<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Buwas Tak Terima jika Korban Gempa Palu Disebut Penjarah   </title><description>Buwas mengaku tidak terima jika masyarakat menyebut &quot;penjarah&quot; yang dilakukan korban bencana gempa bumi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/03/337/1959321/buwas-tak-terima-jika-korban-gempa-palu-disebut-penjarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/03/337/1959321/buwas-tak-terima-jika-korban-gempa-palu-disebut-penjarah"/><item><title> Buwas Tak Terima jika Korban Gempa Palu Disebut Penjarah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/03/337/1959321/buwas-tak-terima-jika-korban-gempa-palu-disebut-penjarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/03/337/1959321/buwas-tak-terima-jika-korban-gempa-palu-disebut-penjarah</guid><pubDate>Rabu 03 Oktober 2018 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/03/337/1959321/buwas-tak-terima-jika-korban-gempa-palu-disebut-penjarah-cag5jUsP9o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Bulog, Budi Waseso (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/03/337/1959321/buwas-tak-terima-jika-korban-gempa-palu-disebut-penjarah-cag5jUsP9o.jpg</image><title>Kepala Bulog, Budi Waseso (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Komjen (Purn) Budi Waseso (Buwas) mengaku tidak terima jika masyarakat menyebut &quot;penjarah&quot; yang dilakukan korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

&quot;Enggaklah, kawan-kawan semua jangan dibilang penjarahan. Siapapun kita kalau pada saat itu seperti itu kita pasti panik,&quot; katanya di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Rabu (3/10/2018).

Buwas meminta agar masyarakat lebih bijak melihat aksi para korban yang sedang dalam keadaan panik untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
&amp;nbsp;
&quot;Situasikan kawan-kawan enggak merasakan. Kalau kawan-kawan bayangkan itu terjadi kepada kita, semua tidak ada. Air saja tidak ada, kayak apa gitu loh? Yang dia lihat hanya butuh makan. Makanya tolong dipahami, disadari,&quot; tambahnya.

Buwas menegaskan, bahwa barang-barang kebutuhan pokok yang diambil masyrakat di toko-toko akan ditanggung pemerintah.

&quot;Pak presiden pak menteri dalam negeri sudah menyampaikan, sudahlah pokoknya dibagikan saja dulu, nanti pemerintah yang akan mengganti. Jadi itu, komitmen pemerintah pak presiden. Jadi sekali lagi saya minta jangan dibesar-besarkan penjarahan. Karena itu situasional mereka membutuhkan itu sedangkan pada saat itu bantuan belum bisa cepat datang,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8wMi8xLzExNjQ4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Komjen (Purn) Budi Waseso (Buwas) mengaku tidak terima jika masyarakat menyebut &quot;penjarah&quot; yang dilakukan korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

&quot;Enggaklah, kawan-kawan semua jangan dibilang penjarahan. Siapapun kita kalau pada saat itu seperti itu kita pasti panik,&quot; katanya di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Rabu (3/10/2018).

Buwas meminta agar masyarakat lebih bijak melihat aksi para korban yang sedang dalam keadaan panik untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
&amp;nbsp;
&quot;Situasikan kawan-kawan enggak merasakan. Kalau kawan-kawan bayangkan itu terjadi kepada kita, semua tidak ada. Air saja tidak ada, kayak apa gitu loh? Yang dia lihat hanya butuh makan. Makanya tolong dipahami, disadari,&quot; tambahnya.

Buwas menegaskan, bahwa barang-barang kebutuhan pokok yang diambil masyrakat di toko-toko akan ditanggung pemerintah.

&quot;Pak presiden pak menteri dalam negeri sudah menyampaikan, sudahlah pokoknya dibagikan saja dulu, nanti pemerintah yang akan mengganti. Jadi itu, komitmen pemerintah pak presiden. Jadi sekali lagi saya minta jangan dibesar-besarkan penjarahan. Karena itu situasional mereka membutuhkan itu sedangkan pada saat itu bantuan belum bisa cepat datang,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8wMi8xLzExNjQ4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
