<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fahri Hamzah: Jubir Jokowi dan Prabowo Tak Ada yang Berkelas   </title><description>Fahri menilai, seharusnya sebagai jubir itu ada baiknya berdebat tentang konten, berdebat program berdebat rencana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/09/605/1961733/fahri-hamzah-jubir-jokowi-dan-prabowo-tak-ada-yang-berkelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/09/605/1961733/fahri-hamzah-jubir-jokowi-dan-prabowo-tak-ada-yang-berkelas"/><item><title>Fahri Hamzah: Jubir Jokowi dan Prabowo Tak Ada yang Berkelas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/09/605/1961733/fahri-hamzah-jubir-jokowi-dan-prabowo-tak-ada-yang-berkelas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/09/605/1961733/fahri-hamzah-jubir-jokowi-dan-prabowo-tak-ada-yang-berkelas</guid><pubDate>Selasa 09 Oktober 2018 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/09/605/1961733/fahri-hamzah-jubir-jokowi-dan-prabowo-tak-ada-yang-berkelas-MZ3dvGZ7Xz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/09/605/1961733/fahri-hamzah-jubir-jokowi-dan-prabowo-tak-ada-yang-berkelas-MZ3dvGZ7Xz.jpg</image><title>Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melakukan kritik kepada juru bicara (jubir) dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, baik kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, maupun Prabowo-Sandiaga Uno yang tak berkelas dalam menyampaikan narasi.

&amp;ldquo;Ya terus terang saja, saya bisa mengatakan juru bicara kedua belah pihak ini enggak ada yang canggih. Baik petahana atau penantang ini kedua-duanya juru bicaranya nggak ada yang canggih. Itu nggak berkelas itu. Nggak berkelas jubir-jubirnya itu,&amp;rdquo; ungkap Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Fahri menilai, seharusnya sebagai jubir itu ada baiknya berdebat tentang konten, berdebat program berdebat rencana. &amp;ldquo;Jangan tiru hal-hal yang insidentil dan nggak baik. Nanti jadi masalah,&amp;rdquo; jelas dia.
(Baca Juga: Soal &quot;Alfateka&quot; Jokowi, Begini Penjelasan Nusron tentang Logat Jawa)
Ia membandingkan situasi jubir kedua kubu paslon saat ini hanya membahas soal isu-isu yang tak relevan. Seperti anak kecil yang ketika berantem di pinggir hutan.

&amp;ldquo;Kayak waktu kita kecil kan kita suka berantem di pinggir hutan. Udah capek kita berantem, nunggu orang datang melerai nggak dateng-dateng. Capek sendiri. Ini bisa terjadi begitu,&amp;rdquo; cetus Fahri.

Fahri pun meminta agar para jubir paslon kembali ke sebagaimana mestinya. Seperti berbicara argumen yang akan terkait dengan masyarakat.

&amp;ldquo;Coba deh kembalikan itu ke nalar yang benar, bicara konsep, bicara argumen tentang rakyat tuh mau diapain nanti. Jangan mengeksploitasi begini-begini,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melakukan kritik kepada juru bicara (jubir) dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, baik kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, maupun Prabowo-Sandiaga Uno yang tak berkelas dalam menyampaikan narasi.

&amp;ldquo;Ya terus terang saja, saya bisa mengatakan juru bicara kedua belah pihak ini enggak ada yang canggih. Baik petahana atau penantang ini kedua-duanya juru bicaranya nggak ada yang canggih. Itu nggak berkelas itu. Nggak berkelas jubir-jubirnya itu,&amp;rdquo; ungkap Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Fahri menilai, seharusnya sebagai jubir itu ada baiknya berdebat tentang konten, berdebat program berdebat rencana. &amp;ldquo;Jangan tiru hal-hal yang insidentil dan nggak baik. Nanti jadi masalah,&amp;rdquo; jelas dia.
(Baca Juga: Soal &quot;Alfateka&quot; Jokowi, Begini Penjelasan Nusron tentang Logat Jawa)
Ia membandingkan situasi jubir kedua kubu paslon saat ini hanya membahas soal isu-isu yang tak relevan. Seperti anak kecil yang ketika berantem di pinggir hutan.

&amp;ldquo;Kayak waktu kita kecil kan kita suka berantem di pinggir hutan. Udah capek kita berantem, nunggu orang datang melerai nggak dateng-dateng. Capek sendiri. Ini bisa terjadi begitu,&amp;rdquo; cetus Fahri.

Fahri pun meminta agar para jubir paslon kembali ke sebagaimana mestinya. Seperti berbicara argumen yang akan terkait dengan masyarakat.

&amp;ldquo;Coba deh kembalikan itu ke nalar yang benar, bicara konsep, bicara argumen tentang rakyat tuh mau diapain nanti. Jangan mengeksploitasi begini-begini,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
