<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wiranto: Korban Tewas Gempa-Tsunami Palu dan Donggala 1.648 Jiwa, Hilang 683 Orang</title><description>Wiranto mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk segera memakamkan korban tewas yang sudah diidentifikasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/05/337/1960383/wiranto-korban-tewas-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-1-648-jiwa-hilang-683-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/05/337/1960383/wiranto-korban-tewas-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-1-648-jiwa-hilang-683-orang"/><item><title>Wiranto: Korban Tewas Gempa-Tsunami Palu dan Donggala 1.648 Jiwa, Hilang 683 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/05/337/1960383/wiranto-korban-tewas-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-1-648-jiwa-hilang-683-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/05/337/1960383/wiranto-korban-tewas-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-1-648-jiwa-hilang-683-orang</guid><pubDate>Jum'at 05 Oktober 2018 21:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/05/337/1960383/wiranto-korban-tewas-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-1-648-jiwa-hilang-683-orang-SbIt67RaWy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konpers Menko Polhukam Wiranto soal gempa Palu. Foto: Okezone/Fahreza Rizky</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/05/337/1960383/wiranto-korban-tewas-gempa-tsunami-palu-dan-donggala-1-648-jiwa-hilang-683-orang-SbIt67RaWy.jpg</image><title>Konpers Menko Polhukam Wiranto soal gempa Palu. Foto: Okezone/Fahreza Rizky</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut korban tewas gempa-tsunami Palu, Sulawesi Tengah mencapai 1.648 jiwa.
&quot;Jadi ada 1.648 yang meninggal, hilang masih 683 dan yang tertimbun masih 152,&quot; kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta (5/10/2018) malam.
&amp;nbsp;
Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu menuturkan, korban tewas akibat bencana sudah dimakamkan. Namun demikian untuk korban yang jenazahnya baru ditemukan, akan dimakamkan kemudian.
Baca: 3 Hari Lagi, Pencarian Korban Gempa-Tsunami Sulteng Diakhiri
Baca: Polisi Tangkap 9 Orang Sebagai Tersangka Hoaks soal Bencana Alam
&quot;Yang meninggal sudah dimakamkan. Saya katakan semuanya. Yang tertimbun setelah digali kan ketemu, berarti perlu diidentifikasi dulu lalu ditanam (dikubur),&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;
Wiranto mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk segera memakamkan korban tewas yang sudah diidentifikasi. Sebab, bila belarut-larut, maka akan menimbulkan penyakit bagi warga yang masih hidup.
&quot;Kita perintahkan mayat jangan disimpan lagi karena bisa timbulkan penyakit. Harus ditanam setelah diidentifikasi,&quot; jelas Wiranto. (fzy)
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut korban tewas gempa-tsunami Palu, Sulawesi Tengah mencapai 1.648 jiwa.
&quot;Jadi ada 1.648 yang meninggal, hilang masih 683 dan yang tertimbun masih 152,&quot; kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta (5/10/2018) malam.
&amp;nbsp;
Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu menuturkan, korban tewas akibat bencana sudah dimakamkan. Namun demikian untuk korban yang jenazahnya baru ditemukan, akan dimakamkan kemudian.
Baca: 3 Hari Lagi, Pencarian Korban Gempa-Tsunami Sulteng Diakhiri
Baca: Polisi Tangkap 9 Orang Sebagai Tersangka Hoaks soal Bencana Alam
&quot;Yang meninggal sudah dimakamkan. Saya katakan semuanya. Yang tertimbun setelah digali kan ketemu, berarti perlu diidentifikasi dulu lalu ditanam (dikubur),&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;
Wiranto mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk segera memakamkan korban tewas yang sudah diidentifikasi. Sebab, bila belarut-larut, maka akan menimbulkan penyakit bagi warga yang masih hidup.
&quot;Kita perintahkan mayat jangan disimpan lagi karena bisa timbulkan penyakit. Harus ditanam setelah diidentifikasi,&quot; jelas Wiranto. (fzy)
</content:encoded></item></channel></rss>
