<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak-Anak Korban Gempa Sulteng Kehilangan Orangtua, Menteri Yohana: Tak Perlu Adopsi</title><description>Yohana Yembise mengunjungi korban gempa di kampung Petobo Palu Sulawesi Tengah</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962167/anak-anak-korban-gempa-sulteng-kehilangan-orangtua-menteri-yohana-tak-perlu-adopsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962167/anak-anak-korban-gempa-sulteng-kehilangan-orangtua-menteri-yohana-tak-perlu-adopsi"/><item><title>Anak-Anak Korban Gempa Sulteng Kehilangan Orangtua, Menteri Yohana: Tak Perlu Adopsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962167/anak-anak-korban-gempa-sulteng-kehilangan-orangtua-menteri-yohana-tak-perlu-adopsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/10/337/1962167/anak-anak-korban-gempa-sulteng-kehilangan-orangtua-menteri-yohana-tak-perlu-adopsi</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/337/1962167/anak-anak-korban-gempa-sulteng-kehilangan-orangtua-menteri-yohana-tak-perlu-adopsi-RJV5Zb2xKO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yohana Yambise saat mengunjungi korban gempa Palu </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/337/1962167/anak-anak-korban-gempa-sulteng-kehilangan-orangtua-menteri-yohana-tak-perlu-adopsi-RJV5Zb2xKO.jpg</image><title>Yohana Yambise saat mengunjungi korban gempa Palu </title></images><description>PALU - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Yohana Yembise mengunjungi korban gempa di kampung Petobo Palu Sulawesi Tengah, Rabu (10/10/2018).

Kedatangan Yohana dalam rangka melihat langsung korban gempa yang berada di posko pengungsian. Termasuk anak-anak korban gempa.

Yohana mengatakan akan menyerahkan anak-anak yang kehilangan orang tuanya kepada pihak keluarganya. Menanggapi banyaknya warga yang ingin mengadopsi anak-anak, Yohana menilai terlalu jauh untuk ke sana.



&quot;Ini saya pikir terlalu awal. Sebab untuk mengadopsi anak-anak kita ada aturannya. Ada yang atur undang-undang,&quot; kata Yohan saat ditemu Rabu (10/10).

Menurut Yohana mengadopsi anak-anak itu terlalu dini. Sebab masyarakat Indonesia memiliki budaya keluarga di mana seorang anak sejak kecil diasuh dan dibesarkan oleh kerabat dekatnya.

(Baca Juga: Polisi Buru Penyebar Hoaks Adopsi Anak Korban Gempa Palu di Makassar)

&quot;Jadi kami akan mengatur anak-anak yang kehilangan orangtua akan diserahkan kepada kerabat. Adopsi anak-anak tidak masuk dalam agenda dan terlalu dini untuk ke sana,&quot; jelasnya.

Saat ini jumlah anak-anak yang kehilangan orang belum masuk kementerian PPPA. &quot;Kami masih belum mendapat data-data karena ada yang belum memiliki orangtua. Kalau ada kita pakai cara kita berikan dulu ke keluargnya. Paman dan tante,&quot; ungkap Yohana.

(Baca Juga: Cerita Anak 6 Tahun Korban Gempa Palu yang Ingin Ikut Jokowi)

&quot;Berapa banyak yang belum mendapat keluarganya. Maka akan disiapkan ke shelter shelter maka ada tindakan yang akan kami koordinasikan dengan kementerian sosial,&quot; kata Yohana</description><content:encoded>PALU - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Yohana Yembise mengunjungi korban gempa di kampung Petobo Palu Sulawesi Tengah, Rabu (10/10/2018).

Kedatangan Yohana dalam rangka melihat langsung korban gempa yang berada di posko pengungsian. Termasuk anak-anak korban gempa.

Yohana mengatakan akan menyerahkan anak-anak yang kehilangan orang tuanya kepada pihak keluarganya. Menanggapi banyaknya warga yang ingin mengadopsi anak-anak, Yohana menilai terlalu jauh untuk ke sana.



&quot;Ini saya pikir terlalu awal. Sebab untuk mengadopsi anak-anak kita ada aturannya. Ada yang atur undang-undang,&quot; kata Yohan saat ditemu Rabu (10/10).

Menurut Yohana mengadopsi anak-anak itu terlalu dini. Sebab masyarakat Indonesia memiliki budaya keluarga di mana seorang anak sejak kecil diasuh dan dibesarkan oleh kerabat dekatnya.

(Baca Juga: Polisi Buru Penyebar Hoaks Adopsi Anak Korban Gempa Palu di Makassar)

&quot;Jadi kami akan mengatur anak-anak yang kehilangan orangtua akan diserahkan kepada kerabat. Adopsi anak-anak tidak masuk dalam agenda dan terlalu dini untuk ke sana,&quot; jelasnya.

Saat ini jumlah anak-anak yang kehilangan orang belum masuk kementerian PPPA. &quot;Kami masih belum mendapat data-data karena ada yang belum memiliki orangtua. Kalau ada kita pakai cara kita berikan dulu ke keluargnya. Paman dan tante,&quot; ungkap Yohana.

(Baca Juga: Cerita Anak 6 Tahun Korban Gempa Palu yang Ingin Ikut Jokowi)

&quot;Berapa banyak yang belum mendapat keluarganya. Maka akan disiapkan ke shelter shelter maka ada tindakan yang akan kami koordinasikan dengan kementerian sosial,&quot; kata Yohana</content:encoded></item></channel></rss>
