<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Megawati tentang Pengalamannya di &quot;Samping&quot; Gus Dur Tangani Bencana</title><description>Megawati kemudian mulai menggencarkan soal urusan bencana dengan menekankan akan pentingnya penanganan secara cepat dan tanggap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/08/337/1961188/cerita-megawati-tentang-pengalamannya-di-samping-gus-dur-tangani-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/08/337/1961188/cerita-megawati-tentang-pengalamannya-di-samping-gus-dur-tangani-bencana"/><item><title>Cerita Megawati tentang Pengalamannya di &quot;Samping&quot; Gus Dur Tangani Bencana</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/08/337/1961188/cerita-megawati-tentang-pengalamannya-di-samping-gus-dur-tangani-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/08/337/1961188/cerita-megawati-tentang-pengalamannya-di-samping-gus-dur-tangani-bencana</guid><pubDate>Senin 08 Oktober 2018 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/08/337/1961188/cerita-megawati-tentang-pengalamannya-di-samping-gus-dur-tangani-bencana-vedUOShIzk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/08/337/1961188/cerita-megawati-tentang-pengalamannya-di-samping-gus-dur-tangani-bencana-vedUOShIzk.jpg</image><title>Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalamannya ketika mendampingi Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Wakil Presiden RI. Terutama tentang pengalamannya dalam menangani bencana.

Saat itu, kata Mega dirinya diminta oleh Gus Dur untuk menangani langsung bencana yang terjadi dan mengetahui secara langsung. Kala itu, dirinya sangat terkejut, karena saat itu persoalan bencana ditangani subdirektorat di Departemen Perhubungan dan Departemen Sosial. Sehingga, tidak memungkinkan untuk bisa ditangani secara cepat.

Dirinya pun berpikir cepat, dengan meminta Presiden kelima RI itu untuk mengubah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang semula di bawah Departemen Perhubungan menjadi lembaga pemerintah non-departemen (LPND).

&quot;Jadi, ketika saya melihat keadaan waktu itu, maka saya segera dengan cepat meminta kepada Presiden Gus Dur untuk mengubah untuk menjadi badan, makanya sekarang ada di BMKG yang selalu untuk melihat situasional, maka bisa sudah diketahui akan ada gempa, kemungkinan tsunami, dan lain sebagainya,&quot; kata Mega di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018).
&amp;nbsp;
Setelah mengetahui kondisi tersebut, Megawati kemudian mulai menggencarkan soal urusan bencana dengan menekankan akan pentingnya penanganan secara cepat dan tanggap.
&amp;ldquo;Tanggap darurat dengan cepat adalah poin yang selalu saya gemborkan saat itu kepada struktur pemerintahan,&amp;rdquo; paparnya.
(Baca Juga: Gempa-Tsunami Sulteng: 1.948 Orang Tewas, 10.679 Luka-Luka dan 835 Lainnya Hilang)
Hal itu kemudian dilanjutkan saat menjadi Presiden ke-5 RI dengan menyusun prosedur tetap dalam menanggulangi bencana dan mengirim bahan bantuan. Di samping itu, ia juga menekankan tentang pentingnya penanganan korban bencana di pengungsian.

&quot;Saya lihat orang disuruh makan Pop Mie itu emang gampang, tetapi pikirkan perut kita, orang Indonesia ini butuh nasi,&quot; paparnya.

Untuk itu, Mega selalu menekankan kepada Baguna yang dibentuknya agar selal  mendirikan dapur umum bagi warga terdampak bencana untuk dipakai saat bencana terjadi.

&amp;ldquo;Makanya Baguna selalu saya minta bawa alat dapur umum. Dan dapur umum itu pasti laku keras,&amp;rdquo; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalamannya ketika mendampingi Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Wakil Presiden RI. Terutama tentang pengalamannya dalam menangani bencana.

Saat itu, kata Mega dirinya diminta oleh Gus Dur untuk menangani langsung bencana yang terjadi dan mengetahui secara langsung. Kala itu, dirinya sangat terkejut, karena saat itu persoalan bencana ditangani subdirektorat di Departemen Perhubungan dan Departemen Sosial. Sehingga, tidak memungkinkan untuk bisa ditangani secara cepat.

Dirinya pun berpikir cepat, dengan meminta Presiden kelima RI itu untuk mengubah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang semula di bawah Departemen Perhubungan menjadi lembaga pemerintah non-departemen (LPND).

&quot;Jadi, ketika saya melihat keadaan waktu itu, maka saya segera dengan cepat meminta kepada Presiden Gus Dur untuk mengubah untuk menjadi badan, makanya sekarang ada di BMKG yang selalu untuk melihat situasional, maka bisa sudah diketahui akan ada gempa, kemungkinan tsunami, dan lain sebagainya,&quot; kata Mega di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018).
&amp;nbsp;
Setelah mengetahui kondisi tersebut, Megawati kemudian mulai menggencarkan soal urusan bencana dengan menekankan akan pentingnya penanganan secara cepat dan tanggap.
&amp;ldquo;Tanggap darurat dengan cepat adalah poin yang selalu saya gemborkan saat itu kepada struktur pemerintahan,&amp;rdquo; paparnya.
(Baca Juga: Gempa-Tsunami Sulteng: 1.948 Orang Tewas, 10.679 Luka-Luka dan 835 Lainnya Hilang)
Hal itu kemudian dilanjutkan saat menjadi Presiden ke-5 RI dengan menyusun prosedur tetap dalam menanggulangi bencana dan mengirim bahan bantuan. Di samping itu, ia juga menekankan tentang pentingnya penanganan korban bencana di pengungsian.

&quot;Saya lihat orang disuruh makan Pop Mie itu emang gampang, tetapi pikirkan perut kita, orang Indonesia ini butuh nasi,&quot; paparnya.

Untuk itu, Mega selalu menekankan kepada Baguna yang dibentuknya agar selal  mendirikan dapur umum bagi warga terdampak bencana untuk dipakai saat bencana terjadi.

&amp;ldquo;Makanya Baguna selalu saya minta bawa alat dapur umum. Dan dapur umum itu pasti laku keras,&amp;rdquo; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
