<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gunung Api Salak Terakhir Erupsi pada 1938</title><description>Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin mengeluarkan peringatan erupsi Gunung Api Salak yang terletak di Kabupaten Bogor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962432/gunung-api-salak-terakhir-erupsi-pada-1938</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962432/gunung-api-salak-terakhir-erupsi-pada-1938"/><item><title> Gunung Api Salak Terakhir Erupsi pada 1938</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962432/gunung-api-salak-terakhir-erupsi-pada-1938</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962432/gunung-api-salak-terakhir-erupsi-pada-1938</guid><pubDate>Kamis 11 Oktober 2018 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/11/337/1962432/gunung-api-salak-terakhir-erupsi-pada-1938-9NcCs3T5nu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Salak (foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/11/337/1962432/gunung-api-salak-terakhir-erupsi-pada-1938-9NcCs3T5nu.jpg</image><title>Gunung Salak (foto: Wikipedia)</title></images><description>
JAKARTA - Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin mengeluarkan peringatan erupsi Gunung Api Salak yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu 10 Oktober 2018.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah mereka melihat tanda erupsi berupa asap setinggi 50.000 kaki dari puncak. Meski begitu VAAC menyatakan apa yang sudah terdeteksi oleh pihaknya bisa jadi merupakan peringatan yang salah (false alarm).

Peringatan tersebut kemudian mendapat respon dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan hingga saat ini Gunung Salak tidak mengalami erupsi, dan masih di tingkat aktivitas level I atau normal.

Namun demikian apabila kabar tersebut terbukti benar, gunung yang masuk ke dalam Taman Nasional Gunung Halimun-Salak  (TNGHS) itu akan menjadi erupsi pertama setelah 80 tahun lalu. Tercatat pasca 1.600, Gunung Salak sudah beberapa kali terjadi erupsi mulai dari 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935.

Terakhir erupsi di Gunung Salak terjadi pada tahun 1938, atau 80 tahun yang lalu yakni erupsi freatik di Kawah Cikuluwung Putri, yang disebabkan adanya kontak antara magma dengan air sehingga menyemburkan asap keluar dari puncak gunung berapi.

Meski begitu, tak banyak yang mengira gunung yang memiliki banyak jurang dan kontur yang sulit dibaca itu masih aktif. Padahal Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang berhimpitan masuk dalam tujuh gunung api aktif.


Sebelumnya diberitakan Okezone, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Salak di Jawa Barat tidak mengalami erupsi, sebagaimana isu liar beredar di media sosial. Masyarakat diminta tetap tenang.

(Baca juga: Penjelasan Lengkap PVMBG Soal Adanya Kabar Gunung Salak Erupsi)

(Baca juga: PVMBG: Gunung Salak Tidak Erupsi, Masyarakat agar Tenang)

PVMBG menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai informasi satelit yang mengindikasikan adanya erupsi Gunung api Salak, hari ini.

Pengamatan visual Gunungapi Salak dari periode Oktober 2018 pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, angin Lemah ke arah selatan dan utara. Suhu udara sekitar 22 - 29&amp;deg;C. Kelembaban 92%. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap nihil. Pemantauan visual pada sore hari hingga saat ini Gunung Salak umumnya tertutup kabut dan cuaca hujan.

Terekam 23 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 5 - 10 mm dan lama gempa 4.5 - 25 detik. 9 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 - 7 mm dan lama gempa 4 - 10 detik. 10 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 7 - 12 mm, S-P 0.5 - 2 detik dan lama gempa 6 - 10 detik.

12 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6 - 12 mm, S-P 5 - 8 detik dan lama gempa 20 - 47 detik. 7 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 - 11 mm, S-P 11 - 14 detik dan lama gempa 22 - 97 detik. Rekaman gempa pada tanggal 10 Oktober 2018 hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati peningkatan kegempaan di Gunung Salak.

Hasil observasi lapangan yang dilakukan secara langsung oleh pengamat Gunung Salak hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati adanya jatuhan/hujan abu vulkanik dan tidak terdengar suara dentuman baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya seperti di wilayah Taman Nasional Cidahu.</description><content:encoded>
JAKARTA - Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin mengeluarkan peringatan erupsi Gunung Api Salak yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu 10 Oktober 2018.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah mereka melihat tanda erupsi berupa asap setinggi 50.000 kaki dari puncak. Meski begitu VAAC menyatakan apa yang sudah terdeteksi oleh pihaknya bisa jadi merupakan peringatan yang salah (false alarm).

Peringatan tersebut kemudian mendapat respon dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan hingga saat ini Gunung Salak tidak mengalami erupsi, dan masih di tingkat aktivitas level I atau normal.

Namun demikian apabila kabar tersebut terbukti benar, gunung yang masuk ke dalam Taman Nasional Gunung Halimun-Salak  (TNGHS) itu akan menjadi erupsi pertama setelah 80 tahun lalu. Tercatat pasca 1.600, Gunung Salak sudah beberapa kali terjadi erupsi mulai dari 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935.

Terakhir erupsi di Gunung Salak terjadi pada tahun 1938, atau 80 tahun yang lalu yakni erupsi freatik di Kawah Cikuluwung Putri, yang disebabkan adanya kontak antara magma dengan air sehingga menyemburkan asap keluar dari puncak gunung berapi.

Meski begitu, tak banyak yang mengira gunung yang memiliki banyak jurang dan kontur yang sulit dibaca itu masih aktif. Padahal Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang berhimpitan masuk dalam tujuh gunung api aktif.


Sebelumnya diberitakan Okezone, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Salak di Jawa Barat tidak mengalami erupsi, sebagaimana isu liar beredar di media sosial. Masyarakat diminta tetap tenang.

(Baca juga: Penjelasan Lengkap PVMBG Soal Adanya Kabar Gunung Salak Erupsi)

(Baca juga: PVMBG: Gunung Salak Tidak Erupsi, Masyarakat agar Tenang)

PVMBG menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai informasi satelit yang mengindikasikan adanya erupsi Gunung api Salak, hari ini.

Pengamatan visual Gunungapi Salak dari periode Oktober 2018 pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, angin Lemah ke arah selatan dan utara. Suhu udara sekitar 22 - 29&amp;deg;C. Kelembaban 92%. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap nihil. Pemantauan visual pada sore hari hingga saat ini Gunung Salak umumnya tertutup kabut dan cuaca hujan.

Terekam 23 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 5 - 10 mm dan lama gempa 4.5 - 25 detik. 9 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 - 7 mm dan lama gempa 4 - 10 detik. 10 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 7 - 12 mm, S-P 0.5 - 2 detik dan lama gempa 6 - 10 detik.

12 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6 - 12 mm, S-P 5 - 8 detik dan lama gempa 20 - 47 detik. 7 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 - 11 mm, S-P 11 - 14 detik dan lama gempa 22 - 97 detik. Rekaman gempa pada tanggal 10 Oktober 2018 hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati peningkatan kegempaan di Gunung Salak.

Hasil observasi lapangan yang dilakukan secara langsung oleh pengamat Gunung Salak hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati adanya jatuhan/hujan abu vulkanik dan tidak terdengar suara dentuman baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya seperti di wilayah Taman Nasional Cidahu.</content:encoded></item></channel></rss>
