<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turki Selidiki Hilangnya Wartawan Saudi, Diduga Dibunuh di Konsulat Saudi</title><description>Berbagai sumber menyebutkan yang bersangkutan telah dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/08/18/1960861/turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/08/18/1960861/turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi"/><item><title>Turki Selidiki Hilangnya Wartawan Saudi, Diduga Dibunuh di Konsulat Saudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/08/18/1960861/turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/08/18/1960861/turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi</guid><pubDate>Senin 08 Oktober 2018 04:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/08/18/1960861/turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi-E0QwPDolQi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jamal Khashoggi pergi ke Konsulat Arab Saudi pada Selasa (2/10/2018) untuk melengkapi dokumen rutim, namun sejak saat itu tak ada kabar sama sekali soal keberadaannya. (EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/08/18/1960861/turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi-E0QwPDolQi.jpg</image><title>Jamal Khashoggi pergi ke Konsulat Arab Saudi pada Selasa (2/10/2018) untuk melengkapi dokumen rutim, namun sejak saat itu tak ada kabar sama sekali soal keberadaannya. (EPA)</title></images><description>WALAU para jaksa Turki baru membuka investigasi atas kasus hilangnya seorang wartawan asal Arab Saudi, berbagai sumber menyebutkan yang bersangkutan telah dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.
Kasus bermula ketika Jamal Khashoggi pergi ke Konsulat Arab Saudi pada Selasa (2/10) untuk melengkapi &quot;dokumen rutin&quot;, namun sejak itu kontributor harian Washington Post tersebut tak ada kabar sama sekali.
Hatice, tunangan Khashoggi, menemaninya ke konsulat, tetapi tidak diizinkan masuk bersamanya.
Khashoggi juga diminta untuk tidak membawa telepon genggamnya - praktik standar di sebagian kedutaan dan konsulat.
Menurut Hatice, Khashoggi menitipkan telepon kepadanya dan mengatakan untuk menghubungi seorang penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jika ia tidak kembali.
Kepala Asosiasi Media Arab-Turki, Turan Kislakci, mengatakan kepada harian New York Times bahwa kepolisian Turki telah memeriksa kamera-kamera pengawas dan tidak melihat Khashoggi meninggalkan Konsulat Turki dengan berjalan kaki.
Meski demikian, mobil-mobil diplomat tampak hilir-mudik dari konsulat.
Para pejabat Saudi belum berkomentar, namun sebuah sumber di konsulat yang dikutip kantor berita Reuters, menyatakan dugaan bahwa Khashoggi dibunuh tidak berdasar.
Sumber tersebut menambahkan, sebuah tim keamanan telah tiba di Istanbul untuk menyelidiki hilangnya Khashoggi.



 
Apa yang Dilakukan Pemerintah Turki?
Media di Turki melaporkan para jaksa kini tengah menelisik kasus tersebut.
Partai AK, sebagaimana dikutip Reuters, mengatakan investigasi akan berlangsung komprehensif dan sensitivitas pemerintah Turki terkait kasus ini akan berada pada &quot;taraf tertinggi&quot;. Partai AK juga menegaskan keberadaan Khashoggi bakal diketahui.
Pada Rabu (3/10), Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk meminta penjelaan soal hilangnya Khashoggi.
Akan tetapi, lepas dari pernyataan resmi, narasumber di tubuh pemerintah Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters dan Washington Post bahwa tinjauan awal kepolisian adalah Khashoggi dibunuh di dalam konsulat.
&quot;Kami meyakini pembunuhan itu direncanakan dan jenazahnya belakangan dikeluarkan dari konsulat,&quot; sebut salah satu sumber kepada Reuters.
Sumber harian Washington Post menyebutkan jurnalis tersebut dibunuh oleh sebuah tim dari Saudi beranggotakan 15 orang yang sengaja dikirim &quot;khusus untuk membunuh&quot;.
Wartawan BBC, Mark Lowen, mengatakan bahwa jika benar Khashoggi dibunuh di Turki dengan sokongan pemerintah Saudi, hubungan kedua negara akan memburuk.
Turki telah memihak pada Qatar saat Arab Saudi dan beberapa negara Arab memblokade Qatar. Turki juga mendekati Iran yang bertentangan dengan Saudi.

Apa yang Dikatakan Pemerintah Saudi?



Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, mengatakan kepada Bloomberg:
&quot;Dia adalah warga Saudi dan kami sangat ingin tahu apa yang  terjadinya padanya. Dan kami akan melanjutkan dialog dengan pemerintah  Turki untuk melihat apa yang terjadi terhadap Jamal di sana.
&quot;Sepengetahuan saya dia masuk lalu keluar setelah beberapa menit atau  satu jam, saya tidak yakin. Kami tengah menyelidiki hal ini melalui  Kementerian Luar Negeri untuk melihat secara pasti apa yang terjadi saat  itu.
&quot;Lokasi itu adalah area berdaulat, namun kami akan mengizinkan mereka  untuk masuk dan memeriksa dan melakukan apa yang mereka inginkan. Jika  mereka meminta, tentunya, kami akan memperbolehkan. Kami tidak punya  apa-apa yang disembunyikan,&quot; kata Pangeran bin Salman.
Ketika ditanya apakah Khashoggi menghadapi dakwaan di Arab Saudi,  sang putra mahkota mengatakan negaranya ingin tahu terlebih dulu  keberadaannya.



Siapakah Jamal Khashoggi?
Wartawan berusia 59 tahun itu adalah salah satu kritikus paling vokal  terhadap Pangeran Mohammed bin Salmanm yang mencanangkan reformasi di  Arab Saudi sembari melancarkan pembungkaman terhadap berbagai pengritik,  termasuk ulama, cendekiawan, serta pembela HAM, dan aktivis hak  perempuan.
Selama bertahun-tahun, saat masih menjadi editor harian al-Watan dan saluran berita Saudi TV, Khashoggi dipandang dekat dengan keluarga kerajaan. Dia bahkan pernah menjadi penasihat bagi sejumlah pejabat senior Saudi.
Setelah beberapa temannya ditahan, kolomnya di harian al-Hayat  dihentikan dan dia diperingatkan untuk tak lagi mencuit di Twitter.

(Baca Juga : Wartawan Arab Saudi Hilang Secara Misterius di Turki)

Khashoggi lalu hijrah dari Saudi Arabia ke Amerika Serikat&amp;mdash;tempat dia  menulis artikel opini untuk Washington Post dan tampil di saluran  televisi negara-negara Barat dan Arab.
&quot;Saya sudah meninggalkan rumah, keluarga, dan pekerjaan. Kini saya  angkat suara. Untuk bertindak sebaliknya, itu berarti akan mengkhianati  mereka yang mendekam di penjara. Saya bisa bicara saat banyak yang tidak  bisa,&quot; tulisnya pada September 2017 lalu.

(Baca Juga : Wartawan Arab Saudi Dilaporkan Terbunuh di Turki)
</description><content:encoded>WALAU para jaksa Turki baru membuka investigasi atas kasus hilangnya seorang wartawan asal Arab Saudi, berbagai sumber menyebutkan yang bersangkutan telah dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.
Kasus bermula ketika Jamal Khashoggi pergi ke Konsulat Arab Saudi pada Selasa (2/10) untuk melengkapi &quot;dokumen rutin&quot;, namun sejak itu kontributor harian Washington Post tersebut tak ada kabar sama sekali.
Hatice, tunangan Khashoggi, menemaninya ke konsulat, tetapi tidak diizinkan masuk bersamanya.
Khashoggi juga diminta untuk tidak membawa telepon genggamnya - praktik standar di sebagian kedutaan dan konsulat.
Menurut Hatice, Khashoggi menitipkan telepon kepadanya dan mengatakan untuk menghubungi seorang penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jika ia tidak kembali.
Kepala Asosiasi Media Arab-Turki, Turan Kislakci, mengatakan kepada harian New York Times bahwa kepolisian Turki telah memeriksa kamera-kamera pengawas dan tidak melihat Khashoggi meninggalkan Konsulat Turki dengan berjalan kaki.
Meski demikian, mobil-mobil diplomat tampak hilir-mudik dari konsulat.
Para pejabat Saudi belum berkomentar, namun sebuah sumber di konsulat yang dikutip kantor berita Reuters, menyatakan dugaan bahwa Khashoggi dibunuh tidak berdasar.
Sumber tersebut menambahkan, sebuah tim keamanan telah tiba di Istanbul untuk menyelidiki hilangnya Khashoggi.



