<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5.000 Orang di Balaroa dan Petobo Dilaporkan Hilang Akibat Likuifaksi</title><description>Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sekira 5.000 orang dilaporkan hilang akibat likuifaksi di Balaroa dan Petobo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/07/337/1960812/5-000-orang-di-balaroa-dan-petobo-dilaporkan-hilang-akibat-likuifaksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/07/337/1960812/5-000-orang-di-balaroa-dan-petobo-dilaporkan-hilang-akibat-likuifaksi"/><item><title>5.000 Orang di Balaroa dan Petobo Dilaporkan Hilang Akibat Likuifaksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/07/337/1960812/5-000-orang-di-balaroa-dan-petobo-dilaporkan-hilang-akibat-likuifaksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/07/337/1960812/5-000-orang-di-balaroa-dan-petobo-dilaporkan-hilang-akibat-likuifaksi</guid><pubDate>Minggu 07 Oktober 2018 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/07/337/1960812/akibat-fenomena-likuifaksi-5-000-orang-di-balaroa-dan-petobo-dilaporkan-hilang-Org32vEXLU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/07/337/1960812/akibat-fenomena-likuifaksi-5-000-orang-di-balaroa-dan-petobo-dilaporkan-hilang-Org32vEXLU.jpg</image><title>Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sekira 5.000 orang hilang akibat likufaksi di daerah Balaroa dan Petobo setelah gempa mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sutopo menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Balaroa dan Petobo, 5.000 orang belum ditemukan usai gempa dan tsunami melanda Kota Palu.
Tim Basarnas Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami di Balaroa, Palu, Sulteng (foto: Herman/Okezone)&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Balaora dan Petobo mengalami fenomena likuifaksi pada saat gempa 7,4 skala richter mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada 28 September yang lalu,&amp;rdquo; ujar Sutopo  Sutopo di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (7/10/2018).
Sutopo menambahkan, likuifaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa. Secara keseluruhan rumah yang rusak di Balaroa akibat fenomena itu mencapai 1.045 unit.
(Baca Juga: Update Korban Gempa dan Tsunami Sulteng: Total 1.763 Orang Tewas)&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Sementara jumlah rumah yang terdampak likeufaksi di kawasan Petobo sebanyak 2.050 unit. Permukiman di sana tepat berada di jalur sesar gempa,&quot; sambungnya.
BNPB, kata Sutopo, masih  melakukan verifikasi mengenai jumlah korban yang hilang. Tidak menutup kemungkinan laporan itu keliru. &quot;Karena bisa saja ada penduduk yang mengungsi ke daerah lain, namun dianggap hilang,&quot; tegasnya.

&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, sealin melakukan verifikasi data korban, pihaknya juga akan terus berupaya melakukan evakuasi di Petobo dan Balaroa.
BNPB menargetkan upaya evakuasi dapat selesai pada 11 Oktober 2018. &quot;Bila korban tak ditemukan maka akan dinyatakan hilang,&quot; pungkasnya. (fid)</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sekira 5.000 orang hilang akibat likufaksi di daerah Balaroa dan Petobo setelah gempa mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sutopo menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Balaroa dan Petobo, 5.000 orang belum ditemukan usai gempa dan tsunami melanda Kota Palu.
Tim Basarnas Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami di Balaroa, Palu, Sulteng (foto: Herman/Okezone)&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Balaora dan Petobo mengalami fenomena likuifaksi pada saat gempa 7,4 skala richter mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada 28 September yang lalu,&amp;rdquo; ujar Sutopo  Sutopo di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (7/10/2018).
Sutopo menambahkan, likuifaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa. Secara keseluruhan rumah yang rusak di Balaroa akibat fenomena itu mencapai 1.045 unit.
(Baca Juga: Update Korban Gempa dan Tsunami Sulteng: Total 1.763 Orang Tewas)&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Sementara jumlah rumah yang terdampak likeufaksi di kawasan Petobo sebanyak 2.050 unit. Permukiman di sana tepat berada di jalur sesar gempa,&quot; sambungnya.
BNPB, kata Sutopo, masih  melakukan verifikasi mengenai jumlah korban yang hilang. Tidak menutup kemungkinan laporan itu keliru. &quot;Karena bisa saja ada penduduk yang mengungsi ke daerah lain, namun dianggap hilang,&quot; tegasnya.

&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, sealin melakukan verifikasi data korban, pihaknya juga akan terus berupaya melakukan evakuasi di Petobo dan Balaroa.
BNPB menargetkan upaya evakuasi dapat selesai pada 11 Oktober 2018. &quot;Bila korban tak ditemukan maka akan dinyatakan hilang,&quot; pungkasnya. (fid)</content:encoded></item></channel></rss>
