<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Urus 14 Orang Gila, Jasrianto Rogoh Kocek Minimal Rp4,2 Juta per Bulan</title><description>Jasrianto harus berkeliling dari desa ke desa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/10/340/1962270/urus-14-orang-gila-jasrianto-rogoh-kocek-minimal-rp4-2-juta-per-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/10/340/1962270/urus-14-orang-gila-jasrianto-rogoh-kocek-minimal-rp4-2-juta-per-bulan"/><item><title>Urus 14 Orang Gila, Jasrianto Rogoh Kocek Minimal Rp4,2 Juta per Bulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/10/340/1962270/urus-14-orang-gila-jasrianto-rogoh-kocek-minimal-rp4-2-juta-per-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/10/340/1962270/urus-14-orang-gila-jasrianto-rogoh-kocek-minimal-rp4-2-juta-per-bulan</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/340/1962270/urus-14-orang-gila-jasrianto-rogoh-kocek-minimal-rp4-2-juta-per-bulan-Yd8UjhkWrc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jasrianto kerap memotong rambut orang gila yang diurusinya. Foto: Okezone/Banda Haruddin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/340/1962270/urus-14-orang-gila-jasrianto-rogoh-kocek-minimal-rp4-2-juta-per-bulan-Yd8UjhkWrc.jpg</image><title>Jasrianto kerap memotong rambut orang gila yang diurusinya. Foto: Okezone/Banda Haruddin</title></images><description>
PEKANBARU &amp;ndash; Jasrianto,  setiap hari selau memberikan makan orang gila di Kecamatan Sintajo Raya Kabupaten Kuansing, Riau. Ia pun harus merogoh kocek yang cukup dalam.
&quot;Paling sedikit saya harus memberikan makan itu sehari Rp140 ribu. Itu untuk sekali makan mereka saja. Makanya semampu saya. Jika dikalikan, ya sekitar Rp4,2 juta  per bulan. Tapi ada saja rezeki dari Allah untuk saya, untuk memberikan makan mereka. Karena saya bukan orang berada, hidup pas-pasan saja, tapi diberikan kecukupan oleh Allah,&quot; ucap guru pengajar pesantren ini, Kamis (10/10/2018).

Untuk memberikan makan orang gila, tidak jarang Jasrianto dibantu istrinya untuk memasak. Jika tidak masak, Jasrianto yang merupakah tokoh agama di  Sintajo Raya membelikkannya di warung. Jasrianto mengurusi setidaknya 14 orang gila yang berkeliaran di wilayah tempat tinggalnya.
&quot;Alhamdulliah istri saya tidak keberatan membantu dan menyisih sebagian rezeki untuk mereka yang ditelantarkan keluarga,&quot; imbuhnya.

Namun untuk menemui belasan orang gila itu bukan pekerjaan gampang, dia harus berkeliling dari desa ke desa.
&quot;Mereka itukan tidak pernah menetap. Pindah dari satu tempat ke tempat lain. Jadi harus keliling mencarinya. Jadi saya setiap harus memberikan makan mereka. Tapi kalau saya lagi tidak punya uang, nunggu besok atau lusa baru beri makan. Jadi memang paling sedikit Rp140 ribu perhari,&quot; ucapnya.
Selain memberikan makan, ayah satu orang anak juga melakukan rutinitas memotong kuku dan rambut orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan itu. Kadang ia juga memberikan baju kepada mereka.
&quot;Kadang untuk memotong kuku ataupun memotong rambut mereka ada perasaan cemas, takut mereka meronta dan melawan. Namun alhamudillah, selama  10 tahun saya mengurus mereka, tidak ada hal yang membahayakan jiwa saya. Selagi kita baik, mereka menurut. Allah kan meminta kita berbuat baik kepada mahluk hidup, termasuk hewan, apalagi ke sesama manusia,&quot; imbuh pria berusia 34 tahun ini.</description><content:encoded>
PEKANBARU &amp;ndash; Jasrianto,  setiap hari selau memberikan makan orang gila di Kecamatan Sintajo Raya Kabupaten Kuansing, Riau. Ia pun harus merogoh kocek yang cukup dalam.
&quot;Paling sedikit saya harus memberikan makan itu sehari Rp140 ribu. Itu untuk sekali makan mereka saja. Makanya semampu saya. Jika dikalikan, ya sekitar Rp4,2 juta  per bulan. Tapi ada saja rezeki dari Allah untuk saya, untuk memberikan makan mereka. Karena saya bukan orang berada, hidup pas-pasan saja, tapi diberikan kecukupan oleh Allah,&quot; ucap guru pengajar pesantren ini, Kamis (10/10/2018).

Untuk memberikan makan orang gila, tidak jarang Jasrianto dibantu istrinya untuk memasak. Jika tidak masak, Jasrianto yang merupakah tokoh agama di  Sintajo Raya membelikkannya di warung. Jasrianto mengurusi setidaknya 14 orang gila yang berkeliaran di wilayah tempat tinggalnya.
&quot;Alhamdulliah istri saya tidak keberatan membantu dan menyisih sebagian rezeki untuk mereka yang ditelantarkan keluarga,&quot; imbuhnya.

Namun untuk menemui belasan orang gila itu bukan pekerjaan gampang, dia harus berkeliling dari desa ke desa.
&quot;Mereka itukan tidak pernah menetap. Pindah dari satu tempat ke tempat lain. Jadi harus keliling mencarinya. Jadi saya setiap harus memberikan makan mereka. Tapi kalau saya lagi tidak punya uang, nunggu besok atau lusa baru beri makan. Jadi memang paling sedikit Rp140 ribu perhari,&quot; ucapnya.
Selain memberikan makan, ayah satu orang anak juga melakukan rutinitas memotong kuku dan rambut orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan itu. Kadang ia juga memberikan baju kepada mereka.
&quot;Kadang untuk memotong kuku ataupun memotong rambut mereka ada perasaan cemas, takut mereka meronta dan melawan. Namun alhamudillah, selama  10 tahun saya mengurus mereka, tidak ada hal yang membahayakan jiwa saya. Selagi kita baik, mereka menurut. Allah kan meminta kita berbuat baik kepada mahluk hidup, termasuk hewan, apalagi ke sesama manusia,&quot; imbuh pria berusia 34 tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