 
Apa yang Dilakukan Pemerintah Turki?
Media di Turki melaporkan para jaksa kini tengah menelisik kasus tersebut.
Partai AK, sebagaimana dikutip Reuters, mengatakan investigasi akan berlangsung komprehensif dan sensitivitas pemerintah Turki terkait kasus ini akan berada pada &quot;taraf tertinggi&quot;. Partai AK juga menegaskan keberadaan Khashoggi bakal diketahui.
Pada Rabu (3/10), Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk meminta penjelaan soal hilangnya Khashoggi.
Akan tetapi, lepas dari pernyataan resmi, narasumber di tubuh pemerintah Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters dan Washington Post bahwa tinjauan awal kepolisian adalah Khashoggi dibunuh di dalam konsulat.
&quot;Kami meyakini pembunuhan itu direncanakan dan jenazahnya belakangan dikeluarkan dari konsulat,&quot; sebut salah satu sumber kepada Reuters.
Sumber harian Washington Post menyebutkan jurnalis tersebut dibunuh oleh sebuah tim dari Saudi beranggotakan 15 orang yang sengaja dikirim &quot;khusus untuk membunuh&quot;.
Wartawan BBC, Mark Lowen, mengatakan bahwa jika benar Khashoggi dibunuh di Turki dengan sokongan pemerintah Saudi, hubungan kedua negara akan memburuk.
Turki telah memihak pada Qatar saat Arab Saudi dan beberapa negara Arab memblokade Qatar. Turki juga mendekati Iran yang bertentangan dengan Saudi.

Apa yang Dikatakan Pemerintah Saudi?



Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, mengatakan kepada Bloomberg:
&quot;Dia adalah warga Saudi dan kami sangat ingin tahu apa yang  terjadinya padanya. Dan kami akan melanjutkan dialog dengan pemerintah  Turki untuk melihat apa yang terjadi terhadap Jamal di sana.
&quot;Sepengetahuan saya dia masuk lalu keluar setelah beberapa menit atau  satu jam, saya tidak yakin. Kami tengah menyelidiki hal ini melalui  Kementerian Luar Negeri untuk melihat secara pasti apa yang terjadi saat  itu.
&quot;Lokasi itu adalah area berdaulat, namun kami akan mengizinkan mereka  untuk masuk dan memeriksa dan melakukan apa yang mereka inginkan. Jika  mereka meminta, tentunya, kami akan memperbolehkan. Kami tidak punya  apa-apa yang disembunyikan,&quot; kata Pangeran bin Salman.
Ketika ditanya apakah Khashoggi menghadapi dakwaan di Arab Saudi,  sang putra mahkota mengatakan negaranya ingin tahu terlebih dulu  keberadaannya.



Siapakah Jamal Khashoggi?
Wartawan berusia 59 tahun itu adalah salah satu kritikus paling vokal  terhadap Pangeran Mohammed bin Salmanm yang mencanangkan reformasi di  Arab Saudi sembari melancarkan pembungkaman terhadap berbagai pengritik,  termasuk ulama, cendekiawan, serta pembela HAM, dan aktivis hak  perempuan.
Selama bertahun-tahun, saat masih menjadi editor harian al-Watan dan saluran berita Saudi TV, Khashoggi dipandang dekat dengan keluarga kerajaan. Dia bahkan pernah menjadi penasihat bagi sejumlah pejabat senior Saudi.
Setelah beberapa temannya ditahan, kolomnya di harian al-Hayat  dihentikan dan dia diperingatkan untuk tak lagi mencuit di Twitter.

(Baca Juga : Wartawan Arab Saudi Hilang Secara Misterius di Turki)

Khashoggi lalu hijrah dari Saudi Arabia ke Amerika Serikat&amp;mdash;tempat dia  menulis artikel opini untuk Washington Post dan tampil di saluran  televisi negara-negara Barat dan Arab.
&quot;Saya sudah meninggalkan rumah, keluarga, dan pekerjaan. Kini saya  angkat suara. Untuk bertindak sebaliknya, itu berarti akan mengkhianati  mereka yang mendekam di penjara. Saya bisa bicara saat banyak yang tidak  bisa,&quot; tulisnya pada September 2017 lalu.

(Baca Juga : Wartawan Arab Saudi Dilaporkan Terbunuh di Turki)
</content:encoded></item></channel></rss>
