<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Relawan Pendidikan Segera Dikirim ke Lokasi Bencana di Sulteng</title><description>Kemendikbud segera mengirim para relawan pendidikan ke lokasi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962030/relawan-pendidikan-segera-dikirim-ke-lokasi-bencana-di-sulteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962030/relawan-pendidikan-segera-dikirim-ke-lokasi-bencana-di-sulteng"/><item><title>Relawan Pendidikan Segera Dikirim ke Lokasi Bencana di Sulteng</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962030/relawan-pendidikan-segera-dikirim-ke-lokasi-bencana-di-sulteng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962030/relawan-pendidikan-segera-dikirim-ke-lokasi-bencana-di-sulteng</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/337/1962030/relawan-pendidikan-segera-dikirim-ke-lokasi-bencana-di-sulteng-CQoYgTnopD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi terdampak tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/337/1962030/relawan-pendidikan-segera-dikirim-ke-lokasi-bencana-di-sulteng-CQoYgTnopD.jpg</image><title>Lokasi terdampak tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: AP)</title></images><description>BOGOR &amp;ndash; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera mengirim relawan pendidikan untuk membantu anak-anak korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Selain itu, Kemendikbud juga akan mendata para guru yang menjadi korban bencana alam tersebut guna memastikan jumlah relawan yang akan dikirim.
&quot;Kita kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang memiliki fakultas keguruan,&quot; kata Mendikbud Muhadjir Effendy di Grand Mya Resort And Convention Hotel, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).
(Baca juga: Cerita 18 Jam Pemulihan Navigasi Penerbangan Pascagempa Sulteng)
 
Menurut dia, para volunter itu akan diambil dari berbagai perguruan tinggi di sekitar Sulteng. Misalnya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Makassar, serta Universitas Manado.
Muhadjir berharap penghitungan jumlah guru yang menjadi korban bencana rampung dalam waktu dua pekan ini. Sehingga, para relawan juga bisa segera masuk ke Sulteng.

Para siswa yang terdampak bencana alam itu pun akan langsung diberikan pembelajaran. Volunter tersebut juga bakal bertugas memberikan trauma counseling serta mengembalikan mental anak-anak dan guru.
Pasalnya, banyak anak-anak dan guru yang trauma akibat bencana alam yang menghantam sejumlah wilayah di Sulteng tersebut. &quot;Ini problemnya bukan hanya sekolah yang hancur. Sekolah yang tidak kena, guru, dan siswanya juga trauma,&quot; kata Muhadjir.
(Baca juga: Pascagempa, 8.550 Personel TNI-Polri Normalisasi Sulawesi Tengah)
 
Ia mengaku juga terkejut mengetahui sudah ada sekolah yang mulai menjalankan kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan itu berlangsung di sekolah yang tidak terdampak langsung.
&quot;Saat kemarin saya mengumpulkan kepala sekolah, kepala dinas, saya minta untuk segera kembali sekolah. Kemarin saya dapat WA dari sana, anak-anak sudah mulai sekolah,&quot; ucap Muhadjir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8wOC8xLzExNjU4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>BOGOR &amp;ndash; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera mengirim relawan pendidikan untuk membantu anak-anak korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Selain itu, Kemendikbud juga akan mendata para guru yang menjadi korban bencana alam tersebut guna memastikan jumlah relawan yang akan dikirim.
&quot;Kita kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang memiliki fakultas keguruan,&quot; kata Mendikbud Muhadjir Effendy di Grand Mya Resort And Convention Hotel, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).
(Baca juga: Cerita 18 Jam Pemulihan Navigasi Penerbangan Pascagempa Sulteng)
 
Menurut dia, para volunter itu akan diambil dari berbagai perguruan tinggi di sekitar Sulteng. Misalnya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Makassar, serta Universitas Manado.
Muhadjir berharap penghitungan jumlah guru yang menjadi korban bencana rampung dalam waktu dua pekan ini. Sehingga, para relawan juga bisa segera masuk ke Sulteng.

Para siswa yang terdampak bencana alam itu pun akan langsung diberikan pembelajaran. Volunter tersebut juga bakal bertugas memberikan trauma counseling serta mengembalikan mental anak-anak dan guru.
Pasalnya, banyak anak-anak dan guru yang trauma akibat bencana alam yang menghantam sejumlah wilayah di Sulteng tersebut. &quot;Ini problemnya bukan hanya sekolah yang hancur. Sekolah yang tidak kena, guru, dan siswanya juga trauma,&quot; kata Muhadjir.
(Baca juga: Pascagempa, 8.550 Personel TNI-Polri Normalisasi Sulawesi Tengah)
 
Ia mengaku juga terkejut mengetahui sudah ada sekolah yang mulai menjalankan kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan itu berlangsung di sekolah yang tidak terdampak langsung.
&quot;Saat kemarin saya mengumpulkan kepala sekolah, kepala dinas, saya minta untuk segera kembali sekolah. Kemarin saya dapat WA dari sana, anak-anak sudah mulai sekolah,&quot; ucap Muhadjir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8wOC8xLzExNjU4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
