak 515 orang (tersisa 66 orang), Rutan Palu sebanyak 410 tahanan (tersisa 53 orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan (LPP) Palu sebanyak 72 narapidana (tersisa sembilan orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Palu 24 orang (tersisa lima warga binaan) dan Lapas Donggala 342 narapidana kabur semua.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8yOS8xLzExNjQ0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, kaburnya para tahanan dan narapidana ini karena secara naluriah butuh keselamatan jiwa dan juga khawatir keadaan keluarga mereka di luar. Saat ini terdapat 15 UPT di wilayah Sulawesi Tengah dan delapan di antaranya terkena dampak gempa.

Total penghuni di Sulawesi Tengah saat ini mencapai 3.220 dan yang berada di luar saat ini sebanyak 1.420, sehingga yang tersisa 1.795 narapidana dan tahanan.</content:encoded></item></channel></rss>
